Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Memancing Musuh Yang Salah


__ADS_3

Tapi mereka semua tak tahu jika telah membangunkan sosok mengerikan yang tak bisa mereka bayangkan.


“Hei, apa yang kau tertawakan hah, cepat ambil tombak itu lalu berikan kepadaku, atau kau akan mengalami hal serupa dengan orang ini,” teriak Tuan muda tersebut kini mulai marah sambil menunjuk ke arah orang tua bersama putrinya yang di rantai dan tubuhnya di penuhi luka.


Terlebih tubuh pria tua tersebut ada bekas luka tusukan tombak dan untuk putrinya, ia terlihat baru saja di lecehkan.


Sementara Duan Du yang di perintah mulai bangun, ia langsung berjalan ke arah tombak yang menancap lalu menariknya.


Melihat hal tersebut, Tuan muda tersebut tersenyum licik.


“Potong kaki teman-teman mu itu lalu potong kakimu, atau kau memilih aku yang memotongnya sebagai permintaan maaf mu karena telah menyinggung Tuan muda ini,” kata Tuan muda yang bernama Zhi Zuan.


Tawa Zhi Zuan dan pengawalnya seketika pecah menertawakan Duan Du.


Duan Du dengan santai berjalan, ia kini menyeringai kejam.


“Bagaimana cara mu ingin mati?” Tanya Duan Du dengan tenang.


Mendengar suara tersebut, Zhi Zuan berhenti tertawa, wajahnya seketika memerah karena merasa malu di rendahkan.


“Oh,, bagus-bagus, ternyata kau sungguh berani menyinggung,-”


Belum selesai Zhi Zuan bicara, tangannya yang menunjuk ke arah Duan Du langsung terlepas.


“Ahkkk..!! Kurang ajar, siapa? Siapa yang berani menyerang Tuan muda Zhi ini? Keluarlah dan jangan jadi orang pengecut,” teriak Zhi Zuan penuh amarah, ia menatap ke segala arah lalu mematap ke arah Duan Du.


“Bunuh, bunuh orang ini untuk meredakan amarahku,” teriak Zhi Zuan memerintahkam pengawalnya.


Keempat pengawal Zhi Zuan langsung melesat maju, namun baru 2 langkah mereka menapakkan kaki.


Tubuh mereka semua terasa berat, saat mereka ingin melirik ke arah teman mereka, mereka berempat sudah jatuh dengan tubuh terpotong-potong.


Mereka berempat mati tanpa mengetahui siapa yang telah membunuh mereka.


Orang-orang yang berada di kedai langsung lari ketakutan, karena mereka semua menyadari akan terlibat masalah jika tetap berada di dalam.


Zhi Zuan yang melihat itu tertegun, tubuhnya kini bergetar ketakutan sambil melirik ke segala arah untuk melihat siapa orang yang telah membunuh pengawalnya.


Zhi Zuan menduga jika orang tersebut memiliki kekuatan Kaisar Dewa Rendah, karena hanya merekalah yang mampu membunuh para pengawal yang di tugaskan untuk menjaganya.

__ADS_1


“Siapa itu? Cepat keluar, apa kau tidak tahu jika menyinggung ku kau sama saja menyiggung ayahku,” teriak Zhi Zuan.


“Ayahku adalah Jendral Besar sekaligus tangan kanan Kaisar Dewa Es, jika kau berani membunuh ku maka, seluruh keluargamu akan di buru,” Zhi Zhuan kembali berteiak dengan nada mengancam.


Duan Du yang mendengar itu akhirnya buka suara.


“Aku bertanya bagaimana cara kau ingin mati? Aku tidak peduli siapa ayahmu, walau ia adalah seorang Kaisar Dewa sekalipun, aku tidak takut,” kata Duan Du dengan santai.


Tangan Duan Du kembali terayun, gerakan tangan Duan Du sangat santai saat mengayunkan tombak tersebut, namun bagi orang-orang yang menonton, mereka sama sekali tidak dapat melihat gerakan tangan Duan Du.


Crash..!!


Kedua Kaki Zhi Zuan seketika terpotong rapi.


“Akhh..!! Beraninya kau?” Tunjuk Zhi Zuan meraung penuh amarah, ia merasa tak terima di rendahkan begini, terlebih ia lebih tak terima ada seseorang yang lebih jenius dari dirinya, karena saat ini Zhi Zuan melihat wajah asli Duan Du.


Duan Du sengaja membuka tudungnya, namun hanya Zhi Zuan seorang yang dapat melihatnya.


Duan Du kini tersenyum sambil berjalan ke arah Zhi Zuan.


“Aku tanya sekali lagi, bagaimana cara kau ingin mati?” Tanya Duan Du kini dengan suara dingin.


Crashh..!!


Tangan kiri Zhi Zuan labgsung melayang, hal tersebut membuat Zhi Zuan berteriak kesakitan, karena yang tersisa kini tubuh dan kepalanya saja.


Zhi Zuan kini sadar salah menyinggung orang, walau ia mengandalkan kebesaran nama orang tuanya, itu tak berpengaruh bagi pemuda yang ia anggap gila di depannya ini.


“A.. Ampuni aku Tuan muda, aku mengaku salah,” kata Zhi Zuan dengan suara bergetar ketakutan.


Duan Du langsung mendengus.


“Mana kesombonganmu yang tadi? Kenapa aku tak melihatnya,” tanya Duan Du kini berjongkok sambil menjambak rambut Zhi Zuan, lalu menatap matanya dengan tajam.


Zhi Zuan semakin ketakutan saat melihat mata Duan Du yang terlihat menyeramkan, tak lama Zhi Zuan kembali merasakan sakit dan berteriak meminta ampun saat Zhi Zuan melihat perutnya di kelupas layaknya buah.


“Akhhh,, ampun Tuan muda, berikan sedikit kehidupan bagi ku yang tak tahu diri ini,” jerit dan teriakan Zhi Zuan tak henti-hentinya menggema.


Hal tersebut membuat orang-orang yang ada di luar bergidik ketakutan saat mendengar teriakan pilu tersebut.

__ADS_1


Hingga teriakan pilu tersebut langsung berhenti.


Hening..!!


Orang-orang langsung ikut menutup mulut mereka karena takut menyinggung sosok mengerikan yang mereka tak tahu siapa itu.


Mereka tentu tak menduga sosok mengerikan itu adalah Duan Du karena tak ada yang percaya jika itu adalah Duan Du.


Kini Duan Du tersenyum lalu berdiri dan berjalan ke arah kakaknya dan Tu Long yang masih santai minum.


Mereka berdua terlihat santai, seolah tidak terganggu oleh teriakan tersebut.


“Apa kau sudah selesai?” Tanya sebuah suara dengan santai.


“Tentu belum kak, karena aku ingin mengibiri orang yang telah mendidik anak tersebut, aku yakin jika kelakuan anaknya tak jauh berbeda dengan orang yang telah mendidiknya,” kekeh Duan Du seperti orang gila.


Bai An yang mendengar itu langsung mengangguk santai.


“Apa kau sudah melihat ingatannya?” Tanya Bai An kembali.


“Sudah, kelompok mereka kini ada di penginapan Merak Emas, mereka juga bersama Kaisar Dewa Es,” jawab Duan Du langsung tersenyum licik.


Bai An langsung melirik ke arah adiknya. “Jangan membuat masalah lebih dulu, jika para Kaisar Dewa mendengar kematian Kaisar Dewa Es, mereka pasti akan bergabung lalu mengabari Ling Qie,” kata Bai An berhenti sesaat lalu minum.


“Jika mereka menghubungi Ling Qie maka rencana kita akan gagal, karena wanita itu sangat gila, ia akan melakukan segala cara bahkan menyendera orang-orang yang tidak bersalah agar kita tidak menyerangnya.”


Wajah Duan Du seketika tersenyum.


“Kau bisa tenang akan hal tersebut, karena aku akan menyuruh Hong Ti untuk menyamar jadi Kaisar Dewa Es,” kekeh Duan Du.


Mendengar hal itu Bai An berpikir sesaat, setelah itu ia mengangguk setuju karena Hong Ti mempunyai energi es yang cukup kuat juga, ia adalah orang yang cocok menyamar menggantikan Kaisar Dewa Es Zhi Qing.


“Hehe,, kau memang yang terbaik kak, kalau begitu aku akan berangkat sekarang,” kata Duan Du.


Namun Tu Long langsung ikut bangun. “Hei-hei, kau sudah bermain-main tadi, sekarang akulah yang harus bermain-main,” teriak Tu Long menarik kerah jubah Duan Du.


“Heng,, kau enak-enakan minum, enak saja ingin ikut,” dengus Duan Du lalu melesat.


Tu Long tak mau kalah, ia langsung ikut mengejar.

__ADS_1


__ADS_2