
Hutan Kegelapan...
Saat Bai An membagi tugas kepada Long Yuan, Lang Zai dan Cen Tian, mereka terlihat bersemangat dan memberikan Long Yuan beberapa senjata, pil yang ia buat beberapa bulan lalu saat Bai Luan sedang berlatih.
Saat ini Bai An sedang mengirimkan pesan kepada Hei Long dan memberitahu kalau ia tidak bisa datang dan memberitahu kalau yang datang membantu adalah Long Yuan, Lang Zai dan Cen Tian.
Sebenarnya Bai An juga mengirim Shen Linlin, tapi Shen Linlin bersikeras ingin tetap bersama Bai Luan dan mengancam jika di pisah ia akan bunuh diri, sehingga hanya mereka bertiga lah yang akan ketempat Hei Long berada.
"Saudara Yuan, saat kau ke tempat Saudara Hei Long, di perjalanan coba kau selidiki dan cari informasi sebanyak mungkin dan bila kau bertemu orang-orang dunia luar, jangan ragu atau berpikir untuk membunuhnya!"
Mendengar suara Bai An yang berbicara kepadanya, dengan cepat Long Yuan menjawab, "Baik Tuan Muda, aku tidak akan mengecewakan anda!" terdengar suara Long Yuan sangat tegas.
Tak menunggu lama, Long Yuan, Lang Zai dan Cen Tian langsung berpamitan kepada Bai An dan yang lainnya.
"An'er, kakakmu ini tidak akan mengecewakanmu dan suatu saat kamu akan mendengar namaku terkenal saat kau menuju daratan tengah!" seru Cen Tian lalu memeluk Bai An dengan erat.
"Ya kak, aku sengaja mengutusmu bersama Saudara Long Yuan dan Lang Zai agar kau mendapat pengalaman saat bertarung, dan aku akan menanti nama kakak akan terkenal saat aku ke daratan tengah nanti setelah masalah di daratan timur ini selesai!" balas Bai An yang kini mepelas pelukannya.
"An'er kami berangkat dulu!"
"Tuan Muda kami berangkat dulu!"
"Tuan Muda kami berangkat dulu!"
Terdengar suara Cen Tian, Long Yuan dan Lang Zai meminta izin berangkat, Bai An langsung mengangguk, "Hati-hati dijalan, jangan gegabah sebelum menilai musuh!" balas Bai An.
Mereka bertiga mengangguk lalu melesat pergi ke arah tertentu dengan kecepatan sedang.
Kini yang tersisa hanya Bai An, Yue'er, Luan'er, Lin.er dan Shen Bai, lalu Bai An melirik ke arah mereka semua.
Yue'er langsung mendekati Bai An dan bertanya, "Kapan kita berangkat An Gege?"
Mendengar suara dingin Yue'er saat bertanya kini Bai An sudah terbiasa, namun entah kenapa saat Bai An melihat mata Yue'er, tubuhnya terasa dingin tapi ia bisa menyembunyikannya dengan rapat dan hanya Shen Bai saja yang mengetahui hal itu.
__ADS_1
"Kita berangkat sekarang Yue'er!"
Tiba-tiba sebuah suara menggema dari dalam gua, asal suara tersebut tidak lain Shen Bai.
Shen Bai langsung muncul dengan wujud harimau kecil dan langsung mendarat di atas kepala Bai An.
Bai An, Yue'er langsung mengangguk, lalu Bai An melihat ke arah Bai Luan, "Persiapkan dirimu Luan'er karena aku tidak akan membantumu jika saat pertempuran terjadi nanti!"
"Ini juga untukmu Lin'er! aku tidak akan membantu kalian berdua, agar bisa memiliki banyak pengalaman saat kalian berdua bertarung dan jangan suka meremehkan lawanmu disaat kau tau mereka lebih lemah darimu. Apa kalian paham?"
"Paham Guru!"
"Paham Paman Guru!"
Bai An hanya mengangguk dan ia agak merasa risih selalu dipanggil paman dari tadi, karena usia mereka hanya terpaut 3 tahun, tapi Bai An hanya membiarkan kemauannya karena ia tahu Lin'er sama seperti Cen Tian yang sangat keras kepala.
"Baiklah kita berangkat, mungkin butuh satu hari jika tidak beristirahat atau lebih dari satu hari untuk sampai ke tempat Saudara Huang Feng berada jika kita mampir untuk melihat keadaan wilayah yang akan kita lewati!"
Mendengar kata-kata Bai An, mereka hanya mengangguk lalu melesat dengan kecepatan penuh Shen Linlin, Bai An dan yang lain hanya menyesuaikan kecepatan mereka agar setara dengan Shen Linlin.
Mereka tetap melesat dan melewati banyak Desa dan Kota-kota kecil.
Beberapa jam kemudian.
"Gege kita istirahat dulu, Lin'er sudah terlihat kelelahan dan ini sudah akan malam!"
Bai An melihat ke arah Yue'er yang berbicara kepadanya, lalu ia melihat kebelakang. Dapat terlihat jika wajah Lin'er sangat kelelahan begitu juga Luan'er namun mereka terlihat memaksa dan tidak ingin memberitahu Bai An karena mereka berdua tidak ingin menjadi beban untuk Bai An.
Bai An mengangguk lalu berkata kepada mereka bertiga lewat telepati, "Saat kita sampai kota selanjutnya kita akan istirahat dan menginap, jadi bertahan lah Lin'er, Luan'er aku tahu kalian kelelahan karena kita juga tidak pernah beristirahat dari tadi!"
Yue'er hanya mengangguk, sedangkan untuk Lin'er ia terlihat senang, "Terimakasih Paman Guru!" seru Lin'er lumayan berteriak.
Berbeda dengan Luan'er, wajahnya terlihat malu dan lesu karena ia ketahuan kelelahan, padahal ia sudah sebaik mungkin menyembunyikan dirinya agar tidak terlihat lelah tapi pada akhirnya. Bagaimanapun ia menyembunyikan hal itu tetap saja akan ketahuan dimata gurunya.
__ADS_1
"Baik Guru!" jawab Luan'er lesu.
"Apa Luan Gege kelelahan sampai-sampai suara Luan Gege terlihat kelelahan?" tanya Lin'er yang terlihat perhatian.
Bai Luan menggeleng, sedangkan Yue'er agak cemburu melihat pasangan kekasih tersebut, ia lalu melirik Bai An yang tetap fokus ke arah depan, hal itu membuat Yue'er sangat kesal namun ia mendengar suara yang membuatnya tidak jadi ingin membentak Bai An.
"Itu bagus Yue'er jika An'er masih polos dan tidak terlalu mengerti tentang cinta, jadi ia tidak akan mendekati wanita lain jika sifatnya terus tetap seperti ini dan ia akan menjadi milikmu seorang!" ucap Shen Bai yang melihat Yue'er kesal dan ingin marah terhadap Bai An.
Mendengar suara Gurunya itu membuat Yue'er langsung senang dan bahagia didalam hati ia berteriak bahagia.
Kini Bai An sudah melihat sebuah Kota yang lumayan besar dan memberi tahu kepada Yue'er, Luan'er dan Lin'er, "Kita akan beristirahat di kota itu!"
"Baik Gege!"
"Baik Paman Guru!"
"Baik Guru!"
Jawab ketiganya serempat.
Tak lama Bai An dan yang lain langsung mendarat agak jauh dari Kota dan berjalan ke arah Kota.
Saat mereka sampai Gerbang, Bai An heran mengapa tidak ada prajurit yang menjaga gerbang, karena biasanya disetiap kota kecil pasti akan ada penjaga, dan kota yang mereka datangi ini adalah kota menengah jadi Bai An pasti heran.
Bai An langsung berpikir, mungkin ini karena pemberontakan Putra Mahkota yang didalangi orang-orang dunia luar, pikirnya dalam hati.
"Kenapa kita diam saja Gege?"
Mendengar pertanyaan Yue'er membuat pikiran liar Bai An langsung hilang dan melihat ke arah Yue'er lalu menjawab jujur, "Aku hanya heran mengapa tidak ada penjaga disini dan aku berpikir pasti ada terjadi sesuatu di kota ini hingga penjaga kota tidak berjaga digerbang!" jawab Bai An.
"Ya Guru, aku pun juga heran karena aku mengenal Kota ini dulu wilayah ini bekas kekuasaan Bangsawan Han dan aku sering datang kesini dulu bersama ayah angkat!" ucap Bai Luan menimpali.
"Hmm ayo kita masuk dan mencaritahu apa yang terjadi!"
__ADS_1
Mendengar suara Bai An yang lain langsung menganggukkan kepala.