
Pixiu hanya bisa terkekeh melihat kekesalan Bai An.
“Hehe..!! Tuan muda, kau tidak perlu kesal begitu. Aku sekarang tahu para Monster ini berasal dari mana, dan saudara Lang Zai pasti kesana karena di bawa oleh Nona Xue.” Kata Long Yuan terkekeh.
Bai An langsung bangun.
“Memang apa saja yang kalian bicarakan? dan kemana mereka berdua pergi?” Tanya Bai An.
“Hmm.. Begini saja, agak susah menjelaskannya kepadamu. Jadi kau pasangkan saja dia segel budak. Jadi kau bisa bertanya kepadanya melalui pikiran,” jawab Long Yuan.
Bai An langsung mengangguk. Ia tidak pernah terpikirkan sampai kesana karena ia masih belum tahu jika bisa mengerti bahasa Monster kalau sudah menjadi budaknya.
“Apakah dia akan patuh saat mau di pasangkan segel budak?” Tanya Bai An.
Long Yuan mengangguk sebagai jawaban.
Tanpa menunggu lama. Bai An memasangkan segel budak di punggung monster tersebut. Bedanya Monster tersebut tidak kesakitan seperti manusia. Itu karena segel budak khusus untuk Binatang buas dan Monster saja. Tapi manusia mengembangkannya sebagai bisnis sehingga memperbudak manusia juga.
Setelah memasang segel budak. Bai An menatap Monster tersebut.
“Dari mana kau berasal dan bagaimana kau bisa di bawa kesini?” Tanya Bai An dengan perasaan ingin tahu.
“Hutan Rawa Mistik, tepatnya di Dunia Guan 02 Tuan muda,” jawab Monster tersebut melalui telepati pikiran.
Bai An yang tidak tahu tentang dunia itu hanya mengangguk lalu menyuruh Monster tersebut melanjutkannya.
“Kami semua di hadang oleh Tuan Lang Zai saat sedang mencari makanan. Kebetulan di dunia kami itu 90% Monster hidup disana dan sisanya berbagai ras termasuk ras manusia yang hanya 4%”
“Manusia adalah makanan kami, awalnya kami melihat Tuan Lang Zai sebagai makanan saat bertemu dengannya kemudian mengepungnya. Tapi saat bertarung kami semua kalah dan di jadikan budak lalu di bawa kesini.”
Bai An cukup kaget mendengar di dunia tersebut populasi Monster mencapai 90% dan sisanya berbagai ras.
“Bagaimana kalian bisa dengan mudah di tundukkan oleh Lang Zai?” tanya Bai An heran. Karena menurutnya Monster adalah sosok yang sombong, angkuh dan sangat sulit di tundukkan.
“Itu karena nama kami di ketahui oleh Tuan Lang Zai.” Jawab Monster tersebut.
“Memang kenapa dengan nama kalian?” Tanya Bai An.
“Nama kami adalah kelemahan kami. Apabila di ketahui kami merasa lemah dan tak bisa melawan lagi. Itu sudah turun temurun dari leluhur kami.” Jawab Monster tersebut.
“Hmm..!! Coba kau panggil semua temanmu dulu, aku ingin melihat mereka semua.”
Bai An masih penasaran dengan sosok teman-teman Monster di depannya ini dan juga dengan namanya. Karena itu ia menyuruh Monster tersebut memanggil temannya.
Tapi Monster tersebut tidak pergi melainkan berteriak dengan bahasa aneh.
“Koak,, kukukukuk.”
“Eeh.. Apakah begitu caramu memanggil teman temanmu?”, tanya Bai An.
__ADS_1
“Benar tuan. Bukan teman melainkan saudara. Kami sesama Monster adalah saudara, walaupun bermusuhan tetap sebagai saudara.”
Bai An mengangguk paham, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Long Yuan dan Pixiu yang kini sedang asik minum.
Bai An tersenyum kecut melihat kelakuan kedua saudaranya tersebut. “Hei, kalian jika minum tidak mengajak ku lebih dulu.” Kata Bai An.
“Kau kan lagi asik mengobrol dengannya,” jawab Long Yuan sambil menunjuk Monster tersebut.
Sedangkan untuk Pixiu. Ia langsung melemparkan kendi kecil ke arah Bai An. Dengan sigap ia menangkap kendi kecil berisi arak tersebut kemudian meminumnya.
Aaahhh..!!
“Arak klan Duan memang terbaik,” kata Bai An puas.
Sambil menunggu para Monster datang. Bai An, Long Yuan dan Pixiu asik minum arak.
Bai An juga mengeluarkan satu kendi besar berisi arak dan memberikannya kepada Monster tersebut.
Dan ternyata Monster tersebut sangat menyukainya. Ia memberitahu tidak pernah meminum minuman seenak ini.
20 menit berlalu. Barulah segerombolan monster datang melesat dengan kecepatan penuh.
Tap tap..!!
Goarrr..!!
Salah satu Monster paling tinggi berkepala kadal setelah berteriak. Dia berlutut lalu di ikuti oleh monster lainnya termasuk monster yang tadi Bai An lawan bicara.
Saat Long Yuan mau menjawab.
Monster berkepala kadal itu langsung menjawab.
“Karena anda adalah Tuan kami dan Tuan Lang Zai telah memberi pesan, jika di dunia ini anda adalah Rajanya. Jadi kami siap mengikuti perintah Yang Mulia,” kata Monster berkepala kadal tersebut.
“Eeehhh..!!”
“Kau bisa bahasa manusia?”, tanya Bai An.
“Iya Yang Mulia, tapi tidak semua dari bangsa kami bisa bahasa manusia,” jawab Monster berkepala kadal tersebut dengan hormat.
Bai An mengangguk. Kemudian ia teringat sesuatu, ia langsung bertanya. “Kata dia, jika nama kalian di ketahui maka kalian akan adalah kelemahan kalian? Apakah itu benar.”
“Tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah," jawab Monster berkepala kadal.
“Terus, jika ngomong jangan setengah-setengah. Langsung jelaskan secara terperinci,” kata Bai An cukup kesal melihat ia di buat penasaran dari tadi.
“Maafkan saya Yang Mulia, saya pantas di hukum,” kata Monster tersebut.
“Sudah-sudah, cepat beritahu saja.” Bai An melambaikan tangannya tanda sudah memaafkan.
__ADS_1
“Nama kami adalah sebuah anugrah dari Dewa kami. Jadi jika nama kami di ketahui oleh musuh atau orang lain selain Bangsa kami. Kami sudah di anggap budak oleh bangsa kami sendiri dan itu mencoreng nama Bangsa kami sehingga tidak mempunyai muka atau kekuatan untuk melawan bangsa kami jika ia ingin membunuh kami.”
“Sehingga leluhur kami menetapkan. Jika nama kami di ketahui oleh manusia atau ras lainnya. Kami harus mengikutinya dan di berikan waktu satu bulan pergi sebelum bangsa kami bersiap-siap untuk memburunya.”
“Di dunia kami juga. Manusia adalah makanan atau bisa di bilang ternak untuk kami, kami tidak boleh membunuhnya secara sembarang karena itu bisa membuat mereka punah.”
Monster berkepala kadal itu dengan terperinci menjelaskan tentang dunianya juga.
Kini Bai An mengangguk mengerti, pantas Monster di dunia ini di kurung, ternyata makanan mereka adalah manusia.
“Hmm terus siapamu?” Tanya Bai An.
“Monster berkepala kadal.”
Eehh..!!
Bai An cukup heran. Tapi ia menghiraukannya lebih dulu lalu mencoba mencari monster berkepala kadal. Apakah tebakannya salah atau benar.
“Kalian semua kesini.” Perintah Bai An.
Semua monster berkepala kadal maju.
“Siapa namamu?” tanya Bai An lalu menyuruh monster berkepala singa yang menjadi budak memberitahunya nama yang di sebut oleh para monster.
“Monster berkepala kadal.”
“Kau..!”
“Monster berkepala kadal.”
Itu terus berlanjut dan nama mereka sama menurut Bai An.
“Nama kalian semua itu sama dan sangat mudah di ketahui. Makanya dengan mudah orang lain menyebut nama kalian.” Kata Bai An dengan kesal.
“Itu berbeda Yang Mulia,” jawab monster berkepala kadal yang bisa mengerti bahasa manusia.
Wajah Bai An semakin kesal. “Beda apanya. Itu sama bodoh.” Teriak Bai An.
Long Yuan datang lalu menepuk pundak Bai An.
“Kau salah memahami Tuan muda. Nama mereka itu memiliki makna yang berbeda, di setiap pengucapannya itulah yang berbeda walau kata katanya sama.”
Bai An langsung tenang. “Kenapa kau tidak memberitahuku dari awal saudara Yuan,” tanya Bai An memasang wajah kusut.
“Hehe kau kan tidak bertanya,” jawab Long Yuan terkekeh.
Huuff..!!
“Kau,, kau kemari,” kata Bai An menyuruh monster-monster yang ia tunjuk, karena ingin memasang segel budak kepada yang terkuat saja.
__ADS_1
Dan yang paling kuat itu berada di tingkat Dewa Langit Ahir. Yaitu monster kadal yang tadi bisa bahasa manusia.