
“Eeh, sudah pagi? cepat sekali,” kata Bai An baru menyadari jika matahari kini telah terbit setengah.
“Terus kapan kita berangkat?” tanya Bai Luan saat ini ia juga baru sadar jika sudah pagi.
Lang Zai dan Pixiu langsung memandang Bai An, begitu juga Bai Luan yang tadi bertanya.
“Hmm, apa kita tidak sarapan dulu?” tanya Bai An kepada yang lain.
“Hmm,, menurutku nanti saja di kota Guru, kita kan banyak uang sekarang,” kata Bai Luan mengutarakan pendapatnya sambil terkekeh kecil.
“Betul juga itu Tuan Muda,” kata Pixiu menyahut tidak sabar ingin mencoba makanan yang ada di dunia ini.
Bai An mengangguk-angguk, ia menatap Lang Zai yang hanya ikut mengangguk juga.
“Baiklah, ayo kita berangkat,” kata Bai An langsung melesat ke arah selatan, lalu di susul oleh Lang Zai, Bai Luan dan terahir Pixiu.
Wuss,,
Wuss,,
Wuss,,
**
Sedangkan di sebuah kota, saat ini seorang pemuda sedang duduk sambil melihat beberapa orang yang kuat-kuat sedang berlutut di hadapannya.
“Ayah angkat, apa anda akan pergi sekarang?” tanya orang tua yang terlihat sepuh, namun kekuatan yang terpancar di dalam tubuhnya sangatlah kuat.
“Huuff,, dari dulu kau selalu cengeng anak nakal, kau sekarang sudah tua, jadi berhentilah memanggilku ayah angkat, dan juga kau sekarang menjadi pemimpin di sebuah organisasi ternama, apa kau tidak malu?” tanya pemuda tersebut.
“He, he, ayah jangan bilang aku cengeng dong di depan anak dan cucu ku,” kata orang tua itu cengengesan.
__ADS_1
“Oh ya, aku dengan jika adik mu, sedang ada masalah di aliansi Langit dan Bumi,” kata pemuda tersebut mengalihkan pembicaraan.
“Ya ayah angkat, sebenarnya adik bisa saja membunuh mereka semua, namun ia masih ragu, ia ragu jika Kaisar Dewa Kegelapan turun ke dunia manusia dan membunuhnya,” kata orang tua tersebut sangat serius.
Pumuda yang tak lain adalah Long Yuan itu mengerutkan keningnya, “Ooh jadi itu sebabnya kau tidak pergi ke dunia Dewa? sebab dengan kekuatanmu saat ini sudah melebihi para penguasa di dunia ini dan kau juga tidak akan bisa meningkatkan kekuatanmu karena Qi disini sudah tidak berguna.” Kata Long Yuan yang kini tahu mengapa anak angkatnya tidak pergi ke dunia Dewa.
“Hehe, itu salah satunya ayah angkat, ada lagi yang membuat ku belum bisa pergi dari sini,” kata orang tua tersebut cengengesan.
“Apa itu?” tanya Long Yuan cukup penasaran.
“Putra ku Jingxin atau penguasa Jingxin sedang bentrok dengan penguasa Liu Wang yang sedang sekarang beraliansi dengan Kelompok Teratai Hitam dan yang aku dengar juga mereka akan bekerjasama dengan Penguasa Hongcu,” kata orang tua tersebut dengan suara yang sedikit pahit.
“Terus, putramu kan bisa melawan Liu Wang dan Hongcu seorang diri dan kau juga bisa meratakan Kelompok Teratai hitam?” tanya Long Yuan cukup heran.
“Ayah, kau tidak tahu, jika kelompok Teratai Hitam sangat pandai menyembunyikan kekuatannya, dan yang aku dengar, tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan itu setara dengan ku dan ia jarang muncul, tidak ada yang mengetahui keberadaannya,” jawab orang tua tersebut dengan tersenyum kecut.
Long Yuan hanya mengangguk-angguk kan kepala dengan tenang, “Kalau masalah Kelompok Teratai Hitam kau tidak perlu khawatir, sudah ada yang akan membereskannya, dan itu adalah Tuan Muda ku bersama beberapa saudaraku,” ucap Long Yuan dengan tenang.
“Pletak,”
“Kalau teriak kau lewat telepati saja, orang-orang jadi ikut mendengar,” kata Long Yuan baru saja selesai memukul kepala orang tua tersebut.
“Ffttt,,”
Semua orang yang duduk disana menyumpal mulut mereka masing-masing menahan tawa, termasuk Penguasa JingXin.
Orang tua tersebut langsung melotot ke arah mereka semua sambil mengusap-usap kepalanya.
“Jika kalian tertawa lagi, aku akan memberi contoh bagaimana cara ku di pukul tadi,” nada suara orang tua tersebut sangat dingin yang mana membuat semua orang merinding, kecuali Penguasa JingXin yang mengetahui tabiat ayahnya yang suka mengacam, namun tidak benar-benar melakukan.
Long Yuan hanya menggelengkan kepala saja saat melihat tingkah anak angkatnya dari kecil hingga setua ini masih saja sama.
__ADS_1
“Baiklah Jing Xan, aku pergi dulu, mungkin Tuan Muda ku menunggu di Benua Hongcu,” kata Long Yuan tiba-tiba berdiri.
Orang tua yang bernama Jing Xan langsung terkejut, “Ayah angkat, apa aku tidak boleh mengikutimu seperti dulu lagi dan menjagamu?” kata Jing Xan sedikit merengek.
Long Yuan langsung menghela nafas, “Kamu itu sudah tua, sudah punya anak dan cucu, kamu juga mempunyai anak yang kini menjadi penguasa, apa kau tidak malu merengek seperti anak kecil, di depan putramu pula,” kata Long Yuan sedikit kasar agar Jing Xan mengurungkan niatnya mengikuti Long Yuan.
Jing Xan malah semakin jadi, “Ayah, kau kan sekarang masih lemah, dengan adanya diriku aku bisa menjagamu, terlebih juga aku ingin melihat adik ku dan Tuan Muda tempat ayah angkat mengabdi,” kata Jing Xan berusaha mencari cara agar ia ikut.
“JingXin, apa kau yakin jika Benua mu di serang kau bisa menghadapinya?” tanya Long Yuan kini melirik Penguasa JingXin.
“Bisa Yang Mulia,” kata JingXin dengan hormat, tentu JingXin tahu jika pemuda di depannya itu adalah Kaisar Dewa Naga, sehingga ia manggilnya yang mulia.
Long Yuan langsung memandang ke arah Jing Xan dengan tatapan pertanyaan, “Itu,, ayah angkat, Xin'er tidak mau memanggil mu sebutan kakek, itu tidak sopan menurutnya,” kata Jing Xan tersenyum malu.
Long Yuan mengangguk, “Mulai saat ini panggil saja aku saudara Long Yuan, jangan ada yang mengetahui kebenaran tentang ini, cukup kalian saja yang tahu,” kata Long Yuan langsung melesat pergi yang di susul Jing Xan terlihat tidak mau ketinggalan.
JingXin dan yang lainnya mengangguk, “Apa kalian mendengarnya, walaupun Yang Mulia Kaisar Dewa Naga, saat ini masih lemah dan kekuatannya belum kembali seperti dulu, aku yakin jika ia mau, kita semua bisa mati dalam sekejab, terlebih lagi sekarang Yang Mulia mempunyai Tuan Muda, yang kita dengar tadi sangat kuat, dan meringankan tugas kita dalam menghadapi musuh.” JingXin langsung berkata dengan suara berwibawa dan tegas.
Mereka semua langsung mengangguk patuh dan berbincang-bincang lalu kembali melaksanakan tugas mereka masing-masing.
***
Di kota yang bernama kota Zuzu.
Saat ini Bai An, Bai Luan, Lang Zai dan Pixiu sedang makan di sebuah restaurant termewah. Namun, saat ini mereka sedang ada bentrok dengan Tuan Muda dari Klan yang lumayan terkenal kuat di kota tersebut.
“Kalian pergilah, tempat ini sudah kami lebih dulu yang pesan, dan tempat sebelahnya banyak yang kosong kalian tinggal duduk saja dan tinggal pesan,” suara Bai An kini sangat dingin saat ia mendengar angkuh dan sombongnya pemuda di depannya mengandalkan latar belakangnya.
“Kau, apa kau berani melawan Tuan Muda dari Klan Lee ini?” kata pengawal pribadi yang kekuatannya lumayan tinggi, walaupun kekuatan Bai An lebih tinggi sih.
Saat mendengar kata Klan Lee, Bai An, Bai Luan, Lang Zai dan Pixiu langsung naik darah, karena saudara mereka Xiong Zai di bunuh oleh anggota Klan Lee.
__ADS_1