
“Tidak apa-apa licik, tapi licik secara jujur,” jawab Tu Long santai seperti tidak punya beban saat berkata. Padahal saat ini kondisinya cukup parah.
Bai An mengangguk mengerti. Ini juga berkat Tu Long, seandainya ia tidak menyelamatkan Bai An tadi. Entah apa yang terjadi.
Bai An langsung mengayunkan tangannya untuk membuka dunia jiwa.
Muncul lubang hitam. Setelah lubang hitam muncul, dengan cepat mereka berempat masuk.
Wuss..!!
Lubang hitam lenyap saat Bai An masuk terahir. Tepat saat lubang hitam lenyap, Lang Zai datang dengan perasaan tidak tenang.
Dengan cepat Lang Zai kesana kemari seperti orang kesurupan. Lang Zai tidak bisa berpikir tenang sehingga seperti itu.
Tak lama setelah Lang Zai datang. Tang De datang bersama para prajurit elit.
“Apakah ada serangan? Sehingga membuat pulau Donghan berguncang hebat?” Tanya Tang De sambil mendekati Lang Zai.
Lang Zai menghiraukan pertanyaan Tang De, karena ia kini mencoba untuk menghubungi Bai An, Long Yuan, Pixiu dan Tu Long. Tapi tidak ada jawaban. Hal tersebut membuatnya semakin khawatir.
Tapi ia langsung teringat dengan Nona Xia. Lang Zai langsung menghubunginya.
“Nona Xia, Nona Xia, apakah Tuan muda dan yang lain ada di dunia jiwa? Nona Xia tolong jawab.” Kata Lang Zai melalui pikiran karena ia yakin Mu Xia'er pasti mendengarnya.
“Kau tidak perlu berteriak-teriak. Mereka baik-baik saja. Lebih baik kau kembali karena akan datang perang besar beberapa bulan mendatang mungkin.” Jawab Mu Xia'er.
Hati Lang Zai langsung menjadi tenang saat mendengar Bai An baik-baik saja. Lang Zai lebih mementingkan keluarganya dari pada perang yang akan terjadi.
Sementara Tang De kini diam dengan perasaan kesal karena dari tadi ia berteriak keras kepada Lang Zai tapi tidak di jawab.
“Kita kembali, aku akan menunggumu di kota,” kata Lang Zai langsung menghilang.
Wajah Tang De semakin jelek. Sudah pertanyaannya di abaikan. Kini ia di tinggal begitu saja.
__ADS_1
Wajah para prajurit elit kini memerah karena menahan agar tidak tertawa dari tadi. Mereka merasa lucu saat melihat wajah Jendral mereka dari awal seperti anak kecil kehilangan mainan kesayangan.
“Apa kalian tertawa, awas kalian akan ku hukum saat kembali.” Kata Tang De kesal saat ini ia menjadi bahan tertawaan. Langsung berlalu pergi.
“Kok kami yang kena getahnya?” Gumam para prajurit dengan wajah lesu.
***
Dunia Jiwa..!!
Dengan cepat Bai An memberikan beberapa kendi arak yang cukup besar.
Hal itu membuat Tu Long menjadi semangat. “Ha ha ha..!! Tuan muda, kau yang terbaik,” teriak Tu Long tertawa seperti orang gila.
Tu Long tanpa basa basi langsung meminum araknya sampai habis. Hal itu membuat Bai An tersenyum kecut.
“Kau pulihkan energimu dan makan pill penyembuh ini, ini pill tingkat lima.” Kata Bai An sambil melempar beberapa ratus kristal tingkat tinggi dan satu butir pill.
Tu Long mengangguk lalu menyerap pill dan kristal tersebut secara bersamaan.
Long Yuan yang cukup penasaran langsung bertanya. “Tuan muda, sebenarnya apa yang terjadi? Siapa yang menyerang tadi? Aku merasa orang tersebut sedikit lebih kuat dari Jing Xan.”
“Huff..!! Aku juga tidak tahu secara pasti. Bahkan aku tidak merasakan dari arah mana serangan tersebut.” Jawab Bai An sambil melirik ke arah Long Yuan lalu menambahkan. “Hanya Tu Long yang mengetahui kebenarannya. Karena ia hanya memberitahuku jika yang menyerang tadi adalah Monster yang aku yakini dialah otak terjadinya kekacauan di dunia ini. Aku juga menduga ia adalah tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan yang selama ini bersembunyi.”
Long Yuan dan Pixiu agak terkejut, ternyata benar dugaan mereka jika yang menyerang He Yusi adalah monster yang telah berubah jadi manusia sepenuhnya.
“Saat bicara dengan He Yusi dulu. Aku sempat menolak itu bukanlah monster, karena mata manusia bisa saja seperti itu. Tapi dugaan ku menolak salah,” kata Pixiu.
Long Yuan ikut mengangguk.
Sementara Bai An tersenyum tipis. “Apakah kau tahu mengapa mereka sangat ingin mengambil pulau ini sekarang? Mengapa tidak dari dulu saja saat kita belum datang kesini atau saat kekacauan besar terjadi?”
Long Yuan dan Pixiu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Apakah kalian tidak merasakan energi di pulau ini? Memang energi tersebut kadang muncul kadang hilang, aku menduga jika mereka telah lama menunggu Energi ini? Tapi aku tidak tahu pasti ini Energi apa? Mengapa mereka harus menunggu sekian lama baru mereka bergerak?” Bai An menjeda kata-katanya lalu melirik ke arah atas. “Hanya satu cara untuk mengetahui kebenarannya. Kita harus lebih dulu menemukan dimana letak energi tersebut.”
Long Yuan dan Pixiu mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Bai An. Beberapa saat kemudian Long Yuan seperti teringat sesuatu. Tapi itu cuma asumsinya saja. Benar atau salah ia tidak tahu. Jadi ia mengurungkan niatnya memberitahukan ini kepada Bai An.
“Kenapa tidak bertanya kepada Nona Xia saja?” Tanya Pixiu heran, mengapa harus susah susah.
Bai An menggelengkan kepalanya. “Jangan terlalu bergantung, itu akan membuat kemajuan kita tidak akan meningkat jika terlalu manja dan tidak berusaha sendiri.” Bai An menurunkan kepalanya lalu melihat ke arah Tu Long. Lalu berkata.
“Kalian pasti tahu jawaban mengapa Xia'er tidak pernah bersama kita sekarang dan jarang muncul maupun berkomunikasi.”
Long Yuan dan Pixiu tentu mengetahui hal tersebut. Jadi mereka hanya mengangguk tanpa bicara.
“Saudara Yuan, jika bisa tolong lihatlah apakah para monster tidak membuat keributan atau saling bunuh. Karena aku sempat merasa jika di antara mereka ada yang bermusuhan. Sementara aku ingin memulihkan diri dulu dan saudara Pixiu akan menjagaku.”
Long Yuan mengangguk paham saat mendengar permintaan Bai An. Long Yuan langsung melesat pergi.
Bai An langsung mengeluarkan ratusan kristal tingkat tinggi untuk memulihkan energinya.
Dengan cepat Bai An duduk berposisi lotus lalu menyerap kristal tingkat tinggi yang ia sebar di sekelilingnya.
Untuk Pixiu ia langsung menjauh dari Bai An dan Tu Long sambil mengawasi keduanya ia mengeluarkan arak buatan klan Duan. “Hmm stok arak sudah tinggal beberapa puluh tong saja,” gumam Pixiu tersenyum kecut.
Sambil minum Pixiu melirik Tu Long yang memiliki kecepatan regenerasi luar biasa. Tangan Tu Long kini sudah hampir utuh dan tubuhnya telah sehat semua. Bahkan terlihat jika Tu Long akan menembus tingkat Dewa Penguasa Puncak.
Pixiu tahu dari energi di sekitarnya yang kini mulai berhawa dingin serta ada sedikit tekanan.
Tu Long langsung membuka matanya saat merasa ia akan naik tingkat. Cukup berbahaya baginya menerobos di samping Bai An. Bahkan mungkin di dunia jiwa, karena Tu Long takut itu akan melukai jiwa Bai An.
“Apakah kau akan menghadapi Petir Kesengsaraan Dewa?” Tanya Pixiu sambil mendekati Tu Long.
Jika orang berhasil menghadapi Petir Kesengsaraan Dewa. Seseorang akan menjadi kultivator Dewa Setengah Abadi, ia akan sulit mati bahkan jika tubuhnya hancur, jika ia bisa melindungi energi yang menjadi nyawanya. Maka ia masih bisa membuat tubuh baru atau beregenerasi.
Tu Long menggelengkan kepalanya. “Aku sudah menghadapi Petir Kesengsaraan Dewa ku saat aku naik ke tingkat Dewa Penguasa Awal, jadi aku tidak akan menghadapinya lagi.”
__ADS_1
Mata Pixiu langsung melotot, ia cukup kaget saat mendengar ucapan Tu Long. “Monster sesungguhnya,” gumam Pixiu langsung.