
Mendengar pertanyaan Bai An. Mu Xia'er langsung menghela nafas panjang.
“Gege, sekte itu tidak peduli dengan itu, mereka juga sedang sibuk memperebutkan sumberdaya dengan sekte sekte tingkat 1 lainnya, begitu juga sekte tingkat 2 dan kebawah seterusnya, jika An Gege ingin bertanya lebih banyak, lebih baik An Gege mencari tahu sendiri.” Kata Mu Xia'er cemberut yang mana membuat Bai An tersenyum malu.
Bai An langsung mencubit pipi Mu Xia'er.
“Em,, Em,, suaakkyyyhtt,” kata Mu Xia'er semakin cemberut.
Setelah Bai An berhenti mencubit pipi Mu Xia'er, Bai An langsung bertanya.
“Xia'er ini pertanyaan terahir, Apakah Benua Hang Chen ini dulu adalah nama penguasa juga?”
Mu Xia'er menggeleng, “Benua Hang Chen ini adalah nama sejak berdirinya dunia ini, Benua JingXin dan Benua Hongcu dulu adalah wilayah Benua Hang Chen, tapi karena haus akan kekuasaan, membuat mereka berperang untuk mengklaim kekuasaan mereka sendiri hingga membuat kekacauan yang berkepanjangan sampai saat ini, saat pertama kali kekacauan terjadi itulah seorang penguasa dulu memberikan nama Heavenly Chaos kepada Dunia ini.”
Mendengar itu membuat Bai An mengangguk-anggukkan kepalanya, walau ia tidak terlalu mengerti, tapi ia mengetahui inti dari perkataan Mu Xia'er.
“Terimakasih Xia'er ku yang imut,” kata Bai An mencium kening Mu Xia'er. Setelah itu Bai An menambahkan, “Aku ingin membersihkan diri terus istirahat, apakah Xia'er ingin ikut mandi?”
Pletak,,
Pletak,,
“Auww,, Auww,”
Bai An teriak kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya dan berlari kabur ke kamar mandi saat melihat wajah Mu Xia'er kesal.
1 jam kemudian Bai An keluar dari kamar mandi dengan handuk di kepalanya, ia juga telah mengganti pakaiannya, Bai An mengangkat kepalanya, ia melihat Mu Xia'er yang menunggunya.
“Aku ingin kembali ke dunia jiwa Gege,”
Wuss,,
Tanpa menunggu jawaban dari Bai An. Mu Xia'er langsung menghilang.
Melihat kelakuan Mu Xia'er. Bai An hanya bisa tersenyum kecut, ia langsung berjalan ke arah ranjang lalu merebahkan dirinya kemudian tertidur.
***
Di tempat yang tidak terlalu jauh dari kamar Bai An, suara ketukan pintu terdengar.
Tok, tok, tok.
“Tunggu sebentar,”
Tok, tok, tok.
“Iya, iya tunggu, pelan sedikit,”
Wajah Bai Luan cukup kesal saat mendengar ketukan pintu terus berulang kali.
Ckelek,,
Saat Bai Luan membuka pintu, seseorang langsung memeluknya dengan isak tangis pilu.
__ADS_1
Bai Luan yang mengetahui siapa yang memeluknya hanya menghela nafas dan membiarkan Bai Lin Yin memeluknya sampai puas.
Beberapa menit kemudian, Bai Luan dan Bai Lim Yin duduk dengan saling memandang.
“Lin'er bagaimana kau tahu bahwa ini aku, kakakmu?” tanya Bai Luan, walau ia sudah menebak jika Xia'er telah memberitahunya, namun ia tetap bertanya.
Bai Lin Yin langsung cembrut, “Ada seseorang yang tiba-tiba membisikkan jika kau adalah kakak ku, walau aku sempat curiga dan banyak pertanyaan, tapi aku tetap percaya,” jawab Bai Lin Yin masih tetap memasang wajah cemberut.
Melihat kelakuan adiknya, Bai Luan hanya menghela nafas panjang, “Aku merahasiakan ini dari An'er, aku menyamar menjadi muridnya dan jangan sampai An'er mengetahui ini, biarkan ia tahu dengan sendirinya.” Kata Bai Luan yang memahami mengapa Bai Lin Yin terus cemberut.
Bai Lin Yin mengangguk-angguk, “Tapi, kalau Xue'er bagaimana, apa kau harus merahasiakan ini juga kepada keponakanmu?” tanya Bai Lin Yin.
“Biarkan saja ini berjalan sebagaimana mestinya, biarkan mereka tahu pada waktu yang tepat.”
Mereka terus mengobrol hingga tengah malam dan Bai Lin Yin kemudian pamit.
Bai Lin Yin juga bertanya siapa yang memberitahunya melalui pikirannya dan Bai Luan bercerita itu adalah penjaga Bai An yang bersembunyi di dalam tubuh Bai An, ia tidak ingin tentang siapa Mu Xia'er sebenarnya, jadi Bai Luan sengaja membohongi adiknya ini.
Bai Luan juga menyuruh Bai Lin Yin datang ke tempat Bai Chen berada melalui bantuan Mu Xia'er, tapi nanti setelah Bai An pergi dari sini dan Bai Lin Yin menyanggupinya, dari pada ia sendiri disini.
Setelah kepergian Bai Lin Yin.
Bai An kemudian berkata, “Xia'er, apa kau mendengar apa yang ku ucapkan saat bersama Lin'er?”
“Tentu saja, nanti aku akan membawa Bibi ke Benua Naga,” jawab Mu Xia'er melalui telepati.
***
Beberapa menit kemudian.
“An'er bangun kita sarapan,”
Bai Lin Xue mengetuk pintu kamar Bai An sambil setengah berteriak.
Cklek,,
“Aku sudah bangun bibi,” jawab Bai An.
Baru saja Bai An menyelesaikan ucapannya, tangannya langsung di tarik oleh Bai Lin Xue.
Sampai di meja makan, Bai An melihat semua orang sedang menunggunya.
“Selamat pagi,” sapa Bai An.
“Selamat pagi Tuan Muda.”
“Selamat pagi Guru.”
“Selamat pagi Cucuku.”
Semua orang langsung menjawab sapaan Bai An dengan senyum bahagia.
Bai An yang merasakan kehangatan ini juga ikut merasa bahagia, mereka kemudian sarapan bersama dengan bahagia.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, mereka pindah ke meja tempat mereka berbincang-bincang kemarin.
“An'er kapan kau akan berangkat?” Tanya Neneknya membuka suara terlebih dulu.
Bai An tidak menjawab, melainkan melihat para saudara dan muridnya untuk meminta kepastian, “Terserah Tuan Muda saja,” jawab Lang Zai.
“Mungkin sore ini nek, karena lebih cepat kami sampai lebih baik, aku juga ingin mencari asosiasi yang menjual berbagai sumberdaya atau pil untuk meningkatkan kultivasi.”
Mendengar ucapan Bai An, “Bibi mengetahui dimana itu An'er, nanti bibi akan membawamu kesana, letaknya juga tidak jauh dari perbatasan Benua Hongcu dan Benua Hang Chen, tapi.”
Mendengar Bai Lin Xue yang agak ragu membuat Bai An mengerutkan keningnya, “Tapi apa Bibi?” Tanya Bai An.
“Itu adalah wilayah kekuasaan Penguasa Liu Wang, aku takut kita mendapat banyak halangan.” Jawab Bai Lin Xue sambil menghela nafas panjang.
Mendengar itu, Bai An langsung bertanya kepada Mu Xia'er, “Apa ini tidak apa-apa Xia'er?”
“Tidak apa-apa An Gege,” jawab Mu Xia'er.
“Tidak apa-apa bibi, aku juga ingin bertanya kepada bibi, apakah bibi tahu dimana letak Klan Lee di kota ini?”
“Untuk apa kau bertanya dimana letak klan Lee An'er?” Bukannya menjawab, Bai Lin Xue malah bertanya.
“Aku ada urusan disana,” jawab Bai An tersenyum tipis yang mana terlihat ada kelicikan di senyum Bai An.
“Huff, jangan membunuh yang tidak bersalah Nak,” Kata Neneknya Bai An, ia dapat mengerti maksut Bai An ingin kesana.
“Hehe, nenek tenang saja, aku hanya butuh kompensasi ganti rugi mereka.” Kekeh Bai An.
Mendengar Bai An terkekeh, Lang Zai dan Pixiu langsung menyeringai, sedangkan Bai Luan menggelengkan kepalanya saja.
“Aku ikut,” kata Lin Xue semangat.
“Eeh,, bibi diam saja disini, ini urusan laki-laki,” kata Bai An.
“Aduh, aduh, sakit bibi,” teriak Bai An yang telinganya di tarik oleh Lin Xue saat ia baru menyelesaikan ucapannya melarang Lin Xue ikut.
Mendengar rintihan Bai An sontak menjadi gelak tawa buat mereka semua.
Cukup lama mereka mengobrol, sampai dimana Bai An, Lang Zai dan Pixiu, mereka bertiga berpamitan untuk pergi ke tempat Klan Lee berada.
Sedangkan Lin Xue hanya cembrut saat di larang ikut oleh ibunya.
“Bibi, jangan cemberut, nanti kita akan berpetualang bersama, apa bibi tidak mau ikut.” Kata Bai An terkekeh yang mana membuat Lin Xue semakin kesal, kemudian masuk kedalam.
Bai An hanya menggeleng saja, “Luan'er aku menitip Nenek ku bersamamu, aku pamit dulu nek,” kata Bai An setelah acara pamitan.
Bai An, Lang Zai dan Pixiu melesat ke arah dimana lokasi klan Lee yang diberi tahu oleh Neneknya.
Wuss,,
Wuss,,
Wuss,,
__ADS_1