Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pergi Ke Tempat Sosok Yang Di Rindukan


__ADS_3

Bai An langsung mengangguk paham.


“Terus apa itu Binatang Roh Iblis? Dan untuk saudara Lang Zai juga aku merasa gerbang dimensi yang kau buka untuknya terasa sangat negatif?, dia ke Dunia mana?” Tanya Bai An lagi.


“Untuk Binatang Roh Iblis, kaua akan tahu cepat atau lambat. Dan untuk Lang Zai aku mengirimnya ke Dunia Bawah. Di sana adalah tempat Iblis asli berasal, mereka jauh lebih kuat dari Iblis yang kau lihat saat di dunia kau di besarkan dulu.”


“Kalau iblis yang kau jadikan saudara, ia masih setengah iblis setengah manusia, jadi ia masih bisa memikirkan rasa iba. Berbeda dengan iblis yang asli. Mereka tidak mempunyai rasa iba, mereka haus akan nyawa, suka membunuh, suka membuat kekacauan. Aku sengaja mengirim Lang Zai kesana karena aku merasakan ada sedikit darah Iblis murni di dalam tubuhnya. Siapa tahu ia bisa membangkitkan kekuatan darahnya.”


Setelah mengetahui kemana semua saudaranya di bawa. Bai An merenung, apakah ia akan ke dunia Guan 02 atau ke tempat yang lebih kuat lagi.


“Kau tetap akan ke Dunia Guan 02 Gege, di sana kau pasti menemukan banyak pengalaman dan juga jika mampu. Kau bisa menjadi penguasa di sana.” Kata Mu Xia'er yang membaca pikiran Bai An.


Bai An langsung mengangguk tapi ia masih memikirkan sesuatu yang lain.


Mu Xai'er langsung menghela nafas berat. “Aku bisa saja membawamu kesana Gege. Tapi batas waktunya hanya satu hari. Bukan berarti aku melarang atau bagaimana, kebetulan juga aku mengenalnya. Tapi,” kata Mu Xia'er tersenyum lembut.


Wajah Bai An langsung cerah, ia tahu apa yang di maksud oleh Mu Xia'er sehingga mengatakan ada tapinya.


“Kau tenang saja Xia'er, aku bisa meyakinkannya.” Kata Bai An semangat.


“Tidak boleh ada orang yang tahu?, tidak boleh menemui siapun. Siapapun itu, kecuali dia seorang,” kata Mu Xai'er lagi.


“Kau tenang saja Xia'er, ayo kita istirahat dulu, tinggalkan saja dia.” Kata Bai An melirik Tu Long yang tertidur karena mabuk berat.


Mu Xia'er mengangguk patuh lalu melesat bersama ke arah benteng yang kini sepenuhnya telah jadi.


Saat Bai An telah sampai, ia sangat kagum dengan benteng tersebut sangat kokoh. Ini juga karena bantuan Mu Xia'er yang memberikan arahan-arahan cara membangun benteng. Ia jadi semakin kagum terhadap Mu Xia'er.


Melihat Mu Xia'er yang malu-malu memegang tangan kirinya. Bai An langsung berkata. “Peluk saja, jangan pegang. Bila perlu kau bisa tidur di bahu ku,” Bai An menepuk-nepuk bahunya.


Walau malu, Mu Xia'er tetap melakukan perintah Bai An lalu menyandarkan kepalanya di bahu kiri Bai An. Kemudian mereka berdua berjalan.


Bai An lebih kagum lagi saat melihat kediaman yang di bangun seperti sebuah istana para Dewa.

__ADS_1


Mereka terus berjalan, banyak sekali para monster kini berjejer memberikan hormat kepada Bai An.


Saat Bai An melihat pintu masuk kediamannya. Ia melihat Tu We sudah menunggu.


Saat melihat Tu We. Bai An langsung mengingat ia pernah memberikan perintah.


“Tu We, apakah perintah yang ku berikan untukmu beberapa hari lalu telah kau jalankan dengan baik?” Tanya Bai An langsung.


“Sudah Tuan muda, aku bersama 4 monster terkuat sudah melakukan semua perintah Tuan muda. Pertama kami tidak membunuh musuh yang menyerah, lalu menyerahkannya ke Walikota Tang Rou, beberapa kami serahkan ke Klan Xio dan Ketua assasin yang menjadi bawahan anda.”


“Kedua kami membunuh orang yang berniat jahat dan ingin menguasai kota Han. Jumlah orang yang kami bunuh keseluruhannya ada 2701 ribu,” kata Tu We. Saat ia ingin melanjutkan Bai An langsung memotongnya.


“Kenapa banyak sekali, apakah kau berbohong dan membunuh semua orang?”


“Ti.. Tidak Tuan muda, jumlah orang yang menyerah ada 7000 ribuan. Orang yang kami bunuh tidak berada di Kota Han saja. Melainkan di pelabuan, mereka datang dengan ratusan kapal.” Jawab Tu We dengan gugup.


Bai An langsung bergumam. “Apakah pemuda tersebut mengingkari janjinya?”


Saat Bai An ingin bertanya lagi. Mu Xia'er langsung memotongnya. “Jika kau terus bertanya ini tidak akan selesai sampai besok Gege,” kata Mu Xia'er lalu telunjuk jari Mu Xai'er menyentuh dahi Bai An.


Itu karena di setiap jawaban Tu We nanti, ia pasti akan terus bertanya karena rasa penasaran dan ingin tahu.


“Tu We,, kau simpan saja mayat-mayat tersebut. Aku yakin itu cukup untuk satu tahun buat kalian semua. Kami ingin istirahat dulu, jika Tu Long datang, beritahu saja aku lagi istirahat.”


Tu We langsung menjawab dengan semangat. “Mayat tersebut bahkan bisa sampai 10 tahun Tuan muda, kami bersukur mengikutimu. Kami akan melaksanakan perintahmu dengan baik.”


Bai An mengangguk tanda mengerti, ia dan Mu Xia'er langsung berjalan.


Cklek.


Seteleh membuka pintu, mereka berdua masuk. “Apakah tidak apa-apa membunuh manusia terlalu banyak? Aku takut ini salah, apalagi mereka semua aku yakin punya keluarga.”


Saat sudah duduk di atas ranjang, Bai An yang sedikit tidak tega langsung mengutarakan isi hatinya.

__ADS_1


“Kau masih terlalu naif Gege. Mereka itu sudah tidak memiliki hati yang bersih, semua hati mereka sudah di selimuti oleh kegelapan. Yang artinya mereka adalah budak Kaisar Dewa Kegelapan. Mereka juga cepat akan lambat akan di tumbalkan.”


Saat Bai An terkejut dan ingin bertanya. Mu Xia'er langsung membaringkan tubuhnya kemudian pura-pura tidur.


Bai An hanya bisa tersenyum kecut melihat tingkah Mu Xia'er. Lalu ikut membaringkan badannya di samping Mu Xia'er. Tak lama mereka berdua terlelap.


Keesokan harinya.


Saat Bai An bangun dari tidurnya, ia melihat wajah Mu Xia'er memerah saat tidur, lalu Bai An mencium keningnya. “Kau tenang saja, aku tidak akan macam-macam sebelum kita menikah,” kata Bai An berbisik.


Kemudian Bai An berdiri, ia langsung ke kamar mandi.


2 jam kemudian Bai An dan Mu Xia'er keluar dari kamarnya. Saat berjalan ke aula. Bai An melihat Tu Long kini duduk sambil menguap.


“Hei, apakah kau tidak tidur semalam?”


Mendengar pertanyaan Bai An. Tu Long langsung menjawab. “Ini aku baru saja bangun.” Lalu menambahkan. “Kapan kita berangkat, aku sudah tidak sabar untuk bertarung?”


“Tunggu satu dua hari lagi atau bahkan lebih. Karena aku ingin menemui seseorang yang aku rindukan selama ini,” kata Bai An dengan sedikit gugup saat mengatakan hal tersebut.


Tu Long mengangguk lalu menodongkan tangannya ke arah Bai An.


“Apa? Kau bisa makan daging manusia saja. Untuk minuman tidak boleh, karena kau belum bekerja keras,” jawab Bai An sengaja.


Wajah Tu Long langsung cemberut. “Satu botol kecil aja Tuan muda.”


Melihat wajah Tu Long yang memohon, Bai An langsung memberikannya.


“Tapi jika kau tidak patuh, ini akan menjadi minuman terahirmu,” ancam Bai An.


Dengan cepat Tu Long mengangguk lalu menyambar minuman tersebut kemudian pergi begitu saja.


Bai An hanya bisa menghela nafas. “Kenapa aku merasa Tu We lebih bisa berpikir layaknya manusia dari pada Dia?”

__ADS_1


“Sudah biarkan saja. Ayo kita pergi ke tempat lehirmu.” ajak Mu Xia'er.


__ADS_2