Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Munculnya Para Pelindung Klan Besar


__ADS_3

Shi Kat yang melihat itu langsung tersenyum lebar saat melihat adanya keretakan di perisai tersebut.


“Hahaha,, terus hancurkan perisai itu dengan kekuatan penuh kalian, kalian pasti nanti akan di berikan banyak hadiah oleh patriark karena kerja keras kalian,” teriak Shi Kat sambil tertawa lebar.


Tapi tidak ada satupun dari bawahan Shi Kat yang merasa senang lantaran mereka kini sudah kehabisan energi dan terluka parah.


Mereka juga hanya bisa mendengus dan merutuki Shi Kat dalam hati.


Melihat tidak adanya pergerakan dari pengikutnya, Shi Kat mengerutkan keningnya.


“Kenapa kalian diam saja? Apa kalian ingin aku bunuh,” teriak Shi Kat dengan geram.


“Heng,, coba kau lihat keadaan kami ketua, jangan asal menyuruh saja, sedangkan kau yang masih sehat masih diam saja tanpa melakukan kontrubusi apapun,” dengus Shi Ram.


Shi Kat langsung muncul di depan Shi Ram sambil mencekik lehernya.


“Hmm..!! Berani sekali kau melawan perintah, kau ingin mati rupanya,” kata Shi Kat dengan dingin.


“Iya,, bunuh saja kami,” kata semua anggota Sekte Naga Hitam hitam maju dengan suara tak kalah dingin.


Shi Kat yang mendengar itu bukannya ragu atau marah, ia malah mengeluarkan senyum indah.


“Hehe,, aku suka ini,” kata Shi Kat tertawa dengan sedikit gila.


Tak menunggu lama, Shi Kat kini berdiri seorang diri dengan tubuh di penuhi oleh darah.


Pin Sang dan Pin Cang yang melihat itu langsung merinding.


“Inilah yang membuat Sekte Naga Hitam di benci oleh semua kultivator di seluruh daratan ini,” kata Pin Sang dengan serius.


Pin Cang mengangguk serius, sementara Chu Jia menahan mual dari tadi.


Bagaimana tidak, Shi Kat memakan semua organ tubuh mereka layaknya ayam panggang.


Itu juga bisa meningkatkan kultivasi mereka dengan beberapa metode rahasia saat memakan dan meminum daging manusia.


Pandangan mata Shi Kat kini mengarah ke arah Pin Cang, Pin Sang dan Chu Jia.


Tapi setelah ia melihat Chu Jia, Shi Kat langsung mengalihkan kepalanya ke arah Cacing Darah.


Terlihat gigi-gigi Shi Kat yang di penuhi darah menambah keseraman tersendiri saat Shi Kat tersenyum.


Dalam sekejap Shi Kat menghilang, lalu muncul di depan Cacing Darah.


Cacing Darah yang sudah menduga itu langsung menekan batu yang kini telah bercahaya.


Plass..!!

__ADS_1


“Ada saatnya nanti aku akan membalas apa yang kau lakukan ini,” kata Cacing Darah terlihat malu karena melarikan diri.


Shi Kat memamerkan giginya saat melihat itu, tangan Shi Kat hanya mencengkram udara.


Setelah itu Shi Kat kembali menghilang dan muncul di depan perisai yang sudah retak.


***


Di dalam perisai kini Bai An Duan Du perlahan-lahan membuka matanya.


“Hmm..!! Kakak,, biarkan aku saja yang mencoba melawan para pengganggu ini, membuatku merasa jengkel aja,” dengus Duan Du menatap ke arah Shi Kat.


Bai An sama sekali tidak menjawab. “Hmm..!! Formasi pelindung bercampur ruang dan waktu yang membuat waktu di dalam sini jauh lebih lambat dari di luar sana,” gumam Bai An melihat sekelilingnya.


“Eeh..!! Apakah benar begitu? Pantas saja aku merasa agak lama berkultivasi di sini,” kata Duan Du menimpali Bai An yang bergumam.


Bai An melirik ke arah Shi Kat sambil berkata. “Coba kau keluarkan aura penuhmu, jika tidak salah, ia pasti tidak menyadari kekuatan kita saat ini.”


Duan Du langsung berdiri sambil mengeluarkan auranya.


Wuss..!!


Keretakan perisai semakin melebar saat terkena tekanan aura Duan Du.


Duan Du kini memiliki kekuatan Ranah Senior ⭐ 3 Awal, walau terlampau jauh, dengan Shi Kat yang memiliki kekuatan Ranah Master ⭐ 5 Awal. Duan Du sama sekali tidak takut maupun gentar, ia malah semakin bersemangat untuk melawannya karena itu bisa menambah pengalamannya


Mata Duan Du sangat tajam saat melihat tangan Shi Kat kini bergerak ingin menghancurkan perisai.


“Teknik Pedang Dunia.”


“Tebasan Alam Tingkat Pertama,” gumam Duan Du dengan santai.


Seketika pedang energi muncul di bawah kaki Shi Kat.


Shi Kat yang memiliki insting yang kuat langsung melompat ke udara.


Baru saja Shi Kat melompat, ia merasakan ribaun pedang muncul secara tiba-tiba dari udara kosong langsung mengerutkan kening.


Mata Shi Kat melirik ke segala arah untuk melihat siapa yang menggunakan teknik mengerikan ini untuk menyerangnya.


Namun tidak ada yang mencurigakan menurut Shi Kat.


Tanpa menunggu lama Shi Kat langsung menggerakkan tangannya dengan setengah energinya.


“Teknik Kematian.”


“Tangan Bencana Kematian,” teriak Shi Kat dengan keras.

__ADS_1


Wuss..!!


Ribuan tangan muncul dari kegelapan mencengkram pedang energi Duan Du dan menghancurkannya karena pedang energi yang Duan Du ciptakan dari teknik tadi masih sangat lemah.


Duan Du yang melihat itu kini terlihat semakin bersemangat.


“Hehe,, saatnya kita serius,” kata Duan Du ingin melesat ke arah Shi Kat.


Namun Bai An langsung menarik tangan Duan Du.


“Jangan perlihatkan kekuatanmu sekarang, mereka telah tiba, akan bahaya jika kita memperlihatkan kekuatan yang tidak seberapa ini di depan mereka, karena kita belum mengenal siapa mereka,” kata Bai An dengan serius.


Wajah Duan Du langsung kusut, tapi ia dengan cepat mengerti dan mengangguk patuh.


“Baiklah kak,” kata Duan Du langsung menekan kultivasinya ketingkat seperti biasanya.


Sama halnya dengan Bai An, ia kini menekan kekuatannya seperti ia pertama kali sampai ke dunia ini.


***


Sementara di luar, Shi Kat yang baru selesai menggunakan teknik terkuatnya langsung menjadi serius.


”Hmm..!! Mereka sangat banyak, ini bukan waktunya bertemu mereka,” gumam Shi Kat kemudain menghilang dari sana.


Tap tap..!!


Orang yang pertama muncul adalah pelindung klan Chu.


Chu Pang dan Chu Lang.


Mata Chu Pang dan Chu Lang menatap tajam tajam ke arah dimana Shi Kat tadi berdiri, setelah itu pandangan mata Chu Pang dan Chu Lang kini beralih ke dua pasangan terlihat serasi.


Ia tak lain pelindung klan Xin.


“Hmm..!! Aku tak menduga kalian berdua akan datang kesini,” dengus Chu Lang dengan nada dingin.


“Hehehe,, apa tidak boleh kami datang kesini? Mungkinkah tempat ini tempat makam keluarga keramatmu yang di bunuh beberapa ribu tahun lalu sehingga melarang kami datang,” ejek Xin Lung.


Chu Lang ingin maju, namun di hentikan oleh Chu Pang.


“Jangan sampai terpancing oleh pasangan murahan seperti mereka, jika kau menginginkan wanita sepertinya, masih banyak sana di pasar budak dengan harga 1 keping emas kau bahkan dapat 10 yang mirip dengannya,” kata Chu Pang dengan santai.


Xin Tia yang dari tadi diam kini mengerutkan keningnya.


Ia tahu bahwa dirinya yang di ejek, tapi ia tak mengira akan di rendahkan serendah ini.


Saat Xin Tai ingin berdiri dan melesat ke arah Chu Pang, ia mengurungkan niatnya saat merasakan aura ganas tiba.

__ADS_1


Bam..!!


“Ohh..!! Jadi kau juga yang mengincar keponakanku,” kata pria bertubuh besar dan kekar.


__ADS_2