Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Tingkatan Di Dunia Naga Biru dan Beberapa Informasi


__ADS_3

Pin Cang dengan cepat mengambil arak tersebut dengan tangan sedikit gemetaran.


Saat ini Pin Cang merasa menghadapi harimau buas yang siap memakannya kapan saja, walau ia sadar di kerjai, tapi ia sama sekali tak berani membantah.


Dengan cepat Pin Cang menuangkan segelas arak untuk Dho Dhol, setelah itu baru ia menuangkan dirinya.


Bai An yang melihat itu langsung menaikkan gelasnya.


“Ayo kita bersulang.”


Dengan segera Duan Du ikut mengangkat gelasnya bersama Pin Cang dan Do Dhol.


Glek glek..!!


Pin Cang dan Do Dhol langsung terdiam setelah meneguk araknya. Mata mereka melotot setelah dapat merasakan nikmatnya arak tersebut.


Woah..!!


Do Dhol tanpa sadar berteriak keras yang membuat orang-orang langsung melirik ke arah tempat Bai An dan yang lainnya.


Namun setelah mereka melihat Pin Cang dan Do Dhol, mereka semua langsung mengalihkan wajah mereka kembali.


Bai An yang dari awal masuk kota ini dapat menyadari jika Pin Cang bukan orang biasa, karena setiap orang melihatnya akan merasa segan.


Sementara Duan Du yang baru menyadarinya langsung bergumam.


“Hmm..!! Pin Cang ini bukan seorang penjaga, terlihat dari raut wajah orang-orang ini yang terlihat segan.”


Saat Duan Du ingin mengatakan sesuatu, Bai An langsung memberi isyarat untuk diam.


Sementara Pin Cang dan Do Dhol kini kembali tersadar dari keterkejutan mereka.


“Tu.. Tuan muda Bai, ini adalah arak terbaik yang pernah aku rasakan, aku yakin harga satu botolnya pasti mencapai ribuan koin emas,” kata Pin Cang terlihat senang karena dapat merasakan arak tersebut.


“Kau salah senior, arak ini mungkin berharga ratusan ribu koin emas,” kata Do Dhol tak kalah senang.


Bai An yang mendengar itu dengan santai mengeluarkan satu kendi arak berukuran besar.


“Baiklah, karena aku lagi baik hati, ayo kita minum sampai mabuk,” kata Bai An.


Mata Pin Cang dan Do Dhol langsung bersinar dengan cepat mereka berdua mengangguk patuh, mereka terlihat berlomba-lomba dalam mengangguk karena takut Bai An berubah pikiran.

__ADS_1


“Hehe,, Kakak ini sangat pandai dalam mengendalikan seseorang,” gumam Duan Du tertawa dalam hatinya.


Setelah itu mereka minum hingga beberapa kendi.


Saat ini Bai An mengeluarkan arak ke 10.


“Hmm..!! Paman Cang, aku ingin bertanya sesuatu, apakah boleh?” Tanya Bai An.


Pin Cang yang setengah sadar langsung mengangguk.


“Apa yang Tuan muda ingin tanyakan?” Jawab Pin Cang mengerutkan keningnya.


“Hmm..!! Apa tingkatan di dunia ini?, aku sama sekali tidak di beritahu tentang tingkatan maupun nama-nama tempat yang ada di dunia ini, bahkan aku tak tahu nama kota ini.”


Mendengar pertanyaan Bai An semudah itu, Pin Cang awalnya mengerutkan keningnya lebar-lebar, karena pertanyaan Bai An ini semua orang pasti mengetahuinya sampai-sampai anak kecilpun tahu.


Tapi menyadari Bai An pasti di kurung dari kecil, Pin Cang mengerti.


“Tingkatan di dunia ini ada 9 ranah dan setiap ranah mempunyai 5 ⭐.”


“Yang pertama adalah :


“Setelah itu apa 8 ranah selanjutnya?” Tanya Bai An penasaran.


“Ranah selanjutnya adalah.”


➡ Pemula ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Junior ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Senior ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Master ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Grand Master ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Kaisar Sejati ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Kaisar Immortal ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Immortal ⭐ 1 - ⭐ 5

__ADS_1


➡ Dewa Raja Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


“Saat ini orang terkuat di dunia ini adalah Fu Xian yang memiliki Ranah Kaisar Sejati ⭐ 1 Awal, ia tak lain adalah pengikut dari sang pengatur,” kata Pin Cang.


Bai An yang mendengar itu mengerutkan keningnya.


“Jika ada yang lebih kuat, seperti yang kau katakan sang pengatur, kenapa kau menyebut nama Fu Xian itu sebagai yang terkuat?” Tanya Bai An masih belum mencerna apa-apa.


Pin Cang langsung tersenyum.


“Aku lupa memberitahumu, menurut para penguasa klan, sekte maupun kota, tempat kita ini adalah salah satu Inti Semesta 20 terkuat dan posisi kita ada di tingkat ke 9 kalau menurut rumor,” kata Pin Cang menatap ke arah Bai An dan Duan Du yang fokus mendengar, setelah itu Pin Cang menambahkan.


“Setiap alam semesta memiliki jutaan dunia, dan dunia tempat kita ini 3 dunia inti di alam semesta terkuat ke 9.”


Bai An dan Duan Du langsung mencerna perkataan Pin Cang.


“Jika seperti itu, apakah kami terdampar ke alam semesta yang berbeda? Tapi kenapa bisa begitu?” Gumam Bai An.


Sementara Duan Du bergumam. “Jika tebakanku tidak salah, pasti alam semesta tempat kami berasal adalah alam semesta yang jauh lebih kecil, jika begitu, maka disini pasti banyak sumberdaya yang bisa meningkatkan kekuatan kami, dan untuk masalah cara kembali ke alam semesta tempat kami berasal, itu bisa kakak pikirkan nanti.” Duan Du langsung bersorak dalam hatinya.


Selesai bergumam. Bai An langsung mengangguk dan bertanya banyak sekali tentang dunia ini.


Nama dunia ini adalah Naga Biru, karena dunia ini berbentuk menyerupai naga dan bewarna biru.


Untuk daratan tempat Bai An ini adalah Naga Besi, karena di daratan ini mempunyai banyak tambang besi dan yang bersipat padat. Kota kecil tempat Bai An juga bernama kota San yang di kuasai oleh klan Pin dan dua klan lainnya yaitu klan Han dan klan Dan.


Ketiga klan selalu memperebutkan wilayah sehingga setiap hari selalu terjadi bentrok hingga perang kecil-kecilan, untuk perang besar, mereka semua tidak berani karena pasti menyebabkan setiap pihak mengalami kerugian besar hingga kota-kota kecil lain yang bertetangga dengan Kota San memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguasai kota San.


Saat ini Bai An dan Duan Du berencana meningkatkan kekuatan mereka dulu, karena ia mendengar perkataan Pin Cang jika ranah pemula itu tak lebih dari sampah tak berguna.


Cukup lama mereka mengobrol hingga Bai An bertanya tentang identitas sebenarnya dari Pin Cang.


“Hmm..!! Paman Cang, maaf jika aku lancang, tapi dari yang aku lihat banyak sekali orang segan terhadap dirimu, jadi aku yakin kau bukan seorang penjaga, jika aku boleh tahu, apa status paman yang sebenarnya? Terlebih tingkatan paman sampai sekarang aku belum tahu ada di ranah apa?.”


Pin Cang yang mendengar itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, terlihat Pin Cang kini sedikit canggung.


“Tidak apa-apa, walau paman pernah membohongiku tadi saat pertama bertemu, aku tidak mempermasalahkannya,” kata Bai An yang tahu maksud perubahan wajah Pin Cang.


“Itu,, sebenarnya aku adalah panglima tertinggi di klan Pin, atau bisa di sebut tetua inti terkuat dan untuk ranah aku berada di ranah Senior ⭐ 5 Awal,” kata Pin Cang sambil tersenyum canggung.


Bai An yang mendengar itu mengangguk mendengar ranah kultivasi Pin Cang yang terbilang tinggi menurut Bai An.

__ADS_1


__ADS_2