Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Datang Ke Pertemuan Yang Di Janjikan Wanita Rubah


__ADS_3

Hal itu membuat wajah bahagia Duan Du seketika berubah jelek.


Wuss..!!


Benang energi Bai An melesat memecah udara, saat benang energi Bai An akan mengenai kaki Duan Du.


Duan Du yang tadinya memasang wajah jelek langsung berubah tersenyum licik.


Pussh..!!


Saat benang energi mengikat kaki Duan Du, bukan Duan Du asli yang benang energi ikat, melainkan sebuah pot kecil.


Bai An yang melihat itu cukup terkejut. “Hmm..!! Anak ini bisa hukum ruang dan berpindah tempat dalam hitungan detik dan kembali dengan pot yang ia ubah menjadi mirip dengan dirinya,” gumam Bai An.


Duan Du muncul tidak jauh dari tempat ketiganya sambil memamerkan giginya yang putih bersih.


“Hehe,, kali ini aku tak akan tertangkap lagi untuk kedua kalinya oleh mu kak,” kekeh Duan Du denganb nada mengejek sambil menjulurkan lidahnya.


Bai An yang melihat itu hanya bisa menghela nafas berat sambil menggelengkan kepalanya.


“Aku tertipu oleh anak ini, yang tadi bukan pot kecil itu di ubah menjadi dirinya, melainkan ia memainkan ilusi agar pot kecil tersebut mirip dirinya.” Gumam Bai An dalam hati.


“Heh,, kau semakin cerdas juga Du'er, dari mana kau belajar ilusi?” Tanya Bai An dengan santai sambil memainkan gelas yang masih berisi arak.


”Tentu saja dari dimensi kecil yang dulu kita masuki dan bertemu gubuk kumuh yang telah kakak tandai, karena disana banyak sekali hukum tertentu, aku sampai saat ini baru mempelajari beberapa, namun belum bisa menguasai semuanya,” jawab Duan Du dengan santai.


Mendengar itu Bai An langsung mengangguk mengerti, sementara Tu Long dan Xiong Zai semakin mengejar Duan Du semakin memasang wajah jelek, karena anak tersebut semakin di kejar menggunakan kecepatan penuh maka ia akan semakin licin.


Hingga malam hatinya, karena kelelahan kini mereka bertiga terbaring di aula yang sama, Bai An yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala, apalagi saat melihat Hong Ti yang sudah teler akibat minum sendirian sampai puas.


“Huuff..!! Mereka ini menyusahkan saja, saat akan pergi ke perjanjian yang di buat oleh rubah itu, ia malah tidur,” gumam Bai An.


***


Sementara di kediaman yang cukup mewah, tepatnya kediamana We Lian kini berdiri We Lian bersama She Yin.

__ADS_1


She Yin terlihat memeluk lengan kanan We Lian sambil berbisik. “Tuan muda,, kapan kau akan melancarkan rencanamu untuk membunuh para Tuan muda yang lain? Jika kau mau aku akan membantumu lagi,” bisik She Yin tersenyum lembut.


Namun jika di lihat dengan jelas senyum tersebut sangat licik, tapi dapat di sembunyikan oleh She Yin.


“Hmm..!! Aku tinggal menunggu beberapa Jendral yang mau mengikutiku, jika mereka mau mengikutiku maka, membunuh semua saudaraku adalah hal yang mudah,” kata We Lian dengan senyum sombong dan angkuh.


“Apakah Tuan muda perlu bantuanku, aku bisa menggait salah satu jendral dari 5 jendral terkuat di klan We ini, jadi Tuan muda tidak perlu susah payah mencari jendral biasa, karena dengan adanya salah satu jendral terkuat di tangan kita, maka jendral itu pasti mempunyai bawahan seorang jendral juga,” bisik She Yin dengan senyum licik.


We Lian langsung mendorong She Yin dengan tatapan tak percaya.


“Apakah kau bermimpi, 5 jendral terkuat adalah orang-orang yang sulit di bujuk, berbeda dengan jendral besar maupun jendral muda, 5 jendral ini adalah suatu yang tidak bisa di perintah, bahkan oleh Raja maupun patriark klan We sekalipun.” Kata We Lian menatap Che Yin yang masih terlihat tenang.


Melihat itu We Lian kembali berkata. “Hanya Kaisar Dewa Api lah yang bisa menggerakkannya, jadi berhentilah bersangan-angan Che Yin, aku tak kau gila gara-gara ingin membantuku merebut klan We dan menjadi satu-satunya penguasa di klan We.”


Che Yin yang mendengar itu tersenyum kecil. “Jika Tuan muda tak percaya maka tunggu saja karena sebentar lagi ia akan datang kesini, aku tadi sudah membujuknya dengan sedikit uang,” kekeh Che Yin.


Mata We Lian langsung melotot tak percaya. “Apakah hanya dengan uang bisa mengubah segalanya?” Gumam We Lian dalam hati.


We Lian menatap She Yin lekat-lekat, setelah melihat ia jujur, We Lian mengangguk. “Semoga saja ucapanmu benar.”


She Yin tersenyum mendengar ucapan We Lian, tapi diam-diam We Lian terlihat mengirim informasi melalui telepati kepada seseorang.


***


“Ayo berangkat, semoga aja ada sesuatu yang menarik disana,” ajak Bai An.


Semua orang mengangguk, lalu Xiong Zai dengan cepat memimpin menunjukkan jalan.


Terlihat semuanya menggunakan jubah untuk menutupi identitas.


Tap tap..!!


Tak lama Xiong Zai kini berdiri di depan gerbang kediaman We Lian.


Penjaga yang melihat itu hendak menghentikan Xiong Zai yang perlahan melangkah langsung mendengar sebuah suara dari dalam.

__ADS_1


“Silahkan masuk Tuan,” kata suara yang tak lain We Lian dengan sapaan sopan.


Mendengar itu, penjaga tersebut dengan cepat membungkuk lalu membuka pintu dengan tubuh bergetar hebat.


Xiong Zai mengangguk dengan santai sambil melangkah kakinya masuk.


Tap tap..!!


Saat Xiong Zai melewati pintu bersama Bai An dan yang lainnya.


Para penjaga saling melirik. “Siapa mereka bisa membuat Tuan muda berkata dengan sopan?” Tanya salah satu penjaga bertubuh tegap.


“Kau bertanya kepadaku yang tak tahu apa-apa juga,” dengus penjaga dengan tubuh besar.


Sementara para penjaga yang lain hanya bisa menggeleng karena mereka baru saja keluar saat mendengar suara We Lian.


Sementara We Lian dan She Yin kini menyambut Xiong Zai di depan pintu kediamannya.


“Selamat malam jendral We, silahkan masuk, saya telah menyiapkan anda hidangan mewah,” sapa We Lian.


We Lian sampai saat ini belum tahu ini jendral siapa? Karena dari kelima jendral terkuat ia hanya pernah bertemu dengan jendral terlemah dari kelimanya yang namanya We Zong.


Xiong Zai melambaikan tangannya sambil membuka jubahnya agar wajahnya di lihat oleh keduanya.


Saat melihat wajah Xiong Zai, We Lian menegang.


“Sa.. Salam Jendral We Zai,” sapa We Lian dengan nada terbata-bata dan bergetar hebat.


We Lian tentu mengenal siapa Xiong Zai ini, pertama kali namanya naik dan menjadi seorang komandan, Xiong Zai dengan ganas membantai musuh tanpa ampun.


Hal itu membuat namanya semakin melambung tinggi di klan We, hingga banyak sekali jendral muda, jendral besar dari klan We cemburu hingga memburunya.


Namun Xiong Zai mampu melawan dan membunuh mereka semua hingga Xiong Zai di kenal sebagai pembunuh berdarah, karena setiap ia membunuh, darah selalu berceceran dimana-mana.


Saat itu juga Kaisar Dewa Api mengangkatnya sebagai Jendral 5 terkuat.

__ADS_1


Belum sampai disana, Xiong Zai mampu melawan 3 jendral terkuat lainnya yang menekan Xiong Zai karena ingin menyuruh Xiong Zai mundur dari jabatan tersebut.


Hal itu membuat Xiong Zai dikatakan Jendral no 2 terkuat, dan tidak ada yang berani mengaku no 1 karena jika ada yang berani maka Xiong Zai akan menghancurkannya.


__ADS_2