Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kematian Tetua Pertama Klan Lee


__ADS_3

Saat Bai An dan Lang Zai akan mundur agar tidak terkena dampak dari pertarungan.


Sebuah pedang yang terbuat dari energi tiba-tiba melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Bai An.


Bai An yang melihat tersebut dengan cepat mengelak dengan menundukkan badanya dengan cara membungkuk.


Bom,,


Pedang energi tersebut hanya mengenai tembok, namun serangan dari pedang energi tersebut tidak hanya satu kali saja. Serangan susulan datang dan ini tidak satu pedang energi saja, melainkan puluhan pedang energi melesat ke arah Bai An.


Lang Zai yang melihat tersebut ingin membantu, namun Bai An langsung menyuruhnya pergi bersama pak tua Ho, ia tidak ingin selalu di lindungi oleh Lang Zai dan saudaranya yang lain.


Bai An mengeluarkan pedang yang biasa ia pakai, tapi itu bukan pedang leluhur keluarga Bai.


Bai An langsung mengayunkan pedangnya menciptakan pedang dari energinya untuk melawan pedang yang kini melesat ke arahnya, seketika terjadi benturan pedang energi.


Bom,,


Duar,,


Bai An langsung mundur beberapa langkah dan melihat siapa yang menyerangnya, seketika ia melihat komandan dari pengikut Liu Wang lah yang menyerangnya dengan tatapan niat membunuh yang sangat besar.


Kekuatan komandan tersebut hanya Dewa Emas awal, Bai An yakin bisa melawannya walau dengan usaha yang cukup besar.


“Aku tahu ini ulah mu, kau tidak perlu menutupinya lagi. Walau pengikutmu kuat-kuat dan bisa mengalahkan jendral kami. Tapi dengan aku bisa menangkapmu ini bisa selesai dengan cepat.” Kata komandan tersebut yang kini tahu siapa Bai An sebenarnya.


“Oh, ternyata kau mengetahui siapa aku,” ucap Bai An santai dan membuka tudungnya, ia menyeringai kecil kemudian menambahkan, “Ayo kita lihat apakah kau mampu melumpuhkan ku.”


Wuss,,


Bai An langsung melesat ke arah komandan tersebut lalu mengayunkan pedangnya ke arah dada komandan tersebut.


Komandan tersebut mendengus dan mengayunkan pedangnya melawan serangan Bai An.


Trank,,


Trank,,


Dua kali benturan pedang langsung terdengar.


Bai An dan komandan tersebut sama-sama mundur.


“Lumayan, aku tidak menduga kau yang hanya True God Puncak, mampu membuat ku mundur dua langkah,” kata komandan tersebut sedikit terkejut.


Bai An tidak menanggapinya kata-katanya, melainkan ia hanya tersenyum meremehkan. Hal tersebut membuat komandan tersebut langsung tersulut emosi.


“Mati,”


Teriak komandan tersebut kini dalam keaadaan emosi dan menyerang Bai An dengan membabi buta.


Bom,,


Bom,,

__ADS_1


Bai An dengan lincah menghindarinya, ia kini berusaha fokus sambil memikirkan cara untuk mengalahkan musuh yang jauh lebih kuat darinya.


Kini tubuh Bai An dan komandan tersebut sama-sama mendapatpan luka ringan.


Saat Bai An mendapat momentum, ia langsung menyerang komandan tersebut saat ia melihat komandan tersebut sedikit teralihkan kepada tetua pertama yang baru saja di kalahkan.


“Tebasan Ashura,,”


Bai An langsung bergumam, menciptakan pedang dari energinya yang lumayan banyak.


sebuah pedang energi tercipta lalu melesat ke arah komandan tersebut, namun Bai An tidak menyerang sekali, ia membuat serangan susulan kembali sambil melesat ke arah komandan tersebut.


“Tebasan Ashura tingkat 2,” gumam Bai An pertama kalinya menggunakan tingkat yang lebih tinggi, hal itu menguras banyak sekali energinya.


Komandan tersebut yang melihat itu menggeram marah, ia langsung mengayunkan pedangnya untuk menahan serangan Bai An yang tiba-tiba.


Bom,,


Saat ia merasa aman, tiba-tiba pedang energi yang lebih kuat datang membuat komandan tersebut mengumpat dalam hatinya.


“Sialan, anak ini pintar sekali.”


Dengan cepat komandan tersebut menyilang pedangnya dan melapisi seluruh tubuhnya menggunakan energinya agar tidak memiliki kerusakan yang parah.


Bom,,


Duar,,


Komandan tersebut terlempar menabrak beberapa bangunan.


“Sialan, aku tidak menerima ini.” Teriak komandan tersebut sambil berusaha menahan pedang Bai An yang kini hampir mengenai tubuhnya. Namun terlambat.


“Matilah dengan penyesalan,” gumam Bai An.


Slass,,


Crash,,


“Akkhh,,”


Dada komandan tersebut langsung menganga lebar, darah muncrat langsung membanjiri tempat tersebut. Namun, komandan tersebut belum mati, ia kini dalam kondisi sekarat.


Bai An tersenyum menyeringai melihat komandan tersebut kini sedang menatapnya dengan niat membunuh yang intens.


“Sudah mau mati saja, masih sombong.” Kata Bai An dengan nada mengejek.


Bai An langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher komandan tersebut.


“Titipkan salam ku pada Dewa Neraka, ia akan menjumpai orang sepertimu lebih banyak lagi.” Kata Bai An dingin.


Slass,,


Crash,,

__ADS_1


Buk,,


Suara kepala komandan tersebut terjatuh dan menggelinding dengan mata melotot le arah Bai An, seaakan tidak terima mati di tangan Bai An yang jauh lebih lemah darinya.


Setelah membunuh komandan tersebut, Bai An masih belum puas. Ia langsung berlari ke arah para pengikut tetua pertama lalu membantai mereka satu persatu.


Crash,,


Crash,,


Tubuh terbelah dua, kepala terpotong kini berserakan dimana-dimana.


Hal itu membuat para pengikut Lee Dong dan Lee Song merasa ngeri, terlebih lagi orang-orang yang kini beralih mendukung Lee Dong dan Lee Song, mereka merasa beruntung. Karena jika mereka masih mendukung tetua pertama, dapat mereka bayangkan akan menjadi mayat sekarang.


Bai An kini telah berlumuran darah, ia seperti iblis yang haus darah saat membunuh musuhnya, dan kini pandangan Bai An tertuju kepada tetua pertama dan keempat yang sekarat, niat membunuh Bai An langsung keluar cukup besar akibat pembanaian yang ia lakukan barusan.


Tubuh tetua pertama dan tetua keempat langsung gemetaran.


“Apa yang kau lakukan, jika kau membunuhku maka. Penguasa Liu Wang akan memburumu.” Teriak tetua pertama sambil melangkah mundur.


Bai An semakin menyeringai, ia seakan terlihat bukan Bai An lagi, “Orang tau bau tanah sepertimu mengancamku? Jendral dari Teratai Hitam yang jauh lebih kuat darimu saja melarikan diri saat melihatku, kau yang bau tanah mengancamku?”


“Ha,, ha,, ha,, bodoh.”


Bai An kemudian tertawa seperti orang gila, kemudian mengayunkan pedangnya saat ia telah berdiri di depan tetua pertama.


Slass,,


Crash,,


Kepala tetua pertama langsung terbang, kemudian terjatuh dan menggelinding ke arah Bai An.


Bai An menatap kepala tetua pertama yang terlihat ketakutan, Bai An tiba-tiba mengeluarkan Elemen Api tingkat pertamanya kemudian membakar kepala dan tubuh tetua pertama.


Bai An kemudian mengalihkan pandangannya ke arah tetua keempat yang terlihat pasrah.


Bai An tersenyum tipis saat melihat wajah pasrah tetua keempat, ia berjalan secara perlahan hingga sampai dimana tetua keempat duduk dengan lesu.


Bai An langsung berjongkok dan berkata, “Siapa namamu?”


Mendengar itu membuat tubuh tetua keempat gemetaran lumayan hebat.


“Yu Fan Tuan Muda.”


Nada suara Yu Fan agak gugup, namun ia berusaha untuk berani mengatakan namanya.


Bai An langsung terkejut dan melirik Lee Dong yang kini berdiri di belakangnya.


Seaakan mengerti arti tatapan Bai An, Lee Dong langsung menjelaskan.


“Ia bukan marga Lee Taun Muda, ia adalah budak dari Patriark yang Tuan Muda bunuh kemarin, namun segel budak di dalam tubuhnya hingga kini masih terpasang, sehingga ia masih harus mengikuti perkataan tetua pertama dan patriark.”


Bai An langsung mengangguk-angguk, ia cukup mengerti tentang segel budak, jika Yu Fan ini tidak mengikuti perkataan atau permintaan dari tuannya maka ia akan tersiksa, jadi ia terpaksa harus mengikutinya, namun mengapa harus dua tuan? itulah yang menjadi pertanyaan.

__ADS_1


“Mengapa dua tuan?” tanya Bai An kepada Yu Fan.


“Bukan dua tuan, melainkan 3 Tuan Muda,” kata Yu Fan menunjukkan 3 tanda segel budak di dadanya.


__ADS_2