Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Siapa Kau?


__ADS_3

“Keluar kau pengecut,” kata assasint tersebut dengan suara dingin.


Assasint tersebut sangat marah kepada Bai An. Karena menurutnya Bai An lah yang paling bahaya, itu karena ia masih tidak mengetahui dimana keberadaan Bai An dalam melesatkan anak panahnya.


Bai An yang mendengar itu langsung terkekeh kecil, setelah itu ia langsung menarik 4 anak panahnya.


Wuss..!!


Setelah itu Bai An langsung melesat untuk pindah tempat.


Assasint tersebut langsung melempar belatinya saat melihat 4 anak panah muncul s


dari utara.


Trank trank..!!


Setelah menghalau serangan Bai An, assasint tersebut berniat ke arah dari mana anak panah tersebut datang.


Karena tidak sadar jika ia bukan melawan Bai An seorang saat melesat, sebuah tendangan datang dari arah depan, yang menyerang itu Pixiu.


Dengan cepat assasint tersebut menyilang kedua tangannya.


Bam..!!


Dari arah samping Tu Long tak mau kalah, ia mengerahkan seluruh kekuatannya dan bertumpu ke tangannya yang kini terlihat lebih besar.


Tu Long yang mengubah tangannya menjadi tangan monster langsung mengayunkannya ke arah kepala assasint tersebut.


Wuss..!!


Assasint tersebut dengan cepat menunduk lalu mengayunkan kaki kirinya.


Saat Assasint tersebut mengayunkan kaki kirinya, ia langsung mengubah arah tendangannya ke arah depan.


Bam..!!


Cakar Lang Zai dan kaki kiri assasint tersebut bertemu yang langsung membuat keduanya mundur beberapa langkah.


Tu Long yang melihat adanya kesempatan langsung menerjang menggunakan kedua kakinya.


“Seekor lalat penganggu lebih baik kau tidur dulu karena ini sudah malam,” kata assasint tersebut dingin ke arah Tu Long.


Assasint tersebut langsung mengayunkan tangannya untuk melempar beberapa belati.


Wuss..!!


Sebuah anak panah langsung melesat guna melindungi Tu Long dari serangan belati assasint tersebut.


Trank trank..!!


Bam..!!


Dengan cepat kedua tangan assasint tersebut menahan tendangan Tu Long.


Tu Long langsung melesat mundur setelah serangannya tidak membuat assasint tersebut bergeming.


Saat assasint tersebut berniat mengejar Tu Long, Long Yuan muncul dari atas kepala assasint tersebut.


Assasint tersebut langsung merasakan krisis. Ia dengan cepat mundur tapi sedikit terlambat.


Crash..!!


“Ukkhh,, sialan,” gumam assasint tersebut, tangannya yang sedang terluka akibat tertancap anak panah tadi kini mulai mengeluarkan darah akibat terkena sedikit cakaran tangan Long Yuan.

__ADS_1


Baru saja ia mengeluh.


Lang Zai dan Pixiu kembali muncul dari dua arah berbeda.


Lang Zai dan Pixiu langsung menggunakan setengah kekuatan mereka masing-masing.


“Cakar Serigala Langit.” Teriak Lang Zai.


“Cakar Singa Emas.” Teriak Pixiu.


Dengan cepat assasint tersebut menggunakan setengah kekuatannya juga.


“Ayunan Seribu Bayangan,” teriak assasint tersebut.


Seketika dua bentuk cakar terbuat dari energi Lang Zai dan Pixiu bertemu dengan ribuan belati terbuat dari energi.


Tak sampai di sana, Tu Long mulai ikut-ikutan kini ia mengeluarkan pedangnya.


“Tebasan Penghancur Langit,” teriak Tu Long membuat ribuan energi pedang lalu melesat ke arah ribuan belati energi.


Bom..!!


Ledakan besar langsung terjadi yang menyebabkan gempa bumi yang lumayan besar.


Bahkan kota Li sampai ikut merasakan dampak getaran dari gempa tersebut.


Tak sampai di situ saja, Bai An kembali melesatkan anak panahnya di sertai energi yang cukup banyak.


Anak panah Bai An melesat ke arah asal ledakan dimana Assasint tersebut berada.


Long Yuan juga tak mau kalah, ia menguarkan tekniknya yang dari tadi tak pernah menggunakan tekniknya.


“Cakar Dewa Naga pertama,” gumam Long Yuan.


Bom..!!


Bom..!!


Bertepatan dengan serangan Bai An dan Long Yuan akan sampai, Lang Zai, Pixiu dan Tu Long mundur agar tak terkena dampaknya.


Kepulan asap langsung menutupi area serangan gabungan dari Bai An dan saudaranya.


Setelah asap perlahan menghilang. Bai An langsung menarik busur panahnya, karena ia melihat sebuah perisai tipis yang melindungi assasint tersebut.


Dapat terlihat perisai tersebut kini retak, jadi Bai An tak menyia-nyiakan kesempatan ini.


4 anak panah Bai An langsung melesat dengan kecepatan tak kasat mata.


Wuss..!!


Crak..!!


Satu panah langsung membuat retak, kemudian anak panah kedua, ketiga dan keempat datang menyusul.


Crak crak..!!


Piar..!!


Melihat perisai hancur, Long Yuan, Lang Zai dan Pixiu kembali menyerang.


Sedangkan assasint tersebut memuntah seteguk darah akibat kehabisan setengah energinya untuk membuat perisai.


Assasint tersebut langsung membalikkan badannya saat melihat Long Yuan, Lang Zai dan Pixiu melesat ke arahnya.

__ADS_1


Dengan cepat assasint tersebut membalikkan badannya lalu terbang menggunakan seluruh energinya.


Assasint tersebut yakin jika ia terus melawan maka ia akan berahir tragis, jadi ia lebih baik melarikan diri terlebih dahulu dan akan membalasnya suatu hari nanti.


Namun baru saja ia melangkah terbang, sebuah anak panah datang ke arah kakinya.


Jlep..!!


“Ukhh,, sialan kewaspadaanku hilang gara-gara terlalu panik,” gumam assasint tersebut terjatuh beberapa meter, tapi ia tetap melayang.


Assasint tersebut kembali melesat terbang rendah.


Melihat buruan mereka kabur, Bai An dan yang lain melesat mengejarnya.


Namun Tu Long cukup pintar dengan muncul di depan assasint tersebut untuk memperlambat assasint tersebut melarikan diri.


“Tebasan Penghancur Langit,” teriak Tu Long kini menggunakan seluruh energinya.


Seketika ribuan pedang tercipta dari seluruh energi Tu Long dengan serangan yang cukup mengerikan lalu melesat ke arah assasint tersebut.


Assasint tersebut langsung mendengus dingin, ia kini tidak ingin melawan atau menahan serangan Tu Long, karena ia sadar jika ia melawan atau menahannya, Bai An dan para saudaranya pasti akan mengejarnya.


Dengan cepat dan gesit assasint tersebut menghindar sambil terus melesat terbang.


Bai An yang paling depan mengejar langsung melesat satu anak panahnya menggunakan setengah kekuatannya


Wuss..!!


Jlep..!!


Bam..!!


Ukkhh..!!


Punggung bagian kiri assasint tersebut langsung tembus oleh anak panah Bai An lalu meledak hingga menghancurkan lengan kiri assasint tersebut.


Assasint tersebut kini semakin panik, ia menghiraukan lukanya dan tetap melesat terbang dengan kecepatan penuhnya.


Sebuah cakar energi langsung datang dengan kekuatan yang mengerikan dari belakang assasint tersebut.


Crash..!!


Punggung assasint tersebut langsung menghancurkan jubah sang assasint dan membentuk tanda cakaran di punggung assasint tersebut.


Ia kembali melesat melarikan diri.


Tapi ia heran melihat Bai An dan para saudaranya kini tidak mengejarnya. Jadi ia berpikir mereka semua kehabisan energi dan mengambil kesempatan tersebut untuk berusaha melarikan diri sekuat tenaga.


Bai An dan para saudaranya berhenti melarikan diri lantaran melihat punggung assasint tersebut yang terlihat sama persis dengan punggung ayahnya.


Itu adalah sebuah tato bertuliskan Bai.


Hal itu membuat Bai An tertegun beberapa saat, kemudian kembali mengejar assasint tersebut. Tapi kini ia tidak memancarkan aura permusuhan, sama halnya dengan Long Yuan, Lang Zai, Pixiu, dan Tu Long.


Assasint tersebut yang kembali merasakan dirinya kini kembali di kejar langsung membalikkan badannya untuk bertarung hingga mati saja, dari pada melarikan diri seperti seorang pengecut.


Saat ia membalikkan badannya, assasint tersebut langsung membelalakkan matanya sambil meneteskan air matanya.


Sama halnya dengan Bai An, ia juga kini dapat melihat wajah assasint tersebut karena jubah dan tudungnya hancur.


Bai An yang sengaja membuka tudungnya kini diam di udara seperti orang bodoh.


“Si.. Siapa kau?”

__ADS_1


__ADS_2