Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Merampok seorang perampok


__ADS_3

“Ehem-ehem,, apakah kau bisa melepaskan pelukanmu, ada banyak orang di sini,” bisik Bai An sedikit kaku.


Bukannya melepaskan, Chu Jia malah memper'erat pelukannya, hal itu membuat orang-orang yang di sekeliling Bai An cekikikan, karena mereka semua dapat mendengar bisikan dari Bai An tadi.


Bai An hanya bisa menghela nafas berat canggung, tapi tidak ada yang melihat tatapan sekilas mata Bai An melirik ke arah Duan Du karena sibuk menahan tawa.


Duan Du yang menyadari hal itu langsung berjalan secara perlahan tanpa di sadari oleh orang-orang di sekitar termasuk Chou Pet sendiri yang memiliki kekuatan paling tinggi.


Tap tap..!!


“Hei paman,” kata Duan Du menarik jubah Chou Pet dengan pelan.


Karena mereka semua sibuk menatap ke arah Bai An dan Chu Jia, tidak ada yang mendengar suara Duan Du yang menyapa Chou Pet.


Chou Pet yang di sapa langsung melirik ke arah Duan Du, alis Chou Pet langsung terangkat karena bingung mengapa Duan Du menyapanya.


Karena Chou Pet merasa Duan Du ini adalah pelayan Bai An. Chou Pet langsung merespon.


”Ada apa?” Tanya Chou Pet dengan santai.


Duan Du langsung mengedahkan tangannya ke atas.


“Mana hasil yang paman dapat tadi, kakak Bai An menyuruhku untuk mengambilnya karena ia berhak memilikinya dan juga adalah orang yang di incar banyak orang, jadi wajar ia membutuhkan kompensasi,” kata Duan Du sedikit menyeringai.


Chou Pet yang mendengar itu langsung tertegun.


“Hasil apa? Kompensasi apa?” Tanya Chou Pet langsung pura-pura dan menatap ke arah lain.


Duan Du langsung terkekeh kecil melihat Chou Pet mengalihkan pandangannya.


“Jika kakak Bai An yang mengambilnya maka semua harta yang paman simpan selama ini juga akan di ambil, itulah pesannya tadi,” kekeh Duan Du dengan santai.


Dahi Chou Pet langsung berkerut beberapa kali, ia baru kali ini ia merasa di rampok secara terang-terangan, terlebih oleh yang ia kira pelayan Bai An.

__ADS_1


Tentu Chou Pet merasa di rampok secara nyata, jika ia tidak memberikan hasil yang ia curi tadi dari semua para pelindung klan, maka hasil jerih payahnya yang ia kumpulkan juga akan di ambil.


Kini tatapan mata Chou Pet mengarah ke Bai An.


Saat ia melihat Bai An tersenyum seram. Tubuh Chou Pet langsung lemas.


Dengan enggan ia memberikan Duan Du cincin penyimpanan yang memiliki ukiran lambang Naga bewarna emas.


“Hehe,, terimakasih paman, kau adalah yang terbaik,” kata Duan Du terkekeh kecil, Duan Du kembali menambahkan. “Jangan lupa jika ada yang seperti ini ajak kami lagi, dan jangan sungkan membaginya lagi.”


Wajah Chou Pet seketika memerah menahan amarah, baru kali ini ia merasa di jarah hingga seperti ini.


Chou Pet saat ini merasa di telanjangi, tapi dengan cepat Chou Pet menahan emosinya dan tersenyum ke arah Duan Du.


Duan Du yang melihat itu langsung bersiul-siul sambil mengalihkan perhatiannya ke arah lain.


“Anak kurang ajar, jika tidak ada Tuan muda maka akulah yang akan menelanjangi mu hidup-hidup,” teriak Chou Pet dalam hati saat melihat kelicikan Duan Du.


Tapi ia tak tahu jika Bai An di depannya ini lebih mengerikan jika soal harta, apalagi jika Bai An tahu isi Cincin penyimpanan Chou Pet, maka Bai An akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya.


Saat ini Bai An dan Chu Jia masih berpelukan, entah mengapa lama kelamaan Bai An seperti menikmatinya.


Hal itu membuat Duan Du sedikit tidak terima, bukan tidak terima karena Bai An berpelukan, tapi ia tidak ingin Mu Xia'er akan sedih atau marah saat melihat kelakuan Bai An ini.


“Ehem-ehem,, sampai kapan kau berpelukan kakak,“ kata Duan Du dengan nada sedikit di tekan.


Bai An dengan segera mendorong tubuh Chu Jia.


Wajah Chu Jia seketika cemberut lalu melotot ke arah Duan Du yang menjadi penganggu.


“Kapan kau mempunyai adik An'Gege? Kenapa ia memanggilmu kakak?” Tanya Chu Jia dengan sedikit cemberut.


Bai An langsung memikirkan beberapa alasan agar terlihat logis.

__ADS_1


“Itu karena kakeknya adalah orang yang menyelamatkan ku, jadi untuk membalas budi, aku mengangkat cucunya sebagai adik angkatku,” kata Bai An dengan serius sambil menatap mata Chu Jia.


Melihat tatapan mata Bai An yang terlihat jujur, Chu Jia langsung mengangguk sambil bertanya karena penasaran.


“Bagaimana An'Gege bisa selamat? Dulu saat itu aku sendiri melihat An Gege mati di tebas begitu saja, bahkan aku membawa mayat dan mengubur An Gege.”


Bai An langsung tersenyum dalam hati, dengan cepat Bai An menjawab. “Saat itu aku hanya pasrah hingga memejamkan mataku, tapi karena aku merasa belum merasakan apa-apa, jadi aku membuka mata, saat itu pandangan mataku langsung tertuju ke arah kakek Duan Du dan Duan Du.”


Bai An terdiam sambil melirik ke arah Chu Jia, kemudian semua orang yang ada di sana, tatapan mata mereka semua sangat penasaran dengan cerita bohong Bai An.


“Saat itu aku bertanya apakah ini surga? Mereka berdua langsung tertawa dan mengerjaiku beberapa saat, tapi karena mereka kasihan, mereka akhirnya memberitahuku yang sebenarnya jika aku di selamatkan saat kebetulan kakek Duan Du dan Duan Du melewati tempat tersebut, dengan cepat kakek Duan Du mengambilku lalu membuat tubuh tiruan dari hewan buruan yang ia pegang, katanya keahliannya adalah bisa membuat tubuh tiruan melalui apapun yang ada di sekitarnya.”


Bai An menutup ceritanya dengan helaan nafas sedikit merasa senang karena masih bisa menghirup udara di dunia ini.


Sementara semua orang kecuali Duan Du langsung memperkirakan siapa ahli tersebut, terlebih bisa membuat tubuh tiruan.


Beberapa saat kemudian mata Chou Pet langsung melotot lalu melirik ke arah Duan Du.


“Apakah kakekmu Tu Tu? Dengan nama julukan Tukang Tipu?” Tanya Chou Pet dengan penasaran.


Dulu ada sebuah cerita yang sangat lama tentang cerita Tu Tu ini, ia adalah salah satu ahli yang di segani oleh semua ahli di dunia ini, bahkan kabarnya kekuatan Tu Tu ini melebihi kekuatan orang terkuat di dunia ini yaitu Fu Xian yang memiliki ranah Kaisar Sejati ⭐ 1 Awal.


Tu Tu ini sering menyamar menggunakan hewan dan pohon, ia di juluki tukang tipu karena hal ini, Tu Tu ini juga sangat sering mencuri harta orang-orang yang rakus akan kekuasaan dan membagikannya kepada yang membutuhkan.


Namun karena kejadian hilangnya Sang Pengatur, atau penguasa mutlak Alam Semesta ini, legenda tentang Tu Tu ini juga ikut menghilang.


Hanya beberapa orang saja yang mengetahui tentang adanya penguasa mutlak alam semesta ini, salah satu orang yang mengetahuinya adalah Chou Pet.


Kini Duan Du yang mendapat pertanyaan dari Chou Pet langsung tersenyum licik.


Tangan Duan Du kembali terangkat ke arah Chou Pet.


“Satu kata dari mulutku 100 Pil Naga Merah kelas 5,” kata Duan Du santai.

__ADS_1


__ADS_2