Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Membantai Puluhan Tahanan


__ADS_3

Beberapa detik setelah asap menghilang, mata semua tahanan maupun penonton langsung melotot tak percaya.


Tu Long yang masih berdiri santai langsung tersenyum.


“20 detik telah berlalu, dan waktu kalian untuk bertahan 4 menit 40 detik lagi,” kekeh Tu Long sambil mengibaskan tangannya untuk melempar mayat para tahanan yang telah mati.


Para tahanan yang telah mati ini adalah orang-orang yang tadi menyerang lebih dulu.


Setelah melempar mayat tersebut, barulah para tahanan lain langsung tersadar, mereka semua seketika mundur beberapa langkah sambil menyiapkan senjata dan memasang kuda masing-masing.


Para penonton yang melihat itu seketika takjub.


Woahh..!!


Suara gemuruh penonton langsung menggema keseluruh kota, bahkan beberapa dari mereka mulai melupakan kekalahan mereka yang telah memasang taruhan karena kini yakin akan terjadi sesuatu yang menarik.


Tu Long yang mendengar itu sama sekali tidak terusik, ia kini menatap tajam ke arah sisa para tahanan yang berjumlah 80 an lebih.


Dengan cepat Tu Long menghilang dari tempatnya.


Hal itu membuat para tahanan langsung waspada karena cukup sulit melihat gerakan Tu Long.


Hanya dua Dan bersaudara dapat melihatnya walau hanya sekilas, karena dua Dan bersaudara adalah seorang pemburu handal, hanya mereka di tangkap karena memiliki energi kematian bercampur energi kegelapan, karena sejatinya mereka telah mengolah teknik Jalan Neraka Abadi.


Dalam sekejap Tu Long kini muncul di depan belasan tahanan yang mencoba bertahan.


Tu Long tanpa basa basi mengayunkan tinjunya di sertai energi kurang dari satu persen sesuai janjinya.


Bom..!!


Tanpa bisa melawan atau menahan serangan mendadak Tu Long, puluhan tahanan langsung menjadi kabut darah, bahkan tidak menyisakan tulang.


Tu Long tidak berhenti sampai di sana, ia kini muncul lagi di depan puluhan tahanan yang terlihat berkelompok.


Saat Tu Long muncul sambil mengayunkan tinjunya, kini para tahanan yang waspada penuh langsung mencoba metode bertahan dengan cara melingkar.


Namun itu hanyalah sia-sia bagi Tu Long.


Bom..!!

__ADS_1


Mereka semua langsung mati tanpa menyisakan tulang hingga itu terus berlanjut.


Tu Long langsung berhenti melakukan aksinya, wajahnya kini kusut.


“Mana perlawanan kalian? Buat aku puas, maka aku akan memberikan hadiah lebih,” kata Tu Long dengan nada dingin.


Bukannya senang, malah para tahanan mulai mundur ketakutan saat mendengar hal tersebut.


Para tahanan mengira Tu Long ini adalah dewa kematian yang sebenarnya, gila dalam hal membunuh, itulah yang ada di dalam benak para tahanan kecuali Dan bersaudara.


Dan bersaudara tahu jika Tu Long sedang bermain-main, mereka membuktikannya dari niat.


Mereka sama sekali tidak merasakan niat membunuh ataupun niat jahat dari Tu Long, melainkan niat bertarung dan kesenangan dalam hal bertarung.


“Kakak, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan terus mundur dan mengulur waktu, jika begini aku yakin kita akan mati, karena aku merasakan orang ini sangatlah kuat, bahkan jauh lebih kuat dari Kaisar Dewa Api.” Tanya sang adik Dan Mu.


Dan Mo terdiam. “Walau kita 100 orang dengan kekuatan Kaisar Dewa Tinggi sekalipun bukan lawannya, instingku meraskan itu, dan juga mungkin dari itulah tidak ada yang berani mengganggu Arena Kematian karena adanya orang kuat ini,” jawab Dan Mo berusaha berpikir cara bagaimana untuk bertahan hidup.


“Lantas apakah kita akan menyerah dan menunggu mati dengan cuma-cuma? Aku tak ingin melakukan hal pecundang, labih baik aku mati terhormat,” kata Dan Mu kini mulai menggeram marah beserta tekad yang dapat di lihat dari matanya.


Dan Mo hanya diam, ia kini melirik ke arah Tu Long yang diam, setelah diam Tu Long mulai berkata.


“Waktu 1 menit 40 detik, sisa tinggal 3 menit 20 detik, jika seperti ini membuatku bosan, lebih baik kalian langsung mati saja,” kata Tu Long dengan nada dingin.


Tapi Tu Long langsung kecewa, saat ia ingin beraksi ingin membunuh semuanya dalam sekali gerakan, Tu Long melihat salah satu orang lalu di susul satu orang lagi maju menyerangnya, Tu Long langsung terkekeh kecil.


Tidak sampai disana, ada satu pemuda terlihat berusia 20 tahun ikut maju, pemuda ini adalah yang terlemah dari semua para tahanan.


“Aku tak akan menjadi pengecut dan membiarkan diri mati tanpa perlawanan,” teriak Dan Mu langsung mengayunkan pedangnya.


“Teknik Naga Kematian.”


“Tebasan Pedang Kematian,” teriak Dan Mu.


Tu Long yang melihat serangan tersebut hanya diam saja.


Crash..!!


Saat pedang energi kematian berbentuk naga menelan dirinya, terlihat dengan jelas jika energi kematian berbentuk naga tersebut mulai menghilang dan memperlihatkan sosok Tu Long kini memasang wajah senyum.

__ADS_1


“Saatnya menjemput kematian kalian,” kekeh Tu Long.


Seketika ketiga orang yang paling depan tidak lain Dan Mu, Dan Mo dan pemuda berusia 20 tahun langsung bersatu, karena mengira mereka adalah yang di incar.


Sementara para tahanan yang berada di belakang diam-diam menertawakan kelakuan ketiga orang yang ingin bunuh diri ini.


Namun mereka tidak menyadari jika yang Tu Long maksud adalah mereka para pengecut.


Saat Tu Long menghilang dalam sekejap kini ia kembali dengan pedang kayu bewarna hitam yang di penuhi oleh darah, bahkan Tu Long terlihat menjilat pedangnya yang di lumuri oleh darah.


Bruk..!!


Setelah Tu Long selesai menjilat darahnya, tubuh puluhan tahanan langsung berpisah menjadi daging cincang.


Tubuh Dan Mo kini bergetar hebat, karena ia dapat dengan jelas melihat cara Tu Long membunuh mereka, Dan Mo sengaja mengaktipkan mata memperlambat waktu yang di milikinya.


Betapa takutnya kini Dan Mo saat melihat Tu Long membunuh para tahanan sambil tersenyum ke arah dirinya.


“Waktu lima menit telah habis,” kata Tu Long dengan santai, padahal waktu baru saja 3 menit.


Tapi dengan santai Tu Long berkata 5 menit sambil menatap para penonton dan melirik Tu Khul.


Tu Khul langsung mengangguk. “Waktu lima menit telah habis dan yang mampu bertahan melawan Kaisar Dewa hebat kita adalah 3 orang saja,” teriak Tu Khul.


Para penonton seketika bersorak.


Woahh..!!


“Sungguh hebat, aku sangat ingin menghangatkan ranjangnya,” teriak seorang wanita di samping suaminya.


“Kau ngaca, kau telah punya suami, aku ini yang telah lama menjanda, aku adalah pasangan yang cocok karena bisa mengajarinya berbagai gaya,” teriak seorang wanita montok dengan bodi besar beserta belahan dada yang besar.


Teriak para wanita langsung menggema, hal itu membuat Tu Long sedikit merinding bercampur jijik saat melihat para wanita ini yang tak tahu malunya menjilat.


Tu Long seketika menghilang dari sana sambil mengubah jubahnya lalu muncul di samping Duan Du dan Bai An.


Dan Mo yang melihat itu hanya diam saja tanpa berani membuka suara kepada adiknya saat melihat tatapan Tu Long yang kini tersenyum ke arah dirinya.


“Tuan muda, bagaimana menurutmu aksiku?” Tanya Tu Long sambil terkekeh kecil.

__ADS_1


Bai An hanya mengangguk santai sambil melirik ke arah Dan bersaudara.


Tu Long yang melihat itu tersenyum, lalu ia ingin mengatakan sesuatu, namun sebelum ia berkata, sebuah suara terdengar lebih dulu.


__ADS_2