Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Rencana Bai An.


__ADS_3

Pagi hari pukul 07.00.


Penginapar Bunga Mawar.


Saat ini Bai An, Shi Ba dan Han Chi sedang mendiskusikan rencana-rencana yang akan dilakukan Shi Ba dan Han Chi nantinya.


"Shi Ba apa kau mengerti tugas pertama yang akan kamu lakukan terlebih dahulu?"


Mendengar pertanyaan Bai An, Shi Ba langsung mengangguk cepat, "Sudah Tuan Muda, saya hanya akting setelah anda pergi dan menghasut semua Bangsawan Shi yang tidak sejalan dengan Patrick Shi Huan untuk memberontak," terlihat kalau kata-kata Shi Ba sangat tegas dan jujur.


Bai An lalu melirik Han Chi lalu berkata, "Paman Han pergilah ke Sekte Kelawar Merah, aku sudah menghubungi Pixiu jika mereka harus mengirim beberapa bawahannya yang berada di tingkat Raja ke atas, paman juga pasti bisa melawan patrick mereka!"


Han Chi mengangguk penuh tekad, kekuatannya sekarang telah berada di tingkat Kaisar Ahir, ia meningkat pesat berkat bantuan Bai An.


"Guru setelah ini apakah kita langsung pergi ketempat Senior Pixiu dan Huang Feng berada?" tanya Bai Luan yang dari tadi diam mendengar rencana Bai An, Han Chi dan Shi Ba.


Bai An mengangguk, "Ya kita akan langsung kesana. Lebih cepat kita berangkat itu akan menjadi lebih baik."


Setelah mereka semua mengobrol sesaat, Han Chi lebih dulu pergi ke Sekte Kelelawar Merah dan menunggu orang-orang yang Bai An maksut untuk membantunya memusnahkan Sekte tersebut.


Setelah kepergian Han Chi, barulah Bai An, Yue'er, Lin'er dan Bai An pergi dengan kecepatan yang mengerikan agar mereka tidak diketahui mata-mata Bangsawan Shi.


Hanya tersisa Shi Ba yang telah akting dengan melukai dirinya lumayan tragis agar orang-orang Bangsawan Shi tidak curiga nantinya, Shi Ba kini kondisi kakinya patah tulang, tangandan badannya memar-memar, wajahnya penuh dengan darah.


Shi Ba terbaring di lantai dengan sengaja setengah sadar.


***


Di kediaman Bangsawan Shi.

__ADS_1


Kini Shi Huan sedang pusing dengan yang ia terima dari para penduduk yang menonton kejadian semalam.


Awalnya Shi Huan tidak percaya dengan apa yang ia dengar sehingga meminta semua orang-orang yang menyaksikan kejadian itu berkumpul, setelah berkumpul apa yang ia dengar tetap lah sama.


Shi Huan terus mengumpat dalam hatinya kalau yang putranya singgung adalah orang-orang yang mengerikan, "Apakah Bangsawan Shi akan musnah?" Guman Shi Huan dalam hati dengan wajah yang jelek.


Setelah bergumam pada dirinya sendiri ia melihat ke arah tetua pertama, "Tetua kau panggillah Kakakku Shi Zhuan kesini karena hanya dialah yang bisa membantu kita agar Bangsawan Shi tidak musnah!"


Mendengar kata-kata Shi Huan, tetua pertama mendengus dalam hati. Ia adalah tetua pertama dan ia diperintah layaknya prajurit biasa. Tapi ia tidak berani melawan perintah tersebut dan hanya mengangguk lalu melesat pergi.


Setelah kepergian Tetua pertama, 10 menit kemudian ia kembali bersama Shi Zhuan, saat baru sampai pintu masuk terdengar sebuah suara.


"Apakah kamu sudah menyelidikinya Huan?" saat mendengar siapa yang bicara Shi Huan langsung melirik pintu masuk dan melihat kakaknya Shi Zhuan bertanya, dengan cepat ia berdiri dan menyapa Shi Zhuan.


"Kakak, kau benar aku telah menyelidikinya seperti yang kakak katakan tadi malam!" ucap Shi Huan tersenyum kecut.


Shi Huan langsung menceritakan semua yang ia ketahui dari semua orang yang menyaksikan kejadian itu dan semua orang itu mengatakan hal yang sama.


Mendengar itu Shi Zhuan langsung berpikir dalam hati, apakah ini ada kaitannya dengan orang-orang berjubah hitam, dari cara mereka membunuh itu sama, tapi cara mereka bertarung orang-orang di penginapan lebih mengerikan dalam hal membunuh.


Shi Zhuan terus membiarkan pikirannya berkelana, jika dugaannya ini benar maka ia harus cepat-cepat melaporkan masalah kepada orang-orang berjubah hitam sebelum Bangsawan Shi musnah. Itulah pikirnya lagi.


Pukul 09.30.


Tak lama orang-orang didalam bingung bagaimana cara menghadapi orang yang berada di penginapan Bunga Mawar sebuah pintu terbuka dan terlihat tergesa-gesa masuk.


Semua orang langsung melirik ke arah pintu masuk, Shi Zhuan yang sedang pokus berpikir pun terganggu oleh orang yang masuk membuatnya terkejut.


Orang tersebut adalah Tetua luar yang ditugaskan dalam memata-matai orang-orang yang berada di penginapan, tak lama ia sampai tanpa basa-basi tetua tersebut berlutut memberi hormat.

__ADS_1


"Salam Patrick, salam Patrick Agung!"


Shi Huan dan Shi Zhuan mengangguk lalu Shi Huan mengangkat tangannya, "Apa yang ingin kamu laporkan sampai-sampai kamu tidak sopan masuk? jika tidak penting aku akan menghukum mu!" tegas Shi Huan.


Mendengar itu tetua luar itu tidak panik sama sekali dan dengan cukup lantang ia berkata, "Patrick orang-orang yang berada di penginapan telah pergi tadi pagi-pagi sekali, saya awalnya curiga kalau mereka sengaja memancing kami karena aura mereka yang mengerikan tiba-tiba lenyap. "Tetua tersebut menjeda kata-katanya lalu melirik semua orang yang sangat penasaran, tidak ada yang memotong kata-kata tetua tersebut termasuk Shi Huan.


Setelah mengambil jeda beberapa detik, "Saya memberanikan diri bersama para bawahan saya untuk datang mengecek penginapan tersebut, setelah sampai saya dan ternyata benar mereka telah pergi. Lalu kami menelusuri semua kamar di penginapan dan."


"Dan apa? jangan berhenti kalau bicara!" seru salah satu tetua disana dengan nada cukup tinggi terlihat menahan amarah.


"Saya menemukan Tetua ke tiga disana dengan keadaan cukup tragis, namun tetu ke tiga masih hidup, ia dibawa oleh anggota yang akan sebentar lagi sampai!"


Mendengar itu Shi Huan langsung menghela nafas, ia telah menduga ini. Jika tetua ke tiga tidak mati, maka ia akan berahir tragis.


Sedangkan Shi Zhuan awalnya curiga mengapa tetua ke tiga dibiarkan hidup, walaupun ia percaya tetua ke tiga adalah orang yang paling sulit membuka mulutnya.


Beberapa puluh menit kemudian terlihat 5 orang membawa Shi Ba yang sungguh mengenaskan, orang-orang yang berada di aula Bangsawan Shi bergidik melihat kondisi Tetua ke tiga termasuk Shi Huan dan Shi Zhuan.


Mereka merasa iba melihat kondisi akting Shi Ba, "Tetua maafkan kami tidak bisa membantumu disaat kau membutuhkan!" tetua pertama langsung menghampiri dan terlihat tulus meminta maaaf, yang lain ikut mengangguk.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Tetua ke tiga!" tanya Shi Zhuan langsung ke intinya.


Mendengar itu Shi Ba langsung menceritakan semua kejadian dari Shi Shuwan datang bersamanya mengganggu dan menginginkan wanita mengerikan tersebut.


Shi Ba terus bercerita sampai ia hanya jujur kalau ada orang-orang berjubah hitam namun ia hanya pernah mendengar nama dan tidak pernah bertemu.


"Setelah mereka mendengar orang-orang berjubah hitam, tiba-tiba saja mereka berlima langsung menghilang seperti ditelan bumi, aku tidak tahu apa yang terjadi namun aku berayukur tidak dibunuh!" ucap Shi Ba menceritakan semua yang ia tahu dengan jujur.


Mendengar itu Shi Zhuan dan Shi Huan mengangguk mereka tidak marah jika hanya memberi tahu sedikit tentang orang berjubah hitam dan Shi Ba juga tidak terlihat berbohong hingga mereka percaya.

__ADS_1


__ADS_2