
Tapi dengan santai adik Hei Niu melempar Hei Niu.
Duar..!!
Hei Niu terlempar oleh energi tak kasat mata adiknya.
Melihat Hei Niu terlempar begitu saja. Tu Long sama sekali tak gentar. Matanya kini menatap ke arah adik Hei Niu, yang biasa di panggil Sang Pembantai.
Tu Long mencium jika wanita ini mempunyai sesuatu yang spesial. Tapi Tu Long masih belum tahu apa itu.
Dengan cepat Tu Long bergerak menuju ke arah Wanita tersebut. Lalu mengayunkan tangannya sambil berteriak keras.
“Cakar Naga.”
“Jurus kedua Pembelah Bumi.”
Ayunan tangan kanan Tu Long melesat ke arah wajah wanita itu di sertai energi yang cukup besar.
Wanita itu dengan santai merubah tangannya menjadi monster, terlihat jika di tangan wanita itu memiliki kuku-kuku yang sangat tajam.
“Cakar Naga.”
“Jurus kedua Pembelah Bumi.” Gumam wanita tersebut meniru teknik serangan Tu Long sambil mengayunkan tangannya ke arah serangan Tu Long.
Trank..!!
Wuss..!!
Tu Long langsung mundur 100 meter. Sambil melihat tangannya yang bergetar hebat di sertai ada bekas cakaran. Darah terus mengalir jatuh ke tanah.
Di tempat wanita itu, ia baru selesai bentrok dengan Tu Long, dan tidak mengalami masalah apapun. Matanya langsung serius saat ia melihat ke arah belakang.
Hei Niu kini sudah mengayunkan kepalan tangannya ke arah adiknya. “Tinju Penghancur Baja.” Teriak Hei Niu terlihat tidak ingin memberikan adiknya kesempatan.
Dengan cepat adiknya memiringkan tubuhnya ke kanan.
Melihat itu, Hei Niu langsung mencoba menendang tubuh adiknya. Tapi dengan cepat adiknya menunduk lalu, menangkap kaki adiknya kemudian melemparnya ke arah Tu Long yang sedang melesat ke arahnya.
Bruk..!!
Wuss..!!
Bom..!!
Terdengar suara tubrukan Tu Long dan Hei Niu yang sama-sama tidak sempat menghindar. Lalu menabrak tanah dengan keras.
“Hoek..!!”
Keduanya langsung memuntahkan banyak darah.
“Kau kenapa terlemlar kesini?”, kata Tu Long dengan kesal. Ia merasa seluruh tubuhnya kaku.
“Kau harusnya menyalahkan dia, dia yang melemparku ke arahmu. Sebaliknya kau kenapa tidak menghindar?”, kata Hei Niu tidak mau kalah.
__ADS_1
Sementara wanita tersebut langsung tersenyum melihat keakraban kakaknya dengan Tu Long.
“Sudah, lebih baik kita lawan dulu dia.” Kata Tu Long menatap wanita tersebut.
Hei Niu langsung mengangguk patuh.
Mereka berdua langsung berdiri. Kemudian saling menatap dan mengangguk, seperti telah selesai merencanakan sesuatu.
“Hei ******..!! Apakah kau tidak mau tidur dengan yang tampan ini?” Kata Tu Long percaya diri, mencoba memprovokasi wanita di depannya ini.
Tu Long tadi mendapatkan beberapa tentang kelemahan wanita tersebut dari Hei Niu. Yaitu ia tidak akan bisa fokus bertarung jika marah. Dan ia juga akan melemah. Dan juga bakat wanita ini adalah meniru apa saja yang ia lihat tapi harus fokus. Jadi Tu Long langsung mencoba memprovikasinya.
Wanita tersebut diam saja. Sama sekali tidak marah melainkan ia tersenyum lalu membalas. “Apa punya mu besar, kuat? Aku takut kami akan langsung pingsan tidak sampai satu menit. Jika itu ter lebih baik kau pulang saja lalu cari ibumu, beritahu ia kenapa punya ku kecil.”
Wajah Tu Long langsung memerah. Tu Long langsung mencoba untuk tidak marah. Tapi amarahnya semakin besar saat ia mendengar suara tawa Hei Niu.
“Fffttt.. Ha ha ha.”
“Diam kau saudara Niu,” teriak Tu Long marah.
Hei Niu langsung diam, ia sadar dirinya salah, jadi ia langsung menurut.
Tu Long kemudian menatap wanita tersebut. “Kau boleh mencobanya, kalau bisa sekarang,” kata Tu Long langsung ingin membuka celananya, dengan senyum menyeringai tipis.
“Kau.. Kau..!! Apa yang kau lakukan? Kurang ajar,” teriak wanita tersebut langsung muncul di samping Tu Long lalu mengayunkan tangannya ke arah Tu Long.
Tu Long semakin tersenyum.
“Sekarang,” teriak Tu Long.
Dengan cepat wanita tersebut bergerak mundur sambil menyelimuti tubuhnya dengan energinya.
Melihat ada kesempatan. Tu Long dan Hei Niu langsung bergerak. Rencana mereka berhasil. Dan serbuk yang di lempar hanyalah daun yang telah di leburkan guna untuk menipu.
“Cakar Naga.”
“Cakar Penghancur Dewa,” teriak Tu Long langsung muncul di depan wanita tersebut.
“Tinju Pembelah Dunia,” teriak Hei Niu tak mau kalah, secara bersamaan mengayunkan tinjunya ke arah tubuh adiknya.
Dengan kesal adiknya mengeluarkan tekanan yang hebat.
“Perisai Transparan,” gumam wanita tersebut.
Serangan Tu Long dan Hei Niu langsung melemah akibat tekanan energi yang di keluarkan wanita tersebut.
Tapi serangan Tu Long dan Hei Niu tetap mengarah ke wanita tersebut.
Bom..!!
Bom..!!
Tu Long dan Hei Niu langsung mundur dengan memuntahkan semakin banyak darah. Itu karena tekanan yang di keluarkan oleh wanita tersebut sangat besar.
__ADS_1
“Hoek.. Hoek..!!”
“Ukkhh,, ini tekanan ini tidak bisa membuat kita bergerak leluasa dan juga luka di tubuhku semakin membesar,” kata Hei Niu berusaha berdiri.
“Aku sebenarnya tidak ingin melukai kalian karena niat ku kesini hanya untuk membantu mu kakak. Dan juga melihat manusia itu. Tapi karena kalian bersikeras menyerangku. Kini aku tidak akan sungkan lagi melukai kalian.” Kata wanita itu sambil menghapus sedikit darah di mulutnya.
Glek..!!
Tu Long dan Hei Niu langsung menelan ludahnya sendiri.
Mereka berdua langsung dengan sekuat tenaga berusaha berdiri.
“Alasanmu hanya ingin melindungi dan melihat saja. Tapi aku tidak tahu di balik ucapanmu itu ada rahasia busuk apa lagi. Kau dan semua keluargamu itu sama-sama busuk. Seorang pecundang.” Kata Hei Niu kini marah besar.
Dengan cepat ia membakar energi di dantiannya agar kekuatannya lebih kuat.
Melihat kakaknya yang masih keras kepala, wanita itu hanya menghela nafas berat. “Baiklah kalau ini mau kalian.” Kata wanita itu kemudian menghilang.
Lalu muncul di samping Tu Long. “Aku tidak hanya bisa meniru jurus saja. Tapi aku mempunyai hal yang lebih mengerikan,” kata wanita tersebut menyeringai. Kini matanya berubah menjadi Merah darah bercampur hitam pekat.
Wuss..!!
Bom..!!
Tu Long ternganga saat melihat dirinya terlempar tanpa di sentuh oleh wanita itu.
Hal yang terjadi kepada Tu Long juga sama dengan Hei Niu. Ia juga terlempar.
Baru saja Tu Long berusaha bangun. Wanita itu sudah muncul di hadapannya. Dengan sigap Tu Long menyilang kedua tangannya untuk menangkis. Tapi hal yang sama terulang lagi.
Tanpa di sentuh oleh wanita itu ia tetap terlempar lebih keras.
Bom..!!
“Hoek.. Hoek..!! Apa yang terjadi? Kenapa bisa ia menyerang tanpa menyentuh. Aku juga tidak melihat sedikitpun energinya menyentuh tubuhku.” Gumam Tu Long bingung sambil berusaha berdiri.
“Jika kau bertarung, jangan terlalu banyak melamun,” kata wanita tersebut muncul di depan Tu Long lagi.
Dengan sigap Tu Long menyelimuti tubuhnya dengan seluruh energinya. Tapi lagi-lagi ia terlempar.
Wuss..!!
Bom..!!
Saat Tu Long ingin bangun, ia melihat Hei Niu kini terlempar ke arahnya. Tu Long langsung mencoba menghindar, tapi tubuhnya semakin berat akibat tekanan yang di keluarkan wanita itu.
Tu Long yakin jika mereka berdua bertubrukan lagi, maka mereka berdua akan terluka berat. Karena ia melihat jika Hei Niu di lempar sangat kuat seperti sebuah anak panah.
Saat Tu Long memejamkan matanya. Ia tidak lagi merasakan tekanan, melainkan kehangatan. Tu Long berpikir apakah ia mati? Saat membuka matanya ia mendengar sebuah suara.
“Kau terlalu banyak minum Tu Long, kenapa kau malah tidur saat melihat saudaranya terlempar ke arahmu,” kata Bai An sambil terkekeh. Seperti sengaja.
“Kau terlalu lama Tuan muda, kami tidak bisa menghentikan wanita itu,” kata Tu Long dengan lemas, tapi matanya bersinar terang. Bai An tahu mengapa mata Tu Long bersinar begitu.
__ADS_1
Padahal ia sedang terluka, bisa-bisanya Tu Long masih memikirkan arak.