Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Hasil Peningkatan Bai An dan Para Saudara Setelah Berkultivasi


__ADS_3

Setelah itu orang yang memiliki dua kepala anjing langsung menghilang.


Kaisar Dewa Jahat tidak berhenti sampai di sana, ia kembali memanggil beberapa jendralnya dan memerintahkan mereka untuk melakukan rencananya.


Setelah itu, Kaisar Dewa Jahat langsung menghilang dari tempatnya.


***


Jauh dari alam dewa, di dimensi kecil milik Bai Luan dulu.


Kini pria tua yang bernama tak lain Tu Kul muncul sambil menghela nafas panjang.


“Aku yakin dengan kemunculan Teknik Penghancur Jiwa yang aku ajarkan ke Bo Long, pasti akan membuat Kaisar Dewa Jahat bergerak dengan gila saat ini, hal ini mungkin akan memperlambat perjalanan Tuan muda ke 3 dan 5 menuju puncak.” Gumam Tu Kul.


Tak lama ia tersenyum licik.


“Tapi ini bagus juga, agar mereka melihat betapa ganasnya dunia kultivator,” kekeh Tu Kul.


Pandangan Tu Kul kini mengarah ke arah timur.


“Hmm..!! Anak itu akhirnya mau berkultivasi setelah sekian lama,” kata Tu Kul tersenyum senang.


Saat ini Bai En terlihat di kelilingi oleh aura yang menyebah ke segala arah, tekanan aura tersebut tak berhenti sampai di sana, ia masih terus menyebar dengan ganas.


Wuss..!!


Bam..!!


Bam..!!


Bam..!!


Entah berapa kali terdengar suara ledakan dari dalam tubuh Bai En.


Tak lama kemudian Bai En langsung membuka matanya.


“Hehe,, akhirnya aku berhasil menerobos,” gumam Bai En terkekeh senang.


“Jangan senang dulu, adikmu saat ini menerobos dengan pesat, jika kau malas maka kau akan di hajar oleh adikmu karena saat ini ia lebih kuat darimu.”


Bai En yang awalnya ingin bermalas-malasan setelah ia menerobos langsung berdiri saat ia mendengar suara di kepalanya.


Tentu Bai En tahu ini suara siapa.


“Jika begitu, aku akan berkultivasi lebih serius lagi, jika apa yang di ucapkan paman Tu benar,” gumam Bai En langsung bergidik saat membayangkan ia di hajar oleh adiknya karena malas meningkatkan kekuatan.


Bai En langsung memejamkan matanya, wajahnya terlihat serius saat menyerap energi dewa di sekitarnya, perlahan tapi pasti energi dewa terus masuk mengalir ke dantian dan lautan jiwanya.


Tu Kul yang melihat itu langsung tersenyum bahagia, dari dulu ia selalu mengancam Bai En tapi tak pernah mempan. Tapi saat ini ia memiliki kartu as untuk mengancam Bai En.


Tu Kul sangat senang dan merasa beruntung karena di pertemukan oleh Bai An.

__ADS_1


***


Waktu terus berlalu, 2 minggu kemudian kini Bo Long, Duan Du, Fanghu, Yu Fan, Sin Ting dan Son Teng telah berkumpul kembali.


“Hmm..!! Bagaimana pergerakan mereka?” Tanya Duan Du santai ke arah Fanghu.


“Saat ini, Faksi Langit, Faksi Emas, Faksi Pedang, Sekte Matahari dan beberapa Faksi maupun sekte lainnya masih belum ada yang bergerak akibat pertarungan di hutan dua minggu lalu, mungkin mereka telah melaporkan semua kejadian ini kepada pemimpin, atau master mereka sehingga mereka bergerak secara hati-hati,” jawab Fanghu dengan santai.


Duan Du yang mendengar itu langsung terkekeh kecil.


Bo Long ikut terkekeh walau tidak mengerti apa yang di tertawakan oleh Duan Du.


“Paman, kenapa kau tertawa?” Tanya Duan Du heran.


“Melihatmu tertawa dan seperti memikirkan rencana jahat tentu saja aku ikut tertawa,” jawab Bo Long kini mulai tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.


Sin Ting yang cepat terpengaruh juga ikut tertawa seperti orang gila.


Duan Du, Fanghu, Yu Fan dan Son Teng langsung menggelengkan kepalanya.


“Aku tertawa karena saat ini waktu kita untuk meningkatkan kekuatan kita, apa kalian tidak malu kalah saat pertarungan sebelumnya,” kata Duan Du tersenyum mengejek.


Seketika wajah semua orang kecuali Yu Fan langsung jelek, mereka menatap ke arah Duan Du yang memiliki mulut mengerikan dalam hal menyindir.


“Sudah-sudah, aku pergi dulu meningkatkan kekuatanku biar kakak bangga terhadap perkembanganku,” kata Duan Du langsung pergi tanpa melirik ke arah para saudara Bai An.


Waktu terus berlalu dengan cepat.


2 tahun.


Tepat ke tahun ketiga bertepatan dengan Bai An berumur 21 tahun.


Bai An kini membuka matanya secara perlahan, saat ia membuka matanya, pancaran tekanan mengerikan langsung menyebar membuat tempatnya berguncang hebat.


“Aku merasa 2 tahun lalu ada yang membantuku memberikan asupan energi yang sangat berlimpah hingga kekuatanku meningkat pesat seperti ini, tapi aku tak tahu siapa orangnya,” gumam Bai An.


Bai An langsung menutupi sebagian kekuatannya dan memperlihatkan Dewa Biru ⭐ 3 Awal kepada saudaranya nanti.


Karena Bai An yakin jika para saudaranya pasti akan meningkat paling tinggi Dewa Biru, kecuali Bai En dan Long Yuan.


Bai An yakin jika kakaknya dan Long Yuan setidaknya mencapai Dewa Raja Rendah.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Tuan muda, akhirnya anda selesai juga,” sapa Tu Kul sedikit menunduk untuk memberikan penghormatan.


Bai An langsung melambaikan tangannya santai.


“Jangan begitu paman Tu,” kata Bai An menghentikan apa yang di lakukan Tu Kul, kemudian Bai An kembali berkata. “Apa paman tahu tingkat kekuatanku yang sesungguhnya?”

__ADS_1


Tu Kul langsung meneliti Bai An dan mengangguk.


“Tentu, Tuan muda saat ini telah mencapai Dewa Biru ⭐ 3 awal,” jawab Tu Kul.


Bai An langsung mengangguk dan tidak bertanya lebih jauh.


Setidaknya Bai An tahu jika bukan Tu Kul yang membantunya, untuk masalah siapa yang membantunya Bai An tidak terlalu memikirkannya karena ia yakin jika orang tersebut akan muncul suatu hari nanti.


“Oh ya paman Tu, apakah yang lain telah selesai berkultivasi?” Tanya Bai An sambil mengedarkan kesadarannya.


Bai An langsung mengangguk setelah tahu para saudaranya juga sudah selesai dan melesat ke tempatnya berdiri.


Tap tap..!!


“Tuan muda.”


“An Gege.”


“Adik.”


Sapa semua saudara Bai An.


Bai An langsung tersenyum hangat.


“Kekuatan kalian tidak mengecewakan, tapi,” kata Bai An melirik ke arah kakaknya yang kini hanya berada di tingkat Dewa Raja Rendah ⭐ 1 Awal.


Awalnya Bai An menduga jika kakaknya bisa mencapai Dewa Raja Rendah ⭐ 3 minimal awal.


“Apa yang kakak lakukan selama ini? Apa jangan-jangan,” Bai An terhenti lalu melirik ke arah Tu Kul.


Saat Tu Kul ingin menjawab, dengan cepat Bai En maju.


“Aku sudah berusaha keras, bahkan di antara semua orang akulah yang paling berusaha, tapi karena Energi Semesta ku masih tersegel itulah yang membuat kemajuanku selangkah lebih lambat dari kalian semua,” kata Bai En meyakinkan.


Tapi Bai An tahu jika kakaknya saat ini sedang berbohong.


“Huff..!! Lain kali jika kakak ketahuan malas, maka aku tidak akan segan lagi,” kata Bai An sedikit serius.


Bai En langsung tersenyum sambil mengangguk santai.


Kekuatan Lang Zai dan Pixiu kini sama yaitu Tingkat Dewa Biru ⭐ 3 Awal, sama seperti kekuatan yang Bai An perlihatkan saat ini.


Sementara Tu Long meningkat pesat, ia kini Dewa Biru ⭐ 2 Puncak, sebentar lagi ia akan menerobos ke ⭐ 3 Awal.


Untuk Gi Lian, ia kini Dewa Biru ⭐ 1 Awal.


Tu Long langsung maju sambil bertanya.


“Tuan muda, kapan kita keluar? Aku sudah tidak sabar mencoba kekuatan baru ku, jika tidak di coba maka akan menjadi tumpul nanti.”


Lang Zai dan Pixiu langsung menggeleng melihat tingkah Tu Long, mereka berdua juga sedikit iri dengan perkembangan Tu Long, walau iri, mereka juga senang karena Tu Long adalah saudara mereka, terlebih Lang Zai yang membawanya dulu ikut bangga dalam hatinya kini.

__ADS_1


Bai An yang mendengar itu langsung tersenyum licik.


__ADS_2