
Sementara di acara lelang kini sedang gaduh, mereka mulai memperebutkan arak legendaris yang terahir.
“4300 Kristal Emas,” teriak patriark klan Iblis Banteng.
“Heh aku tidak akan mengalah walau kita sama-sama iblis, 4350 kristal Emas,” teriak patriak klan Iblis Kelelawar.
“Jangan lupakan kami, 4400 kristal Emas,” teriak klan Monster yang berkelapa rubah.
“Ras Dark Elf juga tidak akan mengalah, kami tadi mengalah kepada kalian untuk mendapatkan arak legendaris sebelumnya tapi kali ini jangan harap mendapatkannya. 4500 Kristal Emas,” teriak patriark klan Dark Elf.
“Kami hanya mendapatkan dua arak legendaris saja, tidak baik jika kami mendapatkan penutupnya, 4600 kristal Emas,” ucap suara lembut dari Elf Suci yang berada di ruang VIP no 2.
“Heng,, walau Ras Elf memiliki ahli suci terbanyak, kau kira kami takut. Jika kau ingin berperang kami layani,” teriak tetua klan Binatang lalu menambahkan. “5000 kristal Emas, jika ada yang berani menawar lebih lagi kami tidak segan untuk memeranginya.”
“Heh, Binatang jelek kau kira kami takut untuk berperang, 5100 kristal Emas,” teriak Ahli Suci dari Bangsa Monster, namun berbeda dengan Klan Monster berkepala rubah.
Perdebatan terus berlanjut. Bai An yang mendengar itu kini mengerutkan keningnya dan bergumam.
“Apakah mereka selalu mengandalkan status yang mereka sebagai ahli Suci, untuk mulai berperang? Mereka juga tidak memikirkan para prajurit maupun rakyat mereka masing-masing yang akan menderita jika benar terjadi perang gara-gara sebuah arak.”
“Hehe,, itulah mereka Pangeran, jika mereka menginginkan sesuatu, apapun akan mereka lakukan. Dunia ini cukup unik bukan?” Kekeh Gong Tanru.
Bai An langsung mengangguk dan berkata. “Jemput semua orang yang berada di ruangan VIP no 1 dan jangan sampai curiga,” kata Bai An santai.
Gong Tanru langsung menghilang.
Tap tap.
“Tuan muda,” kata Jing Ling, Hong Chu dan De Cang secara ragu-ragu.
Bai An mengangguk dan menjawab. “Ini aku,” Bai An kemudian melirik ke arah De Cang dan berkata. “Ambil ini untuk di lelang kembali dengan harga yang lebih mahal dan bawa wanita ini pulang,” Bai An langsung menunjuk ke arah Zi Yiu.
Saat Bai An melihat Zi Yiu, ia melihat Zi Yiu kini menangis.
__ADS_1
Sementara De Cang kini tertegun, tubuhnya bergetar keras. “Kakak, aku telah lama mencarimu dan tak ku sangka kau di bawa oleh Tuan muda,” kata De Cang kini mulai menangis, air matanya tak mampu ia tahan lagi.
Bai An kini bingung, ia melirik ke arah De Cang dan Zi Yiu secara bersamaan. De Cang adalah Iblis Murni sedangkan Zi Yiu setengah Iblis setengah Manusia.
“Apa yang terjadi?” Tanya Bai An ke arah Jing Ling dan Hong Chu.
Hong Chu langsung membisikkan sesuatu ke telinga Bai An.
Bai An langsung mengangguk mengerti.
“De Cang, mulai saat ini jagalah kakakmu, karena ia selalu takut jika aku bertanya. Aku menemukannya menjadi pelayan di sebuah kedai, aku merasa tertarik dengannya karena ia bisa merubah auranya menjadi manusia sepenuhnya dan terlihat sedang bersembunyi dari sesuatu,” kata Bai An.
De Cang yang kini memeluk kakaknya langsung mengangguk dan berkata. “Terimakasih Tuan muda, mulai sekarang aku akan menyuruh kakak tinggal di penginapan malam dan bekerja di sana. Untuk masalah Kedai itu nanti aku yang urus.”
“Tapi kakak sudah merasa nyaman tinggal di sana, dan pemilik kedai sangat baik kepada kakak. Ia juga berusaha menyembunyikan identitas kakak.” Kata Zi Yiu merasa enggan.
“Tidak, kakak harus menurut sekarang. Aku tidak ingin kejadian yang lalu terulang lagi. Untuk masalah siapa yang menculik kakak, aku dan para saudaraku yang akan menghancurkan mereka,” kata De Cang dingin mengingat kakaknya di culik saat mereka masih muda. Walau De Cang dan Zi Yiu tidak saudara kandung, dan hanya saudara angkat. Tapi De Cang sangat menyayangi kakaknya seperti kakak kandungnya sendiri. Begitu juga dengan Zi Yiu yang menyayangi De Cang sebagai adik kandungnya.
Zi Yiu hanya bisa mengangguk patuh kepada adiknya yang kini keras kepala.
Mendengar itu De Cang semakin marah. Tapi Bai An langsung menenangkannya.
“Kalian pergilah semua ke penginapan malam terlebih dahulu, untuk Jing Ling biarkan ia di sini dulu karena aku mempunyai beberapa urusan. Jangan lupa bawa mereka juga,” kata Bai An melirik ke arah Tu Long dan yang lainnya.
Dengan patuh mereka langsung pergi sambil memberitahu Tu Long dan yang lainnya. Karena Bai An kini memiliki rencana lain sehingga ia meminta semua kembali.
Tapi Tu Long langsung berlari ke arah ruangan Bai An. Walau sudah di hentikan oleh para saudaranya. Tapi Tu Long yang kini sepenuhnya sadar tidak terhentikan.
Brak..!!
“Tuan muda, aku sangat mengkhawatirkanmu,” kata Tu Long menangis.
“Eeh..!! Kau cengeng sekali,” ejek Bai An.
__ADS_1
Tapi Tu Long menghiraukan ucapan Bai An. Ia kini duduk sambil menyodorkan tangannya.
“Apa?” Tanya Bai An sengaja kesal. Walau ia tahu apa maksud Tu Long.
“Heh,, tentu saja jatahku selama tiga hari. Kau tahu aku yang paling menderita, sampai-sampai mereka semua merantaiku, tentu saja aku meminta imbalan,” dengus Tu Long.
Bai An langsung melambaikan tangannya memberikan satu tong sedang berisi arak dan berkata. “Kembalilah dulu ke penginapan dan bersiap-siap karena semua harta kita telah menunggu kita untuk mengambilnya.”
Mendengar itu Tu Long langsung terkekeh. “Hehe, aku tidak sabar ingin melihat harta tersebut.” Tu Long langsung berjalan keluar dengan santai.
Kini hanya Jing Ling dan Gong Tanru yang tersisa.
“Saudari Jing, aku akan membuka segel kultivasimu, tapi kau harus bekerjasama denganku. Jangan karena sebuah dendam kau langsung pergi menyerang mereka, aku tidak ingin kau bertindak sembarangan karena aku tak ingin kau terluka,” kata Bai An menatap Jing Ling dengan serius.
Jing Ling langsung diam selama beberapa saat dan berkata. “Baiklah aku akan mengikuti rencanamu. Tapi aku sendiri yang membunuhnya dengan tanganku sendiri.”
Bai An langsung mengangguk dan melirik Gong Tanru.
Gong Tanru langsung menyegel tempat tersebut.
Jing Ling langsung tertegun. “Kau, senior Gong,” tunjuk Jing Ling terkejut.
Walau Gong Tanru mengenakan jubah penutup kepala, tentu ia langsung tahu siapa pria di depannya ini saat menggunakan Formasi, karena alasan Jing Ling menjadi budak dan pergi ke Gurun Monster adalah sebenarnya mencari Gong Tanru.
“Kau mengetahuiku? Hmm padahal sudah ratusan ribu tahun aku tidak keluar, tapi tak di sangka ada yang mengetahui nama asliku,” kata Gong Tanru dengan santai.
“Tentu saja aku tahu, karena kakek ku dulu sering bercerita tentangmu dan kehebatanmu bahkan aku tahu kau telah melebihi tingkat kekuatan dunia ini. Kakek juga berasumsi kau sekarang sudah mencapai Dewa Abadi,” kata Jing Ling terkejut.
Gong Tanru mengangguk dan berkata. “Aku hanya mempunyai satu murid dari Ras Elf dan sekarang ia telah mati, kalau tidak salah depannya juga Jing. Jing Tian kalau aku tidak salah.”
“Benar dia adalah kakekku,” kata Jing Ling bersemangat kini berjalan ke arah Bai An dan mengabaikan Bai An yang kini tersenyum pahit.
“Paman Gong, kau buka saja segelnya, sementara aku akan,” sebelum Bai An menyelesaikan ucapannya, sebuah ledakan terjadi.
__ADS_1
Bom..!!
“Sialan, jika aku tidak mendapatkan arak yang terahir, aku akan membunuh siapa yang mendapatkannya,” teriak Patriark Iblis Banteng dan Tetua Bintang secara bersamaan.