
Tanpa terasa 20 tahun berlalu setelah pernikahan Bai An, Xi Xing dan Jing Ling.
Saat ini Bai An duduk bersama Xi Xing, Jing Ling dan dua putra, putri mereka.
“Bai Lan, Bai Xin apakah kalian berdua tidak lelah berlatih?”
Mendengar suara tersebut, Bai Lan yang kini berusia 16 tahun melirik ke arah asal suara.
“Ayah, sedikit lagi, aku juga ingin seperti ayah yang namanya menggema di seluruh dunia bahkan Alam Semesta,” jawab Bai Lan kembali mengayunkan pedangnya.
Sedangkan Bai Xin berlari ke arah ayahnya lalu memeluknya, usia Bai Xin kini 12 tahun, dengan wajah imutnya Bai Xin berkata.
“Ayah gendong Xin'er.”
Bai An merasa hangat mendengar itu, mau tak mau Bai An langsung menggendong putrinya.
“Xin'er ayah jika sudah memohon ayah tidak akan bisa menolak, gantian ibu yang memohon Xin'er tidak pernah mau,” dengus Xi Xing sambil tersenyum lembut
Bai Xin langsung menjulurkan lidahnya mendengar itu.
“Itu karena ibu galak, Xin'er tidak mau sama ibu yang banyak aturan, tidak seperti ayah. Apapun Xin'er minta pasti di kasih,” kata Bai Xin dengan nada polos.
Mendengar itu wajah Xi Xing dan Jing Ling langsung berubah sambil menatap tajam ke arah Bai An.
Bai An dengan santai mengalihkan pandangan sambil bersiul-siul seolah tidak ada yang terjadi.
Xi Xing dan Jing Ling hanya bisa menghela nafas melihat Bai An terlalu memanjakan kedua putra putrinya ini.
Tapi Xi Xing dan Jing Ling tentu tidak bisa menyalahkan Bai An saat merasa tindakan mereka berdua sedikit berlebihan kepada kedua putra putri mereka.
Tap tap..!!
Mendengar suara langkah kaki, Xi Xing dan Jing Ling melihat Bai Lan kini menuju ke arah Bai An dengan senyum bersemangat.
“Ayah, apa ayah mengizinkan Lan'er pergi berkelana? Lan'er ingin melihat dunia luar dan ingin memberantas kejahatan juga,” kata Bai Lan dengan nada bersemangat.
Bai An yang mendengar itu ingin menjawab, namun ia lebih dulu mendengar sebuah suara keras.
“Tidak bisa, kau masih belum ibu izinkan pergi,” kata Jing Ling, Jing Ling adalah ibu kandung Bai Lan, terlihat di telinga Bai Lan ada telinga runcing yang artinya ia seorang Elf.
__ADS_1
“Benar, terlebih kau belum mampu melindungi diri dari ganasnya dunia luar,” sambung Xi Xing dengan galak.
Wajah Bai Lan langsung sedih, tatapannya kini memelas ke arah ayahnya karena Bai Lan tahu hanya ayahnya saja yang selalu memberikan apapun yang ia lakukan selagi itu baik.
Bai An hanya bisa menghela nafas karena ucapan kedua istrinya benar.
“Lan'er apa yang di ucapkan ibumu benar, kau masih belum cukup kuat, dan juga ayah bisa saja mengirimmu keluar lalu menyuruh bawahan ayah menjagamu dari bayang-bayang, tapi itu tak akan bisa membuat perkembanganmu maju jika selalu di bantu oleh bawahan ayah.” Kata Bai An dengan lembut.
Wajah Bai Lan seketika murung, ia kini menunduk lalu berjalan ke arah pintu besar.
Tapi Bai Lan seketika terdiam saat mencapai pintu saat mendengar suara ayahnya.
“Hmm..!! Bagaimana jika Lan'er pergi ke dunia yang lebih tinggi, dunia itu di sebut dunia setengah dewa, dulu ayah juga pernah disana dan disana juga tempat ibumu lahir.” Kata Bai An tersenyum.
Bai Lan seketika berbalik lalu berlari menuju Bai An.
“Apakah disana sangat indah dan banyak orang-orang kuat?” Tanya Bai Lan dengan nada bersemangat.
“Tentu, tapi ayah akan mengirimmu ke sekte yang di dirikan oleh bawahan ayah, ia adalah seorang iblis namanya De Cang, ia juga seorang Kaisar Dewa yang di juluki Kaisar Dewa Iblis Suci.” Kata Bai An.
Mendengar itu, Jing Ling ingin mengatakan sesuatu. Tapi Bai An mengangkat tangannya tanda menyuruh Jing Ling untuk diam.
Sementara Bai Lan membuka mulutnya lebar-lebar.
“Aku tahu dia ayah, aku sudah membaca tentangnya di buku yang ada di perpustakaan, ia adalah salah satu iblis paling brutal kepada musuh, namun sangat baik dan sopan kepada teman maupun keluarganya.” Kata Bai Lan dengan lantang sambil melompat-lompat.
“Aku ingin kesana ayah, ayo bawa aku sekarang,” ajak Bai Lan menarik-narik Bai An.
Bai An hanya bisa tersenyum kecut melihat tingkah laku putranya ini, walau putranya masih ke kanak-kanakan, tapi Bai An tahu jika dalam keadaan serius, putranya akan berubah dewasa, ia juga cukup cerdas dan sedikit licik seperti pamannya Duan Du.
Pandangan Bai An kini mengarah ke arah Jing Ling dan Xi Xing sambil berkata melalui telepati.
“Ini untuk kebaikannya, agar ia bisa lebih dewasa dan tahu dunia luar tidak seperti yang ia bayangkan.”
Jing Ling dan Xi Xing saling melirik, mereka berdua berpelukan dengan air mata terus menetes.
Bai Lan yang melihat itu langsung berlari ke arah ibunya.
“Ibu, ibu Xing, kalian jangan bersedih, Bai Lan begini karena ingin melindungi Ibu bersama Xin'er. Lan'er tidak ingin membuat ayah saja yang selalu melindungi kita,” kata Bai Lan.
__ADS_1
Mendengar itu Xi Xing dan Jing Ling mau tak mau melepaskan putranya.
“Huuf,, baiklah tapi jangan sekarang perginya, tunggu ibu menyiapkan pembekalan untukmu lebih dulu,” kata Xi Xing dengan lembut.
Bai Lan langsung mengangguk tanpa pikir panjang, karena baginya adalah izin terlebih dahulu.
Bai An hanya bisa menggeleng sambil menggendong Bai Xin yang kini tertidur lelap di bahunya.
Tak lama Duan Du dan Tu Long muncul setelah kepergian Xi Xing dan Jing Ling.
Terlihat Duan Du dan Tu Long melirik kiri kanan, mereka berdua takut jika bertemu Xi Xing dan Jing Ling.
Entah kesalahan apa yang di buat keduanya sehingga melakukan hal seperti tikus dan kucing.
“Kakak, kami sudah menemukan sedikit petunjuk menuju Alam Semesta Inti,” kata Duan Du melalui telepati.
Namun..!!
“Paman Du, paman Tu, apa kalian berdua kesini untuk membawa Lan'er main-main lagi,” teriak Bai Lan.
Mendengar teriakan Bai Lan.
Duan Du dan Tu Long langsung menepuk kening mereka.
“Mati sudah kita,” kata Tu Long.
Benar saja, tak lama aura sangat besar mengguncang kediaman Bai An muncul dari dalam.
“Bocah nakal, orang tua gila, kali ini aku akan menangkap kalian karena telah mengajarkan putraku dan putriku yang tidak-tidak,” teriak Jing Ling.
“Bocah nakal, orang tua gila, aku akan memotong-motong kalian karena telah mengajarkan putra dan putriku berbohong dan melakukan hal licik,” sambung Xi Xing tak mau kalah.
Mereka berdua seketika keluar dengan cepat.
Namun saat sampai di luar, mereka hanya melihat Bai An yang menggendong Bai Xin dan Bai Lan sedang pura-pura berlatih dan bicara ngelantur.
Xi Xing dan Jing Ling menatap tajam ke arah Bai An, namun Bai An mengangkat bahunya.
Kedua istri Bai An tidak mau menyerah, mereka berdua mengedarkan kesadaran sambil mencari jejak aura Duan Du dan Tu Long, namun tidak menemukan tanda-tanda.
__ADS_1
“Apa kita salah dengar Xing'er?” Tanya Jing Ling dengan bingung.