Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Informasi Tempat Ibu Bai Luan Ditahan.


__ADS_3

Sementara itu kini di penginapan saat Bai Luan menyeret Tetua ke tiga naik ke atas dan Lin'er mengikuti dibelakang.


Tetua ke tiga yang kini sedang di seret terus memohon untuk dibunuh, ia sudah mencoba untuk bunuh diri namun ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


"Tu.. Tuan Muda saya mohon bunuh saya!"


Mendengar suara rengekan tetua itu dari tadi membuat Lin'er kesal karena itu sangat berisik.


"Apakah kau tidak bisa diam!"


Mendengar suara geram di belakangnya, tetua ke tiga langsung merinding dan terdiam pasrah saat di seret.


Saat sudah mencapai pintu kamar Bai An, Bai Luan ingin mengetuk pintu namun tidak jadi saat mendengar suara gurunya mengizinkan ia masuk.


"Masuklah!"


Setelah Bai An memberi izin masuk, kini terlihat Bai Luan sedang menyeret tetua tersebut menuju arahnya dan dibelakang Lin'er terus mengikuti seperti anak ayam.


"Guru!" "Ayah!"


"Paman Guru!" "Ayah mertua!"


Terdengar suara Bai Luan dan Lin'er menyapa Bai An dan Han Chi sambil memberi hormat. Melihat itu, Bai An hanya mengangguk lalu Bai An mengalihkan pandangannya ke arah tetua ke tiga.


Sedangkan Han Chi hanya tercengang melihat gadis yang cukup bar-bar tersebut memanggilnya ayah mertua, ia tiba-tiba bergidik ngeri, karena ia juga melihat kejadian berdarah tersebut.


Saat mendengar kalau Shi Shuwan kesini dan menggangu putra dan gadis yang bersamanya, awalnya Han Chi panik dan ingin membantu putranya. Namun ia dihalangi Bai An dan memberitahunya untuk cukup menonton pertunjukan menarik, awalnya Han Chi ragu-ragu tapi pada akhirnya ia menuruti perkataan Bai An.


Setelah munggu pertunjukan yang dimaksud Han Chi langsung ternganga sambil bergidik ngeri, tak lama ia muntah-muntah lalu pergi karena tidak dapat menahan melihat kejadian tersebut.


***

__ADS_1


Kembali ke Bai An


Bai An yang kini melihat ke arah tetua tersebut dapat melihat jika tetua tersebut sangat ketakutan saat melihat dirinya, hal itu membuat Bai An tersenyum ke arah tetua itu sambil berkata, "Siapa namamu pak Tua?"


Tetua ketiga kini ketakutan saat pemuda yang dipanggil Guru oleh pemuda yang membawanya ketakutan dan saat Bai An melihatnya dengan tersenyum ia mengutuk diri dalam hati dengan kesialannya ini.


Tak lama tetua itu mendengar suara Bai An bertanya namanya dan dengan cepat ia menjawab karena takut disiksa jika ia membuat kesalahan.


"Nama saya Shi Ba Tuan!" jawabnya dengan cepat sambil menunduk karena tidak berani menatap wajah Bai An terlalu lama.


Bai An mengangguk saat mendengar itu lalu berkata, "Apakah kamu kenal paman ini pak tua?" tanya Bai An melirik Han Chi.


Saat mendengar itu Shi Ba mengangkat kepalanya dan melihat ke arah lirikan Bai An dan ia kini tercengang melihat Han Chi bersama orang-orang mengerikan dan kini ia tersadar karena pemuda yang menyeretnya adalah Bai Luan jadi pasti Han Chi bersama mereka.


Shi Ba lalu bergumam dalam hati, "Bangsawan Shi akan hancur cepat atau lambat karena salah memilih lawan!"


Tak ada yang dapat mendengar gumaman Shi Ba kecuali Bai An dan She Bai, mereka berdua bisa membaca pikiran seseorang jika orang tersebut lebih lemah atau kekuatan jiwanya lemah.


"I... Iya Tuan, saya mengenalnya!" jawab Shi Ba terbata-bata.


"Jika kau mengenalnya, berarti kau tahu dimana istrinya ditahan?"


Mendengar pertanyaan Bai An, Shi Ba mengangguk, "Saya tau Tuan, kebetulan tetua pengurus tahanan yang akan dijadikan budak saya kenal, ia adalah tetua ke 5 Shi Chuy!" jawab Shi Ba dengan cepat.


Bai An mengangguk dan ingin bertanya lagi tapi didahului Han Chi.


"Apakah kau tahu dimana istriku ditahan?" Teriak Han Chi terlihat tidak sabar dan kini sedang memegang pundak Shi Ba dan menggoyang-goyangkan badan Shi Ba.


Hal itu membuat Shi Ba ketakutan luar biasa, ia takut disiksa karena ia juga ikut memusnahkan Bangsawan Han.


"Sa... Saya tahu Tuan Han!" jawab Shi Ba terbata-bata.

__ADS_1


"Dimana, dimana? cepat katakan!" Teriak Han Chi.


Bai An, Bai Luan, Yue'er dan Lin'er hanya menonton saja. Terlihat diantara mereka tidak ada yang menghentikan Han Chi, karena mereka juga akan melakukan hal yang sama.


Bai Luan juga ingin begitu namun ia tetap berusaha menahannya karena jika ia emosi, itu tidak akan membantunya menemukan apa-apa, terlebih lagi ayahnya sudah bertanya lebih dulu.


Shi Ba menjawab, "Mereka ditahan di sekte Kelelawar Merah!"


"Aaaaaccccckkkk!"


Han Chi ingin membunuh Shi Ba namun dihentikan langsung oleh Bai Luan.


"Tenangkan dirimu ayah, jangan biarkan emosimu mempengaruhimu!" Terdengar suara tegas dari Bai Luan yang membuat Han Chi langsung tenang, kemudian ia berjalan ke arah Bai An, tiba-tiba Han Chi langsung ingin bersujud, namun tidak bisa karena ia merasa ada yang menahannya.


"Jangan pernah bersujud kepada yang lebih muda paman!"


Mendengar suara Bai An kini Han Chi tahu ternyata ia yang menahannya, lalu ia berbicara dengan nada memohon, "Tuan Muda, tidak tidak, Guru mohon izinkan aku menjadi murid mu!"


Bai Luan langsung terkejut mendengarnya, ia terlihat ingin menghalangi niat ayahnya itu namun Bai An menjawab, "Aku tidak bisa menjadi Guru mu paman, bukan karena aku tidak mau, tapi aku tetap akan melatih paman agar menjadi lebih kuat!"


Mendengar itu awalnya Han Chi menjadi lesu, namun mendengar kata-kata terahir ia langsung menjadi semangat.


"Terima kasih Tuan Muda!" balas Han Chi kini bersemangat seperti anak kecil, yang lain melihat itu hanya menggeleng, terutama Bai Luan kini menjadi malu melihat sifat ayahnya itu.


Bai An langsung mengalihkan pandangan ke arah Shi Ba yang kini terus menerus menunduk tidak berani mengangkat wajahnya dengan tubuh bergetar, rencananya Bai An ingin menjadikan Shi Ba sebuah pion.


"Paman Bai, apakah tak apa-apa jika An'er membuatnya budak?" tanya Bai An melalui telepati.


"Hmmm tidak apa-apa, jurus segel budak ini tidak mempunyai efek samping, terlebih lagi orang di depan mu itu hatinya masih suci walaupun ia sering membunuh, kau bisa melihatnya sendiri bukan?" balas Shen Bai.


Bai An takut jika ia memasang segel budak kepada Shi Ba maka Shi Ba akan menjadi patuh tapi patuh seperti menurut biasa seperti budak-budak lain yang hanya menuruti perintah tuannya saja, itu sama saja ia tidak memiliki pikiran, itulah yang ia takutkan.

__ADS_1


Tapi Bai An mempunyai segel budak yang tidak mempunyai efek samping, ingatan mereka tetap ada, mereka tetap bisa berpikir seperti tidak terjadi apa-apa, hanya saja jika sang budak mencoba berhianat maka tubuh sang budak akan kesakitan yang sangat menyakitkan, sehingga mereka lebih memilih untuk mati, kecuali pemilik segel menghilangkan rasa sakit mereka.


__ADS_2