
Setelah itu Bai An melempar cincin penyimpanan berisi arak ke arah Tu Long lalu berkata. “Aku tak tahu berapa lama aku melalukan terobosan. Jadi aku memberikan 100 botol kecil berisi arak. Dan jika bisa kau berikanlah sedikit kepada Hei Niu karena kalian sekarang adalah saudara.”
Dengan sigap Tu Long menangkapnya sambil mengangguk, tapi matanya tidak tertuju ke arah Bai An. Melainkan cincin penyimpanan yang kini di tangannya.
Sedangkan Hei Niu seperti orang bodoh menatap Bai An dan Tu Long secara bergantian. Ia tak tahu harus berkata apa? Jadi ia hanya diam saja dari tadi.
Bai An tidak peduli dengan sikap Tu Long, karena ia yakin Tu Long sangatlah setia dan akan serius saat terjadi pertarungan. Jadi setelah memberikan semua keperluan Tu Long Bai An langsung pergi ke pojok kemudian duduk berposisi lotus.
Tak lupa Bai An mengeluarkan kristal tingkat tingginya untuk membantu menyetabilkan energinya saat ia menerobos nanti.
Bai An kini memegang 5 butir pil tingkat 5 Puncak, yang ia dapatkan dari Jing Fu. Sebenarnya pil ini tadinya hanya berada pada Tingkat 5 Awal, tapi ibunya langsung memperbaikinya saat ia berada di dunia jiwa.
Bai An tak perlu ingin membuang waktu lagi. Karena ia saat ini berada di kandang Monster yang mengerikan, jadi ia langsung melempar 2 butir pil tersebut kedalam mulutnya.
Tak lama kemudian sebuah energi yang sangat dahsyat mengguncang dantian Bai An lalu dengan cepat energi tersebut mengalir masuk ke dalam meridian Bai An dengan berlebihan. Tapi Energi biru Bai An dengan cepat menindasnya dan mengiringnya masuk kedalam dantian Bai An lagi. Kemudian dengan teratur menyebar ke sel sel tubuh Bai An.
6 jam berlalu.
Bom..!!
Suara ledakan di dalam tubuh Bai An terdengar jelas oleh Tu Long dan Hei Niu walau agak jauh berserta sebuah energi yang sangat besar serta cukup menindas mereka berdua. Padahal Bai An baru saja menerobos ke tahap Dewa Penguasa Awal.
“Ukkhh..!! Ini sangat mengerikan, Tuan baru saja berda di tingkat Dewa Penguasa Awal tapi sudah bisa menekan kita yang berada di Tingkat Dewa Penguasa Puncak,” kata Hei Niu sedikit terkejut bercampur bergidik ngeri.
“Eeh, ini sudah biasa. Lebih baik kita pergi cari beberapa hewan buruan tapi tangkap hidup-hidup untuk Tuan muda nanti saat ia telah selesai, kita bisa langsung makan bersama,” kata Tu Long setelah meneguk minumannya.
Hei Niu mengangguk sambil ikut meneguk minumannya, terlihat ia seperti ketagihan juga dengan rasa minuman tersebut. Walau awalnya terasa pahit. Tapi lama-lama rasanya berubah dan membuat ketagihan sehingga ingin terus nambah.
Sementara Bai An tahu dirinya menerobos tidak berhenti di situ saja, karena sisa energi dari pil yang ia makan masih sangat banyak. Dan rencananya Bai An ingin memakan 5 butir pil tingkat 5 puncak tersebut.
1 hari berlalu. Suasana masih tenang setelah Bai An menerobos beberapa jam lalu. Untuk Tu Long dan Hei Niu kini sedang tidur karena mabuk berat.
Bai An kini rencanya akan langsung memasukkan 3 butir pil yang tersisa, entah apa yang terjadi jika ia memasukkannya sekaligus. Tapi ia yakin energi birunya pasti akan membantunya.
__ADS_1
Dengan cepat Bai An melempar 3 butir pil yang tersisa kedalam mulutnya. Sebuah guncangan langsung terjadi di dalam tubuh Bai An tak lama setelah ia menelannya.
Bom..!!
Bom..!!
Bom..!!
Dewa Penguasa Puncak.
Tidak berhenti di situ saja. Bai An masih menyerap semua energi yang tersisa. Karena itu masih sangat banyak. Bai An yakin ia pasti bisa menerobos ke tingkat selanjutnya.
Darah yang cukup banyak keluar dari mulut Bai An saat ia menerobos berturut-turut. Kesetabilan energi Bai An juga terguncang walau ia di bantu Energi Birunya.
Dengan cepat Bai An mengeluarkan lebih banyak Kristal tingkat tinggi kemudian menyerapnya, itu juga bisa membantunya menyetabilkan energi Bai An. Bahkan bisa membuatnya naik tingkat, tapi butuh jutaan kristal tingkat tinggi.
***
“Hmm..!! Satu orang yang kurang di kelompok ini,” gumam wanita tersebut. Untuk memastikannya ia lamgsung menghubungi seseorang.
“Siapa saja yang menjadi pemimpin kelompok di kelompok 19 ini?” Tanya wanita tersebut melalui telepati.
1 menit kemudian wanita itu mengerutkan keningnya. Karena ia tahu siapa orang yang kurang di kelompok ini. Tak lama, wanita itu mencium bau sobekan jubah Bai An. Setelah itu menghilang.
Tak lama ia muncul di depan air terjun. “Hmm ada 3 yang ada di dalam gua. 2 monster sedang tidur, 1 manusia berkultivasi.” Kata wanita tersebut duduk santai di atas dahan pohon yang sangat besar.
***
Di dalam gua, Tu Long langsung berdiri setelah ia mencium bau monster yang menyerangnya beberapa hari lalu. Ia sangat tahu betul aura dan kekuatan monster tersebut.
“Hei Niu cepat bangun. Ada musuh yang sangat kuat,” teriak Tu Long melalui telepati.
Dengan sigap Hei Niu berdiri dengan sempoyongan sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing. “Mana saudara Tu, aku tidak merasakan adanya musuh,” kata Hei Niu sedikit kesal.
__ADS_1
“Aku yakin monster ini adalah yang terkuat dari semua monster yang mengejar kami beberapa hari lalu,” kata Tu Long langsung berlari keluar.
Hei Niu juga ikut keluar dengan cepat menyusul Tu Long.
Wuss..!!
Wuss..!!
Tu Long langsung berhenti di udara saat ia melihat seorang wanita. Dari bau yang Tu Long cium, ia adalah orang yang di maksud tadi.
Sementara Hei Niu yang baru sampai langsung menarap tajam ke arah wanita tersebut.
“Pergilah, jangan ganggu kami. Kami akan pergi dari Gurun ini setelah Tuan ku melakukan terobosan,” kata Hei Niu dengan nada dingin.
“Kenapa kau selalu dingin kepadaku kakak? Padahal aku tidak pernah ikut membuly mu, tidak pernah ikut menindas dan menyiksamu,” kata wanita itu dengan suara lembut. Ada sesikit kesedihan dari nada suaranya.
“Aku tidak butuh belas kasihanmu. Semua yang ada di tempat itu, suatu saat aku kembali dan mengguncangnya.” Kata Hei Niu dengan nada dingin lalu menarik Tu Long yang bingung.
Wanita itu tidak pergi. Tentu ia tahu betapa bencinya Hei Niu terhadap semua keluarganya. Karena semua orang yang ada di sana ikut andil menyiksanya. Dari ayah, paman, kakak, adik, dan seluruh keluarganya. Bahkan ibunya sampai mati lantaran tidak kuat di siksa.
Walau wanita itu dan Hei Niu berbeda ibu. Tapi wanita itu tidak pernah ikut andil dalam menindas Hei Niu. Saat Hei Niu pergi dari tempat itu dan berusaha menjadi prajurit, ia masih di tindas oleh beberapa kelompok akibat suruhan keluarga Hei Niu. Tapi Hei Niu tetap bertahan hingga saat ini.
Saat wanita itu ingin ikut masuk, sebuah suara teriak kemarahan membuatnya diam.
“Aku bilang pergi. Suatu saat klan Monster Suci kalian akan aku bantai habis, itu sumpahku.”
Buk..!!
“Haaiii..!! Apa kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu jika Tuan muda sedang masa sulit melakukan terobosan. Kenapa kau teriak-teriak tidak jelas. Jika ini balas dendam ya tinggal berlatih dan berlatih. Bukannya hanya omongan mulut,” kata Tu Long baru selesai memukul kepala Hei Niu.
“Hehe, aku tadi hanya kesal saja melihatnya. Walau memang dia tidak pernah ikut dalam menyiksaku, tapi kakaknya yang paling berusaha keras melihatku tersiksa. Bahkan kakaknya lah yang membunuh,” kata-kata Hei Niu terhenti.
Tu Long langsung melempar 1 botol arak ke arah Hei Niu.
__ADS_1