Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kematian Du Khun.


__ADS_3

Alasan utamanya adalah karena mereka masih lemah dan akan membebani Bai An nanti jika mereka memperlihatkan kekuatan mereka yang sebenarnya.


Mereka juga sadar jika mereka memperlihatkan kekuatan mereka bertiga, maka pasti akan ada yang menginginkan mereka untuk di jadikan budak, murid, pengikut oleh orang-orang dari alam dewa.


“Kalian bertiga semakin pintar saja, terutama kau adik ku yang paling nakal,” kata Bai An langsung menepuk-nepuk pundak Duan Du.


Duan Du langsung tersenyum malu.


“Hehe,, apapun yang kami sembunyikan pasti akan ketahuan di mata kakak,” kata Duan Du agak canggung.


Ia malu karena tidak memberitahukan ini kepada Bai An. Alasannya karena ingin memberikan kejutan.


Bai An yang melihat sikap Duan Du hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil melirik ke arah pertarungan Du Khun yang sebentar lagi selesai.


Duan Du yang melihat itu langsung ikut mengalihkan kepalanya, setelah mengamati sebentar, Duan Du langsung berkata.


“Kira-kira siapa yang akan membunuh orang itu di pertarungan ini?”


Bai An langsung menjawab.


“Tu Long, karena ia mempunyai insting yang semakin peka sekarang.”


Duan Du mengangguk lalu melihat ke arah Ling Che dan Ling Zhu saat ini sedang menggunakan teknik terkuat mereka.


Walau tubuh mereka berdua di penuhi luka, tapi Du Khun juga tak jauh berbeda, ia kini juga terluka cukup parah.


Sementara Tu Long yang paling parah.


Tubuhnya kini bertelanjang dada, dapat terlihat jika banyak sekali luka sayatan di semua bagian tubuhnya.


Untuk Lang Zai dan Pixiu, mereka berdua hanya memiliki luka bagian lengan dan punggung, terlihat dari jubah yang mereka kenakan ada bekas tebasan pedang dan lengan yang terus mengalir darah akibat tebasan juga.


“Penghancur Semesta,” teriak Ling Che dan Ling Zhu bersamaan.


Du Khun yang melihat itu langsung mundur beberapa langkah saat melihat pedang energi dan tombak energi mengarah kepadanya.


Ia tidak terlalu takut akan serangan Ling bersaudara, yang ia waspadai adalah Lang Zai dan Pixiu yang selalu menmanfaatkan kelengahannya.


Dan terahir Tu Long.


Du Khun kini paling benci Tu Long, Du Khun merasa Tu Long ini adalah orang gila yang tak takut mati, walau Du Khun sudah menyerangnya habis-habisan, Tu Long tak pernah gentar dan terus menyerang Du Khun.


Hal itu juga membuat konsentrasi Du Khun terganggu.


“Jailangkung tingkat 3.”


“Datang tak di antar, pulang tak di jemput,” teriak Du Khun kini menggunakan kekuatan penuhnya.


Seketika muncul puluhan hantu sesat melesat ke arah serangan serangan gabungan Ling bersaudara.


Graa..!!

__ADS_1


Teriakan hantu sesat langsung menggema membuka mulut mereka ingin memakan pedang dan tombak energi.


Bom..!!


Walau serangan Ling bersaudara di makan, mereka telah mengantisifasi hal ini sehingga menaruh inti iblis yang sempat di berikan oleh Lang Zai.


Tubuh para Hantu Sesat langsung meledak.


Du Khun yang melihat itu langsung tertegun saat melihat teknik terkuatnya di kalahkan dengan mudah.


Lang Zai dan Pixiu langsung muncul di samping dan belakang Du Khun yang masih belum sadar.


Dengan cepat Lang Zai dan Pixiu menggunakan teknik mereka sambil mengerahkan seluruh energi jiwa mereka.


“Tebasan Serigala Langit.”


“Tebasan Singa Langit.”


Bluss..!!


Tekanan dari teknik Lang Zai dan Pixiu langsung mengakibatkan tekanan yang cukup besar.


Hal itu membuat Du Khun seketika sadar dengan tubuh berkeringat dingin.


“Aku harus melarikan diri dari sini,” gumam Du Khun mulai panik.


Namun saat ia ingin bergerak, ia melihat ke bawah jika kakinya sudah tidak ada.


Tatapan kemarahan Du Khun langsung mengarah ke Tu Long yang kini sedang terengah-engah, ia berdiri di bantu oleh pedangnya sebagai penyangga.


Bom..!!


Tubuh Du Khun langsung melayang dan bertepatan mengarah ke tempat Tu Long berdiri.


Dengan seringai lebar Tu Long mengangkat pedangnya.


“Haha,, Neraka sudah menunggumu akibat kesesatan yang kau lakukan selama ini,” teriak Tu Long.


Tubuhnya yang tadi lemas dan energi yang terkuras habis kini terlihat seperti pulih.


“Tebasan Kematian,” kekeh Tu Long.


Wuss..!!


Tebasan tak kasat mata beserta tidak ada sedikitpun aura dari tebasan Tu Long.


Crash..!!


Tanpa bisa merasakan atau melawan, Du Khun kini mati dengan tubuh terbelah dua.


Bai An dan Duan Du yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sama halnya dengan Lang Zai, Pixiu, Ling Che dan Ling Zhu.


“Jika seperti ini dia malah segar kembali, sungguh gila pertarungan,” gumam Ling bersaudara sambil merasakan tubuh mereka entah mengapa tiba-tiba merinding.


“Haha,, bagaimana serangan terahirku Tuan muda?” Tanya Tu Long langsung berdiri di depan Bai An.


Tapi tak lama Tu Long langsung terjatuh dengan senyum mengembang.


Bai An dengan sigap menangkap tubuh Tu Long.


“Terlalu bersemangat hingga tidak sadar jika sudah kehabisan energi,” kata Bai An tersenyum hangat.


Tak lama Lang Zai, Pixiu, Ling Che dan Ling Zhu datang.


“Jangan bangga dulu, musuh kita yang kuat-kuat belum muncul, apalagi musuh yang sebenarnya ada di alam dewa,” kata Bai An santai.


Lang Zai dan yang lainnya langsung mengangguk patuh.


Tap tap..!!


“Hoam..!! Bagaimana? Apakah pertarungan kalian sudah selesai?” Tanya Bai En muncul sambil mengoam di depan Bai An dan yang lainnya.


Bai An sangat ingin menjitak kepala kakaknya saat bertanya seperti itu, lebih-lebih kakaknya baru bangun.


“Kau bisa melihat jika Long Yuan saat ini masih bertarung dengan Zin Ho, sementara Bo Long dan Ling Lung masih bertarung melawan pengikut Kaisar Dewa Jahat,” jawab Bai An santai.


Bai En seketika melirik ke arah pertarungan Long Yuan maupun Bo Long dan Ling Lung.


Setelah itu ia mengangguk.


“Baiklah, aku rasa pertarungan mereka sebentar lagi akan berahir, kalau begitu kakak kembali dulu untuk mencoba teknik baru,” kata Bai En langsung melesat tanpa menunggu jawaban Bai An.


Pletak..!!


Tubuh Bai En langsung kembali ke tempat Bai An dan yang lainnya.


“Teknik baru,, teknik baru,” kata Tu Kul dengan suara dingin, lalu menambahkan. “Teknik baru mu itu cuman tidur, tidur, dan tidur. Lebih baik kau diam di sini dan perhatikan pertarungan saudara adikmu, mungkin saja kau dapat pencerahan.”


Suara Tu Kul sangat dingin muncul di area tempat Bai An saja.


Bai En yang mendengar itu langsung cemberut.


“Hei,, kakek tua, kali ini aku benar-benar akan mempelajari teknik baru, ya walau aku mempelajarinya dengan tidur terlebih dahulu agar kepalaku dapat bisa menangkap dan mempelajarinya dengan mudah,” kekeh Bai En sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Saat Tu Kul ingin memarahi Bai En, dengan cepat Bai An berkata.


“Apa yang di katakan paman Tu benar, lebih kau kakak di sini lebih dulu, jika tidak,” kata Bai An menatap Bai En sambil tersenyum kecil.


Namun Bai En yang merasakan senyum itu sungguh mengerikan, senyum itu sungguh mirip dengan senyum ibunya dulu saat ibunya tersenyum seperti itu, maka ia akan merasakan apa namanya neraka.


Dengan cepat Bai En mengangguk.

__ADS_1


Para saudara Bai An langsung tertawa melihat kelakuan Bai En yang terlihat seperti anak kecil.


Lalu mereka semua mengalihkan pandangan ke arah pertarungan Ti Mhun melawan Bo Long dan Ling Lung.


__ADS_2