Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menuju Daratan Timur


__ADS_3

“Pilih 4 kartu yang menurutmu nomer-nomer yang tertera di kantong ini,” kata Bai An santai.


Dengan cepat To Gel menarik 4 kartu, tidak sampai beberapa detik setelah To Gel memilih kartu. Bai An langsung mengambil 4 kartu yang di pilih To Gel.


Dengan santai Bai An melirik ke arah Duan Dua dan To Gel, lalu membalik kartu yang di pilih.


Satu persatu Bai An balik, setiap satu kartu yang Bai An balik membuat Duan Du membulatkan matanya.


Angka-angka yang tertera di kantong semua sama dengan angka di kartu yang di pilih To Gel.


“Apakah ia memiliki mata tembus pandang? Tapi kenapa aku tak melihat jika ia memiliki kelebihan di mata?” Tanya Duan Du langsung melirik ke arah Bai An.


Bai An mengangguk.


”Kau benar, ia tidak memiliki kelebihan di mata, melainkan di hati dan tangannya, ia memiliki keyakinan yang kuat saat memilih dan tangannya secara reflek akan bergerak sendiri memilih kata hatinya,” jawab Bai An dengan santai, lalu Bai An melirik ke arah To Gel. “Benar bukan apa yang aku katakan tadi?”


To Gel langsung membenarkan apa yang di ucapkan oleh Bai An.


“Benar Tuan muda,” jawab To Gel dengan hormat.


Tap tap..!!


Saat asik bicara, kelompok pembantai datang sambil membawa wanita tua.


Di nomer punggung anggota kelompok pembantai tersebut bertulis No 1.


“Salam Tuan muda, saya sudah membawa orang yang anda maksud,” kata No 1 sambil membungkuk, setelah itu ia langsung menghilang.


Sementara To Gel yang melihat ibunya langsung berlari.


“Ibu,” teriak To Gel langsung memeluk ibunya.


Ibunya entah mengapa ikut menangis, padahal ia tak mengerti mengapa ia di bawa kesini, ia pun tak tahu siapa yang membawanya, hanya saja ia menurut karena kata No 1 bahwa ia akan di sembuhkan dan sekarang anaknya sudah menjadi orang penting yang di segani.


Walau ibu To Gel tidak terlalu percaya, tapi ia tetap ingin mengikuti apa yang di ucapkan oleh No 1, setelah sampai gerbang klan kelompok pembantai, ibu To Gel terpana melihat keindahan dan kebesaran klan ini.


Saat ibu To Gel mendengar teriakan anaknya, ia langsung tersadar saat sudah di peluk To Gel.


Bai An dan Duan Du tersenyum melihat kehangatan ibu dan anak tersebut.


“To Gel, lepaskan ibumu, aku akan menyembuhkannya,” kata Bai An dengan santai


To Gel dengan cepat melepaskan ibunya lalu mengangguk sambil melirik Bai An.


Bai An tanpa menunggu lama langsung menembakkan sedikit energi semestanya.


Tak lama keluar aura hitam dari tubuh ibunya To Gel, tapi tak lama aura tersebut masuk kembali karena telah di makan oleh energi semesta yang Bai An masukkan tadi.

__ADS_1


To Gel yang melihat itu awalnya panik, tapi tak lama ia menjadi lega bercampur senang.


Wajah ibunya kini kembali muda seperti sebelumnya.


“Tuan muda, penyakit apa yang menyebabkan ibuku seperti ini?” Tanya To Gel mengepalkan erat tangannya.


“Rancun Hati, Rancun Hati ini milik Binatang Roh Iblis Kuno Monyet Emas,” jawab Bai An santai.


Mendengar itu, hati To Gel mulai memanas.


“Aku pasti akan membalaskan apa yang kalian lakukan kepada ibuku,” gumam To Gel dalam hati.


Ibu To Gel yang mendengar itu langsung menangis sambil memeluk anaknya.


“Sudah jangan membuat dirimu terluka lagi, mereka itu orang biadab yang sudah bukan manusia lagi,” kata Ibu To Gel semakin terisak-isak.


“Memang apa yang terjadi?” Tanya Duan Du sedikit tersulut emosi.


“Ini ulah klan To, mereka sengaja membuang kami dan menaruh racun kepada ibu setelah ayah meninggal, aku juga yakin kematian ayahku ada kaitannya dengan mereka. Mereka juga kini terlihat lebih tidak terkendali dan aura kegelapan di tubuh mereka semakin pekat.” Jawab To Gel dengan jujur.


Duan Du langsung tersenyum.


“Aku mendengar jika Monyet Emas hanya berada di Daratan Timur, berarti kalian berdua dari sana bukan?” Tanya Duan Du sambil melirik ke arah Bai An.


Tap tap..!!


Di belakang Cen Tian danTu Long juga ada Fang Liu, Lang Zai, Pixiu, Hei Long, Huang Feng, Bai En, Bo Long, Ling bersaudara, Ling Lung dan Ling Mei.


Bai An langsung mengerutkan keningnya.


“Aku sudah memberitahukan kalian semua jika kita akan menjelajahi dunia ini dan menguasainya dalam waktu beberapa tahun hingga acara pertandingan ahli dewa abadi di adakan.” Dengus Bai An.


Seketika semua orang hanya bisa cemberut.


Tak lama Long Yuan datang sambil berkata.


“Aku akan pergi bersama Cen Tian dan Fang Liu,” tanpa menunggu jawaban dari Cen Tian dan Fang Liu, Long Yuan menarik keduanya menghilang dari tempat tersebut.


Mihat kepergian Long Yuan, Cen Tian dan Fang Liu.


Yang lain saling melirik satu sama lain.


Bai En kini mulai memilih orang yang terlihat malas, setelah memastikan, Bai En memilih semua klan Ling.


Bai En dan keempat klan Ling langsung pergi meninggalkan Bai An dan yang lainnya.


Lang Zai kini mulai melirik ke arah saudaranya yang dulu bersamanya di alam fana langsung saling mengangguk.

__ADS_1


Lang Zai, Pixiu, Hei Long, Huang Feng langsung menghilang dari tempatnya.


Kini yang tersisa hanya Bai An, Tu Long, Bo Long dan Duan Du.


Bai An yang melihat itu hanya bisa menuruti keinginan mereka bertiga yang terlihat bersemangat.


“Baiklah, kalian bawa dulu To Gel dan ibunya ke kediaman mereka di sini, aku ingin ketempat Yu Fan dan Fanghu terlebih dahulu,” kata Bai An kemudian menghilang dari tempatnya.


Tap tap..!!


Melihat kemunculan Bai An, Yu Fan, Fanghu, Sin Ting dan Son Teng langsung bangun.


Bai An dengan santai melambaikan tangannya.


“Kalian duduklah, aku datang kesini untuk berpamitan, dan memberitahu kalian jika jangan lupakan pesanku beberapa waktu lalu,” kata Bai An dengan tatapan serius.


Mereka berempat langsung mengangguk serius.


“Tuan muda, kau tenang saja, kami pasti akan melakukan perintahmu itu, karena kami sangat suka namanya pembantaian,” kekeh Sin Ting.


Bai An langsung mengangguk sambil mengeluarkan senyum hangat.


Setelah mengobrol beberapa kata, Bai An kemudian pamit.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Apa sudah selesai?” Tanya Bai An melirik ke arah To Gel.


To Gel mengangguk. “Ibuku sudah memberikan izin,” jawab To Gel dengan jujur.


Bai An langsung mengangguk sambil melirik ke arah Duan Du, Tu Long dan Bo Long.


“Ayo kita berangkat,” kata Bai An kemudian melesat terbang.


Di susul oleh Duan Du, Tu Long, Bo Long dan To Gel.


Satu minggu telah berlalu, saat ini mereka masih di Daratan Barat, perjalanan mereka sangat lambat di karenakan To Gel memiliki tingkat kultivasi yang sangat rendah. Jadi mau tak mau Bai An dan yang lainnya ikut memperlambat kecepatan mereka.


Tap tap..!!


“Ini kota San, kota ini walau kecil tapi tetap ramai, di kota ini banyak sekali beberapa barang langka yang di jual, hasil-hasil dari para perampok,” kata Bo Long menjelaskan.


Bai An dan Duan Du langsung mengangguk sambil melihat sekeliling.


Tak lama, mata Duan Du seketika bersinar saat melihat harta gratisan di depan matanya.

__ADS_1


__ADS_2