Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Sesuatu Menarik yang Di maksud Bai An Telah Muncul.


__ADS_3

“Kakak,” teriak Hu Jat ingin maju membantu Hu Tang, namun ia kini melihat dirinya melayang juga.


Bom..!!


Tubuh Hu Jat langsung terbentur cukup keras di arena, Hu Jat langsung terluka cukup parah.


Saat semangat-semangatnya, Tu Long langsung berhenti karena di hentikan oleh Bai An.


Wuss..!!


Bai An langsung muncul sambil menyeringai kecil.


“Terimakasih atas kerjasama kalian, saatnya kita bersenang-senang karena yang di tunggu-tunggu akhirnya muncul,” kata Bai An melirik ke atas.


Hu Tang dan Hu Jat langsung mengangguk, ia membuka topengnya.


Wajah Ling Che dan Ling Zhu langsung terlihat.


Tu Long langsung mengerutkan keningnya. “Kapan kalian menyamar? Bukankah kalian sedang memulihkan diri?” Tanya Tu Long penasaran.


Ling Che dan Ling Zhu hanya bisa tersenyum kecil, ini adalah rencana Bai An dari awal.


Tu Long kini melirik ke arah Bai An, tapi tak lama ia merasakan bahaya dari atas.


“Hehe,, pertarungan sebenarnya ternyata ini,” kekeh Tu Long kembali bersemangat.


Ling Che dan Ling Zhu ikut bersemangat, mereka adalah adik kakak dan kekuatan mereka yang sebenarnya adalah Dewa Biru ⭐ 3 Puncak dan ⭐ 3 Menengah.


Wuss..!!


“Hoho,, bocah, aku tak tahu jika kau sedang menunggu kedatanganku, tapi saat ini tidak ada gunanya karena kalian sudah di kepung,” kekeh Zin Ho.


Para penonton langsung mengeluarkan kekuatan mereka yang sebenarnya, yang terlemah berada di Dewa Kuning ⭐ 1 Puncak dan terkuat Dewa Raja Rendah ⭐ 3 Puncak.


Sementara Zin Ho dan ada 3 orang di sampingnya memiliki kekuatan cukup tinggi, tapi kekuatan mereka di tekan oleh dunia ini menjadi Dewa Raja Tinggi ⭐ 3 Puncak.


Bai An tentu dapat melihat itu karena kekuatannya sekarang sudah melewati itu dan ia juga sama sekali tidak di tekan kekuatannya.


“Tentu saja aku mengetahuinya, itu cukup gampang, dapat terlihat dari orang-orang kalian yang begitu bodoh ini tadi di penginapan memancarkan aura membunuh mereka saat melihat diriku,” kekeh Bai An sambil mengejek Zin Ho.


Zin Ho sama sekali tidak terpancing, ia dengan dingin melirik ke arah para bawahan Kaisar Dewa ini, ia juga melirik pemimpin yang membawa para prajurit Kaisar Dewa Jahat, Sesat dan Kegelapan.


“Kau tidak perlu khawatir, ia pasti akan kita tangkap,” kata salah satu Komandan pengikut Kaisar Dewa Jahat dengan arogan dan sombong.


“Ohh,, benarkah kau bisa menangkapku,” kekeh Bai An mengejek.


“Tidak usah kau ladeni dia, mulut bocah ini sangat licik.” Kata Zin Ho langsung memberi peringatan kepada pengikut Kaisar Dewa Jahat yang bernama Ti Mhun .

__ADS_1


Ti Mhun hanya bisa mendengus dingin, lalu ia melirik ke arah Du Khun yang menjadi pengikut Kaisar Dewa Sesat.


Du Khun hanya mengangkat bahunya.


Ti Mhun langsung melirik Zin Ho sambil berkata.


“Langsung saja bunuh mereka semua biar kita tidak terlalu menahan diri.”


Mendengar ucapan sombong dari Ti Mhun, Bai An langsung terkekeh kecil, sementara para saudara Bai An mulai marah.


“Hehe,, aku tidak menduga jika ada seorang anjing yang selalu menggonggong tidak jelas begini,” kekeh Bo Long langsung muncul di samping Bai An.


Ti Mhun dan Du Khun yang melihat kemunculan Bo Long, wajah mereka langsung berubah marah, mereka tentu saja mengenal sosok Bo Long.


“Hehe,, untung kau ada di sini, jadi kekuatanmu pasti di tekan juga, ini adalah kesempatan kami membunuhmu,” kata Du Khun tertawa mengejek.


“Bunuh mereka semua,” perintah Bo Cil, ia adalah pengikut kaisar dewa kegelapan, Bo Cil dari tadi diam langsung angkat suara saat ia melihat Bo Long, karena ia juga mempunyai dendam di masa lalu.


Para pengikut Kaisar Dewa langsung menerjang ke arah kelompok Bai An.


Bai An kini menyeringai kecil.


Dengan cepat ia menggerakkan tangannya santai.


Wuss..!!


Dalam satu serangan jari telunjuk Bai An yang menembakkan energinya ke ara musuh.


Musuh yang mati dengan tubuh meledak langsung puluhan.


Tak berhenti sampai di sana saja, Bai An dengan cepat melambaikan tangannya lagi langsung membuat busur panah dari energinya lalu menariknya


Bai An tak lupa mengalirkan elemen apinya yang jarang ia gunakan.


Wuss..!!


Jlep jlep..!!


Tak lama tubuh orang yang terkena anak panah Bai An langsung meledak cukup besar, bahkan mampu membunuh orang-orang yang ikut terkena dampaknya.


Dalam hitungan detik sudah setengah dari para pengikut ketiga Kaisar Dewa mati di tangan Bai An.


Para saudara Bai An kini terdiam dengan mulut terbuka lebar, ia kini masih berdiri di tempatnya, tak lama mereka tersadar lalu melirik ke arah Bai An dengan wajah jelek.


Bai An terkekeh.


“Siapa cepat dia yang dapat,” kata Bai An kembali melesat.

__ADS_1


Sementara Du Khun, Zin Ho, Bocil, Ti Mhun yang ikut tertegun akhirnya sadar, dengan cepat Du Khun dan Ti Mhun melesat ke arah Bai An.


Tapi sebelum mereka mendekat ke tempat Bai An berada, Bo Long muncul di depan Ti Mhun sambil mengayunkan pedangnya santai.


Dengan cepat Ti Mhun menangkis serangan mendadak dari Bo Long.


Bam..!!


Ti Mhun langsung mundur 3 langkah, ia kini menatap Bo Long dengan tatapan *****.


“Aku akan membunuh,” teriak Ti Mhun langsung mengeluarkan pedangnya lalu melesat ke arah Bo Long.


Sementara Du Khun tetap melesat ke arah Bai An, namun ia di hadang oleh Tu Long, Duan Du, Ling Che dan Ling Zhu.


“Heh,, hanya 4 tikus kecil ingin menghalangi jalan ku,” dengus Du Khun merasa di remehkan.


Dengan cepat Du Khun muncul di samping Ling Che orang yang paling kuat menurutnya karena tingkatan Ling Che adalah yang tertinggi.


Ling Che hanya diam saja, saat melihat pedang kini sedang mengarah ke lehernya.


Saat beberapa senti pedang Du Khun akan mengenai leher Ling Che.


Ling Che langsung mengubah arah serangannya ke arah cakar energi yang mengarah ke perutnya.


Bom..!!


“Kau tahu kelemahanku,” kata Du Khun cukup terkejut saat melihat serangan Tu Long tepat mengarah ke kelemahannya yaitu perut sebelah kiri agak bawah.


“Hehe,, tapi itu tak apa, untung kalian semua lemah,” kekeh Du Khun menghilang, ia muncul di depan Tu Long.


Tapi lagi-lagi Du Khun merasa bahaya, ia langsung menyerang sebuah tombak energi.


Hal itu terus terjadi, Tu Long, Ling Che dan Ling Zhu menyerang mereka bergantian hingga Du Khun tersadar jika saat ini ia sedang di permainkan.


Du Khun sempat mengikuti irama pertarungan yang di mainkan oleh Tu Long dan yang lainnya.


“Kurang ajar, bisa-bisanya aku di permainkan oleh tikus paling kecil dan rendahan,” teriak Du Khun melirik ke arah Duan Du.


“Hehe,, ternyata mayat busuk calon penghuni neraka sepertimu cukup pintar juga, karena dengan cepat mengetahui strategi calon Dewa ini, seharusnya kau harus senang, bukannya marah seperti ini, nanti kematianmu akan aku percepat loh. Aku juga seorang pencabut nyawa,” kekeh Duan Du mengejek Du Khun.


“Mulutmu sama juga dengan anak itu,” kata Du Khun sambil mengeluarkan pedangnya.


Kini Du Khun menggunakan dua pedang, terlihat Du Khun menyambung pedangnya menggunakan sebuah rantai.


Du Khun lalu melirik ke arah Tu Long, Ling Che, Ling Zhu dan terahir Duan Du.


Dan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2