
“Hehe,, aku sudah mempunyai adik angkatmu sebagai pasanganku,” kekeh Tu Long.
Bai An langsung menggeleng bersamaan dengan Duan Du.
“Iya,, semoga sukses,” kata Bai An sedikit mengejek.
Tu Long langsung mengangguk dengan percaya diri, setelah itu ia kini menatap Bai An dengan tatapan seolah apa langkah selanjutnya yang mereka ambil.
Bai An langsung melirik ke arah Thu Yul dan Bal Yul sambil berkata. “Duan'er dan kau Tu Long, akan mengikuti mereka, sementara Bo Long akan menjaga mereka yang di sini.” Bai An menjeda kata-katanya sambil melirik ke arah mereka bertiga. “Sementara aku akan menemui saudara lamaku,” kata Bai An.
Mendengar itu, Duan Du, Tu Long langsung bingung tentang siapa yang di maksud saudara lamanya.
Saat Tu Long ingin bertanya, Bai An sudah menghilang dari tempatnya berdiri.
Kini Duan Du dan Tu Long saling melirik sambil menebak siapa yang di maksud, hingga Tu Long membuka suara terlebih dahulu.
“Apa yang di maksud saudara Xiong Zai? Tapi bukankah ia telah mati?” Kata Tu Long menebak-nebak, walau Tu Long dan Duan Du tak pernah melihat wajah Xiong Zai secara langsung, namun mereka pernah di perlihatkan potonya melalui beberapa ingatan Bai An dulu.
Untuk Bo Long yang tak mengetahui apa-apa, ia hanya diam saja sambil mendengar pembicaraan mereka.
***
Wuss..!!
Bai An langsung muncul tidak jauh dari Long Yuan, Cen Tian dan Fang Liu.
Tap tap..!!
Dengan santai Bai An melangkahkan kakinya berjalan ke arah mereka. Tanpa menunggu di persilahkan, Bai An langsung duduk sambil menatap ke arah Tu Long.
“Apa kau yakin dengan yang kau lihat?” Tanya Bai An dengan serius ke arah Long Yuan.
Long Yuan hanya diam sambil terkejut dalam hatinya. “Tuan muda semakin bertambah kuat, dulu aku mampu melihat tingkat kultivasinya walau ia menyembunyikannya, tapi sekarang aku bahkan tidak bisa menebak tingkat kultivasi Tuan muda saat ini,” gumam Long Yuan.
Setelah bergumam. Long Yuan langsung tersadar lalu mengangguk.
“Benar, walau ia terlahir kembali dan kini masih berusia muda, tapi aku cukup mengenal para saudaraku, karena kami dulu di alam fana, tepatnya Hutan Kegelapan selalu bersama dari kecil hingga dewasa dan di pertemukan oleh Tuan muda.” Jawab Long Yuan diam sesaat, karena sedang meneguk arak yang kini ada di tangannya.
__ADS_1
“Aku menemukan ia ada di kandang Binatang dan akan di lelang malam ini, auranya sama dengan Saudara Xiong, dan jika Tuan muda melihat dan merasakan auranya, maka Tuan muda pasti akan berkata bahwa itu adalah Saudara Xiong Zai,” kata Long Yuan sedikit menghela nafas.
“Hmm..!! Apa kau tahu dimana lelang itu di adakan dan siapa pelaku dari balik penangkapan Saudara Xiong Zai?” Tanya Bai An dengan nada serius.
Long Yuan menggeleng. “Aku sama sekali belum bergerak setelah tak sengaja menemukannya di jalan tadi. Karena merasa ini penting, jadi aku mengirim pesan telepati kepada Tuan muda.”
Bai An langsung mengangguk lalu melirik ke arah Cen Tian dan Fang Liu yang selalu menggenggam erat tangannya.
“Apa kalian berdua marah dengan kejadian Saudara Xiong Zai di kurung lalu di jual?” Tanya Bai An dengan santai.
“Tentu saja kami marah, keluarga kita di perlakukan seperti itu, siapa yang tidak marah,” kata Cen Tian sedikit emosi mendengar pertanyaan Bai An.
Bai An langsung tersenyum sambil berkata. “Jika orang itu tidak menangkap saudara Xiong Zai, mungkin kalian bertiga tidak akan menemukan saudara kita secepat ini, kalian harus berpikir sedikit luas.”
Cen Tian dan Fang Liu langsung cemberut sambil menunduk malu.
“Tapi, kita lihat dulu siapa yang menangkap saudara Xiong Zai. Jika ia orang baik, maka kita akan berterimakasih dengan beberapa harta atau kita akan menjamin keluarganya aman, namun jika ia musuh, maka kita akan berterimakasih dengan cara melenyapkannya agar di berikan kehidupan kedua dan bisa hidup lebih baik jika bereinkarnasi.” Kekeh Bai An sedikit tersenyum licik.
Long Yuan yang dari tadi diam hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelicikan Bai An.
Sementara Cen Tian dan Fang Liu mengangguk sambil mengeluarkan seringai lebar. Karena tahu makna dari kata-kata Bai An.
“Apa tempat ini menjadi markas kalian?” Tanya Bai An.
“Hehe,, benar, kami juga membuat cabang kelompok pembantai di Daratan Tengah ini, sama halnya dengan saudara Lang Zai dan yang lainnya, mereka ada di Daratan Tengah juga, namun sangat jauh dari tempat kami ini.” Jawab Long Yuan sedikit tersenyum.
Bai An mengangguk sambil menatap ke arah para pengikut Long Yuan yang tergolong cukup kuat.
“Apa kau sudah memerintahkan mereka untuk mengecek keadaan saudara Xiong Zai?”
Long Yuan mengangguk mendapat pertanyaan dari Bai An. “Saat ini mereka masih disana memata-matai siapa dalang yang menangkap saudara Xiong Zai, dimana mereka menangkapnya.”
Bai An mengangguk sambil tersenyum santai.
Waktu berlalu begitu cepat, malam harinya terlihat 4 orang menggunakan jubah bertudung untuk menutupi identitas mereka, walau mereka bisa merubah raut wajah mereka masing-masing, mereka tidak melakukannya karena mereka sudah terbiasa dari awal menggunakan jubah bertudung.
Terlebih lagi mereka lebih terlihat cukup misterius jika begini.
__ADS_1
Tap tap..!!
Saat mereka ingin memasuki pintu rumah lelang, salah satu pengikut Long Yuan yang menyamar jadi penjaga pintu lelang langsung berjalan.
“Lewat sini Pemimpin,” kata pengikut Long Yuan dengan suara kecil agar orang-orang tidak curiga.
Long Yuan mengangguk lalu mengikuti pengikutnya melalui jalan VVIP.
Tap tap..!!
Setelah masuk, kelompok Bai An di sambut lagi oleh pengikut Long Yuan yang menjadi pengarah jalan.
Dengan santai Bai An dan para saudaranya mengikutinya hingga berhenti di pintu VVIP bertulis no 10.
Saat pengikut Long Yuan ingin mengatakan sesuatu karena merasa tidak enak.
Bai An melambaikan tangannya.
“Tidak perlu yang terlalu mewah, ini saja sudah sangat mewah menurutku,” kata Bai An santai sambil melempar satu tong arak.
Dengan sigap pengikut Long Yuan menangkapnya lalu berterimakasih.
Bai An hanya mengangguk kecil di balik tudungnya lalu melangkah masuk.
Cklek..!!
Saat masuk, pandangan Bai An langsung mengarah ke hewan kecil, atau lebih tepatnya seekor lebah.
“Hmm..!! Ingin memata-matai setiap ruangan, sungguh pintar,” gumam Bai An melambaikan tangannya membuat sedikit ilusi.
Bai An kini bisa membuat ilusi setelah belajar dari Bo Long saat dalam perjalanan menuju Daratan Timur beberapa hari lalu.
Tap tap..!!
“An'er,, apakah mereka tidak curiga jika kau membunuh lebah itu?” Tanya Cen Tian sedikit khawatir, takut rencana mereka rusak.
“Tenang saja, itu ilusi buatan anak angkatku yang di pelajari oleh Tuan muda, ilusi ini sudah cukup untuk menipu mereka.” Kata Long Yuan mencoba menenangkan Cen Tian.
__ADS_1
Bai An langsung terkekeh kecil, mata Long Yuan ini sangat tajam dalam melihat sesuatu. Hal itulah yang membuat ia tahu jika ada pengkhianat dulu di dalam kelompoknya.
Setelah itu, Bai An, Long Yuan, Cen Tian dan Fang Liu langsung duduk setelah mendengar suara teriakan.