
Co Pet yang melihat itu langsung menghela nafas lega, ia tahu itu segel budak karena ia di juga di pasangkan segel budak di punggungnya.
“Kau tahu artinya jika aku memasang segel budak di kepalanya, jika ia berpikir sedikit saja yang tidak-tidak maka kepalanya akan merasakan rasa sakit 100 kali lipat dari segel yang di pasangkan di tubuhmu itu,” kata Bai An dengan serius.
Co Pet langsung mengangguk sambil mengeluarkan senyum bahagia.
“Terimakasih Tuan Muda Besar, ini mungkin yang terbaik agar ia bisa berubah,” kata Co Pet.
Bai An langsung mengangguk sambl melirik ke arah Duan Du yang kini tersenyum kecut.
“Ayo kita berangkat sebelum hari mulai malam,” kata Bai An langsung melesat, lalu di susul oleh Duan Du.
Mereka berdua sengaja meninggalkan Co bersaudara karena sudah tidak mempunyai urusan lagi.
Tap tap..!!
Setelah sampai di lokasi Tu Long, To Gel dan Bo Long yang sibuk minum, Bai An langsung mengajak mereka melanjutkan perjalanan setelah urusan di rumah judi selesai.
Beberpa jam kemudian.
Wuss wuss wuss..!!
Saat ini Bai An, Duan Du, Tu Long, Bo Long dan To Gel melesat dengan santai.
“Hari sudah mau gelap, kita istirahat dulu sambil mengisi perut,” ajak Bai An yang langsung di angguki oleh semua orang.
Tap tap..!!
Tak berapa lama, Bai An dan kelompoknya langsung berhenti hamparan yang cukup luas.
Setelah itu Duan Du, To Gel dan Tu Long langsung mencari beberapa ayam hutan.
1 jam berlalu..!!
“Hmm..!! Kakak aku ingin bertanya, apakah kakak pernah bertemu dengan Paman Shen Bai?” Tanya Duan Du penasaran.
Mendengar pertanyaan itu, bukannya menjawab, Bai An malah mengerutkan alisnya sambil bertanya. “Memang ada apa dengan paman Shen?”
Duan Du langsung cemberut, mendengar Bai An balik bertanya.
“Dulu di klan Bai, paman Shen hanya sebentar disana, ia lalu pergi dengan alasan mencarimu,” kata Duan Du.
Bai An langsung merenung beberapa saat, setelah itu ia tersenyum kejam.
“Aku tak menyangka ternyata pengkhianat yang sebenarnya adalah dia,” gumam Bai An.
__ADS_1
“Bukan pengkhianat, lebih tepatnya mata-mata. Pantas saja klan Bai dengan mudahnya di kalahkan,” gumam Bai An kembali.
Duan Du yang mendengar gumaman Bai An langsung mengerutkan keningnya.
“Walau aku bertemu dengannya sesaat dulu, tapi aku tidak merasa ada sedikitpun jejak niat tersembunyi darinya?” Kata Duan Du, lalu menambahkan. “Terus mengapa kakak bilang ia mata-mata musuh?”
Bai An tidak langsung menjawab, melainkan mengabari Long Yuan terlebih dahulu.
“Long Yuan, mungkin yang kau beritahukan kepadaku dulu ada benarnya, dalang dari tertangkapnya keluargaku adalah Shen Bai, coba kau periksa lebih teliti segel budak yang di pasang Shen Bai ke tubuhmu, jangan sampai ia curiga.” Kata Bai An melalui telepati.
Long Yuan yang mendengar itu langsung berhenti.
“Ada apa?” Tanya Cen Tian dan Fang Liu bersamaan.
Long Yuan langsung memeriksa tubuh Fang Liu dengan teliti.
Tak menunggu lama, Long Yuan langsung menghela nafas panjang.
Long Yuan juga memeriksa tubuh Cen Tian, hal yang sama terjadi pada perubahan wajah Long Yuan.
Melihat perubahan wajah Long Yuan. Cen Tian dan Fang Liu semakin bertanya-tanya.
Tapi Long Yuan sama sekali tidak melihat mereka berdua, karena saat ini ia fokus pada dirinya sendiri.
Long Yuan saat ini sedang mengecek tubuhnya sendiri.
Bai An yang mendapatkan pesan itu langsung menyeringai kecil.
“Ingin bermain-main bersamaku, akan ku ikuti permainan yang kau mainkan dengan permainan yang ku mainkan juga,” gumam Bai An dengan nada dingin.
Duan Du yang mendengar gumaman kakaknya langsung merinding, sama halnya dengan Tu Long dan Bo Long.
Selesai bergumam, Bai An langsung mengecek seluruh tubuhnya, Bai An sudah menduga jika keluarganya saja yang di pasangkan bom waktu.
Bai An dapat menebak ini jika hampir sebagian keluarga Bai An di pasangkan bom waktu untuk menekan atau mengendalikan dirinya suatu saat nanti.
“Kakak,, woe kakak, ada apa? Kenapa kau melamun?” Tanya Duan Du dengan heran.
Bai An langsung tersadar sambil mengeluarkan senyum lembut.
“Tidak ada. Hanya saja, ada yang ingin melawan kita bermain judi, tapi ini ada sedikit adu kecerdasan,” kata Bai An.
Mendengar itu, walau tidak paham ke arah mana yang di maksud Bai An tapi Duan Du yang cukup pintar langsung mengangguk karena ini melibatkan nyawa menurutnya.
Cukup lama mereka berbincang-bincang.
__ADS_1
Tu Long dan Bo Long yang asik dengan dunianya sendiri kini mulai terlelap karena kebanyakan minum.
Bai An, Duan Du dan To Gel hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja.
“To Gel,, kau lebih baik istirahat saja, biarkan aku dan Duan'er yang akan berjaga di sini,” kata Bai An santai.
Saat To Gel ingin mengatakan sesuatu. Duan Du langsung berkata.
“Benar, lebih baik kau tidur dan jangan membantah, ini demi kesehatanmu.”
To Gel langsung mengangguk patuh lalu berjalan mencari tempat yang nyaman untuk ia menyandarkan tubuhnya.
Bai An dan Duan Du kini mengangguk bersamaan setelah melihat To Gel tidur.
“Ayo buka semua yang kita dapatkan tadi, aku merasa ada sesuatu yang menarik di salah satu cincin penyimpanan orang-orang yang di rumah judi,” kata Bai An.
Dengan cepat Duan Du mengeluarkan hasil yang mereka dapatkan tadi.
Jika To Gel tahu ia di paksa tidur karena Bai An dan Duan Du takut dirinya ikut mengambil bagiannya. Maka To Gel pasti akan menjambak-jambak rambut mereka berdua.
Bagaimana tidak? Bai An dan Duan Du sudah kaya, tapi mereka masih saja pelit.
Saat ini Bai An dan Duan Du sibuk memilih-milih hasil judi yang di dapatkan tadi.
“Hmm..!! Pirasatku mengatakan di cincin iniah tempatnya,” gumam Bai An.
Tanpa menunggu lama, Bai An langsung memasukkan sedikit energinya.
Wuss..!!
Keluar semua harta yang terbilang tidak berguna semua.
Tapi mata Bai An langsung tertuju ke arah sebuah peta.
Bai An langsung mengambil peta tersebut.
“Hmm..!! Tekanan dari peta yang terbuat dari kulit Rusa Emas Legendaris memang tidak bisa di anggap remeh,” gumam Bai An melihat kulit Rusa Emas Legendaris.
Setelah puas melihat, Bai An langsung pokus pada tanda titik-titik biru, merah dan putih.
“Duan Du yang penasaran apa yang Bai An lihat langsung ikut maju.”
“Woah..!! Kakak kau menemukan peta harta karun,” teriak Duan Du tanpa sadar membangunkan Tu Long dan Bo Long.
“Dimana harta karunnya,” teriak Tu Long dan Bo Long langsung tersadar dan kembali bugar.
__ADS_1
Pletak..!!