
Saat ini Bai An sedang tertegun melihat lautan lahar panas di depan matanya.
“I,, Ini apakah ini serius, aku harus berendam disini?” seru Bai An merinding saat membayangkan dirinya akan hangus menjadi abu.
Saat di perjalanan menuju kesini, Bai An mengetahui banyak sekali informasi dari Mu Xia'er, tempat indah yang ia bayangkan tadi itu hanya sebuah ilusi.
Jika ingin tempat yang ia bayangkan sungguh ada berada di dunia jiwanya, maka ia harus memindahkannya.
Ia juga baru tahu, jika lautan lahar di depannya ini Mu Xia'er ambil di suatu tempat dan di pindahkan ke Dunia Jiwanya tanpa sepengetahuan Bai An.
“Jangan banyak mengeluh, tapi sebelum berlatih, aku akan memindahkan tubuh asli mu dulu kesini dan membuat tubuh boneka di luar sana, agar bawahan mu tidak curiga.”
Mu Xia'er bergaya dengan tangan di pinggang saat ia mengatakan hal itu, senyum terukir di bibirnya.
Mu Xia'er langsung menghilang bersama Bai An, tak lama kemudian Mu Xia'er kembali bersama Bai An yang kini mengeluh.
“Ukkhh, kenapa tekanan disini jauh lebih berat dari pada sebelumnya?"
“Itu karna yang tadi hanya jiwa mu saja, jiwa mu tidak dapat merasakan tekanan apapun, dan sekarang tubuh asli mu disini dapat merasakan energi disini lebih padat sehingga kau dapat merasakan tekanan tersebut.”
Bai An langsung mengangguk mendengar penjelasan dari Mu Xia'er, ia juga agak bingung, mengapa informasi seperti ini tidak di berikan kepadanya. Namun Bai An tidak bertanya lebih lanjut.
“Hmm, apapun aku bisa mengubah waktu sesuka ku?” Bai An langsung bertanya, karena ia tidak ingin berlama-lama.
Mu Xia'er langsung mengangguk, “Hmm, lebih baik kau ubah waktu disini 1000 tahun dan di dunia nyata 1 hari, itu memudahkan mu juga.”
“Baiklah,” ucap Bai An langsung mengubah aturan waktu 1000 tahun di dunia jiwa nya. Karena ia sadar bakalan di siksa oleh Mu Xia'er, walaupun Bai An telah bertekad dan merasa siap, tapi saat ia melihat senyum Mu Xia'er, tubuhnya selalu merinding.
Mu Xia'er duduk santai kini melihat Bai An perlahan membuka bajunya dan berjalan dengan kaki bergetar ke arah lautan lahar tersebut.
Dengan jahil Mu Xia'er melambaikan tangannya dan muncul sebuah energi yang sangat tipis berhembus ke arah Bai An.
Bai An yang tidak mengetahui apa-apa secara tiba-tiba ada sebuah angin yang mendorong nya hingga terpental ke arah lautan lahar tersebut.
Tapi, apa yang ia rasakan tidak seperti yang ia bayangkan, lautan lahar tersebut tidak terasa panas, melainkan membuatnya terasa nyaman seperti mandi di air hangat.
“Terus jalan ke tengah, jangan melamun terus,” Mu Xia'er berdecak kesal sambil tangannya memegang pinggangnya.
Bai An hanya cengengesan, lalu berjalan perlahan menuju tengah-tengah, perlahan tapi pasti. Bai An merasakan panas yang membakar tubuhnya, saat ia mencoba untuk kembali atau terbang sebuah energi tak kasat mata menghalanginya.
__ADS_1
Bai An tahu ini pasti ulah Mu Xia'er, jadi ia kini sangat kesal kepada Mu Xia'er yang selalu tertawa bahagia melihat ia menderita.
“Cepat jalan, jangan banyak mengeluh. Aku sungguh menyesal memilih mu sebagai Tuan jika hanya lahar panas ini saja sudah membuat mu banyak mengeluh. Apa lagi jika metode palatihan yang sesungguhnya akan kau jalani setelah ini.”
Mu Xia'er berkata dengan nada serius sambil melayang di atas kepala Bai An.
Bai An langsung tertegun saat mendengar itu, matanya langsung menunjukkan tekad, jika ia tidak salah memilih Tuan.
“Aku akan membuktikan jika kau benar memilih Tuan, walaupun aku tidak tahu mengapa kau memilih ku saat itu.”
Setelah mengatakan itu, Bai An langsung berjalan dan berusaha tidak meringis saat tubuhnya kini secara perlahan berkelupas.
Mu Xia'er tersenyum melihat tekad Bai An, “Tapi tekad saja tidak akan cukup,” ucap Mu Xia'er dalam hati.
5 Tahun kemudian.
Blusss,,
Bai An duduk dengan santai di atas lahar, ia terlihat biasa dan tidak merasakan apa-apa. Kulitnya kini putih bersih dan mulus seperti sebuah giok.
Aura yang terpancar di tubuh Bai An terlihat seperti seorang Raja, kekuatan Bai An kini telah meningkat pesat, ia telah berada di tingkat True God Awal.
“Apakah tidak apa-apa menjalankan petir kesengsaraan di dunia jiwa?” tanya Bai An sambil melirik Mu Xia'er yang kini terlihat jauh lebih dewasa, ia terlihat seumuran dengan Bai An.
Saat melihat Mu Xia'er, Bai An langsung tertegun dan darah langsung keluar dari hidungnya.
Bluss,,
Wajah Bai An langsung merah padam, saat melihat Mu Xia'er.
“Pletak,,”
“Jangan berpikir mesum bocah nakal.”
Muka Mu Xia'er langsung memerah saat memukul kepala Bai An, ia dapat mendengar pikiran mesum Bai An di pikirannya karena mereka terhubung.
Wajah Bai An semakin memerah saat ia sadar jika pikirannya terhubung, ia memikirkan seandai ia milik ku seutuhnya, dan melihatnya telanjang bulat, di sanalah muka Bai An langsung memerah dan langsung di pukul Mu Xia'er.
“Aku akan membawa mu ke suatu tempat untuk menjalani petir kesengsarann mu. Ayo bangung,” ucap Mu Xia'er karena tidak akan lama bagi Bai An untuk menjalani petir kesesengsaraan nya.
__ADS_1
Bai An langsung bangun, namun.
“Pletak,”
“Pakai pakian mu bocah mesum,”
Mu Xia'er tidak sengaja melihat Bai An telanjang bulat dan melihat Joninya berdiri, muka Mu Xia'er kini semerah tomat, asap langsung mengembul keluar dari kepala Mu Xia'er saat ia mengingat hal tersebut.
Sedangkan Bai An langsung terkekeh kecil, melihat kelakuan Mu Xia'er yang seperti itu, dan berkata, “Tidak apa-apa, suatu saat nanti ini akan menjadi milik mu seutuhnya dan dapat menikmatinya.”
Mata Mu Xai'er langsung melotot ke arah Bai An, kini Bai An telah memakai pakaian. Jadi Mu Xia'er berdecak pinggang.
“Ka,, Ka,, Kau bocah mesum.”
Mu Xia'er menunjuk-nunjuk Bai An dengan tangan kanan dan tangan kiri masih di pinggang dengan asap terus keluar dari kepala Mu Xia'er.
Mu Xia'er ingin menghajar Bai An, namun ia sudah terlanjur malu karena tertangkap basah melihat joninya Bai An.
“Hehe, nanti saja marahnya Nona Cantik, lebih baik bawa aku ke tempat yang kau maksut.” ucap Bai An mengedipkan sebelah matanya merayu Mu Xia'er.
Blusshh,,
Muka Mu Xia'er semakin memerah, ia langsung menutup mukanya dengan kedua tangannya. “Kenapa aku begini, aku sadar jika di rayu oleh bocah mesum ini, tapi kenapa aku senang bercampur malu.” gumam Mu Xia'er dalam hati.
“Hei,, Hei,, sadar.”
Bai An langsung menggoyang-goyang bahu Mu Xia'er agar tersadar.
Boomm,,
Bai An langsung terpental saat di pukul oleh Mu Xia'er, “Kenapa kau pegang-pegang bocah mesum?” teriak Mu Xia'er marah.
Bai An langsung terbangun dengan darah terus keluar dari mulutnya, “Kau terlalu banyak melamun gadis liar,” teriak Bai An kesal sehingga mengatakan Mu Xia'er yang tidak-tidak.
“Apa kau bilang?” Mu Xia'er ingin menghajar Bai An kembali, namun petir kesengsaraan semakin memanas.
Mu Xia'er langsung berhenti, “Ikut aku.” ucap Mu Xia'er serius.
Bai An langsung mendekat dan Mu Xia'er membuat sebuah lubang hitam, lalu masuk kedalam lubang tersebut di ikuti oleh Bai An dan menghilang.
__ADS_1