
Semua orang seketika terdiam kaku, memikirkan masing-masing semua kejadian tersebut.
Dan benar juga, jika saudara Tu Long mati. Ada kemungkinan Bai An mati atau terluka.
Berarti ada kemungkinan Bai An masih hidup dan saat ini sedang melarikan diri atau di culik.
Semua para bawahan Bai An langsung menebak-nebak apa yang terjadi dengan Bai An.
Hanya De Cang yang langsung sedikit jawaban dari pikirannya.
“Tuan muda saat ini di jemput dengan paksa oleh seorang ahli yang cukup kuat, dapat terlihat dari amarah saudara Tu saat aku datang. Tidak mungkin saudara Tu semarah ini dan juga kebetulan saudara Tu mengenali siapa orang yang menculik Tuan muda,” kata De Cang tiba-tiba.
Seketika Hei Niu langsung menatap tajam ke arah Fu Chen.
“Kau pasti mengetahui ini bukan, tidak ada yang mengejar kami sampai ke sini jika bukan dia,” kata Hei Niu kini bersiap menyerang Fu Chen.
“Apakah kau tidak bisa menggunakan kepala dingin saudara Niu, walaupun ia tahu, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, berpikir untuk berkhianat juga tidak bisa, jika ia berpikir sampai kesana kau tahu ia pasti akan bagaimana? Karena di tubuhnya masih terpasang segel budak dari Tuan muda,” kata Bo Dong.
Saat mendengar kata segel budak. Semua orang langsung cerah.
“Tunggu dulu, kita bisa melihat dimana lokasi Tuan muda melalui segel budak,” kata De Cang bahagia.
Tapi saat mereka akan melakukannya. Sebuah teriakan datang dari kamar yang tidak jauh dari tempat mereka berkumpul.
“Aku sudah bilang tunggu 3 hari, jika Tuan muda belum kembali juga, baru kita akan mencarinya. Cepat kalian kembali lakukan kegiatan kalian.” Teriak Jing Ling dengan suara dingin.
Glek..!!
De Cang dan Hong Chu langsung pergi dari penginapan. Sementara Hei Niu mendengus ke arah Fu Chen, ia langsung bangkit dan pergi dari penginapan juga.
Hanya Bo Dong dan Fu Chen yang tersisa. Mereka berdua kemudian pergi ke arah belakang penginapan.
***
Jauh di luar Kota Netral.
Saat ini Bai An sedang panik, ia melesat dengan kekuatan penuhnya membawa seorang wanitabdi gendongannya.
__ADS_1
Wanita tersebut adalah Yao Jing, saat Bai An berteleportasi ke tengah gurun, ia sudah melihat pedangnya menancap di tubuh Yao Jing.
Tentu saja ia merasa panik dan tidak bisa berpikir tenang sehingga ia berlari menuju sembarang arah untuk mencari di mana letak Kota Netral.
“Hei, sadarlah. Maafkan aku telah melukaimu, aku mohon jangan mati,” kata Bai An dengan sedih saat melihat wajah Yao Jing yang kian memucat.
Pikiran Bai An kini hanya satu, yaitu menyelamatkan Yao Jing. Ia juga telah mencoba menyuruh Energi Semestanya untuk mencoba menyelamatkan Yao Jing, tapi entah mengapa Energi Semestanya sama sekali tak mau di ajak kerja sama. Walau Bai An telah berusaha mengeluarkannya tetap saja Energi semestanya tak mau di keluarkan.
Sementara Yao Jing yang berada di pelukan Bai An kini tersenyum simpul. Bai An tak menyadari Yao Jing sebenarnya, lukanya tak terlalu parah, bahkan Yao Jing bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Tapi ia tak ingin melakukannya, karena saat ini ia merasakan kehangatan saat di peluk oleh laki-laki yang ia sukai. Tentu saja Yao Jing tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan matanya.
“Ukhhh, aku ada dimana?” Tanya Yao Jing pura-pura tersadar dari pingsannya.
Tap tap..!!
Bai An langsung berhenti di udara dan melihat Yao Jing telah sadar.
Betapa bahagianya Bai An saat melihat hal tersebut. “Kau tidak mati, baguslah. Aku akan merasa bersalah jika kau mati,” kata Bai An dengan nada yang amat bersalah.
“Ukhhh,,” rintih Yao Jing pura-pura.
Bai An langsung melesat turun dan menaruh Yao Jing di pasir. Melihat ia akan di turunkan Yao Jing langsung merangkul leher Bai An dan berkata sambil menahan rasa sakit. “Apakah kau ingin membunuhku?”
“Cepat antar aku ke kediaman guruku, kebetulan jalan yang kau tuju satu arah.” Perintah Yao Jing tersenyum dalam hatinya.
Walau Bai An terasa enggan. Tapi ia tetap mengantar Yao Jing karena merasa harus bertanggung jawab.
Dengan cepat ia melesat ke arah yang telah di beritahu oleh Yao Jing.
20 menit kemudian, Bai An kini melihat kediaman yang cukup besar namun kumuh seperti tak pernah di tempati.
Bai An awalnya ragu masuk, karena takut ini adalah jebakan. Tapi saat ia mengedarkan kesadarannya, Bai An menyadari hanya ada satu pria tua di dalam sana sedang bermeditasi.
Pria tua yang sedang bermeditasi langsung membuka matanya dan terlihat air mata keluar dari kelopak matanya. “Pangeran, akhirnya anda telah datang. Aku telah lama menunggu saat-saat seperti ini,” gumam Pria tua tersebut.
Seandainya Ling Mei melihat pria tua tersebut, ia akan tahu jika pria tua tersebut adalah tukang kebunnya yang sangat setia.
Tap tap..!!
__ADS_1
Saat pria tua tersebut merasakan jika Pangerannya akan masuk. Dengan cepat ia bangkit dari meditasinya selama ribuan bahkan jutaan tahun.
Wuss..!!
Melihat pria tua muncul di depan matanya. Bai An langsung bersiaga.
Sedangkan Yao Jing kini tertegun, karena selama ia hidup, ia tak pernah melihat gurunya keluar dari meditasinya, kecuali hanya jiwanya saja yang ia buat sebagai klon.
“Yao'er, cepat turun dan berhentilah pura-pura terluka,” kata pria tua tersebut.
Saat Bai An mendengar itu, secara spontan ia langsung melepas Yao Jing.
Buk..!!
“Hei, bisakah kau sedikit lembut terhadap wanita,” dengus Yao Jing mengusap-usap pinggulnya.
Tapi Bai An mengabaikannya dan kini melihat ke arah pria tua yang di panggil guru oleh Yao Jing.
“Kenapa kau sangat senang saat melihat wajahku?”, tanya Bai An sedikit heran sambil memiringkan kepalanya.
“Hei..!! Apakah kau tidak bisa sedikit sopan terhadap seorang yang lebih tua terhadapmu,” dengus Yao Jing.
Bai An langsung menatap Yao Jing dengan dingin lalu melangkah maju. Dengan cepat Yao Jing melangkah mundur saat melihat wajah menakutkan dari Bai An.
Yao Jing telah sampai ke tembok dan tidak bisa mundur lagi. Bai An langsung menutup jalan Yao Jing menggunakan tangannya.
“Jika kau bicara lagi, aku akan merobek pakaianmu,” ancam Bai An lalu pergi ke arah Pria tua yang kini sedang tersenyum melihat tingkah kedua pasangan tersebut.
Sedangkan Yao Jing langsung berteriak. “Laki-laki mesum, bajing*n.”
Bai An langsung menutup telinganya dengan kedua tangannya sambil terkekeh kecil. Entah mengapa Bai An merasa senang menjahili wanita yang ia sendiri tak tahu namanya.
“Baiklah, katakan langsung tujuanmu. Pak tua, jika kau menyuruhku kesini hanya untuk bicara yang tidak ada artinya. Maka aku langsung pergi,” kata Bai An.
Walau Bai An sangat membutuhkan kekuatan Ahli Suci seperti Yao Jing dan pria tua ini. Tapi Bai An tidak ingin mengambil resiko yang bisa saja membunuhnya saat ia lengah suatu saat nanti.
Terlebih lagi Bai An merasa pria tua ini telah melampai kekuatan puncak di Dunia ini yang berarti ia seorang Dewa Abadi.
__ADS_1
Tapi Bai An sama sekali tidak takut, karena merasakan tidak ada niat jahat dari pria tua ini dan juga merasa sedikit akrab.
Pria tua yang bernama Gong Tanru langsung tersenyum lembut. “Apakah Pangeran belum di beritahu oleh Nyonya Ling?”