
Sin Ting juga menyuruh para anggota untuk menjaga sikap jika sudah bertemu.
Sin Ting dan kelompok pembantai terus melesat dengan kekuatan penuh mereka menuju lokasi kelompok Cen Tian.
Menurut informasi dari mata-mata pengikut Fanghu, kelompok Cen Tian saat ini masih memasuki wilayah perbatasan Daratan Barat dan Daratan Tengah.
Sin Ting dan para anggota kelompok pembantai tahu jika di walayah sana sangat banyak para penjahat dan perampok sadis. Mereka selalu membunuh dan menjarah semua harta orang-orang yang datang ke Daratan Barat, sehingga banyak sekali orang-orang menjadi ragu untuk ke Daratan Barat, apalagi para pedagang kaya yang ingin mengadu nasip di Daratan terkuat ini.
Wuss wuss..!!
“Kita istirahat sesaat untuk memulihkan energi kita,” kata Sin Ting lalu melempar 10 cincin ke arah 10 anggota kelompok pembantai.
Dengan sigap 10 orang tersebut menangkapnya sambil mengangguk patuh.
Walau kekuatan No 1 sampai 5 jauh lebih kuat dari Sin Ting, mereka tetap menghormati Sin Ting sebagai pemimpin.
No 1 sampai 5 memiliki kekuatan sama yaitu Dewa Kuning ⭐ 3 Puncak, di antara kelima ini maka No 1 yang paling kuat, makanya di sebut No 1.
Dan untuk No 6 sampai 10 memiliki kekuatan berbeda-beda, dari yang terkuat No 6 memiliki kekuatan Dewa Kuning ⭐ 2 Puncak dan terlemah No 10 Dewa Kuning ⭐ 1 Awal.
Walau begitu, Sin Ting masih mampu melawan orang yang memiliki kekuatan Dewa Kuning ⭐ 2 Puncak jika membakar inti jiwanya dengan bayarannya nyawa.
“Tuan Sin, aku merasakan ada beberapa tikus kecil sedang melesat ke arah kita,” kata No 10 memberitahukan.
Sin Ting mengangguk ia juga tahu jika ada beberapa orang yang datang, Sin Ting juga merasakan jika mereka adalah para perampok.
No 1 langsung maju ke arah Sin Ting sambil berkata. “Apakah perlu saya menghabisi mereka semua.”
Dengan sedikit menunduk No 1 menunggu jawaban Sin Ting.
Sin Ting melambaikan tangannya santai sambil berkata.
“Tunggu mereka datang dulu, aku merasakan tidak ada niat membunuh maupun niat jahat dari mereka walau mereka perampok,” kata Sin Ting santai.
No 1 langsung mengangguk lalu kembali ke tempatnya.
Tak berapa lama.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Serahkan harta kalian lalu pergilah dari sini,” tanpa basa basi pemimpin perampok yang memiliki kekuatan Dewa Merah ⭐ 2 Puncak langsung mengutarakan maksudnya datang.
Sin Ting langsung menggelengkan kepalanya. “Apa kalian tidak menyayangi nyawa kalian sendiri,” kata Sin Ting dengan tatapan tajam.
Seketika para anggota perampok yang memiliki kekuatan setengah abadi langsung ciut dan berbisik ke arah ketuanya.
“Ketua, lebih baik kita cari yang lain saja, aku merasakan mereka semua sangat kuat, kita bisa mati, jika kita mati maka keluarga kita akan lebih sengsara lagi,” kata salah satu anggota perampok mengutarakan pikirannya.
Seketika para anggota perampok lain mengangguk.
Sementara kelompok pembantai menjadi tersentuh, mereka yang dulu menjadi pemimpin perampok juga melakukan ini demi keluarga mereka, sementara kelompok pembantai yang pernah menjadi budak langsung terharu, mereka menjadi budak karena klan mereka di hancurkan dan di jadikan budak.
Untuk Sin Ting, ia kini tersenyum karena sudah menduga ini dari awal, itu terlihat dari tidak adanya niat membunuh atau niat jahat dari mereka.
“Apakah kalian menginginkan pekerjaan?” Tanya Sin Ting dengan santai.
Seketika semua perampok termasuk ketuanya melirik ke arah Sin Ting, mereka belum sadar jika kelompok yang mereka datangi adalah kelompok pembantai yang terkenal dan banyak sekali orang ingin bergabung kesana termasuk mereka ini, tapi sayang kekuatan mereka tidak cukup untuk lulus seleksi.
No 1 langsung melirik Sin Ting, Sin Ting langsung mengangguk.
No 1 langsung melempar token ke arah ketua perampok sambil berkata.
“Datanglah ke kota Chen, lalu tunjukkan token ini ke orang-orang maka kalian akan di bawa dengan senang hati ke lokasi token itu, kami tidak mempunyai waktu untuk menjelaskan karena kami memiliki misi penting.”
Setelah itu Sin Ting dan 10 anggota kelompok pembantai melesat terbang ke arah tertentu.
Sementara tangan ketua perampok kini bergetar hebat karena ia tahu token ini.
Token bertulis Kelompok Pembantai, bagaimana ia tidak bergetar hebat, jika ia tadi sombong atau salah bicara, ia yakin akan langsung di bantai habis bersama keluarga mereka.
“Ada apa ketua?” Tanya salah satu anggota perampok.
Tapi ia langsung membeku saat melihat token bertulis kelompok pembantai.
“Ki.. Kita akan hidup nyaman mulai sekarang, keluarga kita akan hidup tenang tanpa gangguan,” teriak ketua kegirangan setelah ia kembali sadar.
__ADS_1
Mendengar itu, semua anggota perampok berbondong-bondong melihat token tersebut, setelah melihatnya, mereka semua ikut bersorak kegirangan.
Tanpa menunggu lama, mereka semua pergi ke arah rumah keluarga mereka untuk di bawa ke kota Chen.
Mereka tak perlu mempertanyakan atau meragukan keaslian token ini, karena token ini hanya satu-satunya di kota Chen tanpa ada yang berani menduplikatnya.
Sementara Sin Ting dan kelompok pembantai kini terus melesat ke arah kelompok Cen Tian berada.
“Apakah akan aman jika memperlihatkan token itu kepada orang-orang di kota Chen? Aku takut akan ada beberapa pihak yang ingin merebutnya,” kata No 10 bertanya kepada No 1 dan Sin Ting.
“Tidak apa-apa, kita punya banyak mata-mata, jika ada yang berbuat tidak baik kepada mereka, aku yakin kelompok pembantai akan membantai mereka semua,” jawab Sin Ting santai.
No 1 juga ikut mengangguk menuetujui ucapan Sin Ting.
****
Sementara di sebuah kota tepat di Daratan Barat, kini kelompok Cen Tian sedang makan di rumah makan sederhana.
“Kakak Tian, aku merasa banyak kelompok yang menatap kita dengan aura membunuh, tidak sedikit juga yang menatap kita dengan pandangan rakus. Apakah ini karena kita datang dari Daratan Tengah sehingga mereka mengira kita sasaran empuk?” Kata Fang Liu bertanya ke arah Cen Tian.
Cen Tian mengangguk sambil melirik ke arah Hei Long.
“Cukup diam saja, anggap mereka tidak ada dan jangan membuat masalah yang tidak perlu,” kata Hei Long melirik ke arah Duan Du.
Duan Du langsung cemberut. “Kenapa harus aku yang selalu salah, bukannya mereka berniat jahat kepada kita, ya kita lawan saja, kenapa harus takut.”
Mendengar ucapan Duan Du, Hei Long, Huang Feng, langsung mendengus karena tak paham apa maksud dari ucapan Hei Long.
Sementara Cen Tian dan Fang Liu terkekeh kecil.
Cukup lama mereka makan lalu berencana keluar dari rumah makan.
“Apakah kita langsung pergi? Akan tidak seru jika kita tidak bermain-main dulu dengan mereka,” kata Duan Du kecewa.
“Dasar otak kekacauan, yang ada di kepalamu hanya ingin membuat onar saja,” dengus Hei Long melotot ke arah Duan Du.
Duan Du seketika terkekeh kecil. “Itu lebih baik dari pada menjadi pengecut, wekk..” Ejek Duan Du sambil menjulurkan lidahnya.
__ADS_1