
Melihat kediaman tersebut, Che Yin seketika mengeluarkan senyum rubahnya, lalu ia berjalan masuk kedalam.
Tap tap..!!
“Siapa kau, ini kediaman Jendral Besar, orang yang tidak mempunyai janji di larang masuk,” kata penjaga tersebut sambil menodongkan senjata ke arah Che Yin.
Che Yin tersenyum lembut, hal itu membuat penjaga tersebut langsung tertegun.
“Apa yang bisa saya bantu Nona?” Tanya penjaga tersebut merubah sikapnya.
“Hmm..!! Bawa aku masuk ke ruangan Jendralmu,” kata Che Yin dengan senyum manisnya.
Bai An, dan Duan Du yang melihat itu langsung berkata. “Ilusi, wanita membuat ilusi dari matanya.”
Bai An dan Duan Du langsung mengikuti Che Yin, sementara Tu Long dan Hong Ti hanya mengikuti saja tanpa peduli apa yang Bai An dan Duan Du cari.
Tap tap..!!
Saat ini Che Yin selalu membuat orang-orang yang melihatnya seolah menuruti keinginan Che Yin, mereka juga terlihat sangat patuh.
Hingga Jendral Besar Klan We keluar saat beberapa komandannya datang secara bergantian, hal itu membuat sang jendral cukup geram.
Jendral Besar klan We langsung keluar, saat ia melirik ke arah Che Yin, Jendral We mengerutkan keningnya.
“Hmm..!! Aku tak tahu apa yang telah kau lakukan kepada semua bawahanku hingga mereka menuruti keinginanmu. Tapi itu tak akan berguna untuk diriku.” Kata jendral tersebut menatap tajam ke arah Che Yin.
“Jadi sebutkan tujuan mu? Jika tidak menguntungkan atau tidak berguna maka aku akan membunuhmu disini.”
Che Yin tersenyum, ia terlihat sangat tenang saat mendengar ancaman Jendral We.
“Pemberontakan,” hanya satu kata itu saja yang keluar dari mulut Che Yin.
Hal itu membuat Jendral langsung mengeluarkan senjatanya.
“Apa tujuanmu yang sebenarnya?” Tanya Jendral We.
__ADS_1
“Aku ingin merombak ulang Alam Dewa Emas ini, di mulai dengan klan-klan kecil, hingga saat ini terahir klan We, jika kau setuju maka aku akan memberikanmu kekuasaan yang jauh lebih besar dari ini, aku juga membebaskanmu melakukan apa saja,” kata Che Yin sambil tersenyum lembut.
Jendral We yang mendengar itu tentu saja sedikit tertarik.
“Lantas tugas apa saja yang akan aku lakukan? Dan juga, apa hanya itu saja yang aku dapatkan,” kata Jendral We bertanya sambil mengeluarkan senyum serakah.
Che Yin langsung melambaikan tangannya mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan.
“Di dalam sini ada 100 juta kristal berlian, aku tahu kau sangat suka berjudi jadi aku menyiapkan ini, dan setiap bulan kau juga mendapatkan hal yang sama, untuk rencana pemberontakan, nanti saja kita bicarakan saat malam hari.” Kata Che Yin langsung membalikkan badannya lalu melangkah pergi.
“Oh ya, kita bertemu dimana? Dan dimana aku bisa mencarimu saat ada masalah serius?” Tanya Jendral We.
Che Yin langsung menghentikan langkahnya. “Kau bisa mencariku di kediaman Tuan muda ke 12, aku disana menyamar jadi kekasih We Lian, jadi saat kau kesana mencariku, jangan sebut namaku dan kau pasti tahu langkah selanjutnya,” kata Che Yin lalu menambahkan. “Kita akan bertemu di pelelangan gelap nanti malam.”
Setelah itu Che Yin kembali melangkahkan kakinya sampai ia menghilang. Jendral We langsung mengeluarkan senyum licik.
Tak lama Bai An, Duan Du, Tu Long dan Hong Ti muncul di depan jendral We tersebut.
“Hehe,, salam Tuan muda, salam saudara Tu, salam bocah nakal, bagaimana keadaan kalian semua?” Tanya jendral We.
“Benar, sepertinya Tuan Xiong Zai juga sangat menikmati penyamaran ini,” sambung Tu Long penasaran.
Xiong Zai terkekeh kecil. “Tentu saja aku sangat menikmatinya, karena di klan We ini sangat banyak sesuatu hal terjadi, salah satunya adalah apa yang kalian lihat tadi, tapi tunggu dulu, siapa orang ini?” Tanya Xiong Zai menunjuk ke arah Hong Ti.
Xiong Zai dapat merasakan kekuatan Hong Ti ini sedikit lebih kuat dari dirinya, kekuatan Hong Ti ini hampir menyamai tangan kanan Kaisar Dewa Api.
“Oohh,, dia Hong Ti, dia mengikuti kita karena aku ingin ia nantinya membuat kekacauan bersama Duan Du dan Tu Long,” jawab Bai An.
Mendengar itu Xiong Zai langsung sadar jika kekuatan Bai An dan yang lainnya pasti lebih tinggi dari Hong Ti ini. Karena mana mungkin Hong Ti bisa di suruh begitu saja.
Menyadari tatapan Xiong Zai, Duan Du dan Tu Long seketika tersenyum licik.
“Hehe,, paman Xiong, jika kau penasaran, kau boleh mencoba kekuatan keponakanmu ini, hitung-hitung kita berlatih,” kekeh Duan Du terang-terangan.
“Benar,, aku duluan saja yang kau coba, aku yakin kau pasti akan puas saat melihat kekuatanku,” sambung Tu Long terdengar bersemangat dan tidak sabar.
__ADS_1
Bai An dan Hong Ti yang mendengar itu langsung tersenyum kecut. “Anak-anak ini tidak bisa melihat kesempatan langsung saja main sikat,” gumam Bai An.
“Aku yakin jika aku membuat kesalahan dalam berkata-kata saat di lawan bicara oleh mereka, mungkin aku akan di manfaatkan menjadi bahan sasaran pelampiasan mereka juga,” gumam Hong Ti dengan tubuh bergidik.
Sementara Xiong Zai yang cukup mengenal sifat Duan Du dari para saudaranya dulu bisa mewajarkan sifat nakalnya, tapi saat melihat Tu Long ikut-ikutan mirip dengan Duan Du, Xiong Zai langsung mengerutkan keningnya.
“Apa kau kurang waras Tu Long?” Tanya Xiong Zai.sambil memegang kening Tu Long.
Hal itu membuat Bai An, Duan Du dan Hong Ti langsung tertawa terbahak-bahak.
Sementara Tu Long kini memasang wajah jelek.
“Tentu saja aku waras, memang apa yang membuatku kurang waras?” Dengus Tu Long sambil bertanya.
“Tentu saja sifatmu, ini tidak seperti sifatmu yang dulu,” jawab Xiong Zai dengan santai sambil berjalan ke arah meja.
“Ayo duduk dulu, kita minum-minum terlebih dahulu sebelum berpisah kembali, karena aku yakin kalian cukup sibuk,” kata Xiong Zai mempersilahkan.
Bai An, Duan Du dan Hong Ti langsung berjalan ke tempat meja yang di suguhkan Xiong Zai, lalu Duan Du langsung mengeluarkan banyak arak buatannya, hal itu membuat Xiong Zai dan Hong Ti menggosok-gosok tangannya tak sabar ingin mencicipinya.
Sementara Tu Long masih berdiri di tempatnya sambil berpikir keras ucapan Xiong Zai.
“Apa benar aku berubah ya? Perasaan aku dari dulu tetap sama saja, hanya kepalaku yang dulu botak dan wajahku saja yang berubah.” Gumam Tu Long sambil memikirkan terus menerus apa maksud Xiong Zai yang berubah.
Karena tak bisa menemukan perubahan apa yang Xiong Zai maksud, Tu Long langsung melihat Bai An, Duan Du, Xiong Zai dan Hong Ti sedang asik minum.
“Hei tunggu dulu, kenapa kalian minum lebih dulu tanpa menunggu diriku,” teriak Tu Long langsung melesat dengan cepat.
“Heng,, kau ini aku panggil-panggil dari tadi tapi kau malah asik dengan duniamu sendiri,” dengus Duan Du.
Tu Long seketika terkekeh sambil memegang gelas yang di berikan oleh Hong Ti, dengan cepat Tu Long meminumnya.
Glek glek..!!
“Ahh..!! Arak buatanmu memang yang terbaik bocah nakal,” kekeh Tu Long sambil menyodorkan gelasnya meminta di tuangkan lagi arak.
__ADS_1