
"Mati!"
Teriak Mo Fan sambil mengayunkan tinjunya ke arah Lang Zai dengan kecepatan yang mengerikan, dan di sertai energi kegelapan yang sangat mengerikan.
Lang Zai yang melihat kecepatan Mo Fan langsung bersiaga, karena kecepatan Mo Fan setara dengannya yang berada di tingkat Holy Monarch Puncak.
Dengan langkah yang pasti, Lang Zai langsung mengalirkan energi sejatinya yang berada di tingkat Holy Monarch, dan mengayunkan tangannya juga ke arah Mo Fan.
Baoomm..
Tinju Lang Zai dan Mo Fan langsung beradu di udara, yang menyebabkan ledakan dahsat.
Mo Fan mundur 100 langkah, sedangkan Lang Zai mundur sekitar 20 langkah. Dapat di lihat jika kekuatan mereka masih ada jarak, walaupun Jendral Iblis Mo Fan dalam wujud aslinya dan mengeluarkan tingkat kultivasinya yang sesungguhnya..
Mo Fin yang melihat itu langsung melesat ke arah Mo Fan langsung berdiri di sampingnya, "Jangan gegabah adik Fan!" ucap Mo Fin kepada adiknya.
**
Sedangkan di Kerajaan Iblis, di sebuah aula yang terlihat sederhana kini.
Raja Iblis Mo Shen yang melihat kalau Ketua Assasin menyalakan sinyal bantuan mengerut sesaat, karena ia berpikir tidak mungkin ia meminta bantuan. Karena ada dua Jendral bersaudara yang menemaninya.
Banyak para Jendral Iblis berbaris di hadapannya sedang duduk di meja yang telah tersedia, mereka juga melihat kejadian tersebut langsung mengerutkan keningnya.
Saat Jendral Besar ingin angkat bicara, tiba-tiba aura kegelapan yang cukup kuat mereka rasakan, itu membuat semua Iblis yang ada disana langsung berdiri karena kaget.
Mo Shen yang duduk di singgasananya juga agak terkejut tapi tidak berlebihan.
Namun saat itu juga ia kini dapat merasakan aura tingkat kultivasi lawan dari kedua Jendral bersaudara. Namun ia tidak terlalu fokus disana, ia fokus ke arah sana. Ia tiba-tiba tegang karena ini aura dari Binatang Spiritual.
Tanpa berpikir lama, ia langsung melesat dengan kekuatan penuhnya menuju ke arah pertarungan terjadi, karena ia berpikir ini pasti ada yang salah. Mo Shen berpikir tidak mungkin para Binatang Spiritual keluar dari Hutan Kegelapan tanpa seizin Senior Shen Bai, jika ia keluar, pasti ada hal penting. Dan ia sudah menebak hal penting tersebut.
__ADS_1
Para Jendral Iblis dan semua orang yang ada disana tertegun melihat betapa cepatnya Raja mereka pergi, mereka juga melihat raut wajah Raja mereka yang agak gelisah.
Mereka semua pun mengikuti dari belakang dengan kekuatan penuh mereka masing-masing.
**
Di tempat Lang Zai, saat ia mengeluarkan aura sejatinya yang adalah Binatang Spiritual kini sedang tersenyum ke arah kedua Jendral bersaudara.
"Ayo buat aku bahagia, keluarkan kekuatan penuh kalian. Karena aku tidak pernah bertarung dengan kekuatan sejatiku," ucap Lang Zai menyeringai.
Mo Fan dan Mo Fin kini semakin waspada, mereka juga merasa familiar dengan aura ini. Tapi mereka lupa pernah merasakan atau bertemu dimana.
"Baiklah, waktunya bermain," ucap Lang Zai langsung mengayunkan tangannya dengan santai yang berbentuk cakar ke arah Mo Fan dan Mo Fin.
Melihat serangan Lang Zai yang cukup kuat, mereka berdua langsung saling melirik lalu mengangguk, tidak setengah-setengah. Kedua Jendral Iblis bersaudara tersebut langsung menggabungkan kekuatan mereka dan menyerang balik serangan Lang Zai.
Aura kegelapan di sertai energi kegelapan yang sangat besar langsung terjadi saat sebuah bola kegelapan cukup besar terbentuk dari kekuatan gabungan mereka.
Wusshh..
Jika ia tidak serius, maka ia akan terluka parah, bahkan mati jika terkena serangan gabungan kedua Jendral Iblis tersebut.
Dengan wajah yang sangat serius, Lang Zai yang ingin berubah ke bentuk aslinya mengurungkan niatnya, saat melihat Bai An kini berada di sampingnya.
Saat ini Bai An tiba-tiba saja tersenyum, ia merasakan aura yang sangat kuat datang menuju ke arah pertarungan, maka dari itu ia langsung melesat ke tempat Lang Zai.
Dengan santai Bai An langsung mengayunkan tangannya, dan mengeluarkan sebuah pedang yang terlihat karatan dan biasa.
Setelah itu ia langsung mengayunkan pedangnya ke arah bola hitam yang di selimuti aura kegelapan yang pekat. Hanya dengan ayunan tangan santai Bai An. Serangan gabungan kedua Jendral tersebut langsung hancur begitu saja.
Duaarrr..
__ADS_1
Pecahan energi kegelapan langsung menyebar ke segala arah dan merusak area apapun yang di kenainya.
Kedua Jendral tersebut langsung mundur dengan wajah pucat dan tubuh bergetar. Mereka tidak dapat merasakan aura dari Bai An, tapi dengan santainya Bai An menghancurkan serangannya mereka.
Tak butuh waktu lama, Raja Iblis Mo Shen langsung datang, ia langsung melihat Bai An dan Lang Zai.
Di belakang Raja Iblis Mo Shen, menyusul beberapa Jendral, menteri dan Iblis tingkat tinggi lainnya.
Tanpa basa basi ia langsung bertanya, "Apa ada maslah penting hingga Binatang Spiritual datang kesini?" dengan Sopan Mo Shen bertanya kepada Lang Zai.
Lang Zai mengerut sedikit, lalu tersenyum saat melihat wajah Mo Shen dengan teliti, walaupun ada sedikit perubahan di wajahnya. Karena ia sangat ingat betul aura Mo Shen saat datang ke Hutan Kegelapan dulu saat Lang Zai masih kecil, ia juga pernah bersama dalam waktu beberapa bulan sebelum pergi dari Hutan Kegelapan.
"Lama tidak bertemu senior Shen-Shen," ucap Lang Zai menyapa Mo Shen sambil tersenyum tipis.
Mendengar itu, Mo Shen langsung mengerutkan alisnya karena hanya beberap saja yang berani memanggilnya begitu, dan nama tersebut terjadi karena Shen Bai. Tiba-tiba saja Mo Shen membelalakkan matanya kaget.
"Lang Zai kecil," seru Mo Shen dengan wajah terkejud. Karena dulu Lang Zai adalah yang terlemah dan kini kekuatannya melonjak drastis, sehingga ia cukup terkejut.
"Ha,, ha,, ha,, Senior Shen-Shen ternyata masih mengingat ku." Lang Zai langsung tersenyum.
Lalu ia melirik Bai An dengan hormat, hal itu membuat Mo Shen dan beberapa Iblis tingkat tinggi lainnya mengerutkan kening, karena sangat jarang Binatang Spiritual mau tunduk terhadap manusia, terlebih lagi mereka melihat Bai An seperti manusia biasa.
Cuman Jendral Mo Fan dan Mo Fin saja yang tahu akan mengerikannya Bai An, karena kejadian yang baru saja terjadi di depan mata mereka.
Shen Bai menilik ke arah Bai An dengan teliti, tak lama, ia langsung waspada.
"Siapa anda, Tuan Muda? aku merasa anda tidak sesederhana yang terlihat," tanya Mo Shen dengan sopan, ia yakin pemuda atau Bai An yang di depannya ini sangat kuat, karena instingnya merasakan ia akan langsung mati jika bertarung dengannya.
Para Jendral dan Iblis tingkat tinggi begitu terkejut melihat Raja mereka begitu sopan dan hormat kepada manusia biasa di depan mereka, sehingga mereka seperti tidak terima akan hal tersebut. Tapi tetap diam, karena mereka tahu Raja mereka sangat baik, cinta damai dan pintar melihat situasi.
Bai An tersenyum sederhana, lalu menjawab. "Aku bukanlah siapa-siapa Yang Mulia Mo Shen, hanya manusia biasa."
__ADS_1
Para Jendral semakin geram melihat tingkah Bai An, mereka seperti ingin mencabik-cabiknya.
Sedangkan Mo Fan dan Mo Fin langsung gemetaran, seandainya para Iblis menyerang para manusia di depannya ini, maka ia yakin ini tidak akan berahir baik buat mereka.