
Tanpa menunggu jawaban dari Duan Du dan Tu Long, Bai An langsung menghilang dari sana.
Dengan cepat Duan Du dan Tu Long ikut menghilang.
Tap tap..!!
Tak menunggu waktu lama, Bai An, Duan Du dan Tu Long kini melayang di atas kediaman yang cukup mewah.
Bai An mengedarkan kesadarannya lalu melihat Chu Jia sedang bersedih di dalam kamarnya.
“Huuff..!! Ini pasti membutuhkan waktu yang lama untuk membujuk seorang wanita,” gumam Bai An sedikit menghela nafas berat.
Duan Du yang mendengar itu langsung berkata. “Tinggal ajak saja ke tempat indah atau suasana yang bisa membuat ia menjadi tenang, mungkin itu bisa membuat kita lebih cepat pergi jika ia sudah menjadi tenang.”
Bai An yang mendengar itu langsung menghilang, 5 menit kemudian Bai An muncul dengan nafas tersengal-sengal. “Hehe,, aku telah menemukan tempat yang bagus,” kata Bai An sedikit bersemangat.
Setelah itu Bai An menghilang lalu muncul di balik pintu tanpa di ketahui oleh penjaga klan.
Tok tok..!!
Chu Jia yang mendengar itu hanya diam saja sambil menahan kerinduan.
Tok tok..!!
Lagi-lagi Chu Jia mendengar suara ketukan pintu, hal itu membuat Chu Jia menjadi geram.
“Pergilah, aku tak ingin di ganggu,” kata Chu Jia dengan nada kesal.
Tok tok..!!
Dengan cepat Chu Jia bangun berjalan ke arah pintu, saat membuka pintu, tangan Chu Jia ingin memukul siapa yang mengganggunya, namun saat melihat orang yang ia rindukan, reflek tangan Chu Jia tertarik mundur.
“An'Gege,” teriak Chu Jia langsung memeluk Bai An.
Bruk..!!
“Kenapa kau lama sekali datang, aku, aku sudah menunggu selama 15 tahun lamanya, kenapa kau mengingkari janji,” kata Chu Jia langsung mengeluarkan keluh kesahnya.
Chu Jia kembali mengatakan banyak hal, Bai An hanya diam saja menjadi pendengar yang baik.
__ADS_1
Cukup lama Chu Jia mengeluh hingga tanpa sadar Chu Jia tertidur di pelukan Bai An.
Bai An langsung membawa Chu Jia ke ranjangnya, saat Bai An ingin melepaskan pelukan Chu Jia, Chu Jia malah semakin erat memeluk Bai An.
Bai An hanya bisa menghela napas berat.
Pagi harinya Chu Jia terbangun lalu melirik ke arah Bai An yang kini duduk menunggunya, perlahan Bai An bangun saat menyadari Chu Jia telah bangun.
Terlihat Chu Jia sampai saat ini tidak melepaskan genggaman tangannya di lengan Bai An.
“Jia'er, aku ada tempat yang sangat indah untuk di kunjungi, hal ini juga yang membuat aku lama kembali karena mencari tempat indah untuk kita menikmati keindahan dunia ini bersama,” tanpa menunggu lama Bai An langsung mengungkapkan apa yang ingin ia ungkapkan semalam.
Chu Jia yang mendengar itu langsung cerah, matanya terlihat berbinar-binar.
“Hm.. Hm..!! Ayo bawa aku kesana An'Gege, selama ini aku hanya di sini saja, itu membuatku bosan,” rengek Chu Jia sambil menarik tangan Bai An dengan tidak sabar.
Bai An hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu berkata. “Pejamkan matamu selama beberapa detik.”
Tanpa menunggu lama Chu Jia langsung memejamkan matanya, Bai An yang melihat itu langsung membawa Chu Jia menghilang.
Tap tap..!!
“Buka matamu,” kata Bai An.
Tanpa sadar Chu Jia mengeluarkan senyum bahagia lalu berlari kesana kemari.
“An'Gege, apakah kau tahu saat ini kita ada dimana?” Tanya Chu Jia sambil berlari kesana kemari.
“Kita masih di Daratan Naga Besi, tepatnya kita ada di pegunungan tertinggi yang ada di Daratan Naga Besi,” jawab Bai An dengan santai.
Hal itu membuat Chu Jia terkejut, ia dengan cepat kembali sambil berkata. “Kenapa kau mengajak aku kesini, konon katanya, disini ada hewan buas yang sangat mengerikan menjaga puncak gunung ini, ia memiliki kekuatan melebihi Penguasa Dunia, bahkan Penguasa Dunia sudah memberi peringatan untuk melarang semua orang kesini.”
Chu Jia langsung menarik tangan Bai An dengan khawatir, tapi Bai An dengan santai berkata. “Kau tenang saja, hewan buas tersebut adalah temanku sejak kecil, ia saat ini sedang mencarikan kita buah untuk kita makan.”
Chu Jia langsung tertawa kecil menganggap Bai An saat ini sedang bercanda. “Sudah jangan bercanda, ayo kita,” belum selesai Chu Jia berkata.
Sebuah getaran datang dari arah selatan.
Bam bam bam..!!
__ADS_1
Langkah kaki tersebut semakin dekat hingga memperlihatkan seeokor Beruang bewarna putih dengan tinggi 50 meter, hampir menyamai bukit kecil.
Mata Chu Jia langsung melotot, karena saking takutnya ia kini diam tak bisa menggerakkan kakinya. “An'Gege larilah, aku akan menghadangnya untukmu,” teriak Chu Jia.
Bai An hanya bisa tersenyum lembut. “Wanita bodoh,” gumam Bai An. Bai An tak habis pikir jika ia rela mati demi menyelamatkan laki-laki yang ia cintai, biasanya laki-laki lah yang berusaha menyelamatkan wanitanya.
Tap tap..!!
“Tuan, ini buahnya,” sapa sebuah suara dengan lembut.
Chu Jia yang mendengar itu tahu jika Beruang putih ini adalah wanita, terdengar dari suaranya.
Saat ini tatapan mata Chu Jia melotot tak percaya ke arah Bai An, ternyata ucapan Bai An tadi adalah benar, ia mengira Bai An sedang bercanda.
Dengan santai Bai An berjalan ke arah beruang putih lalu menyentuh bulunya.
Wuss..!!
Beruang putih tersebut langsung menjadi beruang kecil yang sangat imut.
“Imutnya,” kata Chu Jia langsung berlari untuk mengambil beruang tersebut lalu memeluknya dengan lembut dan hangat.
“Kalian terlihat cocok satu sama lain, akan lebih baik jika kalian bersama selamanya, dan kau putih, lindungilah Jia'er,” kata Bai An tersenyum lalu menatap ke arah beruang putih.
Beruang putih mengangguk patuh dan terlihat senang juga bersama Chu Jia yang terlihat penyayang.
Sementara Chu Jia mengabaikan ucapan Bai An dan lebih pokus mengelus bulu halus beruang putih.
Melihat dirinya di abaikan, Bai An langsung tersenyum kecil. “Tidak sia-sia aku datang kesini menundukkan beruang putih ini, dengan ini aku akan lebih cepat pergi menyelesaikan semua masalahku di dunia ini dan langsung pergi menyelamatkan semua keluargaku,” gumam Bai An.
Cukup lama Chu Jia bermain bersama Beruang Putih, kini Chu Jia berlari kecil sambil berkata. “An'Gege ayo kembali, aku tak sabar ingin memperlihatkan kamar maupun semua yang aku ketahui kepada si putih."
Bai An mengangguk kecil sambil berkata. “Tutup mata kalian.”
Chu Jia dan Beruang putih langsung menutup matanya.
Tak lama Bai An kembali berkata. “Buka mata kalian.” Chu Jia langsung membuka mata dengan semangat.
Saat Chu Jia ingin pergi, Bai An lebih dulu menghentikannya sambil berkata.
__ADS_1
“Jia'er, mungkin dalam waktu beberapa tahun lagi aku akan kembali, karena saat ini aku masih lemah, dan juga kau bisa tenang, karena saat aku kembali, aku akan membawa hadiah yang bisa membuatmu lebih bahagia lagi,” kata Bai An dengan nada serius.
Chu Jia langsung terdiam, tak lama ia tersenyum sambil berkata. “Kau harus janji akan membawa hadiah yang membuatku bahagia.”