
Sementara di Hutan Kematian waktu terus berjalan, Bai An masih belum membuka matanya.
Terlihat aura di sekeliling tubuh Bai An bergejolak, tak lama kemudian terdengar suara ledakan di dalam tubuh Bai An yang menyebabkan area di sekeliling Bai An langsung hancur menyebabkan sebuah kawah yang cukup besar.
Bahkan Jing Ling, Tu Long dan keempat Binatang Roh Iblis langsung membuka mata dengan tubuh bergidik ngeri saat merasakan aura dari Bai An.
“Apakah ini kekuatan yang di sebut Dewa?” Gumam semua orang.
Tapi tak ada yang tahu kekuatan apa yang sebenarnya di tingkat Dewa yang berada di alam Dewa.
Di tempat Bai An berada, ia kini langsung membuka matanya dan seutas senyum muncul di wajahnya.
“Huff akhirnya, aku mampu menembusnya setelah cukup lama,” gumam Bai An kini memikirkan berapa lama ia berkultivasi.
Bai An langsung menghilang dan muncul di depan Keempat Binatang Roh Iblis.
“Hmm,, apa kalian tahu berapa lama aku berkultivasi?” Tanya Bai An penasaran, karena ia tidak pernah menghitung berapa lama ia berkultivasi akibat terlalu asik menikmati saat berkultivasi.
“Hmm,, jika tidak salah sudah 6 bulan Tuan muda,” jawab Gorilla dengan jujur.
Mendengar itu, Bai An langsung membelalakkan matanya.
“Tinggal beberapa minggu lagi perjanjianku dengannya akan bertarung,” gumam Bai An menggenggam erat tangannya.
Bai An kemudian mengangguk lalu bertanya. “Kekuatan kalian meningkat cukup pesat, tapi tidak seperti perkiraanku, apakah kalian belum menghabiskan sumberdaya yang aku berikan?”
“Hehe,, kami sengaja menyisakannya,” jawab Gorilla sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Bai An mengangguk. “Simpan saja dulu, dengan kekuatan tingkat Raja Dewa Perunggu ⭐ 1 Puncak, kalian bisa membunuh puluhan ahli suci dengan mudah, bahkan aku yakin kalian mampu melawan 50 ahli suci dan membunuhnya dengan usaha yang lumayan keras,” kata Bai An.
Mendengar pujian dari Tuannya, mereka berempat langsung membusungkan dada mereka bangga.
“Terimakasih Tuan muda, kami akan berusaha menjadi yang terbaik dan juga kami berterimakasih telah di pertemukan oleh Tuan muda, jika tidak, kekuatan kami tidak akan bisa meningkat dan tetap tertahan di Tingkat Panglima Dewa Emas dan Panglima Dewa Berlian,” kata semua Bintang Roh Iblis serempak.
__ADS_1
Mendengar itu, Bai An langsung melambaikan tangannya dengan santai. “Kalian sekarang ku anggap keluarga, jadi setiap keluargaku harus kuat dan sama rata, apa yang aku makan, itu juga yang kalian makan. Tidak ada perbedaan di antara kita, hanya ras kita saja yang berbeda. Tapi itu tidak masalah, walaupun kita beda ras kita tetap saudara.” Kata Bai An.
Keempat Binatang Roh Iblis langsung tersentuh, mereka kini mulai menganggumi sosok Bai An.
Saat mereka ingin berterimakasih, dengan cepat Bai An menghentikan mereka.
Sambil menunggu Jing Ling dan Tu Long selesai berkultivasi, Bai An langsung menyuruh mereka mengeluarkan arak yang Bai An berikan beberapa waktu lalu.
Kemudian mereka mulai minum. Saat keempat Binatang Roh Iblis merasakan namanya arak, mereka langsung batuk-batuk setelah meminumnya. Tapi tak lama kemudian mereka terbiasa dan mulai ketagihan minum arak.
Bai An yang melihat tingkah mereka tersenyum. Bai An menyadari jika mereka takut meminta arak kepadanya.
Terbukti saat arak mereka habis, mereka berempat berceloteh tidak jelas hingga menimbulkan perdebatan.
Dengan santai Bai An mengeluarkan araknya dan langsung melempar satu kendi besar berisi arak.
“Kalian berbagilah, jangan berebut atau mengaku itu milik kalian, mulai sekarang kalian harus akur, jangan suka memulai keributan masalah yang sepele,” kata Bai An menggeleng.
Bagaimana tidak, saat Singa Merah tak sengaja menggaruk kepalanya menggunakan kaki dan debu di kepala Singa Merah mengenai wajah Serigala Ekor Perak, ia langsung berteriak marah. Kebetulan saat Serigala Ekor Perak marah, ludahnya saat marah langsung muncrat ke tubung Elang Emas, Elang Emas langsung mengepakkan sayapnya dengan marah dan kepakan sayap Elang Emas langsung mengenai Gorilla, Gorilla juga ikut marah dan terjadi perdebatan pada keempat Binatang Roh Iblis.
Mereka kemudian minum lagi dengan santai, termasuk Bai An juga ikut minum.
Saat minum Bai An langsung menghubungi Gong Tanru, karena ia yakin kini telepatinya bisa mencapai Kota Netral.
Benar saja dugaan Bai An.
“Paman Gong, apakah kau mendengar suaraku?” Tanya Bai An.
“Dengar pangeran, apakah anda telah selesai. Ah tidak maafkan aku, maksudku selamat Pangeran karena telah menembus Tingkat Dewa abadi,” kata Gong Tanru terlihat senang dari suaranya yang ada di pikiran Bai An.
Bai An langsung tersenyum.
“Terimakasih paman Gong, aku ingin bertanya, apakah yang di sana telah selesai berkultivasi?” Tanya Bai An.
__ADS_1
“Belum Pangeran, mereka masih terus dengan gila-gilaan berkultivasi, semangat mereka semua sangat besar,” jawab Gong Tanru kemudian ia langsung bertanya kepada Bai An.
“Terus kalau di sana, apakah yang lain telah selesai?”
“Belum, aku masih menunggu, mungkin sekitar satu atau dua minggu lagi mereka akan selesai, jika mereka selesai aku berencana akan langsung kembali,” jawab Bai An.
“Baiklah Pangeran aku akan menunggu,” kata Gong Tanru semangat.
Tapi maksud Bai An berbeda dari yang di maksud Gong Tanru saat mendengar Bai An berucap kembali.
Maksud Bai An adalah ia akan kembali ke Dunia Heavenly Chaos dan memenuhi janjinya terhadap tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan sekaligus murid Kaisar Dewa Kegelapan.
Setelah bicara dengan Gong Tanru mengenai pergerakan para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan di Dunia ini dan membicarakan tentang dalangnya. Bai An langsung mengangguk.
Bai An berencana kembali ke Dunia Heavenly Chaos terlebih dahulu menyelesaikan masalahnya di sana dan membunuh semua pengikut Kaisar Dewa Kegelapan di sana dan Raja Monster, setelah itu Bai An akan kembali lagi kesini.
Bai An juga hanya akan membawa Tu Long saja, dan meninggalkan yang lain. Itulah niat Bai An. Tapi tak tahu nanti apakah mereka akan menerimanya.
Bai An juga merencanakan trik-trik kecil agar mereka semua tidak ikut bersama Bai An dan mau menunggu. Terlihat Bai An tersenyum licik.
Jika para saudara Bai An seperti Long Yuan, Lang Zai dan Pixiu yang telah lama bersama Bai An melihat senyum yang jarang muncul ini, mereka akan mengutuk Bai An karena senyum tersebut adalah senyum penuh tipu muslihat.
Lang Zai dan Pixiu pernah melihat senyum tersebut saat Bai An menguras semua harta milik klan Lee dulu, bahkan sepeserpun tak tersisa saat ia mengambil semua cincin penyimpanan semua anggota Klan Lee dulu.
Saat Bai An tersenyum, ia tiba-tiba mengingat Mu Xia'er dan mencoba menghubunginya bagaimana cara kembali.
Tapi ia tak bisa menghubungi Mu Xia'er apapun usaha Bai An.
“Hmm,, apakah tepat pada waktu satu tahun baru Xia'er menghubungi kami?” Gumam Bai An berpikir.
“Huuff.. Lebih baik aku menunggu dua atau tiga hari sebelum satu tahun, semoga Xia'er menghubungiku,” gumam Bai An menghela nafas panjang.
Kemudian ia melihat kearah keempat Binatang Roh Iblis yang kini tertidur akibat mabuk.
__ADS_1
“Mereka terlihat sangat akur, aku jadi tidak sabar menemui kelima saudaraku, bagaimana kabar dan peningkatan kalian saudara Long Yuan, Lang Zai, Pixiu, Fanghu, dan saudara Yu Fan,” gumam Bai An membayangkan bagaimana peningkatan dan kabar mereka.