
Terpancar di wajah mereka semua bersemangat dan tidak sabar menantikan hari esok, walau saat ini tengah malam.
Tapi tengah malam ini terasa sangatlah lama bagi para saudara dan bawahan Bai An, itu karena mereka tak sabar membantai semua musuh-musuh mereka menggunakan tangan mereka masing-masing.
waktu terus berlalu, Bai An saat ini tengah duduk santai sambil menikmati minumannya seorang diri di dalam kamar.
Sama halnya dengan Duan Du, ia juga duduk seorang diri sambil minum, Tu Long, Long Yuan, Lang Zai, Pixiu juga melakukan hal yang sama di tempat mereka masing-masing.
Terlihat jelas wajah mereka menantikan matahari terbit.
Tak terasa sekian lama menunggu, kini hari yang di nanti-nantikan telah tiba.
Semua orang yang ada di kekaisaran Ling tidak sabar menantikan pelelangan di mulia.
Mereka semua tidak sadar jika akan terjadi perang besar di tempat tersebut.
Wen Dongyun yang saat ini berada di sebuah kamar, ia di temani puluhan wanita tanpa mengenakan sehelai kain.
Terlihat jelas banyak sekali cairan di setiap tubuh wanita tersebut, namun mereka semua tak ingin membersihkannya.
Malah mereka sangat senang.
Beberapa saat kemudian Wen Dongyun tersenyum, ia langsung berdiri lalu menghilang.
Wuss..!!
Dalam sekejap Wen Dongyun muncul di depan Ling Qie.
Di belakang Ling Qie terlihat Kaisar Dewa Kematian berlutut bersama puluhan Kaisar Dewa lainnya.
Ling Qie sengaja mengumpulkan pengikut terkuatnya saja.
“Hmm..!! Tidak buruk,” kata Wen Dongyun tersenyum kejam.
Kaisar Dewa Kematian dan semua Kaisar Dewa yang melihat itu langsung bergidik ngeri, mereka dapat melihat kematian di depan mata mereka saat melihat senyum Wen Dongyun.
Terlebih, tubuh mereka tak henti-hentinya bergetar saat merasakan aura dari Wen Dongyun.
Wen Dongyun yang melihat ketakutan mereka langsung tersenyum lebar.
“Langsung saja aku katakan ke intinya, bantai semua orang yang tidak mau menjadi budak ku, dan kumpulkan semua orang yang ingin menjadi budak ku,” kata Wen Dongyun.
Setelah itu ia melirik Ling Qie.
__ADS_1
Ling Qie langsung mengangguk. “Buat kekacauan dan provokasi semua orang yang ada di lelang nanti, saat puncak lelang tiba, barulah semua prajurit yang telah berkumpul mengepung kota, karena Tuan ingin bersenang-senang lebih dulu saat di acara lelang, jadi kita harus menunggu acara lelang selesai baru pembantaian di mulai.”
Mendengar ucapan Ling Qie, semua Kaisar Dewa mengangguk paham.
Mereka di suruh memprovokasi para kaisar dewa lainnya agar terjadi perselisihan, saat itulah terjadinya amarah yang mengakibatkan dendam dan perang pasti akan terjadi.
Itulah yang ada di pikiran semua Kaisar Dewa saat ini dan mereka berpikir jika Wen Dongyun suka menonton kejadian yang seperti itu.
Sehingga kini di dalam benak semua Kaisar Dewa ingin sekali membuat Wen Dongyun kagum terhadap kinerja mereka agar mereka mendapat hadiah.
“Baik, kami semua tidak akan mengecewakan Ratu dan Tuan, kami akan membuat Tuan bahagia dan tertawa nanti di lelang nanti,” kata Kaisar Dewa Kematian lalu perlahan mundur untuk pamit ijin menyiapkan pasukan.
Sama halnya dengan Kaisar Dewa lainnya, mereka juga melakukan hal yang sama, yaitu menyiapkan pasukan.
Sementara Wen Dongyun menyeringai mendengar hal tersebut, tentu ia sangat menyukai perselisihan dan pertarungan, apalagi saat melihat orang-orang yang marah akan mati di tangannya maupun pengikutnya.
Hal itu adalah mahakarya di matanya.
Untuk Ling Qie, ia kini mendakati Wen Dongyu lalu memberanikan diri berbisik.
Tak lama, Wen Dongyun menghilang bersama Ling Qie, 10 menit berlalu, terdengar suara ******* maupun jeritan.
***
Jauh dari kota, tepatnya perkemahan yag di buat oleh Cen Tian dan yang lainnya.
Tubuh semua orang terlihat sangat bergetar karena bersemangat.
“Ingat, jangan lupa untuk memprovokasi musuh, apalagi itu Kaisar Dewa yang mempunyai energi negatif kuat, untuk Ling Qie itu, biarkan aku dan kakak akan memprovokasinya,” kata Duan Du menyeringai kejam.
Semua orang langsung mengangguk santai, mereka semua tentu tahu jika Duan Du sudah memprovikasi orang, orang yang di provokasi pasti akan marah dengan meledak-ledak, kerena lidah Duan Du sangat tajam dan licin.
Untuk Long Yuan, Lang Zai, Pixiu, Hei Long dan Huang Feng, mereka sama sekali tidak berbakat dalam provokasi, jadi mereka lebih baik menunggu di luar sambil menyiapkan pasukan untuk membunuh musuh.
Mereka juga sadar jika musuh berada di luar kota sedang bersembunyi dan siap menyerang kapan saja.
Bai An juga sudah menyuruh Hong Chu, salah satu iblis yang menjadi bawahannya di Alam Setengah Dewa untuk ikut memprovokasi musuh, walau Hong Chu belum mencapai Kaisar Dewa, namun ia tidak bisa di anggap remeh.
Setelah Hong Chu, Bai An juga menyuruh Fanghu, Tu Long, Xiong Zai yang saat ini masih besama Kaisar Dewa Api, Cen Tian, Sin Ting, dan beberapa kelompok pembantai yang pintar dalam memprovokasi lawan.
“Baiklah, 3 jam lagi menuju lelang, jika sudah siap kalian tinggal pergi ke posisi masing-masing untuk menunggu sinyal dariku,” kata Bai An melambaikan tangannya.
Seketika semua orang langsung pergi, hanya Duan Du, Tu Long dan satu lagi yang masih berada di tempat tersebut, yaitu Jing Ling.
__ADS_1
Bai An yang melihat itu tentu menyadari hal tersebut sehingga ia langsung berkata. “Aku tahu perasaanmu, tapi saat ini bukan waktu yang pas untuk kita bicara, dan setelah perang ini berahir aku berjanji akan memberitahu ibu jika aku ingin menikahimu juga,” Bai An sedikit menghela nafas.
Karena selama ini ia tentu menyadari Jing Ling yang bersedih saat mendengar jika Bai An akan menikahi Xi Xing.
Jing Ling yang mendengar itu langsung menangis, ia langsung melesat memeluk Bai An sambil berkata. “Aku pegang janjimu ini.”
Bai An langsung mengangguk sambil mengeluarkan senyum tulus.
Duan Du dan Tu Long yang melihat itu seketika jijik karena cemburu.
Merasa di anggap nyamuk, mereka berdua langsung keluar dari kemah.
Bai An hanya menggeleng sambil mengelus rambut Jing Ling.
“Baiklah aku akan pergi, jika terlalu lama maka ibu akan marah nanti,” kata Bai An.
Jing Ling mendongak, ia kemudian mengangguk sambil mengeluarkan senyum tulus dan merasakan bahagia.
1 jam telah berlalu, 2 jam lagi pelelangan akan di mulai.
Berita tentang lelang akan di mulai 2 jam lagi langsung menyebar membuat orang-orang dari klan besar yang belum mendapat tiket masuk berbondong-bondong ke tempat lelang.
Tempat lelangnya pun cukup unik, biasanya sebuah lelang akan di dirikan di sebuah gedung atau perumahan.
Namun ini di sebuah arena yang sangat luas, bahkan mampu menampung jutaan orang.
Tentu Ling Qie menyiapkan ini sengaja agar memudahkan mereka membunuh orang-orang yang hadir.
Karena Ling Qie tahu jika semua kekuatan yang ada di seluruh Alam Dewa dan Alam setengah dewa akan hadir.
Jadi tempat seperti akan cocok untuk menampung mereka, orang-orang juga sangat senang karena tidak ada penghalang jadi mereka biasa saling melihat satu sama lain.
Namun walau begitu, di khususkan tempat duduk untuk VVIP dan VIP, layaknya lelang pada umumnya.
1 jam menuju lelang.
...Ilustrasi Bai An...
...Ilustrasi Duan Du...
__ADS_1
...Ilustrasi Tu Long...