
Bai An mengangguk kecil sambil berkata. “Ternyata kau tahu juga jika Tu Long mempunyai kelebihan yang tidak di punyai oleh orang lain.” Kata Bai An dengan santai.
“Tentu saja aku tahu tadi saat mengerjainya, jika aku tidak menyentuh kepala paman Tu Long, mungkin aku tidak akan tahu sampai saat ini,” balas Duan Du sambil mengangkat kepalanya sembari menepuk-nepuk dadanya.
Bai An langsung menggeleng, jika Tu Long melihat kelakuan Duan Du ini, Bai An yakin jika Tu Long pasti akan memukul kepala Tu Long.
Setelah merenung, Bai An mengangguk sambil berkata. “Jangan terlalu lama, karena saat masalah di daratan ini telah selesai, kita akan pergi ke daratan lain atau mungkin dunia lain.”
“Tentu,” jawab Duan Du, lalu kembali berkata. “Baiklah kak, aku pergi dulu.”
Wuss..!!
Duan Du langsung menyeret Tu Long yang masih belum sadar dengan kecepatan tinggi.
“Anak ini jika bertemu dengan Tu Long atau yang lainnya pasti akan berubah menjadi lebih nakal dan banyak akal.” Kata Bai An kemudian menghilang dari tempatnya berdiri.
***
Wuss..!!
Tap tap...!!
Tidak jauh dari kota San, kota kecil tempat Bai An pertama kali datangi dulu, kini muncul seorang wanita cantik.
Kecantikan wanita tersebut setara dengan Mu Xia'er.
Wanita tersebut sengaja menggunakan jubah bertudung agar tidak ada yang bisa melihat wajahnya.
Wanita itu tak lain, Hu Qia.
“Hmm..!! Dengan begini akan lebih baik,” gumam Hu Qia dengan nada dingin.
Hu Qia baru selesai mengenakan cadar yang di lindungi oleh energinya agar semua orang di dunia ini tak bisa melihat wajahnya.
Hu Qia yakin orang-orang lemah di dunia ini banyak yang serakah, berbeda dengan orang kuat, mereka jarang berniat lain jika melihat kecantikan yang berlebihan.
Hu Qia langsung berjalan ke arah kota terkedat untuk mencari informasi tentang Bai An.
Hu Qia sebelum pergi melewati alam semesta ketiga, ia kembali mendapat informasi jika targetnya Bai An memiliki rambut biru dan adiknya bernama Duan Du berambut merah.
Tap tap..!!
Saat Hu Qia melangkahkan kaki masuk kedalam kota San, ia cukup kagum dengan kota kecil tersebut.
__ADS_1
Hu Qia merasa orang-orang yang ia lewati memiliki hati bersih dan suka kedamaian.
Beberapa saat kemudian Hu Qia kini berjalan memasuki sebuah restaurant cukup sederhana.
Tap tap..!!
“Anda ingin pesan apa Tuan?” Tanya seorang pelayan wanita paruh baya dengan sopan.
“Satu teh manis saja,” kata Hu Qia menyamarkan suaranya.
Pelayan tersebut mengangguk lalu pergi dari tempat Hu Qia duduk.
Sambil menunggu, Hu Qia pokus mendengar ke seluruh orang yang berkunjung ke restaurant tersebut guna mencari informasi.
“Hei,, apa kau tahu Patriark Pin Sang saat ini telah kedatangan tamu,” kata seorang kultivator liar memiliki rambut hitam panjang.
“Kalau itu aku tahu, yang datang adalah patriark Dhe, penguasa daratan Naga Besi ini, setelah menaklukan semua klan kecil sampai besar kini Patriark Dhe ingin menyerang Daratan sebelah,” kata pria berambut hijau muda.
“Hmm..!! Tapi aku heran, kenapa bisa patriark Dhe mau ke klan kecil ini, terlebih aku mendengar kabar jika ia sangat sopan terhadap patriark Pin Sang,” kata pria berambut hitam panjang sambil melirik ke arah kedua temannya, yang satunya memiliki rambut hitam pendek, ia selalu diam saja kini mulai angkat suara.
Terlihat ia melirik ke segala arah.
Hu Qia yang mendengar itu merasa pembicaraan mereka tak penting langsung mengalihkan kepalanya.
“Hmm..!! Sebenarnya aku tak ingin memberitahukan ini kepada kalian,” bisik pria berambut hitam pendek.
Kedua temannya bingung, namun mereka diam saja menunggu temannya ini selesai bicara.
“Aku mendapat bocoran kecil jika patriark Dhe dan patriark Pin Sang memiliki Tuan yang sama, maka dari itu klan Pin tidak pernah di serang atau di datangi oleh pasukan klan Dhe dari 5 tahun terahir,” bisik pria berambut hitam pendek.
Glek..!!
Kedua pria itu menelan ludah, mereka berdua sangat penasaran siapa Tuan yang di maksud sehingga ia langsung bertanya.
“Apa kau tahu nama dan ciri-ciri Tuannya?” Bisik pria berambut hijau.
Pria berambut hitam pendek menggeleng sambil berkata. “Aku hanya mendengar info tidak pasti, jika Tuannya ini masih muda dan adik kakak, yang satu berambut biru dan yang satu berambut merah.”
Kedua temannya hanya mengangguk kecewa, mereka mengira temannya ini tahu, tapi hanya info tidak pasti.
Sementara Hu Qia langsung bangkit sambil menaruh satu keping emas, kemudian pergi tanpa ada orang yang merasakannya.
Bahkan pelayan wanita paruh baya yang baru sampai langsung melirik ke segala arah, tapi tidak menemukan orang yang ia cari, saat pelayan itu berniat kembali, ia hanya menemukan satu keping emas.
__ADS_1
Tap tap..!!
Saat ini Hu Qia sedang mencengkram leher pria berambut hitam pendek.
“Katakan dimana lokasi klan Pin berada disini?” Kata Hu Qia dengan nada dingin.
Sementara pria berambut hitam pendek hanya merutuki nasipnya yang telah bicara sembarangan di restaurant tadi.
Jadi mau tak mau ia menunjuk ke arah barat timur.
Hu Qia langsung melepaskan pria tersebut bersamaan dengan hilangnya Hu Qia.
“Orang ini sangat kuat dan mengerikan, bahkan tekanannya saja jauh lebih kuat dari penguasa dunia ini,” gumam pria tersebut lalu menambahkan. “Aku yakin akan ada masalah serius tak lama lagi.”
Setelah itu pria tersebut melesat dengan kecepatan penuh ke arah kota San karena ia yakin kedua temannya pasti bingung ia tiba-tiba menghilang.
***
Wuss..!!
Hu Qia kini melayang di atas langit, ia melirik sebuah klan yang sangat besar dan terlihat tenang.
“Hmm..!! Ini pasti tempatnya,” gumam Hu Qia karena dapat merasakan ada orang yang cukup kuat di dalam salah satu kediaman yang paling besar dan mewah.
Hu Qia tanpa basa basi langsung menghilang dan muncul tidak jauh dari tiga pria yang duduk bersama.
Ketiganya tak lain Pin Sang, Pin Cang dan Dhe Chi Yuan.
Dhe Chi Yuan awalnya ingin mengirim orang kesini, namun karena ia tidak mempunyai kegiatan, maka ia berinisiatif datang kesini seorang diri.
“Hehe,, Patriark Dhe, kau tenang saja, jika ini karena perintah Tuan muda, kami pasti akan langsung berangkat malam ini setelah semua pasukan siap,” kata Pin Cang sambil tertawa kecil.
Dhe Chi Yuan mengangguk percaya.
“Terimakasih Jendral Cang, jika begitu aku pamit terlebih dahulu untuk mempersiapkan hidangan untuk kedatangan kalian nanti,” kata Dhe Chi Yuan berdiri.
“Mengapa cepat sekali saudara Yuan?” Tanya Pin Sang.
“Iya, aku juga masih memiliki kesibukan di klan,” kata Dhr Chi Yuan alasan.
Pin Sang dan Pin Cang mengangguk, tapi tak lama, tatapan mata Pin Cang dan Dhe Chi Yuan mengarah ke arah tempat Hu Qia berdiri.
“Hmm..!! Apa patriark Dhe juga merasakan jika kita saat ini sedang di tatap oleh seseorang?”
__ADS_1