
Tak terasa matahari menyinari jendela kamar Bai An saat Bai An mengobrol dengan Yu Fen.
“Hmm,, sudah pagi,” gumam Bai An.
Tok,, tok,,
“An'er ini sudah jam 7, ayo turun cari makan untuk sarapan,” teriak Lin Xue sambil mengetuk pintu kamar Bai An berkali-kali.
Bai An langsung berdiri, di ikuti oleh Yu Fen, Lang Zai dan Pixiu.
Cklek,,
Saat Bai An membuka pintu ia melihat bibinya kini sudah rapi.
Berbeda dengan Yu Fen, ia langsung tertegun saat melihat Lin Xue yang sangat cantik.
Menyadari ada orang lain yang menatapnya, Lin Xue langsung melihat ke belakang Bai An.
“Apa kau lihat-lihat, hah.”
Ciri khas Lin Xue langsung keluar yang mana membuat Bai An, Lang Zai dan Pixiu langsung menghela nafas, ciri khasnya adalah marah tanpa mengetahui apa penyebabnya.
“Bibi apakah seseorang tidak boleh melihatmu?”, tanya Bai An.
“Tidak boleh, liat matanya sangat mesum. Coba dia bukan temanmu aku sudah hajar dia,” kata Lin Xue sambil menunjuk Yu Fen yang kini sedang tertegun.
Yu Fen tidak menduga jika wanita cantik di depannya ini sangat pemarah, namun yang ia tidak duga lagi wanita ini adalah Bibinya Bai An yang sifatnya bertolak belaka.
“Sudah-sudah Bibi lebih baik kita cari makanan ayo Bibi,” kata Chu Jia menarik tangan Lin Xue untuk turun.
Lin Xue langsung tersenyum, ia gemas dengan suara unik Chu Jia jadi ia langsung mengangguk mengikuti Chu Jia.
Bai An langsung menyusul bersama yang lainnya.
Saat turun, Bai An dapat melihat Chu Shen sudah menunggu di depan pintu penginapan.
“Kakek Chu, apa kau menunggu lama?”, tanya Bai An basa basi.
“Tidak Tuan Muda, ayo kakek sudah mendapatkan tempat yang cocok untuk kita sarapan,” ajak kakek Chu.
Lin Xue dan Chu Jia langsung semangat.
Bai An hanya juga ikut mengangguk kemudian mereka berjalan, saat di perjalanan banyak sekali orang-orang yang menjauhi mereka karena kejadian di restaurant semalam langsung menyebar yang mana membuat orang-orang takut.
Bai An hanya tersenyum kecut melihat kelakuan mereka, Bai An bukan tersenyum kecut karena mereka takut, tapi ia tersenyum kecut karena melihat setiap orang takut tersebut menyembunyikan tangannya yang mana terselip cincin penyimpanan mereka.
__ADS_1
Lang Zai dan Pixiu hanya terkekeh kecil, “Dulu kakak angkatnya, sekarang adiknya yang melakukan hal yang sama, yaitu hobi menjarah harta sampai tidak tersisa,” gumam Lang Zai dan Pixiu secara bersamaan.
Saat mereka bergumam, Bai An dapat mendengarnya yang mana membuat Bai An langsung terdiam.
Melihat Bai An terdiam. Lang Zai dan Pixiu langsung berkeringat dingin.
Namun saat melihat wajah Bai An yang seperti merindukan keluarganya, Lang Zai dan Pixiu juga langsung teringat orang-orang yang bersama mereka dulu.
Skipp,,
Beberapa saat kemudian Bai An dan yang lainnya kini sedang melesat melanjutkan perjalanan menuju Kota Han.
“Yu Fan, setelah kota tadi apa kita langsung sampai ke Kota Han?”, tanya Bai An, sebenarnya Lin Xue pernah memberitahu jika ini kota tadi adalah kota terahir baru sampai kota Han di perbatasan.
Yu Fan langsung menggelengkan kepala, “Kita akan melewati beberapa desa dulu baru sampai Kota Han, memang kota tadi adalah kota terahir dan tidak ada lagi kota di daerah perbatasan ini.”
Bai An mengangguk-angguk, ia tahu jika Kota Han adalah daerah perbatasan yang mana tidak di kuasai oleh Benua manapun atau kerajaan manapun.
Tapi saat ini Kota Han sedang di gencar oleh Penguasa Liu Wang karena ia ingin menguasai Kota tersebut. Kota Han adalah kota yang sangat ramai dan banyak sekali kultivator bebas yang mengadu nasif disana.
Kota Han juga banyak sekali para ahli dan kelompok organisasi yang membuka dagangan mereka disana, banyak juga organisasi yang terkenal seperti asosiasi perdagangan dan asosiasi lelang yang membuat bisnis disana sehingga Penguasa Liu Wang sangat ingin menguasainya.
Tapi sampai saat ini Penguasa Liu Wang masih belum bisa menguasainya, karena para penjaga aosiasi bekerjasama dengan Walikota dan beberapa kultivator bebas untuk memukul mundur pasukan Penguasa Liu Wang.
Wuss,,
Wuss,,
“Desa sudah tidak bisa berkembang karena banyak sekali prajurit penguasa Liu Wang yang selalu sesuka hati mengambil pajak tinggi dan merusak panen desa tersebut, mereka juga tidak bisa pergi karena di ancam. Jika mereka pergi, mereka akan dikira penghianat dan menjadi buronan.”
Bai An langsung mengepalkan tangannya erat-erat, Lang Zai dan Pixiu juga melakukan hal yang sama.
Lin Xue yang mendengar itu hanya diam saja, karena ia sering mendengar hal tersebut dan pernah marah seperti Bai An. Namun ia tidak ingin menjadi naif karena ia sadar kekuatannya tidak seberapa, jadi ia hanya diam saja selama ini.
Tap,,
Tap,,
Bai An langsung berhenti di depan gerbang desa yang mana hanya sebuah bambu yang lapuk.
“Hei kau bayar pajak, jika melewati desa” teriak prajurit tersebut maju dengan sombong bersama 3 prajurit di belakangnya.
Bai An yang melihat itu ingin membunuh mereka langsung diam saat mendengar suara lagi.
“Tapi kalau kau memberikan wanita ini, kau bisa lewat,” kata prajurit tersebut tersenyum mesum.
__ADS_1
Lin Xue tak menunggu lama mengeluarkan pedangnya.
Slash,,
Dengan mata melotot ia seperti tak percaya melihat kecepatan Lin Xue dan tak lama kepalanya terjatuh.
Ketiga prajurit yang di belakangnya langsung mencabut pedang mereka masing-masing dan berteriak.
“Berani sekali kalian melawan prajurit penguasa Liu Wang.”
“Heeh,, Penguasa mu suruh kesini aku akan memotong kepalanya,” kata Lin Xue dingin yang mana membuat ketiga prajurit tersebut langsung bergetar ketakutan.
“Hei, kau maju dulu aku akan membantumu dari belakang,” kata prajurit 1 menyuruh prajurit 2 dan 3.
Prajurit 2 dan 3 langsung mengangguk lalu berlari menyerang Lin Xue.
Saat mereka menyerang Lin Xue, prajurit 1 langsung melarikan diri.
Lin Xue yang melihat itu mendengus, “Pengecut,” kata Lin Xue dingin lalu menghilang dari tempatnya.
Slash,,
Slash,,
Dua kepala langsung terjatuh, Lin Xue lalu melesat lagi mengejar prajurit 1 yang melarikan diri, namun berhenti saat Bai An menghentikannya.
“Jangan di kejar, biarkan ia memanggil teman-temannya.”
Lin Xue hanya mengangguk.
Para penduduk yang melihat kejadian itu hanya meringkuk di dalam rumah dengan badan bergetar ketakutan.
Mereka tentu saja takut, jika semua prajurit ini mati. Maka, mereka yakin akan banyak prajurit lain datang besok lalu menghancurkan desa mereka.
Tak lama kemudian, seorang Komandan datang bersama para prajuritnya dan prajurit 1 langsung menunjuk ke arah Lin Xue dan Bai An.
Saat komandan tersebut melihat ke arah Bai An yang sedang tersenyum, tubuhnya langsung bergetar keras. Ia kemudian mengeluarkan selembaran kertas dan melihat wajah Bai An, Lang Zai, Pixiu dan Bai Luan.
“Lari,” teriak komandan tersebut.
Para prajurit hanya bengong namun sesaat kemudian 5 tubuh prajurit terbelah membuat mereka ketakutan dan berhamburan melarikan diri.
Lin Xue mendengus kesal, “An'er itu mangsa Bibimu, jangan kau ikut campur,” teriak Lin Xue kemudian mengejar para prajurit dan komandan yang melarikan diri.
Bai An dan yang lainnya hanya menghela nafas berat, “Inilah jika kau mengganggu Singa betina yang sedang tidur, kau akan merasakan akibatnya,” gumam semua orang yang bersama Bai An.
__ADS_1