Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Perpisahan Bai An dan Chu Jia


__ADS_3

Saat Chu Jia ingin mengatakan sesuatu, jari Bai An langsung menempel di bibir lembut Chu Jia.


“Sstttt,, jangan menyalahkan dirimu sendiri, yang salah itu adalah takdir yang melahirkanku begini, tapi saat ini aku mengerti, jika aku tak mengubah takdirku sendiri, maka aku akan tetap tidak berguna selamanya seperti ini,” kata Bai An dengan santai.


“Apakah kau mengerti maksudku?” Tanya Bai An sambil melirik ke arah Chu Jia.


Chu Jia kini terdiam beberapa saat, setelah itu ia mengangkat kepalanya sambil berkata. “Aku mengerti An Gege, tapi harus berapa lama aku akan menunggumu?”


Mendengar pertanyaan dari Chu Jia, Bai An tersenyum hangat.


“Sampai dimana aku bisa melindungimu,” jawab Bai An dan terdiam beberapa saat, setelah itu ia berkata. “Tapi kau tenang saja, karena aku pasti akan menemuimu beberapa kali dalam waktu satu tahun untuk menghilangkan rasa jenuh akibat kerinduan.”


Mendengar itu, Chu Jia langsung tersenyum senang karena masih bisa bertemu Bai An.


Hmm hmn..!!


Dengan cepat Chu Jia mengangguk-angguk tanpa bisa mengeluarkan kata-kata.


Duan Du dan Chou Pet yang telah pergi menjauh masih dapat mendengar itu, sehingga mereka berdua hanya bisa ikut tersenyum.


“Ehemm..!! Bocah licik, Apakah saat mengenal dirimu ini Tuan muda bisa berubah menjadi seperti ini?” Tanya Chou Pet melirik ke arah Duan Du, sebelum Duan Du menjawab, Chou Pet kembali berkata. “Sungguh, aku tak menduga perubahan Tuan muda meningkat drastis seperti ini.”


Chou Pet hanya bisa menggeleng-geleng.


Sementara alis Duan Du hanya bisa terangkat berulang-ulang. “Orang tua ini bertanya tapi malah menjawab sendiri tanpa harus memberikan waktu luang untuk ku menjawab,” dengus Duan Du dalam hati.


3 Hari telah berlalu.


Saat ini adalah hari dimana Bai An harus berpisah dengan Chu Jia.


Walau Chu Jia sudah mau melepaskan Bai An pergi, tapi tetap saja jauh di dalam hati Chu Jia ada rasa keengganan dan ada rasa rindu yang mendalam.


Namun sayang, orang yang ia cintai bukanlah Bai An yang dulu, karena Bai An yang dulu telah mati.


Untuk Chou Pet kini berdiri sambil melihat Bai An dan Chu Jia berpelukan.


“Huuff,, aku jadi ingin mencari pasangan hidup saat melihat kemesraan mereka,” kata Chou Pet.


Duan Du yang mendengar itu langsung terkekeh. “Hehe,, dengan tampang sangar dan menyeramkan seperti itu, aku yakin para gadis akan langsung melarikan diri karena mengira kau setan paman,” kekeh Duan Du secara terang-terangan mengejek.


Chou Pet yang sudah 3 hari ini selalu di ejek oleh Duan Du langsung memegang pundak Duan Du sambil tersenyum menyeramkan.


Duan Du langsung merasa tidak enak, karena ia sudah puluhan kali di hajar oleh Chou Pet.

__ADS_1


Dengan cepat Duan Du berteriak. “Tolong,, aku ingin di perkosa oleh Paman Chou.”


Mendengar itu, Chu Jia langsung melepaskan pelukannya sambil berdecak pinggang menatap ke arah Chou Pet dan Duan Du. “Apakah kalian berdua tidak bisa memberikan kami ketenangan hanya sesaat saja hah, kalian berdua selama 3 hari ini selalu membuat ribut dan mengangguku bersama An Gege.”


Mendengar suara dingin Chu Jia, Chou Pet dan Duan Du langsung melarikan diri saat melihat Chu Jia ingin mengeluarkan cambuknya.


Bai An yang melihat itu langsung tersenyum-senyum sendiri.


“Terkadang, membuat kebahagian itu tidak harus dengan cara romantis saja, dengan cara seperti ini pun bisa membuat semua orang bahagia,” gumam Bai An.


Terlihat Chu Jia mengejar Chou Pet dan Duan Du dengan senyum ceria.


30 menit berlalu, saat ini mereka bertiga duduk dengan nafas tersengal-sengal, mereka sama sekali tidak menggunakan energi mereka saat berlari, melainkan murni fisik.


“An Gege,, kau harus berhati-hati, karena dunia ini memiliki banyak tipu muslihat,” kata Chu Jia dengan serius memberi peringatan.


“Kau tenang saja Jia'er, walaupun aku ini lemah, tapi sekarang aku memiliki ini,” kata Bai An menunjuk ke arah kepalanya.


Chu Jia mengangguk patuh, setelah itu Bai An melirik ke arah Chou Pet. “Paman, antar Jia'er ke klannya sampai dengan selamat, jangan biarkan ia terluka sedikitpun,” kata Bai An basa basi.


Chou Pet langsung menepuk dada dengan bangga. “Kau dapat tenang, walaupun patriark klan besar datang menghadang pun akan ku bantai mereka,” kata Chou Pet.


Bai An mengangguk santai, karena ia tahu Chou Pet ini tidak sesederhana kelihatannya, bahkan Bai An tahu jika Chou Pet menyembunyikan tingkat kultivasinya yang sesungguhnya walau Bai An tidak tahu pasti ada di ranah berapa Chou Pet sebenarnya.


Kini tersisa Bai An dan Duan Du.


Mereka berdua saling menatap beberapa saat, setelah itu mereka berdua tersenyum lebar karena mendapatkan harta yang lumayan.


Dengan cepat Duan Du mengeluarkan cincin penyimpanan pemberian pemberian Chou Pet, lalu memberikan Bai An.


Bai An langsung mengecek isinya, setelah melihat isinya, senyum Bai An langsung mengembang.


“Hehe,, kita pergi dulu dari sini ke tempat yang telah di tandai oleh Pin Cang,” kata Bai An masih tersenyum lebar.


Wuss..!!


Wuss..!!


2 jam kemudian.


Tap tap..!!


Bai An dan Duan Du berhenti setelah melihat pohon besar.

__ADS_1


Wuss..!!


Pin Cang langsung turun dari atas pohon yang tidak terlihat puncaknya.


“Tuan muda,, kenapa kau sangat lama,” gerutu Pin Cang.


“Sudah nanti saja bahas gerutuanmu itu, aku tahu maksud mu itu adalah ini,” kata Bai An melambaikan tangannya mengeluarkan satu kendi paling besar berisi arak.


Mata Pin Cang langsung cerah setelah melihat itu, dengan cepat Pin Cang melesat ingin menyambar kendi di depan Bai An.


Namun Bai An dengan cepat melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Mata Pin Cang langsung melotot melihat kecepatan tangan Bai An memasukkan kendi arak tersebut.


“Tu.. Tuan muda, aku yakin jika kekuatanmu kini lebih tinggi dariku,” kata Pin Cang berpikir. “Tapi kenapa bisa meningkat begitu cepat? Apa aku salah ya?” Gumam Pin Cang memijit kepalanya.


Bai An yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


“Sudah-sudah, ayo kita masuk, tunjukkan tempatnya,” kata Bai An.


Pin Cang langsung tersadar, ia langsung cemberut, namun tetap menunjukkan jalan.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah sampai puncak pohon, di sana ada sebuah rumah kayu cukup besar, mereka bertiga langsung masuk.


10 menit berlalu.


Kini Bai An menatap ke arah Pin Cang dan Pin Sang.


“Hmm..!! Langsung saja, apa kau sudah tahu siapa orang yang membuat perisai untuk melindungiku?” Tanya Bai An dengan santai.


Pin Cang dan Pin Sang menggelengkan kepala.


“Mencarinya sama saja mencari jarum di tengah lautan,” kata Pin Cang menghela nafas berat.


Bai An mengangguk santai membenarkan ucapan Pin Cang, karena tidak adanya petunjuk sedikitpun, hal itulah yang membuatnya sulit.


“Lalu tentang klan-klan besar itu? Apakah ada pergerakan?” Tanya Bai An sedikit bersemangat.

__ADS_1


“Hmm..!! Aku mendapat info jika mereka akan melakukan pertemuan tertutup beberapa minggu kedepan.”


__ADS_2