Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mulai berlatih didalam Dunia Jiwa


__ADS_3

Saat terkejut, pikiran-pikiran liar kini membanjiri otak Bai An.


“Berarti orang yang datang, aku rasakan itu adalah Setengah Dewa?” seru Bai An kaget.


“Itu biasa saja, di dunia yang lebih besar orang seperti mereka bertaburan dimana-mana.” dengan santai Mu Xia'er mengatakannya.


Namun berbeda dengan Bai An yang kini tertegun, “Lalu kenapa pengetahuan seperti itu tidak masuk ke dalam pikiran ku?” tanya Bai An dengan cepat sambil memegang kepala Mu Xia'er.


“Karena kekuatan mu belum cukup kuat untuk mengetahuinya, kau masih sangat lemah.” jawab Mu Xia'er dengan santai.


Dahi Bai An langsung berkerut, memang apa yang di ucapkan Mu Xia'er itu benar, “Berarti tingkat kultivasi yang kau beri tahu aku melalui pikiran ku itu hanya sedikit dari tingkat kultivasi yang sebenarnya?” tanya Bai An langsung, setelah ia mengambil sebuah kesimpulan.


Mu Xia'er tersenyum, lalu mengangguk, “Itu hanyalah awal saja. Suatu saat nanti kau akan mengetahuinya. Jadi bertambah lah kuat untuk mengetahui kebenaran tentang dunia ini sebenarnya.” ujar Mu Xia'er serius.


“Tu,, Tunggu dulu, berarti kau membawa ku kesini hanya untuk melatih ku?” tanya Bai An mengambil kesimpulan.


Mu Xia'er mengangguk sambil tersenyum, menunjukkan giginya.


“Tidak, bisa. Aku harus kembali lebih dulu. Jika aku menghilang secara tiba-tiba, yang lainnya nanti akan panik dan mencari ku. Di tambah lagi aku harus membalaskan dendam saudara ku,” ucap Bai An menolak dengan tegas sambil mengepalkan tangannya erat, matanya menunjukkan kemarahan saat mengingat kalau saudaranya tewas, ia tidak bisa menerimanya begitu saja.


“Pletak,"


Entah dari mana Mu Xia'er mendapat sebuah kayu untuk memukul kepala Bai An.


“Ukkhh,”


Bai An langsung mengiringkih kesakitan sambil mengusap kepalanya, “Mengapa kau memukul ku?” teriak Bai An seperti tidak terima.


“Aku hanya ingin saja memukul anak bodoh seperti dirimu,”


Mu Xia'er terkekeh saat mengatakan hal itu, ia seperti menikmatinya.


“Kembalikan aku,, Aku ingin pulang,,!” ujar Bai An yang masih mengusap kepalanya.


“Itulah yang membuat aku mengatakan kau bodoh,, Eehh,” Mu Xia'er tiba-tiba terdiam seperti mengingat sesuatu.


Wajah Bai An melongo seperti orang bodoh melihat Mu Xia'er, ia menunggu apa yang ingin Mu Xia'er ucapkan selanjutnya.


“He,, He,, aku lupa mengirim informasi jika, saat ini bukanlah tubuh mu, tubuh mu yang asli masih berada di luar, kau yang sekarang hanyalah sebuah jiwa saja.” setelah mengatakan itu kepada Bai An, Mu Xia'er langsung memberikan informasi tentang dunia jiwa, karena ia terlihat malas menjelaskannya.


Bai An yang menjadi pendengar baik, kini tiba-tiba banyak pengetahuan masuk ke dalam pikirannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, ia mengerutkan keningnya dan bertanya. “Berarti tubuh asli ku masih mengamuk disana?”


“Itu benar, tapi para bawahanmu telah berhasil melumpuhkan mu dan membuatmu pingsan.” jawab Mu Xia'er mengangguk.


Bai An yang mendengar jawaban Mu Xia'er cukup kesal terhadapnya karena, jika ia dibawa tiba-tiba. Bukankah kerajaan tersebut akan hancur, Bai An berpikir, Long Yuan dan yang lainnya pasti berusaha keras untuk melumpuhhkan dirinya.


Apa yang di pikirkan Bai An itu benar.


***


Flash back..


“Mo Shan, apa kau tidak apa-apa?” tanya Long Yuan, “Tidak apa-apa kepalamu, apa kau tidak lihat aku terluka cukup parah,” Mo Shen mendengus kesal sambil melotot ke arah Long Yuan yang kini terkekeh mendengar jawabannya.


“Kau kembali dulu, panggil bantuan untuk melumpuhkan Tuan Muda, aku melihat jika Tuan Muda telah pingsan, tapi Aura nya masih saja keluar. Jadi itu memudahkan kita untuk membuat Tuan Muda pingsan.”


Mendengar kata-kata Long Yuan, Mo Shan melirik ke arah Bai An, dan langsung mengangguk, “Baik lah, tunggu sebentar,” setelah mengatakan itu Mo Shan langsung melesat pergi.


Beberapa menit kemudian, para Jendral Iblis yang berada pada tingkat Holy Tryant sampai Holy Dao datang dengan susah payah.


Ukkhh,,


Ukkhh,,


Dengan cepat Long Yuan mengeluarkan auranya untuk membantu mereka meringankan beban mereka.


“Terus apa yang akan kita lakukan?” tanpa basa basi Mo Shen langsung bertanya.


Mata Long Yuan melirik Mo Shen dengan serius, “Gabung kan semua energi kalian lalu berikan kepada ku, aku yakin jika kita menggabungkan kekuatan, maka aku bisa membuat Tuan Muda pingsan.”


Mereka semua langsung mengangguk, lalu duduk secara bersamaan dan saling memegang pundak masing-masing yang bertumpu kepada Long Yuan.


Tak lama, Long Yuan merasakan energi yang masuk ke dalam tubuhnya dalam jumlah besar langsung menyerapnya dan memasukkan nya kedalam Mardiannya lalu dantiannya.


Setelah semua orang merasa energi mereka habis, Mo Shen langsung berkata, “Ini batasan kami, selanjutnya aku serahkan kepadamu.”


Long Yuan langsung membuka matanya, “Aku rasa ini sudah cukup,” ujar Long Yuan lalu mengalirkan energi dalam jumlah yang lebih besar untuk melindungi Mo Shan dan yang dan yang lainnya.


Setelah itu Long Yuan membalikkan badan dan berjalan ke arah Bai An berdiri.


“Ukkhh, untung tekanan Tuan Muda terus berkurang, jika tidak aku tidak akan bisa mendekatinya walaupun dengan bantuan energi mereka,” gumam Long Yuan yang kini tinggal beberapa langkah mencapai tempat Bai An berada.

__ADS_1


Setelah sampai, dengan cepat Long Yuan memukul pundak Bai An hingga terjatuh dan menotok beberapa bagian tubuhnya.


Tak lama tekanan yang keluar dari tubuh Bai An langsung menghilang secara perlahan.


Long Yuan langsung memapah Bai An.


Mo Shen yang melihat itu bergerak cepat membantu Long Yuan, “Kita akan menaruh Tuan Muda dimana? kerajaan mu sudah hancur.” ujar Long Yuan melihat sekeliling dengan tersenyum kecut.


Mo Shan tidak marah dengan kerajaannya yang hancur, ia lebih mementingkan Bai An dan Bangsanya.


“Kita akan ke kediaman Jendral Liang, ia hanya tinggal sendiri dan ia juga sekarang tidak berada disana karena menjalankan Tugas dari Bai An.”


Long Yuan langsung mengangguk, “Ayo tunjuk kan tempatnya.”


Tampa menunggu lama, Mo Shen langsung melesat bersama para iblis yang mengikuti dari belakang.


Flash back and..


***


“Lebih baik kau jangan terlalu banyak pikiran, kau akan menjadi orang yang naif, jika kau berpikir ini itu.”


Bai An langsung tersadar saat mendengar suara Mu Xia'er.


“Kau benar, aku terlalu naif, tapi jika aku berlatih, aku takut para saudara ku yang di luar mendapatkan masalah. Kau tahu musuh yang kami hadapi itu sangat kuat.” ucap Bai An berkata dengan nada yang pahit.


“Pletak,”


“Apa kau lupa, jika waktu disini bisa kau ubah semau mu.” Mu Xia'er terlihat kesal melihat kebodohan Bai An.


“Ukkhh”


Bai An menghiraukan ucapan Mu Xia'er, ia mementingkan kepalanya yang di pukul, ia mengusatnya berkali-kali.


Dengan wajah cemberut Bai An berkata, “Apakah tidak bisa kau tidak memukul kepala ku?”


“Pletak,”


“Itu tidak bisa, karena mulai saat ini aku yang akan melatih mu,” ucap Mu Xia'er tersenyum cerah.


Namun Bai An yang melihat senyum itu tiba-tiba merasa tidak enak.

__ADS_1


“Sudah jangan banyak tingkah, lebih baik ikuti aku,” Mu Xia'er langsung melayang dan terbang ke arah tertentu.


Bai An langsung terbang mengikutinya di belakang.


__ADS_2