
Teriakan Hou Ran langsung menggema di sertai energi keemasan muncul.
Wuss..!!
“Mawar Menyatu Dengan Alam,” gumam Gi Lian.
Seketika dua serangan dari Gi Lian dan Hou Ran langsung bertemu.
Bom..!!
Tak berhenti sampai disana saja, terlihat beberapa bunga menyelinap ke arah Hou Ran tanpa di ketahui olehnya.
Gi Lian langsung tersenyum tipis.
“Meledaklah,” gumam Gi Lian santai.
Bam..!!
Hou Ran langsung mati tanpa mengetahui apa yang terjadi dengan dirinya.
Gi Lian tidak berhenti sampai disana saja, ia memanfaatkan keterkejutan para anggota Faksi Emas dengan menebar bunga mawar ke arah mereka semua.
***
Sementara di tempat Bai An berdiri, ia tersenyum melihat para saudaranya yang kini memiliki kemajuan dalam bertarung, bahkan mereka semua belum menggunakan kekuatan puncak mereka.
Bai An langsung menghilang dari tempatnya setelah melihat pergerakan dari Ling Dong yang ingin membunuh kakaknya.
Ling Dong yang memiliki kekuatan jauh lebih tinggi dari Bai En muncul dengan pedang terayun ke arah Bai En.
Bai En langsung terkejut dan dengan cepat ia mengayunkan belatinya walau ia tahu dirinya akan kalah dan terluka parah.
Wuss..!!
Trank..!!
Bai An muncul tepat di samping kakaknya, dengan santai ia menahan pedang Ling Dong menggunakan pedangnya.
“Siapa kau?” Tanya Ling Dong mundur beberapa langkah, karena saat Bai An menahan pedang Ling Dong tadi, Ling Dong tahu jika orang bertudung yang lain Bai An adalah musuh kuat baginya.
Bai An yang di tanya langsung tersenyum di balik tudungnya.
“Siapa aku itu tidak penting, tapi apakah begini cara seorang kultivator, menyerang saat orang lagi bertarung.” Kata Bai An lalu menambahkan. “Sungguh tindakan seorang pengecut,” kekeh Bai An.
Wuss..!!
Bai An muncul di depan Mo Lor dan dengan santai ia mencengkram leher Mo Lor.
Krak..!!
Mo Lor mati tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.
__ADS_1
“Kau,” teriak Ling Dong sambil menujuk ke arah Bai An dengan tersulut emosi.
Saat Ling Dong ingin melesat maju.
Bai An sudah lebih dulu muncul di depannya sambil mengayunkan pedangnya.
Tapi Bai An langsung mundur sambil menarik Bai En sejauh mungkin.
Bom..!!
Ledakan besar langsung menghancurkan markas Faksi Emas.
Entah apa yang terjadi, hanya saja Bai An merasakan bahaya tadi sehingga ia dengan cepat mundur sejauh mungkin.
Bai An langsung teringat dengan para saudaranya.
Tapi kekhawatiran Bai An langsung hilang setelah ia melihat Tu Kul muncul membawa Lang Zai, Pixiu, Tu Long, Gi Lian dan ketua Faksi Emas yang tadi tersenyum licik.
Bai An langsung menyipitkan matanya saat melihat ketua Faksi Emas yang sebenarnya bukan, karena orang ini sedang menyamar, Bai An juga sangat mengenal orang ini dari auranya.
“Huff..!! Sama siapa kau kesini Duan'er?” Tanya Bai An sambil tersenyum hangat.
“Hehe,, aku kesini sendiri kakak, tadinya aku kesini untuk melihat kekuatan musuh, tapi aku tidak menduga kakak bersama paman-paman yang lainnya datang menghancurkan mereka,” kekeh Duan Du langsung membuka topeng wajah palsu yang ia gunakan.
“Eeh..!! Bocah nakal, aku tidak munduga ini dirimu, pantas saja tadi aku merasa familiar dengan auramu sehingga aku tidak membunuhmu,” kekeh Lang Zai.
“Hei, hei, paman Lang, bukannya tidak ingin membunuh, tapi kau saja yang tidak bisa membunuhku,” ejek Duan Du sambil terkekeh kecil.
Wuss..!!
Duan Du langsung terlempar ke depan dan mendarat pas di dua belahan dada Gi Lian.
Yang memukul Duan Du adalah Tu Long.
“Hehe,, bocah licik, aku tak menduga kau datang kesini sendiri, tapi yang di maksud Tuan muda adalah sama siapa kau datang kedunia ini, tidak mungkin kau datang sendiri bukan?” Tanya Tu Long sambil terkekeh.
Wajah Gi Lian langsung memerah padam, ia lalu melirik ke arah Tu Long dengan tatapan tajam.
Duan Du yang baru berpisah langsung tersenyum licik.
“Bibi,, paman Tu Long sengaja memukulku ke arah dirimu agar membuat kau malu, kau harus menghajarnya,” kata Duan Du membuat Gi Lian yang tadi marah kini semakin tersulut emosi.
Tu Long langsung menegang.
“Eehh..!! Bocah nakal ini sangat licik Nona Lian, jangan dengarkan dia,” kata Tu Long membela diri.
Tapi Gi Lian langsung melesat ke arah Tu Long sambil mengeluarkan pedangnya.
“Mati saja kau mesum,” teriak Gi Lian.
Tu Long tanpa menunggu lama ikut melesat, tapi melesat melarikan diri dari kejaran Gi Lian.
__ADS_1
Wuss..!!
Gi Lian yang melihat Tu Long melarikan diri kini semakin yakin jika Tu Long memang sengaja mempermalukan dirinya.
Bai An dan yang lain melihat itu langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara Duan Du tersenyum licik.
“Kau ini semakin dewasa semakin nakal,” kata Bai An langsung menarik telinga Duan Du.
“A a a ampun kakak, aku tidak akan mengulanginya lagi besok,” kata Duan Du.
Bai An langsung mendengus sambil tersenyum.
“Iya besok tidak kau ulangi, tapi keesokan harinya lagi baru kau mulai lagi,” dengus Lang Zai.
“Hehe,, setidaknya aku selalu jujur dan menepati janji, benarkan kakak,” kata Duan Du tertawa kecil.
Lalu Duan Du langsung berkata.
“Oh ya aku lupa kak, jika aku kesini bersama Kakak Cen Tian, kakak Fang Liu, paman Hei Long dan Huang Feng.”
Mendengar itu Bai An langsung mengangguk tanpa menanyakan apa penyebab mereka kesini, karena Bai An sudah dapat menebak apa yang terjadi.
Tapi yang Bai An pikirkan saat ini adalah siapa orang yang menyerang markas Faksi Emas ini.
Mungkin lebih tepatnya membawa Ling Dong kabur.
Bai An kini melirik ke arah asap yang telah sepenuhnya hilang.
Bai An melihat banyak sekali mayat berserakan seperti tumpukan sampah.
“Kakak, apa orang yang menyerang tadi yang kau maksud itu?” Tanya Bai An melirik ke arah Bai En.
Tapi Bai En menggeleng.
“Aku tidak tahu pasti,” jawab Bai En lalu menambahkan. ”Tapi yang lebih penting adalah seberapa kuat kau sekarang, karena aku merasa kau masih menahan diri tadi saat menahan serangan Ling Dong, aku menduga jika kau menyembunyikan tingkat kekuatanmu yang asli?” Tanya Bai En menatap curiga.
Bai An langsung tersenyum sambil berkata. “Inilah tingkat kekuatanku yang asli kakak, apa kau buta?” Kekeh Bai An, lalu melanjutkan. “Kenapa aku bisa lebih kuat darimu itu karena aku menggunakan Energi Semestaku bersama teknik bertarung yang aku pelajari sudah ku kuasai sampai sempurna sehingga aku bisa bertarung melawan orang yang jauh lebih kuat dariku.”
Bai En langsung cemberut bercampur malu, karena ia merasa sedang di ejek oleh ucapan adiknya ini.
Tu Kul yang mendengar ucapan Bai An juga ikut percaya, walau tadi ia menduga jika Bai An menyembunyikan kekuatannya yang asli. Tapi kini ia mengerti mengapa Bai An bisa melawan orang yang lebih kuat darinya.
Tentunya Tu Kul mengetahui dengan jelas pungsi Energi Semesta.
Saat ini Bai An melirik ke arah Duan Du sambil tersenyum dengan mata bersinar.
Duan Du yang mengerti langsung pergi dengan semangat karena tahu apa maksud kakaknya.
Tanpa menunggu waktu lama, Duan Du langsung mengumpulkan semua hasil jarahannya.
__ADS_1
“Hehe,, kali ini kita kaya kak,” kata Duan Du terkekeh kecil.