
1 minggu telah berlalu di dalam dunia jiwa Bai An. Kini Bai An melihat ibunya dan Mu Xia'er sudah lebih akrab.
Selama sminggu yang Bai An jalani itu, ia merasa agak canggung akibat ibunya melarangnya banyak hal. Salah satunya minum terlalu banyak.
Bai An malah pernah sembunyi-sembunyi bersama Tu Long untuk pergi minum ke dunia luar. Tapi mereka tetap ketahuan, memang Bai An tidak pernah di marahi oleh ibunya, tapi tetap saja ia merasa canggung.
Saat ini Bai An, Ibunya dan Mu Xia'er sedang sarapan bersama. Tidak ada sedikitpun suara saat makan. Setelah makan barulah Ling Mei menatap putranya.
“Belajarlah lebih dewasa, jangan terlalu kekanak-kanakan seperti mudah marah, pahami apa bagaimana perasaan para bawahanmu lebih dulu, banyak-banyak bergaul dengan mereka.”
Setelah makan, Bai An setiap pagi selalu mendapat ceramah. Tapi entah mengapa Bai An sangat senang setiap ibunya bicara.
Bai An merasa di setiap kata yang keluar dari ibunya ada makna tertentu walau kata-kata tersebut biasa bagi orang lain.
Siang harinya, Bai An hari ini di latih cara menggunakan energinya agar tidak mudah habis saat melawan orang yang jauh lebih kuat.
Saat ini Bai An sedang mengalirkan sedikit energinya ke pedangnya berulang kali.
“Ulangi lagi, itu masih terlalu boros.” Kata Ling Mei.
Bai An mengangguk patuh.
8 bulan telah berlalu, kini cukup banyak perubahan yang terjadi kepada Bai An. Wajahnya semakin ceria untuk keluarga dan bawahannya.
“Tu Long, kemana ibu ku pergi?” Tanya Bai An mendekat ke arah Tu Long.
“Nyonya tadi pergi bersama Nona Xia, aku tidak berani bertanya ia pergi kemana.” Jawab Tu Long menggaruk kepalanya sambil cengengesan.
__ADS_1
Bai An menanggapi dengan sebuah senyum. Lalu ia teringat akan sesuatu.
“Oh ya, kenapa kalian sangat takut setiap kali melihat ibu ku. Walau kau menyembunyikan rasa takut mu. Tapi aku tahu kalau kau itu sangat takut?” Tanya Bai An.
“Itu..” Saat Tu Long ingin menjawab.
Ibunya dan Mu Xia'er datang membawa makanan.
“Eeh ibu. Ibu dari mana saja?” Tanya Bai An sambil mencium aroma daging yang membuat perut Bai An langsung meronta-meronta ingin makan.
“Ibu tadi sama Xia'er pergi ke klan Bai untuk mengambil bahan masakan lalu langsung pergi masak,” jawab Ling Mei sambil tersenyum lembut. Lalu mengajak Bai An makan. “Ayo kita makan malam dulu.”
Bai An langsung mengangguk. Mereka bertiga langsung dengan lahap makan.
“Ibu, kenapa rasa daging rusa ini sangat enak?” Tanya Bai An setelah mereka selesai makan malam.
Bai An mengangguk lalu melirik Mu Xia'er kini sedang menunduk malu.
Beberapa bulan lalu. Bai An dan Mu Xia'er telah di nikahkan oleh Ling Mei. Alasannya karena tidak baik dua pasangan yang belum nikah tinggal satu rumah.
Tentu Bai An dan Mu Xia'er langsung setuju. Tapi Ling Mei masih melarang Bai An meyentuh Mu Xia'er lebih dulu sampai umur Bai An telah sampai 20 tahun.
Walaupun bingung, Bai An tetap menyanggupi permintaan ibunya.
“Nak kau istirahatlah dulu, ibu ingin bicara dengan istrimu.” kata Ling Mei.
Bai An langsung pergi setelah mengangguk.
__ADS_1
Kini Ling Mei dan Mu Xia'er hanya berdua saja di ruang makan.
“Huuff..!! Xia'er bila kau pergi bersama suamimu. Suruh ia jangan sampai menggunakan Energi Semestanya bila tidak dalam ke adaan hidup dan mati. Kau pasti tahu dulu sebelum aku melatihnya cara menggunakan energi beberapa bulan lalu Energi Semestanya selalu ikut bocor walau tipis. Tapi jika para Dewa merasakannya itu akan menjadi bahaya untuknya dan untukmu.”
Mu Xai'er langsung mengangguk, tentu ia tahu itu. Tapi Mu Xia'er membiarkan Bai An berlatih dengan caranya sendiri, ia takut salah cara mengajari Bai An. Karena Energi Semesta sangat bertolak belaka dengan Energi Cahaya yang ia miliki, ia takut jika Bai An akan terluka karena tidak bisa menahan Energi Semestanya dengan ajaran Mu Xia'er.
“Baiklah, segel di tubuhmu juga sudah hampir terbuka sepenuhnya. Hanya tinggal kau berhubungan dengan Suami mu dan menunggu ia bisa menjadi pemimpin di salah satu Dunia.” Ling Mei tersenyum ke arah Mu Xia'er.
“Tapi, apakah tidak apa-apa membiarkan An Gege bertarung kelak di Heavenly Chaos? Ibu kan tahu di sana ada bersembunyi monster dan sosok yang belum di ketahui sampai sekarang. Keduanya bahkan memiliki kekuatan melawan hukum semesta. Entah aku bingung bagaimana cara mereka melawan hukum semesta. Apakah karena sekarang tidak adanya Raja Para Dewa atau ada hal yang tidak aku ketahui. Kekuatan keduanya bahkan setara dengan Kaisar Dewa Perang yang saat ini memegang gelar Dewa Terkuat.” Wajah Mu Xia'er terlihat bersalah saat ia mengatakan itu. Karena dia lah yang menyuruh Bai An kesana pertama kali.
“Kau tenanglah. Mereka berdua tidak akan pernah keluar, jika salah di antara mereka keluar. Maka, yang satunya lagi akan keluar. Kau tahu mengapa?” Tanya Ling Mei dengan sebuah senyum.
Mu Xia'er menggelengkan kepalanya. “Itu karena mereka berdua sudah bermusuhan sejak lama. Memang dulu sosok pria tua itu tidak pernah keluar setelah ia menyegel para Monster termasuk monster tua tersebut. Banyak yang bilang pria tua itu sudah pergi bahkan tidak sedikit para dewa menduga ia telah mati. Tapi aku yakin ia masih di sana dan tidak akan pernah pergi.”
Wajah Mu Xia'er langsung terkejut. “A.. Apakah dia,?” tanya Mu Xia'er kini bisa menebak siapa pria tua tersebut.
Ling Mei mengangguk. “Benar, dia sama sepertimu, tapi ia tidak di hukum oleh seorang Dewa maupun Raja Dewa sekalipun. Tidak ada yang tahu bagaimana ia di hukum. Bagaimana ia bisa di tundukkan. Kapan itu terjadi. Tapi ia akan keluar di setiap ada yang berencana menghancurkan Heavenly Chaos atau bisa di bilang jika dunia tersebut dalam keadaan kritis seperti dulu. Aku tidak tahu apa alasannya menjaga Dunia tersebut, tapi itu di anggap para Dewa jika ia sedang di hukum. Aku pun juga berpikir seperti itu.”
Tentu saja Ling Mei dan Mu Xia'er berpikir jika pria tua itu di hukum. Karena mana mungkin ia mau menjaga dunia seperti itu. Di dunia Dewa paling kecil saja masih jauh lebih kuat dari Dunia manusia yang belum abadi.
Kini Mu Xia'er baru mengetahui tentang yang selalu di bicarakan oleh para Dewa dulu. Banyak sekali dulu para Dewa mengirim mata-matanya dan utusan ke Heavenly Chaos untuk mencoba menarik keduanya ke pihak mereka. Tapi tidak ada yang bisa menemukan keduanya. Dari sana lah kekacauan di mulai hingga saat ini.
“Hmm..!! Aku pernah mendengar dari guruku jika pria tua itu berasal dari Semesta yang berbeda dengan kita, tapi untuk Monster tua itu tidak ada yang mengetahui asal usulnya. Aku yakin ia juga tidak akan ikut campur jika An Gege membunuh Raja Monster yang tersegel sekalipun membunuh ribuan monster.”
Ling Mei tersenyum melihat keyakinan Mu Xia'er saat mengatakan hal tersebut.
“Kau lebih baik pergi tidur. Suatu saat kalian berdua pasti akan bertemu dengan keduanya.” Kata Ling Mei sambil berdiri lalu berjalan ke kamar miliknya.
__ADS_1
Mu Xia'er dengan cepat berdiri lalu berlari kecil mengikuti Ling Mei.