Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Berahirnya Lelang dan Di Mulainya Pertarungan


__ADS_3

“50 juta kristal berlian,” kata Bai An santai.


Orang-orang sudah menebak jika Bai An pasti akan menawar awalnya terlihat biasa-biasa saja, namun saat mencerna tawaran Bai An, mereka semua langsung membuka mulut lebar-lebar sambil melirik ke arah ruangan VVIP no 10.


Seisi lelang kini benar-benar hening, semua diam menatap tak percaya ke arah Bai An.


Bagaimana tidak, Bho Lot yang dari awal mendirikan Persatuannya saja tidak bisa mengumpulkan orang sebanyak itu.


Sama halnya dengan Klan Go, Go Sang kini melirik ke arah ruangan Bai An.


“Dugaanku benar jika orang di balik ruangan no 10 itu bukan dari dunia ini,” gumam Go Sang.


Go Sang berpikir bagaimana mungkin jika orang dari dunia setengah dewa ini mempunyai uang sebanyak itu, terlebih lagi tidak mungkin ia menghambur-hamburkan uang sebanyak itu dengan santainya. Itulah yang di pikiran Go Sang.


Sementara Bho Lot kini menyeringai kejam, setelah itu ia terlihat berkomunikasi.


Untuk Bhe Lut dan orang-orangnya kini menatap dengan penuh amarah.


Bhe Jhat melakukan hal yang sama sampai terlintas di kepalanya beberapa rencana licik.


“Ayah,, biarkan saja ia mendapatkannya lebih dulu, karena aku sudah memikirkan beberapa rencana untuk mendapatkan binatang itu,” kekeh Bhe Jat.


“Memang apa rencanamu?” Tanya Bhe Lut sedikit meragunakan rencana putranya yang tumpul.


“Hmm...!! Apa ayah tidak mebyadari jika orang-orang saat ini pasti akan memburu orang itu, terlebih dia memprovokasi semua orang tanpa tahu asal usul dan latar belakangnya.” Kata Bhe Jat sedikit menyeringai licik. Lalu menambahkan. “Saat mereka semua bertarung mati-matian hingga kehabisan energi, di situlah kita mendapatkan hasil memuaskan, bahkan mungkin kita bisa menguasai Daratan Tengah ini secara tunggal, seperti Kelompok Pembantai yang menguasai Daratan Barat.”


Bhe Lut langsung teringat tentang hal tersebut.


“Hehe,, kau benar-benar putra tercerdas,” kata Bhe Lut menyanjung putranya, padahal di dalam hatinya ia bergumam. “Tumben sekali anak idiot ini berpikir cerdas.”


Kembali ke arena panggung lelang.


Saat ini She Dap baru tersadar dari keterkejutannya.


Tanpa menunggu waktu lama, She Dap langsung berteriak keras.


“Pemenang lelang puncak kali ini adalah ruangan VVIP no 10.”

__ADS_1


Setelah itu, orang-orang yang ingin mengincar Bai An langsung keluar lebih dulu agar bisa menangkap Bai An saat keluar nanti.


Mereka takut jika tidak bergerak cepat maka buruan mereka akan kabur, sama halnya dengan Bho Lot dan pengikutnya.


Bho Lot dan pengikutnya terlihat keluar bersamaan dengan Bhe Lut dan orang dari ruangan VVIP no 9.


Go Sang dan putranya juga ikut keluar, sementara adiknya, Go Song, ia tak tahu kemana perginya, karena sebelum lelang berahir, ia sudah lebih dulu pergi.


Tap tap..!!


Bai An kini berjalan santai menuju pintu keluar lelang, hanya kelompok Bai An saja yang terahir keluar dari sana, karena ia harus memulihkan luka-luka Xiong Zai dan membantunya meningkatkan kekuatannya.


Untuk menghadapi petir kesengsaraannya karena telah melewati batas alam fana, Xiong Zai bisa menundanya.


Setelah melangkahkan kakinya keluar dari lelang, mata Bai An dan para saudaranya mentap ke arah orang-orang yang dari kejauhan menunggunya secara terang-terangan.


Namun satu hal yang masih janggal di pikiran Bai An.


Mengapa orang-orang ini tidak langsung saja menyerangnya saat masih berada di pelelangan, mengapa harus menunggu di luar? Itulah yang terngiang-ngiang di pikiran Bai An.


Bho Lot yang telah lama menunggu langsung terkekeh kejam.


“Sudah tahu malah bertanya, benar-benar orang idiot,” kata Xiong Zai mencerca.


Dahi Bho Lot langsung berkerut keras menatap ke arah Xiong Zai, wajahnya terlihat memerah dan berkata. “Rupanya Binatang liar sepertimu harus di ajarkan cara untuk menghormati tuannya nanti.”


Tanpa menunggu lama, ia melirik ke arah Go Song yang terlihat bersembunyi.


“Sampai kapan patriark klan terhormat harus bersembunyi seperti itu, apakah ini yang namanya patriark terkuat di wilayah timur kini bersembunyi seperti orang takut,” ejek Bho Lot.


Go Song langsung keluar bersama tetua ketiga, keempat, dan kelima.


Go Song langsung mendengus dingin ke arah Bho Lot, seandainya bukan karena Go Song membutuhkan bantuan Bho Lot untuk merebut klan sepenuhnya menjadi miliknya, maka ia tak mungkin bekerjasama seperti ini.


Go Sang yang dari kejauhan melihat itu langsung menggeram marah, sama halnya dengan patriark Dha Dhar, ia cukup membenci pengkhianatan, apalagi Bho Lot dulu adalah salah satu tetuanya yang sangat setia, tapi tak ia sangka gara-gara menemukan sebuah peninggalan ia malah berkhianat setelah menjadi kuat, lebih-lebih ia hampir membantai habis Sekte yang ia buat dari awal.


“Jangan lama-lama,, setelah membunuh mereka, maka bantu aku membunuh mereka,” kata Go Song melirik ke arah kakaknya dan putranya beserta para tetua yang setia terhadap Go Sang.

__ADS_1


Wuss..!!


Tanpa menunggu lama Go Sang langsung muncul di samping kelompok Bai An dengan sedikit hormat.


Dha Dhar juga sama, ia dan para tetua sektenya muncul di samping Bai An.


“Bisakah Senior itu menyisakan orang ini untuk saya,” kata Go Sang dengan hati-hati melirik ke arah Bai An dan para saudaranya, karena ia saat ini tak tahu siapa pemimpin di kelompok Bai An.


“Hmm..!! Siapa cepat ia dapat,” kata Cen Tian langsung menghilang saat melihat musuhnya kini mulai bergerak.


Wuss..!!


Bom..!!


Ledakan langsung terdengar nyaring bersamaam dengan sebuah suara.


“Lemah,, benar-benar lemah, tak bisakah yang lebih kuat lagi yang datang, atau jika bisa semua yang merasa dirinya pemimpin langsung maju lawan aku,” kata Cen Tian sedikit kurang puas.


Go Sang, Dha Dhar dan para pengikutnya menganga lebar melihat serangan Cen Tian yang begitu kuat, padahal mereka tak merasakan jika Cen Tian menggunakan Energinya sama sekali.


“Kakak,, tunggu aku,” teriak Fang Liu langsung melesat.


Sementara Bai An dan Long Yuan hanya diam saja, untuk Xiong Zai kini asik dengan minumannya, menghiraukan dunia luar.


Kali ini tatapan Go Sang dan Dha Dhar mengarah ke Bai An dan Long Yuan.


Saat Bai An ingin mengatakan sesuatu, Long Yuan lebih dulu bersuara.


“Aku juga ingin mencoba bersenang-senang dengan mereka yang ada di balik awan, walau tidak merasakan niat jahat, tapi aku merasa mereka mengincar pedang itu juga,” kata Long Yuan langsung lenyap.


Mata Go Sang dan Dha Dhar membulat tak percaya, mereka tak bisa menangkap bayangan Long Yuan yang melesat.


“Sangat kuat,” gumam keduanya serempak dalam hati.


Bai An melirik mereka berdua dengan terkekeh kecil.


“Kalian berdua lebih baik duduk dan nikmati tontonan ini dengan gentong arak,” ajak Bai An langsung duduk sambil mengeluarkan arak.

__ADS_1


Go Sang dan Dha Dhar tersadar lalu saling melirik beberapa saat, setelah itu mereka berjalan ke tempat Bai An duduk.


__ADS_2