Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Tetap Di Sini Atau Pergi Mencari Mangsa


__ADS_3

“Kau benar, tapi saat ini aku menduga jika mereka ingin menguasai dunia ini, yang artinya mereka tidak sedikit,” kata Bai An dengan serius.


Melihat Bai An mengubah posisi duduknya yang langsung membuat Duan Du ikut merapikan cara duduknya.


“Apa ini yang membuat kakak tidak membunuh Xian Wei itu tadi?” Tanya Duan Du.


“Hmm..!!”


Bai An mengangguk santai sambil berkata. “Aku menduga jika saat ini mereka tidak terlalu bergerak secara terang-terangan lagi karena menduga kita adalah masalah untuk mereka, jika perkiraanku ini benar, maka butuh 10 atau 20 tahun baru mereka bergerak secara terang-terangan karena kekuatan yang mereka kumpulkan secara diam-diam telah cukup untuk menjatuhkan dunia ini di tangan mereka.”


“Hehe,, jika begitu, mereka bergerak secara sembunyi-sembunyi maka kita bergerak secara terang-terangan sambil membantai habis kelompok mereka maupun musuh-musuh yang mengincar kita,” kekeh Duan Du.


Bai An tersenyum sambil berkata. ”Kau benar, kita juga bisa mengumpulkan pasukan dengan menundukkan pemimpin musuh-musuh kita kecuali mereka yang memiliki energi negatif, karena itu asupan bagi kita.


Bai An langsung menyeringai kecil di ikuti oleh Duan Du.


Setelah itu Bai An mengeluarkan dua cincin penyimpanan patriark yang telah mati, sementara Duan Du mengeluarkan cincin penyimpanan milik Xian Wei dan ratusan cincin penyimpanan ia keluarkan kembali.


Tanpa menunggu lama, mereka berdua langsung mengeluarkan isinya dan memilah yang berguna untuk mereka beserta saudara mereka di masa depan, untuk yang tidak berguna akan di berikan kepada para bawahan mereka di dunia ini untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Setelah memilah sumberdaya dan pil, kini waktunya memilah senjata.


“Hmm..!! Jarum ini sepertinya tidak biasa, aku merasa jarum ini mampu membunuh grand master ⭐ 5 Puncak dan ke atasnya,” gumam Bai An. Lalu menambahkan. “Walau aku tidak tahu berada di tingkat apa jarum ini, tapi sepertinya jarum ini sangat berguna di waktu kritis.”


Di balik awan Mu San dan Mu Wen melihat jarum itu langsung tercengang. “Bukankah itu jarum milik penduhulu Nyonya,” kata Mu San tidak percaya dapat melihat harta legendaris di tempat seperti ini.


“Aku bahkan tidak menduga jarum perak yang di cari-cari semua penguasa alam semesta ada di tempat seperti ini,” Mu Wen ikut mengangguk.


“Jarum tersebut memiliki warna perak gelap, tidak memiliki aura sama sekali, terlihat seperti jarum biasa, namun Tuan muda dapat melihat kelebihan tersembunyi jarum perak tersebut, itu sungguh luar biasa,” kata Mu San memuji dengan tulus.


Kembali ke tempat Bai An.

__ADS_1


Bai An kini sedikit kecewa karena jarum yang ada di tangannya ini hanya ada 3 biji saja, dengan segera Bai An menaruhnya di balik lengan jubah.


Jika saja Mu San dan Mu Wen tahu Bai An kecewa, mungkin mereka akan muntah darah, karena hanya 1 jarum saja sudah di perebutkan oleh semua orang, apalagi ini ada tiga di tangan Bai An. Betapa tidak tahu malunya Bai An ini.


Woahh..!!


Sebuah seruan terdengar dari Duan Du membuat Bai An melirik ke arah adiknya.


Mata Bai An langsung melotot saat melihat sebuah pedang bewarna hitam pekat.


“Ini bukan pedang, melainkan kayu hitam yang di buat menjadi pedang, terlebih pedang kayu ini senjata tingkat satu, tingkat tertinggi,” kata Bai An dengan ekspresi bahagia.


Duan Du yang mendengar itu tak kalah bahagia.


“Haha,, kakak, ini untukmu, karena paling cocok menggunakannya,” kata Duan Du tertawa keras.


Namun Bai An tahu maksud dari ucapan Duan Du hingga membuat ia mendengus.


“Heng..!! Kau ini benar-benar nakal, menyuruhku menggunakan pedang ini agar bisa melindungimu,” kata Bai An langsung menjentikkan jarinya.


Bai An tersenyum kecil sambil mengelus pedang kayu di tangannya.


“Sudah-sudah, jangan bersandiwara lagi, cepat pilah yang kau inginkan dan kumpulkan yang tidak kau inginkan untuk kita berikan kepada bawahan kita,” kata Bai An.


Duan Du langsung tertawa kecil lalu dengan cepat memilah-milah senjatanya.


5 jam telah berlalu, saat ini Bai An dan Duan Du melangkah keluar dari kamar tamu.


Tap tap..!!


Saat keluar, Dhe Chi Ruan dan Dhe Peng sudah menunggu di luar.

__ADS_1


Tidak tahu sudah berapa lama mereka di luar, tapi Bai An dan Duan Du tidak peduli karena mereka berdua tidak pernah menyuruh mereka berdua menunggu.


“Salam Tuan besar dan Tuan muda,” sapa Dhe Chi Ruan dan Dhe Peng.


“Hmm..!! Ini berikan kepada semua para pemuda yang masih belum bisa berkultivasi dan masih berada di ranah pemula, aku ingin mereka semua bertambah kuat,” kata Bai An terdiam beberapa saat, setelah itu ia kembali menambahkan. “Jika mereka yang sudah berusaha berkultivasi tapi masih belum bisa mencapai Ranah Pemula, kabari aku, biarkan aku yang membantu mereka agar bisa mencapai ranah pemula.”


Dengan tangan gemetar Dhe Chi Ruan mengambil cincin penyimpanan yang ada di tangan Bai An sambil mengangguk patuh.


Setelah itu Bai An kembali mengeluarkan cincin penyimpanan dan berkata. “Ini untukmu dan para tetua atau anggota klan yang sudah berada di atas Ranah Pemula, gunakanlah dengan bijak dan bagi menurut tingkatan kalian masing-masing.”


Dhe Chi Ruan kembali mengangguk tanpa menjawab, karena saking takutnya ia tidak bisa mengeluarkan suara.


“Jangan mengangguk-angguk saja, kalian mulai saat ini harus meningkatkan kekuatan kalian semua tanpa terkecuali dan aku tak ingin alasan, jika aku tak melihat kalian meningkat satu tahun kemudian maka aku akan menghukum kalian,” kata Bai An dengan nada dingin.


Tubuh Dhe Chi Ruan langsung menegang.


“Tu.. Tuan besar, bagaimana jika sumberdaya yang anda berikan habis dalam waktu dua bulan atau sebelum satu tahun?” Tanya Dhe Chi Ruan dengan nada tergagap.


“Itu gampang, kalian tinggal perlu menjarah harta para perampok atau klan lain, karena tugas utama kalian setelah meningkatkan kekuatan adalah menundukkan semua klan yang ada di daratan ini, kecuali klan dibawah naungan ku atau sekutu kalian,” kata Bai An dengan santai.


Dhe Chi Ruan dan Dhe Peng langsung bengong, ia bingung dengan perkataan Bai An


Melihat kebingungan mereka Bai An langsung berkata.


“Kalian meningkatkan kekuatan secara bergantian, bagi yang berkultivasi akan tetap di sini dan bagi yang tidak, mereka akan keluar menjarah dan menundukkan klan-klan lainnya.”


Dhe Chi Ruan dan Dhe Peng langsung mengangguk paham, mereka berdua langsung pergi memberitahu yang lain tugas yang di berikan oleh Bai An.


Sementara Bai An dan Duan Du langsung melesat ke arah hutan, tepatnya pohon besar tempat mereka bertemu dengan Pin Cang dan Pin Sang beberapa saat yang lalu.


Wuss..!!

__ADS_1


Tap tap..!!


“Hmmm..!! mereka belum datang kakak,, Jadi apa yang akan lakukan, apakah menunggu atau pergi mencari mangsa?,” kata Duan Du bertanya.


__ADS_2