Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pertarungan Para Saudara Bai An ll


__ADS_3

Tu Long langsung kesal bercampur cemberut karena provokasinya tidak berguna.


Dengan ganas Tu Long langsung mengejar mereka satu persatu.


Wuss..!!


Tu Long langsung mengayunkan tinjunya, ia kini ingin memperkuat tubuh fisiknya, jadi menurut Tu Long inilah saat yang tepat karena punya bahan latihan.


Bam..!!


Dengan cepat tangan Tu Long yang di aliri energinya langsung menghancurkan kepala salah satu tetua luar dari klan Du.


Tetua tersebut tidak sempat menghindar, karena saking takutnya terbunuh.


Setelah membunuh tetua luar dari klan Du, Tu Long langsung melirik ke arah tetua paling dekat jarak antara dirinya dengan target.


Dengan cepat Tu Long melesat ke arah salah satu tetua inti klan Qin.


Tetua tersebut walau melarikan diri, ia masih tetap berusaha tenang. Jadi saat ia merasakan krisis, dengan cepat ia membalikkan badannya dan melihat Tu Long mengayunkan cakarnya.


Tetua inti klan Qin langsung mengayunkan pedang yang dari tadi terselip di pinggangnya.


Tinju Tu Long yang lebih dulu datang menyerang dengan cepat mengenai dada tetua inti klan Qin. Tu Long juga dengan cepat memiringkan kepalanya agar tidak terkena tebasan musuh.


Bam..!!


Tetua inti klan Qin langsung terlempar dengan dada berbentuk cakar, ia mati dengan mata melotot seperti tak ingin mati seperti ini.


Tu Long yang kurang puas langsung melesat lagi.


Bam Bam..!!


Bom..!!


Dengan ganas Tu Long membantai mereka yang menurut Tu Long lemah, ia sengaja membunuh yang lemah-lemah terlebih dahulu karena ia tak ingin di ganggu nanti saat bertarung melawan yang kuat. Hal tersebut akan merepotkan bagi Tu Long jika ia sedang bersemangat-bersemangatnya langsung yang lemah datang mengganggu.


Setelah itu Tu Long melirik ke arah tetua agung yang dari kejauhan sedang berdiri seorang diri.


Tu Long langsung tersenyum karena menurut Tu Long, tetua agung tersebut sengaja menunggu dirinya.


“Hehe,, akhirnya yang kuat ada juga, kaki dan tanganku cukup pegal gara-gara para tikus yang kau pelihara,” kekeh Tu Long.


Tetua Agung langsung mendengus dingin. “Kau tak lebih dari Monster yang tak punya hati, setelah membunuh semua tetua kami tanpa ampun, kau masih bisa tertawa. Sungguh menjijikkan,” kata tetua agung dari klan Qin.


“Heh,, apa matamu buta atau memang benar kau buta campur bodoh.” Kata Tu Long heran, lalu ia menambahkan. “Lihat dengan jelas woi, lihat, aku ini memang monster, tapi monster tampan. Kau harus tahu itu dan beritahu para anggota klanmu nanti di neraka bahwa mereka harus senang di bunuh oleh monster tampan seperti diriku ini.”


Tu Long langsung membusungkan dadanya sambil membanggakan dirinya yang benar-benar dari Bangsa Monster.


Tetua agung dari klan Qin langsung menatap Tu Long dengan tajam, setelah itu ia langsung tersenyum kecut karena menurutnya ia salah bicara, Tu Long memang Bangsa Monster dan kini ia baru menyadarinya.

__ADS_1


“Ohh..!! Kalau bukan monster berarti,” belum sempat tetua luar menyelesaikan ucapannya.


Sebuah batu melesat ke dalam mulutnya.


Jlep..!!


“Kau terlalu banyak bicara seperti tikus menjerit nyit nyit, haha,” Tu Long langsung tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.


Tawanya sangat kencang yang langsung membuat pertarungan berhenti sesaat dan menatap Tu Long dengan pandangan jijik, orang yang memandang Tu Long dengan jijik adalah para saudaranya. Untuk para musuh, mereka menatap Tu Long dengan pandangan ngeri.


Tetua agung dari klan Qin langsung memerah, amarahnya yang ia berusaha ia tahan kini mulai meledak.


Dengan cepat tetua agung melesat ke arah Tu Long, Tu Long yang melihat itu langsung terkekeh kecil.


Pancingannya kini akhirnya berhasil.


Dengan semangat Tu Long juga ikut maju melesat ke arah tetua agung klan Qin.


..._______________...


Sementara Pixiu kini melawan patriark Mu.


Terlihat Pixiu sedang menghindari tebasan dari patriark Mu di sertai aura nait membunuh yang kuat.


“Heh,, aku tidak tahu pengikut Kaisar Dewa Sesat atau Kaisar Dewa Jahat, aku juga tidak terlalu peduli karena kau sebentar lagi akan mati,” kekeh Pixiu langsung memiringkan kepalanya.


Wuss..!!


Bam..!!


Pixiu langsung mengayunkan kakinya dengan santai saat ia menghidar.


Bam..!!


Patriark Mu langsung terpental mundur ke belakang.


Patriark Mu tidak banyak bicara, tapi auranya kini semakin merebes keluar.


Pixiu semakin bersemangat melihat patriark Mu yang mulai serius.


Dengan cepat Pixiu melesat ke arah patriark Mu sambil mengayunkan cakar kanannya.


Patriark Mu juga ikut mengayunkan pedangnya menggunakan tangan kirinya, patriark adalah pengguna dua pedang. Pedangnya cukup pendek tapi tidak terlalu pendek maupun panjang.


Bam..!!


Tangan Pixiu langsung menggenggam erat pedang patriark Mu, tangan pixiu di lapisi oleh energi sehingga ia tidak terluka sedikitpun di tambah tangannya sangat keras seperti baja.


Patriark Mu tidak langsung menarik pedang di tangan kirinya, melainkan mengayunkan pedang di tangan kanannya ke arah leher Pixiu.

__ADS_1


Pixiu dengan cepat mengayunkan tangan kirinya untuk menahan.


Bam..!!


Pixiu langsung terkekeh kecil, melihat patriark Mu kini berusaha menarik kedua pedangnya tapi tidak bisa.


Dengan cepat Pixiu mengayunkan kaki kananya ke arah dada Patriark Mu.


Patriark Mu tidak mau kalah, dengan cepat ia ikut mengayunkan kaki kananya juga.


Bam..!!


Melihat patriark Mu terpancing olehnya, Pixiu langsung melepas pedang di tangan kiri patriark Mu.


Dengan cepat tangan kanan Pixiu terayun ke arah dada patriark Mu.


Crash..!!


Karena terlalu cepat, patriark Mu tidak sempat menghindar.


Patriark Mu tidak terlempar, karena Pixiu masih memegang pedang di tangan kanan patriark Mu menggunakan tangan kirinya.


Pixiu yang melihat patriark Mu masih kesakitan tidak menyia-nyiakan kesempatan, dengan cepat ia mengayunkan tangan kanannya lagi ke arah dada patriark Mu.


Patriark Mu yang melihat itu berusaha mengayunkan pedangnya.


Tapi dengan cepat Pixiu menunduk sambil tangan tetap terayun kini kebawah.


Crash..!!


Paha patriark Mu hampir terlepas, kini paha bagian kanan patriark Mu hanya satu dorongan tangan saja sudah bisa terjatuh..


“Akhh..!! Aku akan membunuhmu,” teriak patriark Mu kini merasakan kesakitan luar biasa.


Tiba-tiba aura patriark Mu berubah drastis, tingkatannya tiba-tiba meningkat pesat.


“Hehe,, walaupun kekuatanmu meningkat pesat tapi kau tak lebih seperti mayat hidup sekarang karena jiwamu sudah di ambil oleh Kaisar Dewa Sesat,” kata Pixiu terkekeh.


Ini juga yang Pixiu inginkan dari tadi, melawan musuh yang lebih kuat darinya seorang diri adalah sebuah kesempatan langka baginya. Karena saat kekuatannya meningkat ke Dewa Abadi, ia tidak pernah bertarung dengan orang yang lebih kuat dengannya, apalagi Pixiu juga belum pernah menggunakan kekuatannya yang sebenarnya.


Kini saatnya Pixiu mulai serius sambil menatap patriark Mu dengan wajah dingin.


“Ayo kita mulai ronde keduanya, ku harap kau dapat memuaskan gairah bertarungku,” gumam Pixiu sedikit melirik ke arah Lang Zai, yang kini sudah lebih dulu serius bertarung.


Lalu pandangan Pixiu teralih ke arah Bai En yang masih bermain-main sambil menyiksa patriark Du, walau patriark Du menggunakan seluruh kekuatannya.


Lalu Pixiu kembali mengalihkan pandangannya ke arah Bai An.


Bai An masih duduk santai di atas pohon.

__ADS_1


..._____________...


Alhamdulillah Author kini sudah agak mendingan, jadi doakan semoga tetap sehat selalu.


__ADS_2