
San Tet yang mendengar itu tidak memperdulikan ucapan Duan Du, yang ia lakukan saat ini adalah berusaha melarikan diri.
Wuss..!!
Lesatan San Thet seperti tikus yang di kejar kucing, San Thet sudah berapa kali menabrak pohon menyebabkan jubahnya compang camping.
Seandainya San Thet sedikit berpikir jernih, ia padahal bisa terbang dan itu bisa membuat kecepatan larinya lebih cepat.
Duan Du yang melihat San Thet tertawa nakal, dalam sekejap ia menghilang lalu muncul di belakang San Thet.
“Ayo tertangkap kau,” kata Duan Du.
Suara Duan Du seperti petir di telinga San Thet yang bisa menyambarnya kapan pun.
Tapi San Thet tetap melesat tanpa berani menoleh ke belakang.
Duan Du yang melihat itu kembali berkata. “Ayo larilah, hus hus.”
Duan Du semakin bersemangat mengerjai San Tet.
Hingga Duan Du berhenti karena mendengar sebuah suara.
“Berhentilah bemain-main, bunuh ia langsung lalu kembalilah, karena akan datang lebih banyak musuh,” kata Bai An melalui telepati.
Duan Du langsung melambaikan tangannya, tekanan mengerikan muncul dari tangan Duan Du, namun kembali menghilang saat sebuah jarum transparan melesat ke arah San Thet.
Wuss..!!
Jlep..!
Bruk..!!
Kepala San Thet langsung berlubang dari belakang hingga menembus ke depan.
Dengan tatapan tidak percaya San Thet terjatuh mati tanpa perlawanan.
Duan Du melihat kematian San Thet langsung mengikat tubuhnya menggunakan benang energi lalu melesat pergi dari sana.
Wuus..!
Tap tap..!
Duan Du langsung mendarat di samping Bai An.
Bai An tanpa basa basi langsung menyerap energi negatif yang ada di tubuh San Thet hingga kering.
__ADS_1
Tak lama Tu Long juga datang membawa tangan kanan San Thet.
Bai An langsung melakukan hal yang sama, yaitu menyerap seluruh energi negatif tangan kanan San Thet.
”Ayo kita kembali, dan juga hilangkan bekas pertarungan di sini agar orang-orang yang akan datang ini tidak curiga,” kata Bai An langsung melayang.
Duan Du langsung ikut melayang bersama Tu Long, sementara Hong Ti langsung menghapus semua jejak pertarungan yang telah terjadi di sini.
Setelah itu mereka semua langsung masuk kedalam seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
***
Wuss..!!
Wuss..!!
Tak menunggu lama ratusan, mungkin ribuan datang ke kediaman Chu Tang.
Terlihat mereka semua mengelilingi kediaman Chu Tang, salah satunya ada Shi Qiang.
Kini Shi Qiang menatap ke arah tangan kanan Kaisar Dewa Api, sama halnya dengan tangan kanan Kaisar Dewa Api, ia juga menatap ke arah Shi Qiang dengan senyum mengambang.
“Hoho,, Shi Qiang, aku tidak menduga kau berani muncul di hadapanku setelah aku menghajarmu beberapa tahun lalu di turnamen para jenius,” kata tangan kanan Kaisar Dewa Api yang bernama We Tan.
We Tan yang di acuhkan begitu saja langsung menggeram. “Heng,, aku tak senang jika ucapanku di acuhkan, terlebih oleh orang yang jauh lebih lemah dariku,” dengus We Tan.
We Tan langsung mengeluarkan pedangnya lalu mengacungkannya ke arah Shi Qiang.
“Jika kau laki-laki lawan lah aku hingga salah satu di antara kita berdiri,” dengus We Tan dengan sombong.
“Tu.. Tuan We, proritas utama kita saat ini menghancurkan seluruh pengikut Kaisar Dewa Jahat beserta Kaisar Dewa Jahat,” kata salah satu pria tua yang memiliki kekuatan setara dengannya.
Pria tua ini adalah dulunya tangan kanan Kaisar Dewa Api, tapi karena adanya We Tan yang masih muda serta di anggap jenius muda, maka Kaisar Dewa Api menggantikan posisinya, terlebih saat ini ia sudah tua.
We Tan yang mendengar itu cukup kesal lalu melirik ke arah pria tua yang bernama Lin Yun.
“Lin Yun, jika seandainya kau bukan lebih senior dariku, maka aku pasti akan membunuhmu, tapi karena aku menghormati orang yang lebih tua terlebih kita di tempat yang sama, hari ini aku akan mengampunimu dan tidak memberitahukan ini kepada Kaisar,” dengus We Tan.
Lin Yun hanya bisa menghela nafas lega saat mendengar jawaban We Tan, jika saja We Tan mengadu, maka dapat di pastikan ia akan mati.
Setelah itu We Tan melirik ke arah Shi Qiang yang kini melesat ke arah kediaman Chu Tang bersama para pengikutnya.
We Tan yang melihat itu mengerutkan keningnya, tak lama wajahnya sangat jelek karena mengira Shi Qiang ingin mengklaim kediaman beserta isi milik Chu Tang menjadi miliknya.
“Aku tak akan membiarkan kau mendapatkannya,” gumam We Tan lalu melesat yang di ikuti oleh Lin Yun dan para pengikutnya.
__ADS_1
Wuss wuss..!!
Duan Du, Tu Long dan Hong Ti yang dari tadi menonton hanya bisa tertawa melihat kebodohan orang-orang ini yang tidak memikirkan resikonya saat masuk, atau tidak memikirkan beberapa rencana terlebih dahulu.
Duan Du dan Tu Long saling melirik, tak lama Tu Long mengubah wajahnya ke bentuk aslinya lalu muncul tepat di depan gerbang.
Wuss..!!
“Hoho,, Kalian ingin masuk tanpa izin maka itu di sebut sebagai pencuri, sedangkan hukum pencuri paling ringan adalah memotong kedua tangan dan yang paling berat adalah kematian.” Kata Tu Long tersenyum lebar.
“Mana yang kalian pilih, mati atau mati?” Kekeh Tu Long sambil mengayunkan cakarnya ke arah Shi Qiang, We Tan dan Lin Yun.
Wuss..!!
Merasakan tekanan yang kuat dari cakar energi Tu Long, ketiganya secara serempak mengeluarkan teknik terkuat mereka.
“Tebasan Kegelapan Tanpa Batas,” teriak Shi Qiang.
Seketika kegelapan berbentuk pedang yang cukup besar melesat ke arah cakar energi Tu Long.
“Teknik Api Matahari.”
“Tebasan Melahap Dunia.” Teriak We Tan, seketika ribuan pedang api yang seperti ingin melahap apapun melesat ke arah cakar energi Tu Long.
“Api Alami.”
“Pedang Api Memusnahkan Alam.” Teriak Lin Yun mengayunkan pedangnya yang tercipta kobaran api melesat ke arah cakar energi Tu Long.
Ketiga gabungan tersebut langsung bertemu dengan cakar energi Tu Long yang cukup besar.
Bom..!!
Seketika hutan beserta tempat markas Chu Tang langsung berguncang bercampur meledak akibat ketiga serangan gabungan Shi Qiang, We Tan dan Lin Yun yang bertemu cakar energi Tu Long.
Terlihat tubuh Shi Qiang, We Tan, dan Lin Yun terpental jauh.
Sementara para pengikut dari Kaisar Dewa Api dan Kaisar Dewa Kegelapan yang lebih dulu menyelamatkan diri sebelum keempat serangan bertemu kini berhasil selamat walau ada yang terluka parah.
Untuk mereka yang tidak sempat pergi hanya bisa menjadi abu.
“Ukhh..!! Kuat sekali, bahkan dengan ketiga serangan gabungan kami pun tetap saja ikut terpental,” gumam Shi Qiang dengan sedikit bergetar.
“I.. Ini, aku yakin jika serangan gabungan kami bertiga tadi mampu membuat Kaisar Dewa Api mundur dan sedikit terluka, tapi saat ini aku merasa orang tadi sama sekali tidak terluka,” gumam Lin Yun mencoba berdiri sambil melirik ke arah kejauhan tempat Tu Long berdiri.
“Ukkhh..!! Kurang ajar, apakah ada orang yang sekuat Kaisar Dewa Api di sini? Aku baru tahu jika itu benar,” gumam We Tan lalu mencoba berdiri.
__ADS_1