Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mencari Infomasi dan sebuah rencana


__ADS_3

Saat ini Bai An, Lang Zai dan Pixiu sedang menyamar dan memasuki sebuah kedai sederhana.


“Tuan Muda, untuk apa kita memasuki kedai ini? Bukankah lebih baik langsung ke klan Lee dan meminta kompensasi sambil mencari dalang siapa yang mengirim orang-orang klan Lee ke dunia kita,” Kata Pixiu cukup heran.


“Untuk mencari informasi, kau akan tahu setelah memasuki kedai ini, aku mendapat informasi ini dari nenek, jika di kedai ini kita mendapat informasi yang cukup menarik.” Jawab Bai An sambil berjalan memasuki kedai.


Saat Bai An, Lang Zai dan Pixiu memasuki kedai menggunakan sebuah jubah bertudung untuk menutupi wajahnya. Semua orang melirik ke arah Bai An.


Setelah memasuki kedai, Bai An cukup terkejut. Di kedai ini semuanya adalah kultivator rata-rata True God ke atas.


Bai An terus berjalan ke meja kosong, namun saat ia akan duduk. Seorang laki-laki paruh baya menghadangnya.


“He, he, apakah anda kesini untuk mencari informasi Tuan?” tanya pria payuh baya tersebut.


Bai An dengan santai duduk dan melirik ke arah pria paruh baya tersebut.


“Semua informasi yang kau ketahui, sebutkan harganya.” Kata Bai An tanpa basa basi.


Mendengar itu, membuat pria paruh baya itu cukup terkejut, ia langsung melirik ke kiri dan kanan, karena ia mendapat pelanggan kaya raya dan takut pelanggannya akan di rebut.


“Apa yang Tuan katakan itu benar?” Bisik pria paruh baya tersebut ragu-ragu.


“Duduklah, saudara pesankan pria tua ini arak,” kata Bai An.


Pixiu langsung mengangkat tangannya, tak lama pelayan laki-laki datang dan Pixiu memesan 4 arak terbaik di kedai ini.


Setelah pria tua itu duduk sambil menunggu arak datang, ia menatap Bai An dengan teliti, ia juga menatap Lang Zai dan Pixiu, namun ia tidak dapat melihat kekuatan mereka bertiga dan tidak dapat melihat wajah mereka bertiga, hal itu membuat pria tua tersebut hati-hati.


Bai An yang menyadari hal itu membiarkan pria tua ini semaunya.


“Jadi, sambil menunggu pesanan datang, berapa untuk semua informasi yang kau ketahui dari bulan lalu hingga detik ini?” tanya Bai An tanpa basa basi.


Mendengar itu, membuat pria tua itu berpikir sesaat, “Tapi aku tidak berani membuka semua informasi yang ku ketahui Tuan, ini resikonya sangat besar.” Kata pria tua tersebut terlihat jujur.


Bai An melirik Lang Zai, Lang Zai langsung mengangguk dan memberikan Bai An sebuah kantong kecil yang berisikan kristal.

__ADS_1


Setelah mengambil kantong tersebut dari Lang Zai. Bai An kemudian meletakkannya di depan pria tua tersebut, “Jika kau bisa memberikan semua yang kau tahu dari bulan lalu sampai detik ini, maka kantong ini akan menjadi milikmu.”


Mendengar perkataan Bai An, membuat pria tua tersebut mengeryitkan alisnya, karena ia melihat kantong kecil, biasa ia di bayar menggunakan emas saat memberikan informasi. Jadi, ia mengira itu adalah emas. Tapi, saat ia melihat isinya membuat tangan pria tua itu langsung bergetar keras, ia ingin berteriak gembira, namun berusaha menahannya.


Di dalam kantong tersebut ada 2 Kristal tingkat tinggi, jika di jumlahkan menjadi kristal tingkat rendah atau emas, ia akan menjadi kaa raya, di kota ini juga sangat jarang orang bertransaksi menggunakan kristal tingkat menengah ke atas, siapa yang tidak ingin kaya, terlebih lagi ia bisa memborong pil pil tingkat tinggi untuk meningkatkan kekuatannya yang telah lama macet, saat berkhayal, pria tua itu dengan cepat mengambil sikapnya dan menatap Bai An dengan tangan masih bergetar.


“Tu,, Tuan, apakah ini benar?” Tanya pria tua tersebut terbata-bata.


“Tentu saja, buat apa aku berbohong. Asal kau bisa memberikan semua informasi dari bulan lalu hingga dekik ini, tanpa kurang sedikitpun.” Kata Bai An santai.


Beberapa menit, datang pelayan membawakan arak.


Bai An, Lang Zai, Pixiu dan pria tua langsung meminum arak tanpa sungkan.


“Informasi pertama bulan lalu yang aku dengar adalah, Asosiasi Lelang Dunia akan mengadakan lelang di perbatasan Benua Hongcun dan Benua Hang Chen, tepatnya di Kota Han.”


Mendengar itu Bai An langsung tersenyum cerah, inilah yang ia cari-cari.


“Kapan waktu lelang itu akan di mulai?” tanya Bai An.


Pria tua itu terus memberikan semua informasi yang ia ketahui, namun Bai An merasa tidak ada yang penting dari yang ia dengar untuk saat ini.


“1 Minggu lalu, aku mendengar jika penguasa Liu Wang akan menyerang Benua JingXin untuk mengklaim Benua itu menjadi miliknya, Penguasa Liu Wang sampai beraliasi dengan Kelompok Teratai Hitam dan Benua Hongcu agar bisa memenangkan perang. Tapi, sampai saat ini, mereka belum pernah menang.”


Wajah Bai An langsung serius saat mendengar itu, Lang Zai dan Pixiu juga ikut serius saat mendengar hal tersebut.


“Mengapa mereka sampai berusaha beraliansi untuk mengalahkan Penguasa Jingxin, bukannya setiap penguasa kekuatan mereka setara?” Tanya Bai An.


“Rumor yang ku dengar, Penguasa terdahulu Benua JingXi atau ayah dari Penguasa JingXi masih berada disana untuk membantu putranya, makanya sampai saat ini Penguasa Liu Wang dan Penguasa Hongcu masih belum bisa merebut satupun wilayah di Benua JingXi, dan untuk kekuatan aku tidak tahu, karena hanya ini yang aku ketahui Tuan.” Kata pria tua itu dengan jujur.


Bai An menganggukkan kepalannya.


Pria tua tersebut terus memberikan informasi hingga informasi tentang dirinya yang menangkap patriark klan Lee, hal itu membuat Bai An, Lang Zai dan Pixiu merasa lucu. Pasalnya pria tua ini melebih lebihkan Bai An, Lang Zai dan Pixiu yang mana membuat sosok Jendral dari Kelompok Teratai Hitam lari terkencing-kencing.


Bai An juga mendapat informasi tentang klan Lee yang saat ini akan memilih patriark baru, namun masih terjadi konflik disana. Ada yang memilih berhenti menjadi pengikut Penguasa Liu Wang, dan ada yang ingin tetap menjadi pengikut Penguasa Liu Wang.

__ADS_1


Mendengar informasi yang cukup menarik ini membuat Bai An memikirkan rencana licik, ia kemudian terkekeh yang mana membuat Lang Zai dan Pixiu merasa tidak enak melihat senyum Bai An.


Begitu pula dengan pria tua yang memberikan informasi, ia merasa ada yang salah dengan Bai An.


Setelah mendapat cukup banyak informasi, Bai An mengangguk puas.


“Oh ya, apakah kau bisa menyebar informasi atau memberikan kabar kepada seseorang tanpa di ketahui?” Tanya Bai An.


Mendengar itu membuat pria tua itu langsung mengangguk cepat, karena ia merasa mendapat untung banyak dari hal ini.


Bai An kemudian membisikkan sesuatu kepada pria tua. Saat tahu apa isi bisikan Bai An membuat pria tua itu membelalakan matanya.


“A,, apa yang Tuan katakan ini yakin benar?” Tanya pria tua itu ragu-ragu.


“Lang Zai, perlihatkan wajah mu di depannya,” kata Bai An menyuruh Lang Zai agar, pria tua tersebut yakin.


Setelah melihat wajah Lang Zai, membuat pria tua itu langsung lemas dan mengangguk, “Yakinlah, saya akan menjalankan perintah anda Tuan Muda.”


“Pergilah, kau akan mendapatkan banyak hadiah jika kau berhasil membujuk salah satu yang memberontak kepada Penguasa Liu Wang.”


Mendengar ucapan Bai An, pria tua itu mengangguk, kemudian pergi.


Setelah kepergian pria tua itu, Lang Zai langsung bicara.


“Anda memang pintar Tuan Muda, membuat sesama klan Lee berperang saling bunuh.”


“Tapi, apakah ini kurang baik Tuan Muda, bagi orang yang ingin memberontak, karena menurutku mereka adalah orang-orang yang ingin hidup tenang dan tidak ingin di kekang.” Kata Pixiu cukup prihatin.


Bai An dan Lang Zai langsung melirik Pixiu dengan senyum sederhana, “Kenapa kau bodoh sekali saudara Pixiu.”


Secara serempak Bai An dan Lang Zai mengatakan Pixiu bodoh.


Wajah Pixiu langsung malu, saat ia mengerti maksut kata-kata bisikan Bai An tadi kepada pria tua tersebut.


Cukup lama mereka minum arak, setelah itu mereka langsung keluar menuju tempat yang di janjikan oleh Bai An kepada pria tua tersebut jika ia berhasil.

__ADS_1


__ADS_2