
"Bagaimana saudara Long Yuan, apakah ada balasan dari pesan yang kau sampaikan tadi kepada Tuan Muda?" tanya Lang Zai yang kini berdiri dihadapannya.
Long Yuan lama-lama menjadi risih ditanya terus menerus dari saat ia mengabari Bai An tentang perubahan rencananya dan memberi tahu jika ia tahu dimana letak markas orang-orang berjubah hitam, walau belum pasti 100% namun orang berjubah hitam yang ditanya Lang Zai kemarin jujur saat ditanyai tempat markasnya.
"Apakah kau tidak bisa bertanya hanya sekali saudara Lang, kalau ada balasan aku pasti akan memberitahumu. Coba kau lihat Tian'er yang dari tadi diam tidak pernah bertanya," ucap Long Yuan memarahi Lang Zai sambil menunjuk ke arah Cen Tian yang terlihat hidup dengan dunianya sendiri.
Lang Zai langsung mendengus dan berkata dengan kesal, "Lihat Tian'er apanya, coba kau perhatikan dia itu sibuk menghitung harta jarahannya dan kau tahu kalau soal harta, dia itu mana mau mendengar kita kalau sudah sibuk soal harta dan sumberdaya!"
"Hei hei senior Lang, kenapa aku yang terbawa oleh masalahmu dengan guru!" balas Cen Tian yang baru saja selesai memisahkan sumberdaya, koin emas, perak dan perunggu agar tidak susah saat ia membutuhkan sesuatu jadi ia tinggal mengambil saja tanpa perlu memilah-milahnya terlebih dahulu.
Cen Tian tidak terima jika ia tidak berbuat apa-apa, tiba-tiba ia ikut terbawa petdebatan antara Guru dan Seniornya.
Lang Zai langsung mendengus, "Itu memang benar jika soal harta kau itu sibuk langsung dengan hartamu tanpa peduli dengan kita yang bicara padamu!" balas Lang Zai.
Mendengar itu Cen Tian langsung membalas, begitupun dengan Lang Zai hingga ruangan itu menjadi gaduh seketika. Lang Zai yang melihat itu merasa risih dan karena ia tidak tahan dan saat ingin pergi ia tiba-tiba terdiam.
"Diam..."
"Bisakah kalian berdua diam, Tuan Muda membalas pesan!"
Mendengar ucapan Long Yuan, mereka berdua langsung diam dan berdiri dihadapan Long Yuan untuk menunggu info balasan apa yang Bai An kirimkan.
Long Yuan terdiam cukup lama dan Lang Zai, Cen Tian kini tetap sabar menunggu. Tak lama Long Yuan langsung tersenyum misterius kepada Lang Zai dan Cen Tian.
"Apa pesan Tuan Muda?" tanya Lang Zai, "Ya benar apa pesan An'er?" Cen Tian ikut menambahkan.
__ADS_1
"Kalian begitu tidak sabar, tunggu yang lain selesai meningkatkan kultivasinya baru ku beritahu!" jawab Long Yuan yang tetap tersenyum.
Lang Zai langsung mendengus saat mendengar jawaban Long Yuan, sedangkan Cen Tian mengangguk patuh.
***
"Apakah benar ini tempatnya Guru?" tanya Bai Luan kepada Bai An yang berdiri disampingnya.
"Benar ini lokasi yang diberitahu oleh Bon Dan!" jawab Bai An.
Bai An lalu mengedarkan spiritualnya untuk mengecek dimana lokasi tempat markas pangeran pertama atau bisa dipanggil putra mahkota yang saat ini bersama pangeran kedua, ketiga, kelima beserta 3 orang berjubah hitam.
Setelah mengedarkan spiritualnya, tak lama langsung tersenyum tipis, "Mereka cukup pintar membuat markas ditempat yang strategis yang mana orang-orang pasti tidak akan menyangkanya," gumam Bai An yang dapat didengar oleh Bai Luan.
Saat mendengar Bai An bergumam, Bai Luan yang penasaran pun ikut mengedarkan spritualnya dan tak lama ia agak terkejut karena markas mereka bukan berada ditempat yang Bon Dan informasikan. Namun markas mereka berada disebuah Kota kecil yang berada di utara dari sini.
"Ucapanmu itu benar Luan'er dan dapat kau lihat jika penjagaan gerbang kota sangat ketat, banyak juga orang yang ditangkap jika mencurigakan. Ini hanya dugaan ku, karena tidak sengaja juga aku melihat banyak sekali tahanan yang berada dibawah tanah dan itu mungkin penjara yang baru-baru ini mereka buat."
Mendengar jawaban dari Bai An, Bai Luan langsung mengangguk-anggukkan kepala. "Terus bagaimana cara kita masuk jika kita dicurigai dan ditangkap, sia-sia kita menyelinap dan lebih baik kita langsung kesana bunuh mereka dan bebaskan orang-orang tidak bersalah, daripada menyelinap Guru!"
Mendengar saran dari Bai Luan, Bai An hanya tersenyum dan berkata, "Segel energimu dan itu membuat kita seperti manusia biasa, jika manusia biasa yang masuk kota mereka tidak akan curiga."
Bai Luan langsung mengikuti saran dari Bai An dan setelah itu mereka menyamar menjadi seorang petani yang terlihat baru pulang bertani di kebun mereka.
Bai An membawa sawit dan beberapa rumput untuk makanan hewan ternak, sedangkan Bai Luan membawa cangkul dan ranting-ranting yang cukup banyak untuk dijadikan kayu bakar.
__ADS_1
Awalnya Bai Luan ingin membawa buah dan sayur-sayuran. Namun ia tidak tahu mencari dimana jadi ia pun membawa kayu bakar.
Dan untuk cangkul dan sawit, Bai An langsung membuatnya menggunakan pedang biasa yang dulu banyak sekali senjata, sumberdaya, pil dan masih banyak lagi yang diberikan Bai Chen kepada Bai An.
Untung saja Bai An dulu sempat belajar menempa saat ia masih di gua dan belum bertemu ayahnya dulu.
Bai An dan Bai Luan kini berjalan dengan gaya mereka masing-masing.
***
Saat ini Han Chi baru saja membunuh Ketua Sekte Kelelawar Merah dan beberapa tetua yang melawannya saja, sedangkan untuk yang menyerah mereka kini dibawa oleh anggota perampok yang menjadi bantuannya.
Terlihat Han Chi bersama dua orang ketua perampok yang di tugaskan untuk membantu Han Chi kini berdiri disamping Han Chi.
"Tuan Han, apa kita langsung masuk ketempat yang mana para tahanan ditahan?" tanya Mo Shengyu salah satu ketua yang berada di sebalah kanannya.
Han Chi melirik Mo Shengyu, "Aku sebenarnya ingin masuk, namun aku belum menemukan dimana tetua ke 5 Bangsawan Shi berada dia bernama Shi Chuy."
"Aku curiga saat mendengar adanya serangan tadi, ia langsung menahan para tahanan dan menjadikannya sandera, atau jika ia tahu aku akan menyerang Shi Chuy akan menyandera istri ku dan beberapa anggotaku yang tersisa!"
Mendengar kata-kata Han Chi, kini Mo Shengyu mengangguk, begitu juga ketua perampok sebelah kiri Han Chi yang bernama Zu Xioyan.
"Lalu apa yang akan kita lakukan Tuan Han?" tanya Zu Xioyan, karena ia tidak terlalu pintar dalam membuat rencana. Zu Xioyan hanya tahu cara bertarung saja.
"Kita suruh salah satu tetua yang menyerah untuk mengecek apa yang ada didalam sana, namun kita harus mencari tetua yang dapat kita percaya, takutnya ia akan berhianat dan mencoba ikut menyandera para tahanan."
__ADS_1
Mo Shengyu dan Zu Xioyan langsung mengangguk dan pergi untuk memilih tetua Kelelawar Merah yang dapat dipercaya.