Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Berdiskusi dan Terungkapnya identitas Jing Xan


__ADS_3

Tap tap..!!


Tak menunggu waktu lama bagi Fanghu menghubungi He Yusi.


He Yusi datang bersama Lin Xue dan Chu Jia.


“Ada apa kakak? kenapa kau cepat sekali memanggil ku,” tanya He Yusi.


“Hmm..!! Duduk dulu. Ada yang ingin Tuan Muda tanyakan kepadamu.”


Mendengar ucapan Fanghu. He Yusi langsung duduk.


Sedangkan Lin Xue dan Chu Jia sengaja di bawa oleh beberapa pelayan wanita di sana atas suruhan Bai An dan langsung di laksanakan oleh Walikota Tang Tou.


Bai An sengaja melakukan hal tersebut agar Lin Xue tidak mengganggu percakapan mereka.


Setelah Lin Xue dan Chu Jia pergi. Mata semua orang tertuju kepada Bai An, termasuk He Yusi yang kini serius menatap Bai An.


“Nyonya Yusi. Aku ingin kau menjawab jujur. Saat kau melawan pemuda yang di sebut tangan Kanan Kaisar Dewa Kegelapan. Apa kau merasakan sesuatu yang aneh?”


Pertanyaan Bai An membuat semua orang kini beralih menatap He Yusi. Sedangkan He Yusi mengerutkan keningnya bingung. Karena tidak tahu jalan pembicaraan semua orang dari awal.


“Seperti aura misalnya atau sesuatu yang menjanggal,” tanya Bai An lagi memberikan sedikit petunjuk.


Hmm..!!


He Yusi langsung merenung, ia mengingat ingat kejadian dulu saat ia bertarung dengan pemuda tersebut.


Namun beberapa saat He Yusi mengangkat kepalanya kemudian menggelengkan kepalanya.


“Aku hanya mengingat ia sangat cepat dan matanya cukup berbeda dari manusia pada umumnya,” kata He Yusi.


“Xia'er apa kau tahu mata para monster setelah berubah menjadi manusia?” tanya Bai An langsung di pikirannya. Tapi tak ada jawaban sama sekali. Mu Xia'er sengaja diam karena ia ingin Bai An menemukan petunjuknya seorang diri.


“Apa kau mengetahui warna matanya?” tanya Bai An kenapa He Yusi.


He Yusi langsung mengangguk.


“Tentu..!! Warna matanya bewarna.”


Ucapan He Yusi langsung berhenti saat ia menyadari sesuatu.


“Kakak apa kau tahu warna Raja Monster yang kita baca di buku kuno waktu kita kecil?” Tanya He Yusi.


Fanghu langsungg mengangguk. “Tentu warna matanya Kuning Kemerahan.”


“Kenapa mata pemuda tersebut mirip dengan mata Raja Monster itu?” Kata He Yusi bingung.

__ADS_1


Mendengar itu, baik itu Bai An dan yang lainnya yang tadi membicarakan tentang monster langsung membelalakkan matanya kaget. Karena mereka kini menemui sedikit petunjuk dari pertanyaan Bai An.


Fanghu, Long Yuan, Jing Xan, Tang Rou langsung menatap ke arah Bai An yang kini sedang berkeringat dingin.


Kini Bai An diam berkeringat dingin. Ia berimajinasi cukup banyak tentang masalah yang membuatnya bingung.


“Saudara Fanghu, apa kau tahu kunci yang ingin di rebut oleh Kelompok Teratai Hitam di gunakan untuk membuka apa? di inti dunia ini?”


Fanghu menggeleng, ia mengalihkan pandangannya ke arah He Yusi adiknya.


Melihat Fanghu menatap He Yusi. Bai An menatap He Yusi di ikuti oleh Long Yuan dan Tang Rou.


Untuk Jing Xan, ia tahu persis kunci tersebut di gunakan untuk apa? Karena setiap Benua mempunyai kunci masing-masing di pegang oleh para Penguasa Benua.


He Yusi yang di tatap ikut menggeleng dan berkata. “Hanya Fan Gege yang mengetahuinya karena kunci tersebut sangat berharga dan hanya penguasa saja yang mengetahui apa fungsinya.”


Bai An langsung menghela nafas berat.


Long Yuan kini beralih ke Jing Xan kemudian berkata melalui telepati.


“Kau pasti tahu bukan?”


“Aku tidak tahu banyak ayah angkat. Yang ku ketahui kunci tersebut adalah untuk membuka sebuah pintu. Katanya pintu tersebut adalah pintu kekacauan.” Jawab Jing Xan.


Long Yuan yang cukup pintar langsung berdiri.


“Kau pasti mengetahui fungsi kunci tersebut saudara Long? Cepat beritahu aku.” Kata Bai An ikut berdiri.


Semua orang juga malah ikut ikutan berdiri seperti orang bodoh.


Long Yuan mengangguk serius.


“Cepat panggil Penguasa Yu Fan, suruh ia berhati hati. Karena fungsi kunci tersebut aku yakini untuk membuka segel Benua Canglan. Karena di inti dunia tersebut ada sebuah pintu yang mana katanya jika di buka akan mengakibatkan kekacauan.”


Bai An langsung bersemangat.


Berbeda dengan yang lain kini semua sadar akan ucapan Long Yuan. Kenapa mereka tidak menyadarinya. Tentu saja mereka tahu jika inti Dunia ini di buka akan mengakibatkan kekacauan lagi.


“Jadi begitu. Benua Hongcun dan Benua Hang Chen bersatu karena mereka ingin merebut kunci tersebut dari penguasa JingXin dan merebutnya juga dari Penguasa jatuh Yu Fan. Setelah merebutnya mereka akan membuka pintu tersebut untuk membuat kekacauan lagi.”


“Mereka pasti telah bekerjasama dari dulu dengan para monster jauh sebelum para monster di segel. Mungkin juga Penguasa Liu Wang adalah budak para Monster yang haus akan kekuatan atau kakek buyut mereka terdahulu memang sudah bekerjasama dengan mereka.”


Mata Fanghu dan He Yusi memerah saat mendengar perkataan Bai An.


Tentu mereka paham arti perkataan Bai An.


“Jadi apa yang akan kita lakukan? Kita harus mengumpulkan kekuatan juga untuk melawan mereka. Agar tidak bisa membuka pintu di inti Dunia tersebut.” Tanya Tang Rou yang dari diam.

__ADS_1


Fanghu, He Yusi, Long Yuan, Jing Xan mengangguk membenarkan perkataan Tang Rou.


Bai An juga begitu.


“Kita mulai dari Benua Hongcun dulu. Karena disana ada kekuatan yang bisa membantu kita jika mereka membantu mereka.” Long Yuan membuka suara lebih dulu.


“Tidak.. Kita akan mulai dari Liu Wang dulu,” kata Fanghu mengepalkan tangannya.


“Hmm..! Kita mulai dari dalangnya dulu yaitu Kelompok Teratai Hitam.” Sambut He Yusi tidak mau kalah.


Tak lama mereka semua berdebat.


Kepala Bai An terasa mau pecah mendengar ego mereka semua yang mau menang sendiri.


“Diam..!!”


Teriakan Bai An membuat semua orang diam.


“Bagaimanapun kalian semua adalah orang yang di segani. Kekuatan kalian setara dengan para penguasa terutama kau tetua.” Tunjuk Bai An ke arah Jing Xan ikut ikutan membantu Long Yuan. Kemudian menambahkan.


“Jika kalian begini terus. Masalah tidak akan selesai, malah memperkeruh suasana karena ego kalian masing masing.”


Semua orang menunduk malu saat mendengar anak kecil menasehati mereka.


Pixiu menutup mulutnya menahan tawa. Karena ia dari tadi hanya diam dan menjadi pendengar setia. Kini berjalan ke arah Bai An kemudian membisikkan sesuatu.


Bai An langsung mengangguk.


“Begini saja. Nyonya Yusi, apakah kau sudah memanggil saudara Yu Fan?”


“Hmm..!! Tentu dan tak lama lagi ia akan sampai.” Jawab He Yusi.


Baru saja He Yusi menyelesaikan ucapannya. Benar saja Yu Fan langsung muncul di hadapan mereka semua.


“Eeh.. Penguasa terdahulu Jing ada disini.” Kata Yu Fan cukup kaget saat baru muncul.


Semua orang terbelalak kaget kecuali Bai An. Karena ia sudah dapat menebak itu dari awal Mu Xia'er melarangnya mengetahui identitas Jing Xan.


“Kau Yu kecil, dari dulu tidak pernah bisa merapatkan mulutmu itu,” dengus Jing Xan kini merubah wajahnya ke tampilan asli.


Semua orang semakin terkejut.


Tak lama semua orang menunduk hormat.


“Salam Penguasa.”


“Sudah sudah, lupakan saja. kita bahas dulu masalah ini. Karena ucapan Si kecil benar. Pemuda yang ia lawan kekuatannya setara denganku. Itulah yang menyebabkan aku belum bisa tenang untuk meninggalkan Dunia ini. Dan kita menunggu apa perintah dari Tuan Muda Bai An.” Kata Jing Xan melirik ke arah Bai An.

__ADS_1


__ADS_2