
"Hei kalian para bangs*t, kalian ini terlalu banyak peraturan!"
Yun Cho berdiri lalu menunjuk ke arah para penjaga dengan marah-marah, ia kemudian menambahkan. "Tidak bisa ini, tidak bisa itu, apa sebenarnya mau kalian? haah."
Akting Yun Cho terlihat nyata, ia bicara sambil berjalan goyang-goyang seperti orang mabuk berat, tapi sebenarnya ia masih sadar walaupun tadi banyak minum.
Sontak penjaga itu langsung marah dan berteriak. "Kepung mereka bertiga!" Saat berteriak tak lama para penjaga tiba-tiba datang ntah dari mengepung mereka bertiga.
Sedangkan untuk orang-orang kebetulan berada dikedai itu pada ketakutan. Karena mereka takut akan terlibat masalah yang tidak mereka tahu menahu, termasuk pemilik kedai yang kini bersembunyi dibalik meja kasir.
Para penjaga yang mengepung Bai An, Bai Luan, dan Yun Cho langsung menyergap ke arah mereka bertiga dengan perlawanan sedikit membela diri agar tidak dicurigai.
Sandiwara mereka bertiga membuahkan hasil. Kini mereka di ikat menggunakan tali dan langsung dibawa kepenjara bawah tanah. Sedangkan untuk petugas tadi kini menyuruh beberapa petugas yang lain untuk mengintrogasi para pengunjung dikedai ini. Mungkin ada salah satu dari teman mereka bertiga yang sengaja tidak ikut campur.
Tak lama, setelah para pengunjung di introgasi dan tak ada yang terlihat mencurigakan, ia langsung pergi melaporkan kejadian ini kepada atasannya.
Sedangkan untuk Bai An, Bai Luan dan Yun Cho kini sedang diseret dan dikawal oleh beberapa petugas yang terlihat garang.
Cukup lama mereka diseret hingga akhirnya mereka tiba disebuah gubuk kecil, lalu salah satu penjaga tersebut membuka pintu gubuk dan mengangguk kepada temannya.
Petugad yang sedang menyeret Bai An dan yang lainnya mengangguk dan menyeret mereka bertiga masuk kedalam gubuk. Setelah melewati pintu dan kini mereka berada didalam gubuk, Yun Cho langsung tercengang melihat apa yang ada didalam gubuk kecil ini.
Sedangkan untuk Bai An dan Bai Luan biasa saja, karena mereka telah mengeceknya semua kawasan kecuali kediaman pemimpin kota karena takut ketahuan oleh orang berjubah hitam, dikarenakan Bai An melihat sebuah penghalang disana untuk mendeteksi penyusup, jadi ia tidak mengedarkan spiritualnya kesana.
"Ini, kapan mereka membuat terowongan bawah tanah seperti ini?" Gumam Yun Cho dalam hati, ia agak terkejut melihat ini dan tidak pernah berpikir sebuah gubuk kecil mempunyai terowongan menuju bawah tanah.
Banyak sekali yang kini berada dipikiran Yun Cho, karena tidak mungkin para sekutu pangeran pertama membuat sebuah terowongan dalam waktu dua hari. Jika bisa, mungkin akan sangat banyak para pekerja untuk menggalinya selama dua hari ini. Namun Yun Cho tidak menemukan banyak para pekerja dua hari ini dan daerah ini selalu sepi selama dua hari yang lalu, semenjak pangeran pertama datang.
Kini Bai An, Bai Luan, dan Yun Cho terus diseret dan terlihat terowongan ini cukup panjang. Saat mereka bertiga diseret, Bai An melirik Yun Cho yang terlihat masih sibuk melamun. Lalu Bai An melirik Bai Luan yang kini sedang menatapnya.
__ADS_1
Setelah melirik keduanya Bai An lalu bicara lewat telepati. "Sekarang kita bunuh mereka semua, jangan biarkan ada yang hidup."
Bai Luan langsung mengangguk. Yun Cho langsung tersadar dari lamunannya mendengar intruksi dari Bai An dan ikut mengangguk sambil melirik ke arah Bai An.
Bai An langsung diam beserta Bai Luan dan Xun Cho. Melihat orang yang ditarik tidak mau bergerak ia marah dan beberapa petugas yang berada dibelakang Bai An juga ikut marah. Namun saat ingin memukul ketiga pemuda itu tiba-tiba sebuah kepala orang yang menarik ketiga pemuda itu terjatuh membuat penjaga yang dibelakang tertegun beberapa saat.
"Penyusup!"
Tiba-tiba saja salah satu dari mereka berteriak dan ingin lari menuju keluar terowongan, namun Bai Luan dengan cepat melesat untuk menutup jalan. Yun Sho tanpa berlama-lama langsung mengeluarkan sebuah tombak dari cincin penyimpanannya. Yun Cho berteriak lalu langsung mengayunkan tombaknya dengan kekuatan penuh ke arah kelima penjaga.
"Tombak baja!"
"Pembelah Langit tingkat ketiga!"
"Wuuusssh!"
"Duaaarrr..."
Yun Cho langsung tersenyum saat ia menggunakan jurus ketiga terkuatnya dan melihat kalau kelima penjaga itu telah mati dengan tubuh tak utuh.
Setelah Bai Luan membunuh yang tersisa kini mereka berkumpul kembali. "Teman Ming." "Stop, namaku bukan itu. Nama asli ku Bai An dan ini muridku Bai Luan," ucap Bai An kepada Yun Cho.
Yun Cho langsung mengangguk, karena ia sudah menduga jika nama mereka terkesan dibuat-buat saat berkenalan dikedai. Tapi ia agak heran, karena mendengar kalau Bai Luan adalah muridnya. Yun Cho melihat mereka berdua terlihat umurnya tidak berbeda jauh, ia ingin bertanya, namun keadaan tidak memungkinkan untuk tanya jawab. Karena kini mereka harus bergerak cepat.
"Ayo!"
Bai An langsung melesat sambil berseru ke arah Yun Cho dan Bai Luan.
Beberapa menit kemudia mereka melihat cahaya yang lumayan terang.
__ADS_1
Saat sampai Bai An dan yang lain agak heran melihat tempat tersebut, karena tidak ada penjaga satupun disana.
"Kakak angkat!" Teriak Yun Cho melihat kakaknya yang terlihat ada luka-luka kecil.
Bai An melihat sekeliling, ini sebenarnya bukan penjara, karena tidak ada sel-sel yang mengurung mereka. Semua ditempatkan ditempat yang sama dihalaman yang luas ini, hanya mereka ikat menggunakan rantai dan kultivasi para kultivator seperti disegel.
Tapi Bai An tidak melihat segel didalam tubuh mereka semua, itu membuatnya heran sesaat dan langsung sadar ternyata mereka tidak bisa menggunakan energi mereka karena rantai itu yang menyerapnya hingga para kultivator tidak bisa menghancurkannya.
Buk...
Buk...
"Kenapa rantai ini tidak hancur?" Yun Cho heran saat mencoba menghancurkan rantai yang mengikat kakak angkatnya tidak hancur-hancur.
"Sudahlah adik, bagaimanapun kau berusaha ini tidak akan bisa hancur. Kami semua yang disini telah mencobanya namun gagal juga, semakin kami berusaha, semakin terkuras energi Qi kami." Terang kakaknya yang benama Mu Yanshen.
"Kenapa bisa begitu kakak?" Yun Cho langsung bertanya keheranan mendengar ucapan Mu Yanshen tadi.
"Aku tidak tahu, namun yang ku dengar rantai ini dibawa oleh orang berjubah hitam agar kami semua tidak bisa kabur!" Balas Mu Yanshen tersenyum kecut.
"Aku bisa saja membebaskan kalian semua yang ada disini. Namun aku meminta syarat."
Tiba-tiba Bai An bicara dengan santai, tapi dapat didengar semua orang. Orang-orang yang mendengar ucapakan Bai An langsung pada tertawa, merasa Bai An membuat lelucon.
"Hei nak, jangan bercanda. Kau itu terlalu banyak menghayal makanya kau jadi sok kuat." Kata salah satu tahanan dengan tertawa seperti yang lain.
Bai Luan yang mendengar itu, langsung ingin membunuhnya karena Bai Luan merasa orang tua itu sudah kurang ajar kepada Bai An. Tapi Bai An menghadang Bai Luan untuk bertindak.
"Syarat sederhana saja, aku yakin kebanyakan dari kalian semua disini adalah bukan penduduk asli kota ini. Jadi aku harus mengikat kalian dengan syarat terlebih dahulu sebelum membebaskan kalian semua. Karena aku takut kalau kalian semua akan melarikan diri kalau tidak berjanji terlebih dahulu."
__ADS_1
"Cukup jawab mau atau tidak hanya itu, dan aku tidak mendengar jawaban ocehan kalian semua." Bai An menutup kata-katanya dengan sedikit tekanan pada kata ocehan.