
Saat ini di daratan tengah, terlihat tiga pemuda baru selesai membantai sebuah Sekte Menengah, Sekte Menengah tersebut Sekte aliran Netral tapi mereka bekerja untuk orang-orang berjubah hitam.
Terlihat satu orang berjubah hitam terikat oleh sebuah benang yang terbuat dari Qi yang sangat tipis, ia terus menerus melotot ke arah ke tiga pemuda yang kini berada di depannya.
Seseorang lagi berada disamping orang berjubah hitam, ia adalah Patrick Sekte Menengah tersebut yang kini hanya menunduk pada sebuah penyesalan yang ia lakukan, hanya demi kekuatan ia berhianat.
Kini Sektenya telah hancur dan semua tetuanya telah mati mengenaskan akibat ulahnya sendiri yang telah dibutakan, tapi ia agak bersyukur bahwa ada banyak murid-murid yang dibiarkan hidup dan pergi.
"Lepaskan aku atau Ketua kami akan turun tangan memburumu! walaupun tingkat kultivasimu setara dengan komandan kami, tapi ketua kami jauh lebih kuat darimu jadi lepaskan aku!" ucap orang berjubah hitam tersebut dengan suara angkuh dan ancaman.
"Hoho, apakah benar komandanmu setara denganku?" Tanya Lang Zai karena ia dan Cen Tian yang turun tangan membantai Sekte tersebut dan untuk Long Yuan hanya menonton jadi orang berjubah hitam hanya tahu tingkat kultivasi Lang Zai dan Cen Tian saja.
"Aku jadi tidak sabar ingin melawan ketuamu itu!" tambah Lang Zai lagi sambil menyeringai kecil.
"Orang lemah sepertimu yang hanya tingkat Holy Monarch ingin melawan ketua kami yang berada di Holy Emperor? jangan bermimpi tikus melawan kucing!" balas orang berjubah hitam tersebut dengan nada mengejek.
"Hoho Saudara Yuan, ada yang setara denganmu, ini bagus ayo kita ke markas mereka!" ucap Lang Zai semangat.
Long Yuan hanya menggeleng mendengar ucapakan Lang Zai lalu membalas, "Jangan gegabah, kita ketempat Saudara Hei Long terlebih dahulu baru hubungi Tuan Muda kita meminta izin ke markas mereka, apa diberikan izin atau tidak!"
"Tapi kita belum tahu dimana lokasi markas mereka, coba kau cari tahu dari dia!" ucap Long Yuan melalui telepati.
Lang Zai mengangguk dan menatap Patrick Sekte Menengah tersebut dengan menyeringai kecil, "Ampun Tuan, ampun!" ucap Patrick tersebut dengan tubuh bergetar saat melihat tatapan Lang Zai.
"Hoho tenanglah, aku tidak akan menyakitimu. Tapi apakah kau tahu perbuatanmu ini?" tanya Lang Zai.
Mendengar itu Patrick tersebut mengangguk pasrah untuk dibunuh karena ia sadar atas perbuatannya yang menumbalkan banyak bayi dan gadis perawan hanya untuk sebuah kekuatan.
Melihat itu Lang Zai langsung mengayunkan tangannya dan tercipta energi berbentuk pedang dari elemen angin yang langsung melesat dengan cepat ke arah Patrick tersebut.
__ADS_1
Buuuuk...
Suara kepala terjatuh lalu menggelinding dengan darah yang terus keluar dari badan patrick tersebut, orang berjubah hitam yang terkena cipratan darah patrick Lo Chan kini bergidik ngeri melihat itu.
Keangkuhannya kini berganti dengan tubuh bergetar hebat saat melihat kepala Lo Chan menggelinding, ia kini menatap Lang Zai seperti hantu dengan perlahan mundur walau dirinya di ikat, ia memaksakan diri mundur.
"Jangan, jangan bunuh aku Tuan!"
Lang Zai menyeringai kecil melihat orang di depannya ini yang tadi angkuh kini langsung ciut karena hanya melihat sebuah kepala yang jatuh, apalagi sebuah penyiksaan.
"Hoho baiklah, jika kau tidak ingin dibunuh, beritahu aku dimana tempat markas kalian, maka aku berjanji akan melepaskanmu!"
Mendengar itu, pria berjubah hitam itu ragu-ragu sesaat karena jika markasnya diketahui maka mereka akan menyerang, tapi ia ingat ketuanya sangat kuat jadi tanpa pikir panjang ia memberitahu, walau mereka sudah diberitahu jika membocorkan tempat mereka maka orang yang membocorkan informasi tersebut akan dibunuh.
Tapi ia tidak terlalu memikirkannya karena ia punya segudang alasan untuk mengelak kepada para komandan dan ketuanya.
Dengan cepat pria berjubah hitam tersebut menjawab.
Mendengar itu Lang Zai mengerut karena ia agak tidak percaya kata-kata pria berjubah hitam tersebut dan ingin bertanya namun, kepala pria tersebut langsung jatuh bergelinding.
Mata pria berjubah hitam yang kepalanya bergelinding tersebut melotot seperti bertanya kenapa ia dibunuh, sedangkan Long Yuan yang membunuhnya langsung bergumam, "Saudara Lang Zai yang berjanji akan melepaskanmu tapi aku tidak!"
Mendengar Long Yuan bergumam Lang Zai mengangguk tapi heran mengapa pria tersebut dibunuh karena ia belum mendapat informasi pasti.
"Kenapa kau membunuhnya langsung Saudara Yuan, kita belum tentu bisa percaya akan kata-katanya tadi?" tanya Lang Zai.
"Dia berkata jujur karena dapat terlihat dari matanya yang rela berhianat demi kehidupannya sendiri!" jawab Long Yuan.
Mendengar jawaban Long Yuan, Lang Zai hanya mengangguk saja walau masih penasaran tapi itu tidak terlalu penting menurutnya jadi ia tidak bertanya lagi.
__ADS_1
Lang Zai melihat sekeliling terlihat banyak sekali mayat bergeletakan disana-sini dan melihat kau Cen Tian tidak berada disisi Long Yuan.
"Dimana Tian'er Saudara Yuan?"
"Hmm aku melihatnya masuk kedalam sana, aku pikir Tian'er ingin menjarah semua harta Sekte ini," ucap Long Yuan menjawab pertanyaan Lang Zai.
"Eeeh tapi perasaan Tian'er belum mempunyai Cincin penyimpanan, terus bagaimana caranya ia ingin menjarah semua harta tersebut?" tanya Lang Zai yang begitu heran.
Long Yuan langsung menepuk keningnya sendiri, ia lupa memberikan Cincin penyimpanan kepada Cen Tian.
"Aku lupa memberikannya Cincin penyimpanan yang Tuan Muda suruh!" ucap Long Yuan sambil tersenyum kecut.
Tak lama kemudian terlihat seorang pemuda kekar keluar dari pintu dengan membawa kotak seperti kota peti mati dan itu sekitar 5 kotak yang ia tumpuk-tumbuk hingga menjulang tinggi di atas punggungnya.
Ia juga memegang kotak tidak terlalu besar di lengan kanannya, pemuda itu Cen Tian yang terlihat biasa saat membawanya.
Long Yuan dan Lang Zai terkekeh kecil saat melihat kelakuan Cen Tian, Cen Tian melihat mereka terkekeh hanya mendengus kecil karena tahu apa yang mereka tertawakan itu dirinya.
"Hmm Guru, Cincin penyimpanan para Tetua yang aku bunuh terlalu kecil, tidak muat untuk membawa semua barang-barang ini dan masih banyak juga tersisa di dalam, aku ingin menguras habis semuanya tanpa tersisa satu perak pun, jadi mana Cincin yang An'er titipkan dulu kepadamu!" ucap Cen Tian meminta sambil menyodorkan tangannya ke arah Long Yuan.
Long Yuan dan Lang Zai hanya tercengang saat mendengar kata-kata Cen Tian. "Betapa rakusnya anak ini!" Gumam Long Yuan dan Lang Zai secara bersamaan dalam hati.
Tak lama Long Yuan memberikannya cincin, Cen Tian mengeluarkan seluruh isi cincin yang ada pada tetua dan harta yang sempat ia masukkan tadi lalu memindahnya ke cincin pemberian Long Yuan.
20 menit berlalu setelah Cen Tian menguras semua harta yang berada didalam sekte dan mengambil cincin penyimpanan setiap tetua, murid yang mati. Kini Cen Tian kembali ke tempat Long Yuan dengan wajah bahagia.
"Ayo kita pergi Guru, disini sudah tidak ada barang yang berharga!" ucap Cen Tian dengan senyum lebar ke arah Long Yuan.
Long Yuan hanya mendengus, sedangkan Lang Zai terkekeh, lalu mereka langsung melesat pergi dengan santai menuju arah Ibu Kota tempat Hei Long berada.
__ADS_1