Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Keraguan Para Tahanan


__ADS_3

Mereka semua agak geram saat mendengar suara Bai An yang terbilang cukup sombong. Kecuali Yun Cho yang tahu kalau Bai An dan Bai Luan bukan orang biasa.


Mu Yanshen yang melihat para tahanan agak kesal saat mendengar kata-kata yang diucapkan Bai An. Kini langsung mengambil tindakan.


"Kami butuh bukti terlebih dahulu. Walaupun kamu datang kesini bersama adik ku Yun Cho, kami semua tidak akan percaya begitu saja dengan ucapanmu tadi," ucap Mu Yanshen.


"Benar, apa yang dikatakan pemimpin kota. Kami butuh bukti!"


"Benar kami butuh bukti!"


Setelah Mu Yanshen meminta bukti jika kata-kata Bai An itu benar atau tidak. Jadi Mu Yanshen butuh bukti terlebih dahulu agar mereka yang disini percaya dan yakin, begitu yang lain juga ikut menyahut perkataan Mu Yanshen.


Bai An yang mendengar itu pun mengangguk, karena ia juga tidak akan percaya dengan hanya kata-kata kecuali bukti. Jadi ia membenarkan pemikiran Mu Yanshen dalam hati.


"Hei teman, apa kau yakin dengan apa yang kau ucapkan tadi?" Yun Cho bertanya sambil berjalan ke arah Bai An dan diikuti Mu Yanshen.


Mendengar banyak sekali pertanyaan, Bai An tidak menjawab semua pertanyaan mereka. Melainkan ia melirik Bai Luan. "Luan'er sebarapa persen kau bisa menghancurkan rantai itu?"


Bai Luan langsung merenung saat Bai An bertanya ke arahnya, cukup lama ia berpikir lalu mengangkat kepalanya dan melirik Bai an.


"Aku kurang yakin guru, mungkin 10 persen energi ku akan terkuras jika menghancurkan satu atau dua rantai. Jadi jika semua rantai yang harus kuhancurkan maka membutuhkan waktu lama karena perlu mengisi energi yang hilang. Sedangkan waktu kita hanya sebentar disini!"


Bai Luan agak malu-malu saat mengatakan hal itu kepada Bai An, karena ia menganggap dirinya masih lemah. Sedangkan untuk yang lain kini ternganga tidak percaya saat mendengar bisa menghancurkan dua rantai dengan 10% energinya.


Sedangkan mereka semua menggunakan 100% energi saja rantai tersebut tidak mengalami lecet sedikitpun. Tak lama suara tawa semua orang cukup keras karena merasa Bai An dan Bai Luan adalah orang gila.


Tidak ada yang mempercayai Bai An dan Bai Luan, seandainya para tahanan tahu tingkat Kultivasi Bai An dan Bai Luan, mungkin mereka semua akan ketakutan karena menertawai yang menurut mereka seorang Dewa karena tingkat Bai An melebihi Alam Fana. Sedangkan Bai Luan puncak Alam Fana.


Yun Cho kini agak geram melihat para tawanan yang akan dibebaskan malah menertawai Bai An dan Bai Luan. Karena Yun Cho yakin akan kata-kata yang diucapkan Bai Luan tadi.


"Bisakah kalian diam!"

__ADS_1


Wuuusssss...


Yun Cho kini mengeluarkan aura penuhnya dan ia tidak menahan diri saat menekan mereka semua termasuk Mu Yanshen yang terdekat langsung berlutut karena ia hanya berapa pada tingkat Raja.


Saat Mu Yanshen melihat orang-orang kini pada bersujud, Mu Yanshen ingin bicara namun kini tertegun melihat dua pemuda yang tidak lain Bai An dan Bai Luan terlihat biasa saja. Bahkan ia melihat Bai Luan tertawa saat melihat para tahanan bersujud.


Saat mengingat kata-kata kedua pemuda tersebut tadi, kini ia menjadi percaya.


Tak sampai satu menit, Yun Cho menarik auranya dan melihat banyak orang kini terdiam dan ada rasa takut dalam hati semua orang saat melihat Yun Cho.


Mereka semua tidak ada yang menyadari jika Bai An dan Bai Luan sama sekali tidak tertekan oleh aura Yun Cho kecuali Mu Yanshen.


"Teman Cho, suruh kakakmu kesini!" ucap Bai An, karena ia merasa terlalu lama disini dan masih banyak yang akan ia lakukan selanjutnya.


Mendengar itu Yun Cho langsung menengok ke arah samping tempat kakaknya berada. "Kak majulah!"


Mu Yanshen langsung mengangguk tanpa ragu dan kini ia telah berada di depan Bai An untuk menunggu apa yang akan ia lakukan.


Melihat itu Bai An langsung memegang rantai tersebut dan,


"Kress!"


Suara rantai itu terdengar hancur dan jatuh kebawah. Mu Yanshen ternganga melihat kejadian ini di depan matanya dengan tidak percaya. Karena Bai An hanya memegang rantai itu dan langsung hancur.


Yun Cho juga tak kalah terkejut, melihat betapa santainya Bai An yang memegang rantai tanpa energi sedikitpun. Begipun para tahanan yang baru bangkit dan kebetulan melihat itu tak kalah terkejutnya dengan Mu Yanshen dan Yun Cho.


"Ini, ini sungguhan kan. Aku... Aku terlepas dari rantai yang selalu menyerap energi Qi ku. Aku juga dapat merasakan kini energiku beransur-ansur pulih."


Mu Yanshen kini terlihat seperti anak kecil yang baru mendapatkan hadiah dan tidak menyadari banyak orang kini sedang mentap kelakuannya yang berjingkrak-jingkrak kesans kesana kemari.


"Kakak, hentikan kebiasaanmu yang terlihat seperti anak kecil ini. Sungguh memalukan," ucap Yun Cho dengan wajah kesal karena ia juga terlihat lebih malu mempunyai saudara yang seperti anak kecil.

__ADS_1


"He he, maafkan kakakmu ini yang sudah terbiasa juga lagi senang!" Mu Yanshen berhenti dan melihat orang-orang sedang menatapnya, setelah itu ia minta maaf kepada Yun Cho dengan cengar cengir.


"Bagaimana? Apa sekarang kalian percaya!"


Tiba-tiba saja mereka semua tersadar lalu memandang ke arah suara yaitu Bai An.


Setelah itu, mereka semua langsung berteriak.


"Aku berjanji dengan syarat anda Tuan Muda"


"Aku juga berjanji!"


"Aku juga!"


"Aku juga, cepat lepaskan rantai ini!"


Karena terlalu berisik Bai An ingin mengatakan sesuatu namun tidak jadi.


"Diam!"


"Temanku pasti akan membebaskan kalian, tapi yang benar-benar dapat dipercaya. Jika hanya omongan saja, sama halnya seperti kalian tidak percaya kepada temanku ini tadi, sehingga kalian butuh bukti. Jadi ia juga butuh bukti, bukan omongan saja!"


Yun Cho berteriak sambil menekan semua orang yang tadi mendesak Bai An untuk dibebaskan.


Mendengar itu semua tahanan terdiam, karena ada juga yang berpikir nanti saat dibebaskan. Ia akan langsung melarikan diri saat ada kesempatan. Cukup lama mereka terdiam, lalu salah di antara mereka maju. "Aku bukan asli penduduk kota ini, tapi aku berjanji akan membantumu Tuan Muda sampai mati demi melawan pemberontakan. Karena aku yakin syarat yang Tuan Muda maksut itu adalah membantu kalian melawan pangeran pertama bersama orang-orang berjubah hitam."


Setelah orang itu maju dan berteriak dengan lantang dan terlihat serius, tidak ada unsur kebohongan dimatanya.


"Majulah," ucap Bai An. Orang itu langsung maju kehadapan Bai An dan menjulurkan tangannya.


"Kreeeesss!"

__ADS_1


Suara rantai terjatuh, "Terimakasih Tuan Muda!" Orang tersebut berterimakasih sambil memberikan hormat.


__ADS_2